cover
Contact Name
Tulus Burhannudin Sitorus
Contact Email
jurnaldinamis@gmail.com
Phone
+6281361719718
Journal Mail Official
jurnaldinamis@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara J17 Building 3rd Floor Mechanical Engineering Department Jl. Almameter Kampus USU Medan Telp.061-8213250, Fax 061-8213250
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Dinamis
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 02167492     EISSN : 28093410     DOI : https://doi.org/10.32734/dinamis
Focus and Scope Dinamis Journal is a national electronic journal as a means to publish scientific works in Mechanical engineering and other relevant fields. This journal has strengths and focuses on the sub-fields of energy conversion, structural materials and materials engineering, production processes, and maintenance systems which are all part of mechanical engineering science. This journal is managed by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University of Sumatera Utara. Scientific works published in the Dinamis Journal are the results of research, both experimental, literature reviews, and simulations and contribute significantly to the development of science and technology. The Dinamis Journal publishes scientific papers in the field of Mechanical engineering related to the following fields of study: Experimental and Computational Mechanical Systems Solar Energy Fuel Cell Noise and Vibration Alloy and Processing
Articles 237 Documents
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH MEDAN MAGNET 1200 GAUSS DAN 2500 GAUSS TERHADAP MESIN BENSIN BAHAN BAKAR PREMIUM
DINAMIS Vol. 6 No. 3 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.539 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i3.7158

Abstract

Krisis energi pada saat ini sudah dirasakan pada beberapa negara, mereka berlomba-lomba untuk mengadakan penghematan dan pemakaian energi yang tepat diberbagai bidang. Salah satu metode yang saat ini dikembangkan adalah magnetasi bahan bakar. Cara kerjanya adalah memagnetasi bahan bakar premium yang mengalir menuju karburator pada saluran bahan bakarnya terlebih dahulu dengan menggunakan semacam alat yang mengandung kekuatan magnet tertentu. Aktifitas molekular yang meningkat akibat medan magnet akan menyebabkan pengelompokan molekular terpecah. Oksigen akan lebih mudah bereaksi dengan masing-masing molekul hidrokarbon yang tidak lagi berada dalam kelompok, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan penurunan gas buang hasil pembakaran. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah melihat persentase konsumsi bahan bakar yang paling efektif pada mesin bensin generator set dengan menggunakan magnet 1200 gauss dan 2500 gauss dengan bahan bakar premium. Prosedur pengujian dengan bahan bakar premium yaitu pasang magnet di selang bahan bakar paling dekat dengan ruang bakar dan lepas magnet untuk pengujian tanpa magnetasi. Nyalakan bola lampu untuk melakukan variasi daya mesin. Data yang diperoleh dari pembacaan langsung alat uji mesin generator set 4-langkah merk PAUS tipe PS2700 melalui unit instrumentasi yang digunakan pada saat pengujian adalah Putaran (rpm), Tegangan (volt) dan Kuat arus (A) dan Konsumsi bahan bakar. Hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan didapat bahwa penggunaan magnetasi bahan bakar premium dengan pemasangan magnet pada saluran bahan bakar terbukti memberikan efek terhadap performansi mesin. Efek Magnetasi bahan bakar premium maksimun pada saat menggunakan magnet 2500 Gauss dengan beban bola lampu 200 watt, 400 watt, 600 watt dan 800 watt yaitu Daya aktual maksimum rata-rata, masing-masing 170.01 watt, 350.61 watt, 438.27 watt dan 546.23 watt , Torsi maksimum rata-rata, masing-masing 0.5092 N.m, 1.0388 N.m, 1.2922 N.m dan1.5909 N.m, Penurunan konsumsi bahan bakar spesifik rata-rata, masing-masing 1319.33 g/kW.h, 918.625 g/kW.h, 867.5179 g/kW.h dan 834.7873 g/kW.h, Efisiensi thermal maksimum rata-rata, masing-masing 6.1039 %, 8.7608 %, 9.2727 % dan 9.6398 % dan Penurunan konsumsi bahan bakar rata-rata mencapai 4.8223 %, 7.043 %, 8.3498 % dan 10.0937 %.
SIMULASI TEGANGAN PROPELLER Al-Mg YANG DIRANCANG UNTUK PROPELLER RENDAH BISING Yogi Adiansyah; Ikhwansyah Isranuri; Alfian Hamsi; M. Sabri; Bustami Syam Syam
DINAMIS Vol. 6 No. 3 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.353 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i3.7159

