cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
inteleksia.stidalhadid@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak no. 80 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah
ISSN : 26861178     EISSN : 26863367     DOI : 10.55372
Inteleksia JPID adalah transformasi dari Jurnal Kajian dan Pengembangan Manajemen Dakwah (JKPMD) yang telah diterbitkan oleh STID Al-Hadid sejak tahun 2011 dengan nomor ISSN 2088-639X. Transformasi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan STID Al-Hadid, yang awalnya hanya mengelola satu prodi yaitu Manajemen Dakwah, kini bertambah dua prodi baru yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam dan  Pengembangan Masyarakat Islam. Sehingga tuntutan kajian dan publikasi ilmiah STID Al-Hadid semakin meluas mencakup ketiga sub bidang ilmu dakwah. Nama Inteleksia diambil dari kata intelektual, yang berarti  kecerdasan, pemikiran, dan rasionalitas. Sedangkan Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah menunjukkan fokus dan lingkup studi yang dikaji yaitu pengembangan ilmu-ilmu dakwah. Diharapkan dengan nama tersebut dapat menjadi ciri dan identitas jurnal yang dikelola STID Al-Hadid, sebagai jurnal ilmu dakwah berbasis pemikiran Islam Rasional Kebangsaan.
Articles 161 Documents
DESAIN MANAJEMEN KRISIS PADA LEMBAGA DAKWAH MASJID DI MASA PANDEMI COVID-19 Rr. Febrina Prima Sari
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.722 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i2.111

Abstract

Masjid sebagai salah satu lembaga dakwah tidak jarang mengalami situasi krisis, terlebih pada masa pandemi covid-19 yang kini terjadi, sehingga mempengaruhi subyek, tujuan, program, pendanaan, dan sasaran dari lembaga dakwah. Tak jarang masjid kini nampak sepi dari aktivitas dakwah karena pandemi covid-19. Oleh karenanya, pengelola masjid memerlukan panduan mengatasi situasi tersebut. Studi manajemen krisis yang telah ada, fokus pada strategi komunikasi krisis. Kajian ini hadir, memberi pedoman untuk mengidentifikasi tahap krisis pada lembaga dakwah masjid dan strategi mengatasinya. Kajian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengembangkan teori desain manajemen krisis pada lembaga dakwah masjid di masa pandemi covid-19. Hasil studi ini menunjukkan bahwa, krisis lembaga dakwah masjid karena pandemi covid-19 bisa masuk dalam tahap prodo
VISUALISASI “RAMADAN” DALAM KOMIK DAKWAH FACEBOOK THE MUSLIM SHOW TAHUN 2019 Azizi, Muhammad Hildan
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.374 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v2i2.112

Abstract

This study aims to expound the depiction of “Ramadan” , referring to the category of signs, according to Pierce, namely icons, indexes, and symbols, in the da’wah comic with the theme of Ramadan published on the Facebook account of the Muslim Show in 2019. The Muslim Show is a comic artist whose works have reached many countries. The da’wah messages in comic semiotic symbols he uses have succeeded in extensively reaching Muslim communities. It uses qualitative approach by analyzing eight comics uploaded from April to May 2019. Visual semiotics is used to be an analytic tool for describing the meanings and signs / symbols used. It indicates that (1) Ramadan is the month that Moslems look forward to with joy. It can also build positive emotion and bury the bad habits. it is necessary to go through this month with a strong faith. There are a lot of physical and psychological challenges throughout daily life and acts of worship; (2) the uses of symbols for items often used by peole today, as well as colors as an indexes, make this comic universally understandable by Facebook viewers/users abroad.
PARADIGMA ETIS DAN METODOLOGIS BAGI DAKWAH STRATEGIS Affandy, Shofyan
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.932 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.115

