cover
Contact Name
Marlya Fatira AK
Contact Email
marlyafatira@polmed.ac.id
Phone
+6285261198881
Journal Mail Official
marlyafatira@polmed.ac.id
Editorial Address
Department of Accounting Faculty of Financial and Sharia Banking Politeknik Negeri Medan Jl. Almamater Kampus USU No. 01, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal BILAL: Bisnis Ekonomi Halal
ISSN : -     EISSN : 27470830     DOI : https://doi.org/10.51510/bilal.v2i2
Core Subject : Economy, Social,
Focus and Scope Jurnal BILAL: Bisnis Ekonomi Halal ini merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian atau literature review yang dilakukan oleh peneliti, akademisi, praktisi pada bidang scope Ekonomi Syariah, Binis dan Kewirausahaan Islami, Muamalah, Filantropi, Keuangan dan Perbankan Syariah, Keuangan Mikro syariah dan Manajemen sumber daya insani.
Articles 44 Documents
PENGARUH GAYA HIDUP, HARGA DAN TREAND FISHION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PAKAIAN MUSLIM DI ERA MILLENIAL PADA REMAJA MUSLIM DI KOTA MEDAN Nasution, Risnaini; Sari, Putri Indah
Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/bilal.v5i2.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup, harga, dan tren fashionterhadap keputusan pembelian produk pakaian muslim di kalangan remaja muslim di Kota Medan.Melalui survei yang melibatkan 44 responden, hasil menunjukkan bahwa mayoritas respondenadalah perempuan berusia antara 20 hingga 21 tahun. Analisis regresi linear bergandamengungkapkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadapkeputusan pembelian. Gaya hidup memiliki dampak terbesar, diikuti oleh harga dan tren fashion.Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemasar dalam merancang strategi pemasaranyang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi remaja muslim.
ANALISIS PRAKTIK PINJAMAN TERKAIT SISTEM TANGGUNG RENTENG DI PNM MEKAAR CABANG MEDAN DELI 3 OLEH KELOMPOK IBU-IBU DI KELURAHAN TITIPAPAN Humairahafizha; Irfilia azzahra putri
Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/bilal.v5i2.2032

Abstract

Abstrak:Penelitian ini menganalisis praktik pinjaman terkait sistem tanggung renteng di PNM Mekaar Cabang Medan Deli 3 oleh kelompok ibu-ibu di Kelurahan Titipapan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan PNM Mekaar dalam mengatasi kelalaian nasabah, faktor-faktor yang menyebabkan kelompok nasabah enggan melakukan pembayaran atas kewajiban nasabah yang menunggak, dan strategi yang dilakukan untuk kelancaran pembiayaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasabah memahami sistem pembiayaan PNM Mekaar namun banyak yang keberatan dengan sistem tanggung renteng karena sering terjadi kasus nasabah yang kabur dari tanggung jawab pembayaran sehingga memberatkan nasabah lain yang harus menanggung pembiayaan tersebut.
KAIDAH FIQH SEBAGAI INSTRUMEN PENYELESAN SANGKETA DALAM PRAKTIK MUAMALAH KONTEMPORER Rezkia Zahara Lubis, Rezkia Zahara Lubis; Fahri , Fahri Roja Sitepu
Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/bilal.v6i1.2679

Abstract

Kajian ini menganalisis penerapan kaidah fiqih dalam menyelesaikan konflik muamalah modern yang rumit. Melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengangkat prinsip-prinsip fiqih seperti al-ibahah (الاباحة), al-‘adl (العدل), serta cara penyelesaian sengketa melalui sulh (الصلح) dan tahkim (التحكيم). Hasilnya menunjukkan bahwa kaidah fiqih berfungsi secara efektif sebagai pedoman normatif dan praktis dalam menyelesaikan sengketa muamalah, terutama yang belum diatur secara jelas dalam nash. Integrasi fiqih dengan hukum nasional memperkuat perlindungan keadilan dan hak. Studi ini menyarankan peningkatan pemahaman fiqih muamalah agar penyelesaian konflik berlangsung adil dan sesuai dengan syariah.
REKONSTRUKSI UU NO.8 TAHUN 1999 MELALUI ARBITRASE SYARIAH: PARADIGMA FIQH PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA Arminsyah
Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the sharia economy in Indonesia has given birth to an increasingly complex legal relationship between business actors and consumers, while the construction of consumer protection in Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection is still basically still built based on the conventional economic law paradigm. This condition raises the need to reconstruct the consumer protection framework to be more responsive to the characteristics of sharia economic transactions, especially through the integration of the principles of muamalah fiqh and dispute resolution mechanisms through sharia arbitration. This study aims to analyze the construction of consumer protection in Law No. 8 of 1999 from the perspective of muamalah fiqh and formulate a legal reconstruction paradigm that accommodates sharia principles in the resolution of sharia economic consumer disputes. The research uses a normative juridical method with a legislative, conceptual, and Islamic legal approach. Legal materials are analyzed qualitatively by examining the relationship between consumer protection norms, the principles of fiqh muamalah, and the mechanism of sharia arbitration in Indonesia. The results of the study show that consumer protection in the sharia economy is not enough to be placed solely on the formal balance of rights and obligations, but needs to be based on the principles of justice (al-'adl), benefit (maslahah), willingness of the parties (al-taradhi), trust, transparency, and prohibition of gharar, usury, tadlis, and practices that cause harm. In this context, sharia arbitration has a strategic position as a dispute resolution mechanism that is able to integrate the certainty of national law with the substantive value of sharia economic law. The reconstruction of Law No. 8 of 1999 is therefore directed at a more explicit recognition of the characteristics of consumers and sharia transactions, the integration of the principles of fiqh muamalah as a basis for substantive protection, and the strengthening of sharia arbitration as an alternative to resolving consumer disputes in the sharia economy. The reconstruction is expected to form a consumer protection paradigm that is not only oriented towards legal certainty, but also on justice, benefit, and compliance with sharia