cover
Contact Name
Fery Siswadi
Contact Email
mawar@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281315605310
Journal Mail Official
jpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor PO Box 199 Telp.: (0251) 8621073 E-mail: jpi@apps.ipb.ac.id atau perpustakaan@ipb.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pustakawan Indonesia
ISSN : 14105551     EISSN : 26861879     DOI : https://doi.org/10.29244/jpi.20.1.22-34
Core Subject : Science,
Merupakan terbitan berkala terbit dua kali setahun yang menyajikan tulisan-tulisan Bidang perpustakaan, dokumentasi, Informasi dan komputer, Bidang Perpusdokinfokom di Indonesia
Articles 176 Documents
ANALISIS KUALITAS SISTEM INFORMASI AKADEMIK PROGRAM SARJANA DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR DARI PERSPEKTIF PENGGUNA (Quality Analysis Of Academic Information Systems Graduate Program In Bogor Agricultural University Of User Perspective) Taufik Makbullah; Kudang Boro Seminar; Drajat Drajat Martianto
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.441 KB) | DOI: 10.29244/jpi.16.2.%p

Abstract

AbstractThe existance of information technology currently to higher education institution had become a necessity to support education processes. Manajemen Information Academic System (SIMAK) IPB is an aplication (software) that organize the whole academic activity processes namely compiling lectures’ schedules, re-registration through online KRS completion and academical data reports. The purpose of this study is to analyze the obstacles, analyzing the quality level of SIMAK IPB and to formulate recomendation of policy strategy to SIMAK IPB service improvement. Based on the result of SERVQUAL Gap analysis discover that performance degree of the services provide by Bogor Agricultural University was bigger than importance degree perceived by users of academic system in Bogor Agricultural University due to the SERVQUAL score valued >-0, which means the services provide by Bogor Agricultural University have already fulfill users’ expectation. The IPA resulted that in quadran A of Cartesian Diagram, based on students’ perception, there were 7 attributes which will become the main priority to be improved. Meanwhile, based on academic staffs’ perception indicated that there were 6 attributes that become the main priorityto be improved. The conclusion of this study users’ satisfaction degree to SIMAK IPB obtained from questionnaire deployment to students: average value of importance degree scored 3.34 (agree) and average value of performance degree scored 3.91 (satisfy). Meanwhile, the result obtained from questionnaire deployment among academic staff, average value of importance degree scored 3.33 (agree) and average value of performance degree scored 3.92 (satisfy) Keyword: academic information system, information system quality analysis, university system information, SIMAK
SISTEM PENDUKUNG INFORMASI EKSEKUTIF MOBILITAS SIVITAS AKADEMIKA DAN PUBLIKASI ILMIAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR (Executive Information System Academisions Mobility And Scientific Publication in Bogor Agricultural University) Yulia Dwi Indriani; Kudang Boro Seminar; Heru Sukoco
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.795 KB) | DOI: 10.29244/jpi.16.2.%p

Abstract

AbstrakMobilitas sivitas akademik meliputi dosen dan mahasiswa serta reputasi ilmiah merupakan informasi strategis yang dibutuhkan dalam pelaporan kinerja perguruan tinggi. Menampilkan informasi tersebut dalam sebuahhalaman web dalam bentuk grafik akan memudahkan para eksekutif dalam menyusun rumusan strategi. Sistem informasi eksekutif dapat menjawab kebutuhan tersebut karena sistem informasi eksekutif sebagai bagian dari sistem pendukung manajemen menekankan informasi yang strategis yang dibentuk bagi eksekutif.Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi eksekutif berbasis web bernama SIMORI yang dapat diakses di halaman http://simori.ipb.ac.id dengan berbagai perangkat karena menerapkan responsive web design. Metode pengembangan sistem menggunakan pendekatan Executive Information System Life Cycle (EISLC). Dari informasi yang ditampilkan menunjukkan rumusan strategis untuk mendukung perguruan tinggi menuju kelas dunia. Kata kunci: Sistem Informasi Eksekutif, Siklus Hidup Pengembangan Sistem, Mobilitas Dosen dan Mahasiswa, Reputasi Ilmiah
GREEN LIBRARY MENINGKATKAN KINERJA DAN GAYA HIDUP SEHAT DI LINGKUNGAN KAMPUS Isnaini Syamsiati
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.858 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