Abstract

Dalam lingkungan dakwah yang semakin dinamis dan kompleks, organisasi dakwah dituntut harus mampu menerapkan manajemen profesional, dan bertransformasi menjadi organisasi pembelajar yang adaptif terhadap dinamika lingkungan dakwah. Agar program dakwah dapat bersifat lebih strategis, lentur, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Untuk itu, perlu dikaji sebuah paradigma berpikir yang mampu memberikan landasan etis dan metodologis bagi pengembangan dakwah strategis. Sehingga dapat menghadirkan sebuah ancangan teoritis bagi kerangka kerja manajemen strategis yang mampu diadaptasikan bagi kepentingan organisasi dakwah. Tulisan ini berbasis pada qualitative nonempirical research (conceptual research) dengan menerapkan analisis sintesis teoritis yang bertujuan untuk mengadaptasikan teori manajemen strategi pada konsep dakwah atau organisasi dakwah. Paradigma etis-normatif bagi dakwah strategis dapat merujuk pada konsep manajemen strategis syariah yang lahir dari semangat Islamisasi ilmu pengetahuan. Paradigma etis ini lebih menekankan pada pengembangan etos kerja SDM dakwah berbasis pada nilai-nilai syariat, tetapi kurang menekankan pada aspek teknis metodologis dalam kerangka kerja manajemen strategis. Sehingga kerangka manajemen strategis syariah ini tidak memiliki perbedaan yang esensial dengan manajemen strategis konvensional. Karena itu diperlukan terobosan analitis untuk merumuskan paradigma metodologis dalam kerangka kerja manajemen strategis agar adaptif bagi dakwah strategis. Paradigma metodologis ini bekerja pada setiap tahapan manajemen strategis, mulai perumusan visi-misi, analisis dan pemilihan strategi, hingga pedoman implementasinya.
Gerakan Dakwah Pembaharuan: Dari Surau Jembatan Besi Sampai Sumatra Thawalib Padang Panjang Dedy Pradesa; Siti Umayatun; M. Abdul Aziz
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.978 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.116

Abstract

Pembaharuan Islam di Minangkabau awal abad ke-20 M melalui Surau Jembatan Besi atau Sumatra Thawalib Padang Panjang menunjukkan hasil yang lebih nyata dari pada Kaum Padri pendahulunya. Oleh karenanya penting untuk dikaji sebagai pelajaran bagi aktivis dakwah untuk melanjutkan upaya pembaharuan, mengingat potret sebagian umat Islam Indonesia yang tertinggal, jumud, menolak ilmu pengetahuan modern, dan lain-lain kerap dijumpai. Fokus masalah studi ini adalah gerakan dakwah pembaharuan dari Surau Jembatan Besi sampai Sumatra Thawalib Padang Panjang, sehingga melihatnya dalam perspektif sebagai institusi dakwah. Tujuan studi ini untuk memahami lebih jauh gerakan dakwah pembaharuan yang dilakukan. Metodologi studi kualitatif pustaka historis, dengan sumber data laporan penelitian dan studi terkait. Analisis data secara kualitatif historiografis, dipandu konsep gerakan dakwah pembaharuan. Hasil studi menunjukkan bahwa fenomena gerakan dakwah pembaharuan dari Surau Jembatan Besi sampai Perguruan Sumatra Thawalib Padang Panjang memiliki beberapa kekhasan, yaitu: pemanfaatan pranata sosial “surau” sebagai basis pembentukan pergerakan; latar belakang dan visi dakwah pembaharuan yang terkait penyakit masyarakat muslim Minangkabau; pola hubungan antara subjek dan mitra dakwah, mitra dakwah dibina dan diorganisir menjadi kader pembaharu; pesan dakwah pembaharuan untuk menjawab masalah terkait adat, tarekat, dan syariat; pengembangan metode dan media dakwah baru; efek dakwah yang menimbulkan pro dan kontra.
PERUMUSAN VISI OGANISASI IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU) TAHUN 1954 Wahanani Mawasti; Emha Nurul Adli
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.157 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.117

Abstract

Organisasi dakwah merupakan organisasi nirlaba yang karakter karyawan/anggotanya banyak berorientasi pada nilai, cita-cita (ajaran) dan pengabdian. Adanya visi menjadi pengikat hubungan organisasi dakwah dengan anggota/karyawannya. Meskipun visi merupakan hal yang penting dalam eksistensi organisasi, namun tak jarang visi dalam organisasi nirlaba dirumuskan hanya bersifat formalistik tanpa perumusan visi yang baik. Tulisan ini mendeskripsikan perumusan visi organisasi dakwah IPNU 1954. Organisasi IPNU memiliki visi yang masih dipertahankan sejak 1954 hingga sekarang (2018) sebagai khitah organisasi. Visi tersebut dirumuskan dengan proses serta pertimbangan yang matang, sehingga memungkinkan dikaji sebagai pelajaran bagi organisasi dakwah lainnya. Teori yang digunakan milik Susanto dan Kuncoro sedangkan metode penelitiannya deskriptif kualitatif. Kesimpulan yang didapatkan, yaitu perumusan visi IPNU dilakukan melalui tahapan: (1) perumusan masalah yang melatarbelakangi visi, (2) perumusan gagasan cita-cita organisasi sebagai jawaban atas persoalan yang menggelisahkan pendiri, (3) konsolidasi gagasan visi, (4) pembentukan organisasi Untuk dapat memformalkan visi organisasi, (5) peresmian visi organisasi IPNU oleh struktur yang berwenang dalam organisasi, (6) perumusan redaksi visi. Perumusan visi organisasi IPNU mempertimbangkan: nilai–nilai pendiri organisasi IPNU, persoalan yang ada di masyarakat Islam pada tahun 1954, kondisi organisasi Islam lainnya (HMI&PII), serta kondisi organisasi induknya (organisasi NU).
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA SDM PADA YAYASAN BAITURRAHMAN SURABAYA Abudi, Ahmad Nofal
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.517 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.118

