cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Gedung House of Glory Lt.3-4, Jl. Ahmad Yani, Eden Park; Kel. Taman Baloi, Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika
ISSN : 26853515     EISSN : 26853485     DOI : -
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani dengan ciri Pentakostal-Kharismatika, dengan nomor ISSN: 2685-3485 (online), ISSN: 2685-3515 (print), dikelola dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi REAL, Batam, Kepulauan Riau. Focus dan Scope penelitian DIEGESIS adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru); Teologi Sistematika; Teologi Pastoral; Misiologi; Isu-isu Pentakostal-Kharismatika. DIEGESIS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari semua institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019" : 5 Documents clear
Kajian Teologis terhadap Ajaran Hyper-Grace Joseph Prince Fredy Simanjuntak
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.192 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i1.48

Abstract

Lately the topic of "grace" has also become a discussion and debate which is being discussed in the church environment. The term is also commonly called "modern grace" or "grace reform". The term is used by a number of teachers or characters in explaining their theological understanding of grace which they consider to be a new revelation of grace. The teaching of the gospel of grace does not refer to a particular church, but rather to theological teaching or understanding that is spreading very quickly to various churches throughout the world. There are some figures who write a number of books in their books describing the gospel teaching of grace, some of which are well-known and influential are Paul Ellis, Joseph Prince, Steve McVey, Clark Whitten and other gospel instructors of grace. Joseph Prince cannot be denied as one of these "grace" teachers who also influences the views of Christians in Singapore, America and Indonesia. AbstrakBelakangan ini topik mengenai “anugerah” (grace) juga menjadi diskusi dan perdebatan yang marak dibicarakan di lingkungan gereja. Istilahnya biasa juga disebut “kasih karunia modern” atau “Reformasi kasih karunia”. Istilah tersebut digunakan oleh sejumlah pengajar atau tokoh dalam menjelaskan pemahaman teologi mereka mengenai kasih karunia yang mereka anggap sebagai pewahyuan baru mengenai kasih karunia. Pengajaran tentang injil kasih karunia bukan merujuk kepada suatu gereja tertentu, tetapi lebih kepada pengajaran atau pemahaman teologi yang sedang merebak dengan sangat cepat ke berbagai gereja di seluruh dunia. Ada beberapa tokoh yang menulis sejumlah buku yang di dalam buku mereka menjelaskan pengajaran injil kasih karunia, beberapa diantaranya yang terkenal dan berpengaruh adalah Paul Ellis, Joseph Prince, Steve McVey, Clark Whitten dan pengajar injil kasih karunia lainnya. Tidak dapat disangkal Joseph Prince sebagai salah satu pengajar “anugerah” ini yang juga mempengaruhi pandangan orang-orang Kristen di Singapura, Amerika dan Indonesia.
Pentingnya Penginjilan dalam Pertumbuhan Gereja Yohanes Joko Saptono
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.626 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i1.46

Abstract

Evangelism is one of the key factors of church growth. A church’s recognition of the importance of evangelization always brings about an impact on the growth of a church; to its life and works. Accordingly, churches who recognize evangelization as crucial to their growth would consequently transform it into their personal, communal, and institutional priorities: Evangelization would be addressed seriously; all resources would be directed towards it; and all approaches, strategies, methods, and various types and scope of techniques would be employed to draw people to Christ. It was evident that any motivation and even the faintest competence can be used by God to bring many people to Christ, as long as they are directed to glorify the name of God. Furthermore, as a result of evangelization, the biological growth of churches occurs, either through relocation of church members or due to the conversion of souls at all times and places. In the same manner, churches grow in quality, quantity, in its complexities of evangelization, and are continuously renewed by the gospel, as well as experiencing unceasing growth. Evangelism is indeed the key feature of a church’s growth. Likewise, from the historical-theological perspective, evangelism also has a great impact on the growth of the church. The ups and downs of evangelism carried out by the church have therefore been an indicator of the church’s growth. The paper finally argues that without evangelization, the growth of a church will not transpire, and ultimately, churches who grow are churches who evangelize.AbstrakPenginjilan merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan gereja. Kesadaran akan hal ini membuat gereja memahami perlunya penginjilan dalam segala aspek kehidupan dan karyanya.  Sehingga penginjilan menjadi prioritasnya baik secara personal, komunal maupun institusional.  Penginjilan akan ditangani dengan sangat serius. Segala sumber daya yang dimiliki akan diarahkan untuk penginjilan. Mereka akan menggunakan berbagai macam pendekatan, strategi, metode dan tehnik penginjilan dengan aneka ragam bentuk dan ruang lingkupnya.  Motivasi apapun dan kompetensi yang lemah sekalipun, bisa dipakai Tuhan untuk membawa banyak orang kepada Kristus. Pertumbuhan gereja secara biologis atau karena perpindahan anggota gereja atau karena pertobatan jiwa-jiwa baru terjadi pada segala waktu dan tempat.  Pertumbuhan gereja secara kualitas, kuantitas maupun kompleksitas organisasinya merupakan hasil dari penginjilan yang dilakukannya. Gereja senantiasa diperbaharui oleh Injil dan oleh karenanya gereja senantiasa mengalami pertumbuhan.Penginjilan adalah kunci pertumbuhan gereja.  Dalam perspektif historis-teologis, penginjilan mempunyai pengaruh yang besar bagi pertumbuhan gereja. Oleh karena itu, tinggi rendahnya penginjilan yang dilakukan gereja selalu menjadi indikator bertumbuh tidaknya gereja. Sebab penginjilan akan mendorong pertumbuhan gereja. Sedangkan gereja yang bertumbuh tentu akan melakukan penginjilan.
Pengaruh Kepemimpinan Gembala Sidang terhadap Motivasi Pelayanan Kaum Awam Elliya Dece
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.638 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i1.45

