Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah
Inteleksia JPID adalah transformasi dari Jurnal Kajian dan Pengembangan Manajemen Dakwah (JKPMD) yang telah diterbitkan oleh STID Al-Hadid sejak tahun 2011 dengan nomor ISSN 2088-639X. Transformasi tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan STID Al-Hadid, yang awalnya hanya mengelola satu prodi yaitu Manajemen Dakwah, kini bertambah dua prodi baru yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam dan Pengembangan Masyarakat Islam. Sehingga tuntutan kajian dan publikasi ilmiah STID Al-Hadid semakin meluas mencakup ketiga sub bidang ilmu dakwah. Nama Inteleksia diambil dari kata intelektual, yang berarti kecerdasan, pemikiran, dan rasionalitas. Sedangkan Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah menunjukkan fokus dan lingkup studi yang dikaji yaitu pengembangan ilmu-ilmu dakwah. Diharapkan dengan nama tersebut dapat menjadi ciri dan identitas jurnal yang dikelola STID Al-Hadid, sebagai jurnal ilmu dakwah berbasis pemikiran Islam Rasional Kebangsaan.
Articles
161 Documents
METODE KOMUNIKASI DAKWAH DI MEDIA SOSIAL (FACEBOOK, YOUTUBE, TWITTER, DAN INSTAGRAM)
Bagus Wira Prasetia
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1185.478 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i2.177
Pada era digital, media sosial telah menjadi media dakwah yang masif, bahkan ada organisasi dakwah yang menggerakkan para santrinya untuk ikut dakwah di media sosial. Permasalahannya ternyata ada beberapa akun tertentu yang berniat untuk dakwah namun metodenya penyampaiannya tidak tepat bahkan justru malah membuat mad’uw menjadi kurang simpatik. Misalnya adanya akun youtube yang mendakwahkan syiar Habib tertentu, namun tidak menyaring contentnya yang di dalamnya terdapat kata kotor dan ujaran kebencian sehingga ketika dilihat oleh subcribernya menjadi tidak simpatik. Melalui studi ini memberikan pandangan mengenai bagaimana metode komunikasi dakwah di media sosial. Dasar dari metode komunikasi dakwah adalah metode Al Mau’idhah Al-Hasanah (mengambil hikmah peristiwa), metode bil hikmah (persuasif) dan mujadalah (debat). Dasar metode komunikasi dakwah dihubungkan dengan karakteristik media baik secara umum maupun spesifik pada empat media sosial yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yaitu Facebook, Youtube, Twitter, dan Instagram. Kesimpulannya bahwa aspek visual menjadi aspek penting menyampaikan pesan dakwah di media sosial. Baik itu lewat infografis, motion grafis, maupun video illustrasi. Perhatian terhadap hak cipta dan aturan UU ITE juga menjadi ciri khas dalam pemanfaatan fitur di media sosial agar komunikasi dakwah tetap efektif dan tidak terganggu dengan masalah hukum.
DAKWAH KULTURAL TAKMIR MASJID ASSALAFIYAH KEDUNG BARUK PADA ACARA SELAMATAN DESA
Achmad Al Farisi
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1039.141 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i2.178
Dakwah adalah upaya internalisasi, transmisi informasi dan difusi nilai-nilai Islam dari dai kepada mad’uw dengan memperimbangkan beragam aspek dari mad’uw, termasuk aspek budaya. Takmir Masjid Assalafiyah Kedung Asem, Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya melaksanakan dakwah kultural dengan memasukkan nilai-nilai Islam pada acara tradisi Jawa selamatan desa. Kegiatan tersebut berhasil menghadirkan jemaah kurang lebih 3000 orang meskipun dilaksanakan di lingkungan perkotaan. Keberhasilan kegiatan dakwah kultural tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masjid atau lembaga dakwah lainnya dalam pelaksanaan kegiataan dakwah kultural di masyarakat. Tulisan ini mendeskripsikan dakwah kultural dalam kegiatan selamatan desa yang diadakan takmir Masjid Assalafiyah. Dipandu oleh konsep dakwah kultural dari Acep Aripudin dan M. Sulthon. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis transkip hasil wawancara, reduksi data, analisis, interpretasi data dan triangulasi. Data diperoleh dari wawancara takmir, dokumentasi, dan observasi. Hasilnya dakwah kultural yang dilaksanakan melalui kegiatan selamatan desa merupakan akomodasi antara dua budaya yg berbeda, yaitu takmir Masjid Assalafiyah yang membawa nilai-nilai budaya Islam dan masyarakat Kedung Asem, yang kini didominasi warga pendatang dengan budaya Jawa Matraman. Bentuk interaksi yang terjadi secara umum bersifat akulturasi. Takmir Masjid berhasil memasukkan kegiatan yang bernuansa lebih Islami dalam tradisi selamatan desa Kedung Asem. Kegiatan dakwah kultural dapat digolongkan sebagai dakwah ummah dan terlaksana secara bottom-up.