Abstract

Salah satu bagian dari pesawat UAV adalah propeller, dimana fungsi propeller ini adalah sebagai gaya dorong (trush) bagi sebuah pesawat. namun dalam sebuah propeller terdapat gaya dorong yang menyebabkan terjadi beberapa macam tegangan yang terjadi propeller Untuk mempermudah mendapatkan tegangan, regangan dan deformasi yang terjadi pada bilah propeller maka dilakukan simulasi aliran maupun static structural yang merupakan tujuan dari penelitian ini. Kegunaan dilakukannya simulasi ini adalah untuk mendapatkan nilai tegangan, regangan dan deformasi yang terjadi pada setiap elemen propeller. Dalam hal ini setiap bagian pada propeller akan mendapatkan tegangan yang berbeda pada setiap titik. Dalam melakukan simulasi pada propeller peneliti menggunakan software ansys 15.0 yaitu fluent dan static structural dengan variasi kecepatan fluida sebesar 10 – 50 m/s. Propeller dibagi dalam 198827 meshing yang dilakukan di fluent, setelah hasil aliran didapat maka hasil tersebut menjadi input di uji static structural. Dari hasil uji static structural deformasi, tegangan dan regangan yang didapat pada kecepatan 10 m/s sebesar 2.9742x10- 7m, 1.2676 x 10-6dan51.46 Pa. pada kecepatan 20 m/s sebesar 1.0941 x 10-6 m, 4.6729 x 10-6 dan 19134 Pa. pada kecepatan 30 m/s sebesar 2.1874 x 10-6 m, 9.3428x10-6 dan 38322 Pa. pada kecepatan 40 m/s sebesar 3.5028x10-6,3.5028x10-6 dan 1.4962x10-5.Pada kecepatan 50 m/s sebesar 5.0521 x 10-6 m, 2.1581 x 10-5dan 89077 Pa. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa deformasi yang paling besar terjadi pada bilah propeller terletak pada bagian terluar propeller sedangkan regangan dan tegangan yang terjadi pada bilah propeller terletak pada bagian hub propeller.
SIMULASI POMPA SENTRIFUGAL SISTEM DISTILASI DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Abi Awwabin; Ikhwansyah Isranuri; M. Sabri; Tugiman; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.418 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7160

Abstract

Kecepatan aliran fluida merupakan faktor penting yang menentukan performa dari sebuah pompa sentrifugal. Kecepatan aliran fluida yang tidak sesuai dengan standar aliran pompa sentrifugal dapat menyebabkan kerusakan dan penurunan unjuk kerja (performance) dan kerusakan komponen pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh perubahan kecepatan aliran fluida terhadap bukaan dengan simulasi, mengetahui Kapasitas terbaik dari pompa yang dioperasikan dengan metode eksperimental melalui simulasi, mengetahui perbandingan kapasitas antara pengujian dengan simulasi, dan mengetahui perbandingan kecepatan aliran fluida pada simulasi dengan kecepatan aliran getaran pada pengujian. Pada penelitian ini, kecepatan aliran fluida pada pompa sentrifugal disimulasikan menggunakan software fluent 15.0 kemudian dibandingkan dengan kecepatan aliran fluida pada pengujian. setelah itu dilakukan juga perbandingan dengan kecepatan getaran, baik itu axial, horizontal dan vertical. Melalui perbandingan ini bisa diamati perbandingan velocity fluida dengan velocity getaran dimana jika berbanding lurus maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecepatan aliran fluida sangat berpengaruh pada besarnya getaran yang terjadi pada pompa sehingga dapat dipastikan berpengaruh juga pada performance pompa. Hasil penelitian ini menunjukkan persen galat terkecil perbandingan antara kecepatan keluar fluida pada pengujian dengan kecepatan keluar fluida pada simulasi adalah 3,93% yaitu pada bukaan 80% dengan kapasitas sebesar 0,002500 m3/s.
DESAIN BENTUK DAN ANALISIS STRUKTUR BATAKO BAHAN KOMPOSIT BUSA BETON (CONCRETE FOAM) TERHADAP BEBAN IMPAK JATUH BEBAS MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH 14.5 Eky A. Pinem; Bustami Syam; M. Sabri; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.067 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7162