Abstract

Pastors and church leaders work as partner with the people of church in order to build God’s kingdom on earth. In reality, not all members of church are willing to participate in this service voluntarily. Paying attention to the strategic role of people in the church's development efforts, the attention of the leader in empowering church members needs to be done seriously so that church members can carry out their roles optimally in the life and work of the church. The hypothesis proposed in this study is that there is a significant influence between the pastor's leadership and the service motivation among the church members. The samples of this study are the GMI Baithani and GMI Efrata members, taken by random sampling technique. Data processing was assisted with SPSS 18 for Windows. The result of regression analysis of pastor’s leadership has significant effect to the service motivation of church members equal to 57% while 43% influenced by other factor.
Papua dan Panggilan Macedonia di Zaman Milenium Baru Fransiskus Irwan Widjaja
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.51 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i1.50

Abstract

Mission is an integral part of Christianity. The activities of the western world mission that have sent 164 years of missionaries to the land of Papua have no impact on Papua. The existence of the church of God in the land of Papua also has no impact and significance for the people of Papua. Papua lost its identity as a gospel land. The high level of Islamization, the low level of education, and the high level of poverty makes it necessary for Papua to be helped. Papua is calling as Macedonia calls in the millennium. AbstrakMisi merupakan bagian yang integral dengan agama Kristen. Kegiatan misi dunia barat yang sudah mengutus misionari 164 tahun ke tanah  Papua, tidak membaw dampak bagi Papua Keberadaan gereja Tuhan di tanah papua juga tidak membawa dampak dan berarti bagi penduduk papua. Papua kehilangan jati diri sebagai tanah injil. Tingginya islamisasi, rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya kemiskinan membuat papua perlu di tolong. Papua sedang memanggil seperti Panggilan Macedonia di jaman millennium.
Persepsi Gembala-Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia Se-Kabupaten Jember tentang Praktik Kremasi Lidia Jenrin Filtje Sondakh
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.837 KB) | DOI: 10.53547/diegesis.v2i1.51

Abstract

Cremation is the practice of removing human corpses after death by burning a corpse, usually carried out in a crematorium. With the development of technology, cremation is no longer synonymous with traditional ceremonies that use firewood so it requires a long time. The purpose of this study was to determine the perceptions of pastors at the Pentecostal Church in Indonesia regarding cremation practices. After carrying out theological studies with a literary approach, it is considered that if God wants a special way of handling the body, He will state, either in the Old Testament or the New Testament. This study uses a qualitative approach, with an interview instrument. The result of this research is that some shepherds cannot accept cremation, assuming that cremation is contrary to the teachings of the Bible, but there are those who think that cremation is not in conflict with God's Word.AbstrakKremasi adalah Praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal, dengan cara mem-bakar mayat, biasanya dilakukan di krematorium. Dengan perkembangan teknologi, kremasi tidak lagi identik dengan upacara tradisional yang memakai kayu bakar sehingga memerlukan waktu yang penjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi gembala-gembala sidang Gereja Pantekosta di Indonesia tentang praktik kremasi. Setelah melakukan kajian teologis dengan pendekatan literatur, maka dipertimbangkan bahwa jika Tuhan menghendaki suatu cara yang khusus dalam menangani jenazah, Ia akan menyatakan, entah dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kualitatif, dengan instrumen wawancara. Hasil dari penelitian adalah, ada beberapa gembala tidak dapat menerima kremasi, bersasumsi bahwa kremasi bertentangan dengan ajaran Alkitab, namun ada juga yang beranggapan bahwa kremasi tidak betentangan dengan Firman Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5