PERBANDINGAN ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KONFLIK SUNNI-SYIAH SAMPANG PADA MAJALAH TEMPO DAN GATRA
Nur Aida
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kajian & Pengembangan Manajemen Dakwah
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1158.181 KB)
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i2.179
Tulisan ini merupakan publikasi dari tesis yang berjudul “Analisis Pembingkaian Kasus Konflik Sunni-Syiah di Sampang Madura dalam Majalah Tempo dan Majalah Gatra”. Konflik Sunni Syiah Sampang menjadi salah satu konflik besar yang terjadi bertahun-tahun, bahkan Agustus 2012 terjadi penyerangan hingga menimbulkan korban jiwa. Majalah Tempo dan Majalah Gatra adalah dua media Nasional yang cukup ternama, media yang tidak menspesifikkan diri sebagai media islam, namun membahas konflik Sunni-Syiah. Tulisan ini membedah bagaimana cara wartawan menyusun fakta, mengisahkan fakta, menuliskan fakta, dan cara menekankan fakta dari kedua majalah tersebut. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan teknik analisis framing Pan dan Kosicki. Perbedaan bingkai kedua majalah tentang peristiwa tersebut dapat menunjukkan bagaimana keberimbangan media dalam memberitakan peristiwa. Sehingga bisa berfungsi sebagai landasan pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi peran media dalam membentuk opini publik. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua-duanya membingkai peristiwa ini sebagai sebuah kekerasan dan kekejaman penyerangan. Perbedaanya Majalah Tempo menggambarkan peristiwa tersebut sengaja direncanakan oleh pihak-pihak yang tidak suka Syiah berkembang di Sampang. Sedangkan Majalah Gatra menggambarkan peristiwa tersebut terjadi karena kegagalan pemerintah melindungi warga Syiah Sampang dari pemanfaatan pihak asing.
Etnografi Virtual Grup Facebook Meme Dakwah Islam
Riski Septiawan
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.138
Along with the development of internet, smartphone, and social media technology, human behavior also develops. With this technology, humans form virtually new societies. They interact and form collective relationships without the need to meet and get to know. The Islamic Da'wah Meme group on Facebook is no exception, a virtual group that is a forum for internet users to express their creativity and passion for virtual da'wah through memes. The purpose of this research is to examine the interaction of virtual communities in the Islamic Da'wah Meme Group on Facebook. This research was conducted qualitatively with virtual ethnographic method. Data obtained from group document archives, group administrator statements, and observation records during the group activity. The analysis was performed using the Miles and Hubberman model. The results showed that memes were a virtual culture that emerged with the internet. It was realized that meme could be used as a means of preaching because it could be filled with goodness and Islamic content. As a means of preaching via the internet, memes have the power to provide information, invite, insinuate, and so on with entertaining packaging. This group was born because of the need to preach through memes. With this group, everyone can learn to make da'wah memes, spread da'wah memes, to just be connoisseurs and gain insight.
Komunikasi Krisis Internal Integratif Rasulullah Pada Pembagian Ghanimah Hunain
Azizi, Muhammad Hildan
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.153
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi krisis internal terintegrasi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setelah muncul rumor, khususnya di kalangan Ansar tentang pembagian harta rampasan perang Hunain yang dianggap tidak adil/berpihak pada mualaf Mekah. Strategi komunikasi krisis internal terintegrasi tercakup dalam dua lingkup, yaitu hubungan Ansar sebagai anggota dengan Islam dan tahapan heuristik komunikasi krisis internal yang telah dilakukan Nabi kepada Ansar bahkan sejak pertemuan pertama keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik analisis berdasarkan kerangka integratif komunikasi krisis internal (ICC) Frandsen dan Johansen. Kajian menemukan bahwa ICC yang dilakukan Nabi tidak lepas dari kenyataan bahwa hubungan Nabi dan kaum Anshar merupakan hubungan perbaiatan berdimensi ideologis dan seperti hubungan nasab yang terus berkembang secara positif berusaha memberikan terbaik antara satu pihak dengan pihak lainnya. Dengan demikian, pada setiap tahapan ICC, Ansar sebagai anggota tidak hanya berperan sebagai pihak yang pasif dalam menerima pesan, tetapi juga aktif mengirimkan pesan. Hingga akhirnya ICC yang diterapkan Nabi mampu membuat Ansar memahami secara logis alasan di balik keputusan Nabi. Studi ini mencoba menawarkan proposisi baru adanya bentuk komunikasi pembuktian loyalitas yang semakin menguat setelah ICC terjadi. Juga di dalam ICC terdapat bentuk komunikasi menjaga tatanan yang ada selama ini.