Abstract

Batako dikenal sebagai salah satu jenis produk yang sering digunakan dalam mendirikan sebuah bangunan yang terbuat dari campuran beberapa material. Jumlah material yang digunakan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari batako itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada simulasi bentuk profil batako dari material concrete foam yang diperkuat serat TKKS agar diperoleh bentuk yang sesuai dengan standart yang telah dipergunakan.Dari hasil simulasi didapat hasil tegangan maksimum secara berturut pada batako pejal dan batako berlubang adalah 0,14242 MPa dan 0,75011 MPa. Sehingga desain batako paling baik untuk material concrete foam yang diperkuat dengan serat tkks adalah batako pejal atau padat dengan tegangan maksimum sebesar 0,14242 MPa. Dengan membandingkan tegangan yang terjadi pada hasil simulasi dan hasil eksperimental uji impak jatuh bebas sisi bawah pada ketinggian 0,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0035428 MPa dan hasil eksperimental 0,0036 MPa maka diperoleh selisih 0,000572 MPa atau berbeda 1,58%. Pada ketinggian 1 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,006684 dan hasil eksperimental 0,0058 MPa maka diperoleh selisih 0,0058 MPa atau berbeda 15,24%. Dan pada ketinggian 1,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0084701 MPa dan hasil eksperimental 0,0076 MPa maka diperoleh selisih 0,0008701 MPa atau berbeda 11,44 %.
KAJIAN EKSPERIMENTAL KOEFISIEN SERAP BUNYI PADA MATERIAL ST 37 DENGAN VARIASI TEMPERATUR Erick S. T. Manalu; Ikhwansyah Isranuri; M. Sabri; Syahrul Abda; A. Husein Siregar
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.12 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7163

Abstract

Pencapaian lingkungan akustik yang nyaman ini dapat diperoleh dengan menggunakan beragam tehnik. Salah satu tehnik tersebut adalah dengan menyerap suara. Penelitian ini menunjukkan bagaimana pengaruh temperatur terhadap sifat penyerapan suara dari steel. Sehingga steel ini dapat dijadikan sebagai pembanding material akustik untuk penanggulangan kebisingan. Objek penelitian adalah material ST 37 dengan proses pemanasan hingga suhu tertentu. Pengujian ini dilakukan pada interval temperatur 30°C,40°C dan 50°C dengan pemanas Induksi. Kenaikan temperatur didasari pada temperature ruangan 30°C dan dinaikkan 10°C sampai 50°C. Setiap tingkat temperatur digunakan Material ST 37 sebanyak 3 spesimen untuk memperoleh hasil yang akurat. Pengujian serap bising ini menggunakan tabung impedansi dengan metode perbandingan gelombang tegak (ISO 10534-1:1996). Dalam penelitian ini dapat diperoleh nilai koefisien serap bunyi tertinggi diperoleh pada frekuensi menengah sampai tinggi yaitu frekuensi 500 Hz-1500 Hz pada temperatur 30° dan 40°. Nilai koefisien serap bunyi tertinggi ada pada suhu 30°C sebesar 0,616898 dan terendah pada temperatur 50°C sebesar 0,49586. Semakin tinggi temperatur maka nilai koefisien serap bunyi cenderung semakin rendah
KAJIAN EKSPERIMENTAL KOEFISIEN SERAP BUNYI PADA PADUAN ALUMINIUM - MAGNESIUM 6% DENGAN VARIASI TEMPERATUR Irwan S. Ginting; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda; M. Sabri; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.891 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7167

