cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
MANAJEMEN PAK PEMUDA DI ERA DIGITAL Sozawato Telaumbanua
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.422 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v3i2.84

Abstract

Pemuda merupakan generasi yang hidup di era digital dan mereka sangat mahir dalam menggunakan perangkat digital serta selalu update dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Perkembangan teknologi tidak bisa dihindarkan oleh siapapun, termasuk gereja. Oleh karenanya perlu adanya inovasi serta pemanfaatan teknologi di dalam pelayanan gereja. Pemanfaatan teknologi akan memudahkan gereja dalam menjangkau para pemuda, namun sebaliknya jika gereja anti dengan perkembangan teknologi, maka kemungkinan para pemuda gereja akan menarik diri dan susah terlibat dalam kegiatan gereja. Tentunya gereja harus memanage hal ini agar pemuda, yang merupakan generasi penerus gereja, tetap berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam komunitas gereja. Sayangnya hal ini masih belum disadari oleh semua gereja. Untuk itu, melalui artikel ini penulis akan mencoba melihat tantangan-tantangan apa yang dihadapi oleh gereja di dalam memanage PAK pemuda di era digital. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka penulis menggunakan metode penelitian pustaka, yakni membandingkan berbagai literatur, baik itu buku-buku, artikel, maupun jurnal yang berkaitan dengan pembahasan di atas. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberi pemahaman sekaligus menyadarkan gereja akan pentingnya manajemen PAK pemuda yang kontekstual dengan kehidupan/kebiasaan mereka.
ELOHIM YHWH SEBAGAI DASAR PERNIKAHAN KRISTEN MENYIKAPI PRO DAN KONTRA PEMBERKATAN PERNIKAHAN BEDA AGAMA / IMAN (Tinjauan Teologis Pernikahan Menurut Kejadian Pasal 1-6) Gerhard Eliasman Sipayung
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.718 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v3i2.93

Abstract

Abstract            Marriage is scared in Christianity, even in religions outside Christianity.  The most important goal of a marriage is not only to produce offspring, but more to  covenant to God, Vision and Mision Of God,  the  formation of  children’s character is primarily related to the faith of the children and generations.  However, there are often cases regarding marriages of diffrent religions or faith that cause problems, pro and contra among community, religious leaders and theologians.  Therefore, in this study an analysis was  carried out to explore some of the principles of marriage in the Bible regarding the basis of marriage according to the Bible to respond  to views on interfaith or diffrent fait marriages.  The method used in this study uses a literature review in order to obtain theological writing.  Based on this research, it is found the interfaith marriage is  not permitted in the Bible because it relates to Elohim YHWH (God) ini this case The God of Israel who is the object of worship, this is important to answer the pro and contra of interfaith marriage of faith problems.Keyword: YHWH, Marriage, Family, Vision and Mission, Faih, Childrens AbstrakPernikahan  merupakan hal yang sakral dalam kekristenan, bahkan juga dalam agama-agama di luar agama Kristen.  Tujuan terpenting sebuah pernikahan bukan hanya untuk menghasilkan keturunan, tetapi lebih kepada perjanjian kepada TUHAN,  Visi dan Misi Tuhan, pembentukan karakter anak-anak  terutama berkaitan dengan iman anak-anak dan generasi.  Namun sering terjadi kasus mengenai pernikahan berbeda agama atau iman yang mengakibatkan permasalahan, pro dan kontra di antara masyarakat, pemuka agama dan para teolog.  Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan analisa untuk menggali beberapa prinsip pernikahan dalam Alkitab mengenai dasar pernikahan yang sesuai dengan Alkitab untuk  memberi respon terhadap pandangan mengenai pernikahan beda agama atau beda iman.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tinjauan literatur guna mendapatkan tulisan yang bersifat teologis.  Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa pernikahan beda agama tidak diijinkan dalam Alkitab karena berkaitan dengan Elohim YHWH (TUHAN) dalam hal ini Allah Israel  yang menjadi objek penyembahan, hal ini penting untuk menjawab pro dan kontra masalah pernikahan beda agama atau iman. Kata Kunci :  YHWH, Pernikahan, Keluarga,  Visi dan Misi, Iman, Anak-anak  
Deskripsi Teologi Paulus Tentang Misi dalam Roma 1: 16-17 Yonathan Alex Arifianto; DICKY DOMINGGUS
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.036 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v3i2.83

Abstract

Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia terpisah dari Allah. Allah menjadi pribadi yang kudus sedangkan manusia menjadi mahkluk yang berdosa. Dampak yang ada bukan hanya dari sisi keterpisahan tetapi kehidupan manusia yang tidak memiliki pengharapan. Sejak Yesus mati untuk menebus manusia, setiap orang diampuni dan dibenarkan dari dosa. Sejak itulah, hidup manusia memiliki pengharapan dan kepastian akan keselamatan di dalam Yesus. Roma 1;16-17 merupakan tulisan Paulus tentang misi. Di dalam tulisannya, Paulus memiliki keyakinan bahwa Injil sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan pembahasan yang ada Injil merupakan kekuatan bagi semua orang dan menjadi tugas bagi orang percaya untuk terlibat dalam pemberitaan injil dan menjadikan penginjilan sebagai gaya hidup sehari-hari.
KONSEP TOLL HOUSE MENURUT SERAPHIM ROSE DAN PERTUMBUHAN IMAN anemala sisokhi zai
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.436 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v3i2.86

Abstract

The Toll House concept according to Seraphim Rose and Growth of Faith. This article discusses Toll House and the Growth of Faith which is reviewed according to the book The Soul After Death to explore one of the church's traditions inherited from the Church Fathers. This book is a book that is not known by many believers therefore this topic is rarely discussed, even in the Church. Therefore, this paper aims to invite believers to be on guard in the face of death, so that in all things can be done and done with the understanding that whatever we do now will be accounted for later. This dogmatism is supported through the book The Soul After Death and interactions with the Bible as well as other books or articles that discuss about Toll House, resulting in a growing spiritual life through Toll House tradition or doctrine. The dogmatic from Toll House reminds believers that while living in this world, we must fight to fight the evil spirits by keeping watch, purifying ourselves, living in holiness so that believers will no longer live in power. the evil one (sin) but instead directs his life toward the goal of God to create mankind that is to be similar to the image and likeness of God (Theosis).
Pencobaan & 4 Kebajikan Jiwa Yang Dialami oleh Hamba Tuhan Geralda Aprillia Salindeho; Hendi -
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.048 KB) | DOI: 10.54024/illuminate.v3i2.85

Abstract

Pencobaan & 4 Kebajikan Jiwa Yang Dialami oleh Hamba Tuhan. Artikel ini membahas mengenai pencobaan yang dihadapi oleh hamba Tuhan dalam pelayanannya. Kemudian dari uraian tersebut kami menunjukan bahwa pencobaan-pencobaan seperti apa yang dihadapi oleh hamba Tuhan dalam pelayanannya. Kemudian dari uraian tersebut kami akan menunjukan bahwa pencobaan-pencobaan yang dihadapi menghasilkan 4 kebajikan jiwa dengan dukungan dari literatur-literatur bapa gereja dan teks-teks kitab suci. Dan pada akhirnya pencobaan yang dapat dihadapi dengan baik maka akan membawa seorang hamba Tuhan semakin dekat dengan Tuhan dan akan membuatnya semakin murni setiap hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 5