Potret Dakwah Perhimpunan Rahima di Tengah Pusaran Wacana Bias Gender
Wirys Wijayanti
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.180
: Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keunikan Perhimpunan Rahima sebagai organisasi yang mendakwahkan kesetaraan dan keadilan gender ketika narasi bias gender lebih meluas. Rahima yang lahir dari komunitas Islam tradisional, berusaha mengubah kultur dan struktur sosial masyarakat untuk mengakui hak-hak perempuan setara dengan laki-laki. Tulisan ini bertujuan untuk memotret sistem dakwah dalam upaya Rahima mengusung kesetaraan dan keadilan gender Islam. Metode kualitatif literatur digunakan sebagai metodologi. Hasil yang didapati antara lain: pertama, pendakwah Rahima diutamakan pada Ulama Perempuan yang dikader secara intensif. Kedua, mitra dakwahnya tak hanya menyasar perempuan namun juga laki-laki agar memiliki kesadaran gender yang adil dan setara. Ketiga, pesan dakwahnya memiliki kekhasan pada penggunaan perspektif Qiraah Mubaadalah dan Keadilan Hakiki untuk menghasilkan teks keagamaan yang seimbang, rasional, adil dan universal bagi perempuan dan laki-laki. Keempat, metode dakwahnya menerapkan model dakwah transformatif dengan strategi taklim dan tilawah yang didasarkan isu-isu aktual seputar hak-hak perempuan. Kelima, Rahima menggunakan media dakwah yang terintegrasi antara media cetak dan digital dalam berbagai bentuk visual dan audiovisual. Ia memproduksi media budaya berupa Shalawat Kesetaraan untuk menguatkan nilai keadilan dan kesetaraan gender Islam di lingkungan Islam tradisional.
Desain Pembangunan Budaya Tanggung Jawab pada Anggota Remaja Masjid
Ani Rufaidah
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.184
To support the achievement of the mosque youth goal’s program, responsibility is important to be owned by members and developed in so that members will carry out all the mandates given as well as possible. The study of cultural development on mosque youth members is pretty much done but they didn't focus on formulating how to build a culture of responsibility and tend to be descriptive. This study will formulate a design for developing responsibility’s culture for mosque youth members with primary and secondary mechanisms perspectiv based on Edgar Schein's theory. This is basic research and expected to be a reference in responsibilty’s culture development for youth mosque members. The primary mechanisms include: (1) Leaders pay attention to and control the responsibilities of members; (2) Leaders remind members of responsibilities in crisis situations; (3) Responsible use of resources; (4) Be a model and teach to be responsible; (5) Responsibility as reward and punishment criteria; (6) Responsibilities as criteria for recruitment and members staffing. While the secondary mechanisms include: (1) Organizational design supports a culture of responsibility; (2) Organizational systems and procedures that emphasize responsibility; (3) organizational rituals to strengthen the culture of responsibility; (4) Affixes related to the culture of responsibility; (5) Stories of responsible figures; (6) The philosophical statements and character of the youth members of the mosque are the responsibility.