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi bising adalah dengan penggunaan material akustik yang bersifat menyerap atau meredam bunyi sehingga bising yang terjadi dapat direduksi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien serap bunyi material akustik dari paduan aluminium - magnesium 6%. Penelitian ini dilakukan pada interval temperature 300C, 400C dan 500C dengan pemanas induksi. Kenaikan temperatur didasari pada temperatur ruangan 300C dan dinaikkan 100C sampai 500C. Setiap temperatur digunakan material paduan aluminium – magnesium 6% sebayak tiga spesimen untuk memperoleh hasil yang akurat. Pengujian serap bunyi ini menggunakan tabung impedansi dengan metode perbandingan gelombang tegak (ISO 10534-1:1996). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Nilai koefisien serap bunyi pada interval temperatur dari 300C – 500C cenderung naik, nilai koefisien serap bunyi tertinggi diperoleh pada frekuensi menengah sampai tinggi yaitu 500 Hz dan 1000 Hz pada temperatur 400C dan 500C. Nilai koefisien serap bunyi terbesar dalam percobaan ini adalah 0,4184 yaitu pada temperatur 500C dan 500 Hz, sedangkan yang paling rendah adalah 0,147433 yaitu pada temperatur 300C dan frekuensi 125 Hz.Kenaikan nilai koefisien serap bunyi dengan semakin tingginya temperatur terjadi frekuensi 250 Hz dan 500 Hz.
PENGARUH SiC TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN MIKROSTRUKTUR PADA ALUMINIUM A356 MENGGUNAKAN PENGECORAN METODE COOLING SLOPE Diki Ari Sandi; Tugiman; Indra; M. Sabri; Syahrul Abda; Mahadi
DINAMIS Vol. 7 No. 1 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.083 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i1.7169

Abstract

Aluminium matrix composite memiliki sifat mekanis yang baik dibandingkan dengan paduan aluminium tanpa penguat. Jenis aluminium yang digunakan A356 yang banyak dipergunakan pada bidang teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sudut kemiringan yang dilakukan pada saat pengecoran logam terhadap sifat mekanis kekerasan, impak, tarik, keausan dan mikrostruktur. Spesimen dibuat menggunakan pengecoran metode cooling slope dengan diberi variasi sudut kemiringan 15o, 30o, 45o, 60o, dan 75o dengan temperatur tuang 680oC serta campuran SiC 0,5%wt dan 2,5%wt. Kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh pada campuran 2,5%wt SiC sudut kemiringan 30o adalah 55,74 BHN. Energi impak tertinggi didapat pada campuran 0,5%wt dengan sudut kemiringan 75o yaitu sebesar 12,87 Joule dan nilai tertinggi sebesar 0,156 Joule/mm. Pengujian keausan dilakukan dengan metode pin on disk dengan variasi putaran 150 Rpm, 180 Rpm, 210 Rpm. Nilai rata-rata tegangan tarik material Al-SiC tertinggi didapat pada variasi kemiringan 30o yaitu sebesar 119,91 Mpa. Hasil mikrostruktur memperlihatkan peningkatan sudut kemiringan berpengaruh terhadap struktur mikro Al-SiC.
ANALISA KONDENSOR MESIN PENDINGIN ADSORPSI TENAGA SURYA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI 3D Dimas B. N. Sitorus; Tulus B. Sitorus; Terang UHSG; Andianto Pintoro
DINAMIS Vol. 7 No. 1 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.995 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i1.7170