Abstract

Pada era globalisasi seperti sekarang ini tantangan organisasi dakwah demikian besar, maka menjadi penting SDM organisasi dakwah memiliki kinerja yang tinggi dan mampu melewati tantangan zaman. Berdasarkan penelitian beberapa ilmuwan selama ini, variabel kepemimpinan dan budaya organisasi merupakan dua variabel yang mempengaruhi kinerja SDM suatu organisasi. Sedangkan peningkatan kinerja Pengurus baru Yayasan Baiturrahman, yang diiringi oleh perubahan type kepemimpinan oleh pemimpin yang baru dan munculnya budaya organisasi baru, menarik untuk dilakukan studi lebih lanjut. Tujuan studi ini menganalisis pengaruh variabel kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja SDM pengurus yayasan Baiturrahman Surabaya. Kerangka teoritis dikembangkan dari konsep pengukuran kinerja SDM berdasarkan perilaku, kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sumber data keseluruhan pengurus sejumlah 25 orang, yang kesemuanya telah diambil sebagai responden. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode analisis regresi linier berganda. Data yang dianalisis berasal dari penyebaran kuesioner kepada pengurus (responden). Hasilnya menunjukkan bahwa secara parsial variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SDM pengurus. Sedangkan budaya organisasi yayasan Baiturrahman Surabaya telah terbukti memberikan pengaruh signifikan tetapi bernilai negatif terhadap kinerja SDM pengurus Yayasan. Sedangkan kedua variabel tersebut (kepemimpinan dan budaya organisasi) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja SDM pengurus yayasan Baiturrahman Surabaya.
PEMILIHAN MAD’UW DAKWAH SIRRI NABI PERSPEKTIF SEGMENTASI DAN TARGETING Alan Surya; Wahanani Mawasti
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.546 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.120

Abstract

Strategi dakwah sirri yang dilakukan Nabi Muhammad selama 3 tahun di Mekkah merupakan sebuah langkah penting bagi dakwah Nabi selanjutnya. Dalam kondisi dakwah yang mula–mula, belum memiliki infrastruktur yang kuat serta tekanan dan penolakan, tetapi Nabi Muhammad sukses mendapatkan mad’uw kurang lebih 38-56 kader Islam. Kesuksesan dakwah sirri Nabi tidak lepas dari kejelihan dan kehati-hatian Nabi dalam memilih dan mengajak orang untuk masuk Islam. Kesuksesan pemilihan prioritas mad’uw pada fase dakwah sirri dapat menjadi inspirasi kita dalam mengembangkan dakwah Islam di masa awal. Untuk itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemilihan mad’uw dakwah sirri Nabi Muhammad Saw. menurut tinjauan teori segmentasi dan targeting Philip Kotler. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif, studi pustaka dan termasuk penelitian sejarah. Artinya, penelitian ini berorientasi mendeskripsikan (mengulas) segmentasi dan targeting pasar dakwah (mad’uw) Nabi pada masa dakwah sirri 3 tahun di Mekkah dengan sumber data berasal dari buku-buku sejarah yang mengulas dakwah sirri Nabi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa segmentasi yang ada berdasarkan segmentasi demografis, psikografis dan perilaku. Sedangkan, pemilihan mad’uw menggunakan jenis targeting spesialisasi selektif. Adapun pertimbangan dalam membidik mad’uw dakwah antara lain: ukuran pertumbuhan segmen, kapasitas internal Rasulullah, aspek moral serta kemenarikan struktural segmen bagi dakwah jangka panjang.
PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS SEBAGAI PENERAPAN DAKWAH BILHAL ‘AISYIYAH SURABAYA Muhammad Hildan Azizi; Anggit Rizkianto
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.926 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.121