Design langkah Perumusan Strategi membangun kemandirian ekonomi masjid Berbasis BSC
Dian Marjayanti
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.185
BSC sebagai sebuah sistem manajemen startegi memiliki kelebihan memberikan kerangka berfikir secara komprehensif bagi masjid dalam membangun kemandirian ekonomi masjid. Salah satunya dalam proses merumuskan startegi dengan menggunakan pendekatan 4 perspektif yakni finansial, pelanggan, proses internal, dan pertumbuhan & pembelajaran. Namun, sayangnya studi tentang penerapan konsep perumusan startegi menggunakan BSC belum banyak ditemukan dalam konteks organisasi dakwah. Begitu pula dengan kerangka berfikir perumusan strategi spesifik konteks Lembaga dakwah. Tujuan dari studi ini adalah pengembangan konsep bagaimana langkah perumusan strategi berbasis BSC dari teori perumusan strategi BSC Kaplan dan Norton, untuk merumuskan strategi kemandirian ekonomi masjid. Yang diharapkan dapat memberikan pedoman umum langkah menerapkan perumusan strategi membangun kemandirian masjid menggunakan BSC. Metode penelitiannya Basic Reasearch kualitatif dengan menggunakan analisis isi yang bersifat deduktif. Kesimpulan langkah dalam perumusan strategi meliputi :1) menetapkan visi dan misi usaha ekonomi masjid yang selaras dengan visi dan misi masjid, 2) melakukan analisis SWOT BSC, dengan melakukan penyesuaian pada perspektif finansialnya, dimana stakeholdernya adalah masjid, donatur (selaku investor) dan masarakat yang diberdayakan, 3) memformulasi strategi dengan menggunakan matrix SWOT dan logika berfikir Strategy map. Kata kunci : perumusan strategi BSC, kemandirian ekonomi masjid
Deskripsi Keselarasan Bentuk Bahasa Tubuh Ustadz Das’ad Latif
Lucky Prihartanto
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.186
Komunikasi dakwah tidak bisa dilepaskan dari pesan verbal dan non verbal, termasuk bahasa tubuh. Keselarasan pesan verbal dan non verbal, termasuk bahasa tubuh merupakan kesempurnaan dalam komunikasi dakwah. Ketidakselarasan antara pesan verbal dengan bahasa tubuh akan menghasilkan persepsi yang berbeda terhadap pesan dakwah. Ustadz Das’ad Latif dalam video Kultum – Memuliakan Ramadhan Episode 4 mampu menunjukkan keselarasan pesan verbal dan bahasa tubuhnya. Penelitian ini mengambil rumusan masalah bagaimana bentuk keselarasan bahasa tubuh Ustadz Das’ad Latif dalam video Kultum - Memuliakan Ramadhan Episode 4?. Tujuannya adalah mendeskripsikan bentuk keselarasan bahasa tubuh Ustadz Das’ad Latif dalam video Kultum - Memuliakan Ramadhan Episode 4. Teori bahasa tubuh digunakan untuk mendeskripsikan ekspresi dan gestur serta makna dari bahasa tubuh tersebut. Analisis keselarasan didapatkan dengan menghubungkan pesan verbal dengan makna bahasa tubuh yang muncul. Hasilnya menunjukkan bahwa ada keselarasan bentuk bahasa tubuh seperti penegasan, menunjukkan lokasi, dan membuat simbolisasi. Ditemukan juga ketidakselarasan seperti saat membuat simbolisasi yang tidak sesuai dengan pesan verbal.
Perencanaan Strategik Masjid Berbasis Balanced Scorecard
Riza Lirizki
INTELEKSIA - Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : STID Al-Hadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v3i2.188
Masjid merupakan aset pembangunan umat, oleh karena itu pengelolaan masjid perlu direncanakan dengan baik. Saat ini, telah tersedia berbagai macam metode atau sistem manajemen strategis yang terbukti mampu meningkatkan kualitas manajemen organisasi. Studi ini, bertujuan untuk merumuskan desain perencanaan strategis lembaga masjid menggunakan metode balanced scorecard yang merupakan sistem manajemen populer yang telah banyak diadopsi dan diadaptasikan pada berbagai jenis organisasi termasuk organisasi nonprofit. Jenis studi ini adalah studi kualitatif dengan desain adaptasi teori (theory adaptation), yang mencoba untuk mengadaptasikan teori Balanced Scorecard sebagai metode penyusunan perencanaan strategis lembaga masjid. Hasil kajian ini adalah penyusunan perencanaan strategis masjid terdiri dari tiga komponen utama meliputi peta strategi masjid, balanced scorecard, dan action plan. Peta strategi masjid disusun dengan memperhatikan empat perspektif balanced scorecard. Skema peta strategi masjid memiliki perbedaan dengan skema peta strategi orisinal Balanced Scorecard. Visi dan tujuan masjid menjadi muara peta strategi masjid dan perspektif pelanggan berada pada hierarki paling atas. Selain itu, perspektif finansial digunakan untuk menopang perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Keseluruhan sasaran strategis dalam peta strategi masjid diikuti dengan penetapan ukuran hasil (lag indicator) dan target. Untuk mencapai sasaran strategis diperlukan action plan yang kesuksesannya diukur berdasarkan ukuran pemacu kinerja (lead indicator).