Abstract

Konsumsi energi yang sangat banyak digunakan oleh manusia pada saat ini mengakibatkan terjadinya krisis energi, salah satu penyebab kejadian ini adalah ketergantungan manusia terhadap energi yang berasal dari fosil yang dimana energi ini tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Salah satu energi yang paling banyak digunakan saat ini adalah dibidang pendinginan. Pembuatan suatu inovasi yang memungkinkan berkurangnya penggunaan energi dengan mendapatkan hasilnya setara sangatlah diperlukan. Namun, pembuatan inovasi tersebut tidak dapat dibuat hanya dengan sekali percobaan hingga inovasi tersebut dapat disebarluaskan. Cara yang paling efisien ialah dengan menggunakan aplikasi CFD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena fluida yang terjadi didalam sistem kondensor pada alat pendingin adsorpsi dengan menggunakan apliaksi CFD. Simulasi dilakukan dari jam 12.30 WIB pada saat desorpsi selama 30 menit dan dilakukan pada kondisi transient. Hasil dari simulasi di tampilkan dalam bentuk kontur warna. Besar laju perpindahan panas konveksi yang terjadi pada kondensor sebesar 1,25 Watt.
RANCANG BANGUN RUANG PENGERING UNTUK ALAT PENGERING BIJI KOPI SISTEM KONTINU DENGAN DESIKAN Harry K. J. Munthe; Himsar Ambarita; Dian M. Nasution; Ahmad H. Siregar
DINAMIS Vol. 7 No. 1 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.55 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i1.7171

Abstract

Sebagai salah satu Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, energi surya menjadi sumber energi yang sangat berpotensi mengingat Indonesia yang beriklim tropis. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah pada bidang pertanian. Berbagai komoditas hasil pertanian perlu dikeringkan sebelum diproses lebih lanjut. Termasuk juga pada komoditas kopi yang sedang banyak digemari oleh banyak orang. Untuk itu, sebagai solusi dalam permasalahan lama waktu pengeringan dengan cuaca yang berubah-ubah, sebuah ruang dibuat sebagai media pengeringan. Dengan menghisap udara panas dari kolekor surya menggunakan exhaust, diharapkan panas akan terjaga di dalam ruang yang sudah di isolasi. Desain rak pengering dibuat bertingkat agar memanfaatkan ruang dengan maksimal. Hasil daripada ruangan yang sudah dibuat adalah dapat menjaga suhu paling rendah pada malam hari sebesar 26,6 °C dan suhu tertinggi sebesar 60,7 °C pada siang hari. Untuk suhu tertinggi rata-rata pada ruangan berada di rak paling bawah dekat sumber udara panas.
STUDI EFEKTIFITAS MESIN AYAKAN DAUN TEH UKURAN MESH 5X5 DAN 6X6 MENGGUNAKAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (STUDI KASUS PTPN IV UNIT BAH BUTONG)
DINAMIS Vol. 7 No. 2 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.205 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i2.7173

Abstract

Mesin DIBN (Double India Breaker Natsorteerder) adalah suatu mesin ayakan daun teh yang terdapat pada pabrik PT Perkebunan Nusantara IV Unit Bah Butong yang berfungsi untuk mensortasi bubuk dari hasil penggulungan mesin OTR menjadi bubuk 1, bubuk 2, bubuk 3, bubuk 4, dan badag sesuai dengan ukuran mesh yang terdapat pada mesin DIBN tersebut. Untuk mengetahui tingkat keefektifan dari mesin ayakan DIBN (Double India Breaker Natsorteerder) maka dilakukan analisa dengan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness), Six Big Losses, dan menganalisa tingkat resiko kegagalan pada komponen mesin ayakan DIBN (Double India Breaker Natsorteerder) digunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) sehingga didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) yang tertinggi sebagai penyebab dominan kegagalan yaitu komponen flat belt, poros engkol, elektro motor, dan wiremesh. Berdasarkan analisa didapat hasil perhitungan dengan nilai rata-rata availability 88.12%, performa efficiency 76.76%, rate of quality product 100% dan OEE (Overall Equipment Effectiveness) yaitu 67.64% dan nilai Risk Priority Number (RPN) pada komponen-komponen flat belt 175, poros engkol 120, elektro motor 96, dan wiremesh 84. Dengan adanya analisa ini dapat dirancang pencegahan sehingga dapat mengurangi terjadinya breakdown pada mesin DIBN (Double India Breaker Natsorteerder).