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh aktivitas dakwah ‘Aisyiyah Surabaya, yang sejak pertengahan tahun 2014 memprioritaskan dakwahnya melalui dakwah bilhal, yaitu dakwah dengan tindakan nyata yang berorientasi perbaikan masalah masyarakat. Dakwah bilhal yang menjadi fokus kajian dalam studi ini adalah program penanggulangan dan pencegahan TB yang telah membuahkan hasil positif. Studi ini bertujuan memaparkan secara komprehensif pelaksanaan dakwah bilhal oleh ‘Aisyiyah Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan datanya didapatkan dari dokumentasi, observasi partisipatif serta wawancara mendalam. Penentuan narasumber dilakukan secara purposive sedangkan analisis melalui tahap mereduksi, mengorganisasikan serta menyajikan (display) data. Hasil penelitian menunjukkan ‘Aisyiyah Surabaya sebagai subjek dakwah melakukan dakwahnya dengan hikmah dan keteladanan dengan pesan dakwah tentang kepedulian sosial kepada semua masyarakat Surabaya tanpa terkecuali sebagai mad’uw, dengan media yang cukup efektif dan efisien. Dakwah bilhal tersebut secara kedudukan untuk melengkapi dakwah lisan yang telah dilakukan. ‘Aisyiyah Surabaya juga mengajak umat memahami masalah, menumbuhkan keinginan umat untuk berperan aktif, melibatkan umat dalam pelaksanaan pemecahan masalah, menyebarkan metode swadaya umat dan adanya evaluasi serta tindak lanjut dengan melibatkan umat. Hal yang perlu dikembangkan adalah meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan atas solusi pemecahan masalah.
KOMUNIKASI PERSUASIF PROGRAM PEMBINAAN MUALAF PADA LEMBAGA DAKWAH MUHTADIN MASJID AL FALAH SURABAYA Sri Wahyuni
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.496 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.122

Abstract

Problematika pemahaman terhadap agama Islam senantiasa mengiringi langkah mualaf setelah masuk Islam. Di antaranya mualaf Muhtadin Masjid Al Falah Surabaya. Persoalan tersebut antara lain mengenai keyakinan terhadap Tuhan sebagai Zat Pencipta, presepsi negatif mualaf terhadap Islam yang identik dengan teroris, poligami dan sebagainya. Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk meluruskan pemahaman tersebut agar mualaf bisa memahami Islam dengan benar. Hal tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Lembaga Muhtadin dalam program pembinaan mualaf dengan menggunakan komunikasi persuasif, sehingga dai mampu menarik perhatian mad’uw, pesan mudah dipahami, dimengerti, selanjutnya mualaf dapat menjalankan. Studi ini menjelaskan proses komunikasi persuasif program pembinaan mualaf lembaga dakwah Muhtadin Masjid Al Falah Surabaya. Studi ini menggunakan teori prinsip komunikasi persuasif menurut De Vito, melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data didapatkan dari wawancara, dokumentasi serta pengamatan. Hasilnya menunjukkan bahwa Lembaga Muhtadin: Pertama, memenuhi prinsip partisipasi khalayak yaitu instruktur menggunakan metode diskusi dan tanya jawab pada saat forum serta bahan diskusi sesuai dengan kebutuhan mualaf. Kedua, memenuhi prinsip Inokulasi yaitu instruktur tidak lantas menyanggah dan menjawab pertanyaan mualaf secara langsung, namun memberikan argumentasi, mualaf menemukan jawaban sendiri. Ketiga, memenuhi prinsip pemaparan selektif artinya anggota mualaf aktif mencari informasi yang mendukung kepercayan mereka dan menghindari informasi yang bertentangan dengan kepercayaan mereka.
KAJIAN DAKWAH PRANIKAH SAMARA YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB AL-AZHAR PERSPEKTIF PSIKOLOGI REMAJA Wahyuni, Sri
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.371 KB) | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i1.128

Abstract

Pernikahan merupakan kebutuhan manusia, namun dinamikanya tidak mudah. Kegagalan menjalani dinamika itu salah satunya bisa disebabkan kurangnya persiapan pranikah sejak mereka remaja. Salah satu kajian yang memberikan dakwah pranikah pada remaja adalah Samara Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar. Studi ini, hendak mengkaji hal tersebut dengan tujuan mengetahui kajian dakwah pranikah Samara YISC Al-Azhar perspektif psikologi remaja. Jenis studi ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penggalian data dokumentasi. Sumber datanya dari website resmi YISC Al-Azhar dan YouTube. Hasil dari studi ini, yakni kajian Samara sebagai usaha dakwah pranikah islami untuk remaja yang berkualitas baik. Hal tersebut, karena semua unsur dakwahnya meliputi tujuan, materi, dai, metode, dan media dakwah sudah menyesuaikan aspek psikologis remaja. Remaja yang termasuk mad’uw adalah remaja muslim umum, terutama di Jabodetabek. Kajian ini menyesuaikan aspek psikologis remaja yang terkait persiapan menikah, yakni: (1) persepsi tentang pernikahan (tujuan, usia menikah, kriteria calon pasangan, dan proses membina hubungan); (2) kebutuhan dalam membina hubungan; dan (3) problem saat membina hubungan (patah hati, seks pranikah, depresi, dan lainnya). Kajian ini bisa sebagai salah satu upaya agar remaja terhindar dari perilaku kedosaan saat remaja dan mengalami kegagalan pernikahan di kemudian hari.

Page 4 of 17 | Total Record : 161