The comfort and condusive ambience directly propotional to effective ness performance at work. The harmony of life (life balance between human and an environment) needed to reach the real happiness and make confortable of working. Back to nature is the power of movement present natural ambience in the office to decrease of depression and saturation point. Many people ignore about an environment, either in their house of their office. Have we did of 5R tagline (resik, rapi, ringkas, rawat, rajin) have we realized and took care if our body is machine to our daily activity? Apparently, mental condition and natural an environment to have influence on health, mindset, and effectivity of work. Green library is pioneer to create “paradise” ambience present healthy life, confortable zone, and condusive work to civitas academica. The harmony between human and an environment become a strong and possitive energy for all.
Blended skill bagi Pustakawan Akademik dalam menghadapi era Revolusi Industri Kalarensi Naibaho
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.428 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

The fourth industrial revolution is considered as a result of the convergence of a number of technologies in industrial operations. These technologies include, but are not limited to robotics, artificial intelligence, big data, 3D printing, biotechnology and technology integration with the human body. Fourth generation industrial revolution is characterized by the emergence of supercomputers, smart robots, vehicles without drivers, genetic editing and neurotechnology development which allows humans to further optimize brain function. Unlike the previous era where competition was marked by 'big vs. small', the 4.0 industrial revolution was characterized by 'fast vs. slow' jargon. Competition in the industrial world no longer depends on the size of the company, but how fast and creative business people see opportunities. This concept does not only occur in the industrial world but also affects the education sector, and the library. The emergence of the trend of e-resources has changed many things in the world of libraries, not only regarding access but also the role of librarians. The convergence of information technology with communication technology causes information and communication technology (ICT) to have an impact on the emergence of the modern library digital landscape. The paradigm shift in the librarian profession is suspected to be the result of the ICT revolution. The speed of change has created a new role for librarians in terms of services and activities, which in turn has an impact on the roles, competencies, skills and knowledge of librarian professionals. The ever-changing information needs of users bring an expansion and new role for librarians to equip themselves with various skills to remain relevant to the digital environment. Blended skills become a familier concept among librarians today. This concept requires many skills that must synergize with institutions or the surrounding environment. Blended librarians are a necessity and librarians must be able to implement in their respective environments. Keyword: Blended librarians, Blended skills, Future librarians, Fourth industrial revolution
Kompetensi Arsiparis Pada Era Disrupsi Di Univeristas Negeri Semarang (UNNES) Agung Kuswantoro
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.649 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Era disrupsi menggantikan ‘pasar lama’, industri, teknologi, dan menghasilkan suatu kebaruan yang lebih efesien dan menyeluruh. Ia bersifat destruptif dan kreatif. Termasuk, dalam bidang kearsipan, kini mengelola arsip tak cukup dengan manual saja, tetapi perlu disertai dengan cara digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui dampak era disrupsi dalam pengeloaan kearsipan, (2) mengetahui kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang arsiparis di era disrupsi, dan (3) mengetahui cara agar sebuah lembaga memiliki arsiparis yang berkompeten di era disrupsi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Dalam pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara. Adapun literatur yang digunakan adalah bukubuku tentang kearsipan, Perundang-undangan dan Peraturan mengenai kearsipan, dan buku manajemen SDM/personalia. Sedangkan, wawancara digunakan untuk mengambil data awal saat penelitian dengan mewancarai arsiparis UNNES untuk mengetahui keberadaan SDM kearsipan di Perguruan Tinggi. Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Dampak era disrupsi dalam pengelolaan kearsipan yaitu masyarakat menjadi terbuka terhadap suatu informasi dan pengelolaan arsip membutuhkan software dan hadware yang besar untuk menyimpan file-file arsip; (2) Kompetensi yang harus dimiliki arsiparis di era disrupsi yaitu terampil di bidang TIK atau sistem informasi manajemen; (3) Cara agar sebuah lembaga memiliki arsiparis yang berkompeten di era disrupsi adalah memberikan ilmu kepada arsiparis di bidang teknologi. Saran dalam penelitian ini adalah lembaga sangatperlu untuk meningkatkan SDM dalam bidang TIK bagi arsiparsinya melalui pelatihan atau workshop elektronik arsip. Kata Kunci: Kompetensi, Arsiparis, dan Disrupsis
Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan Melalui Kegiatan Penelitian Perpustakaan Masriyatun .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.414 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Paparan ini membahas tentang pengembangan profesi pustakawan melalui kegiatan penelitian perpusatakaan. Karena dalam pengembangan profesi pustakawan melalui kegiatan penelitian masih jarang dilakukan oleh para pustakawan pada umumnya. Sementara bilamana pengembangan profesi pustakawan dilakukan dengan melalui kegiatan penelitian hal ini dapat mendukung eksistensinya sebagai pustakawan dan lebih diakui oleh masyarakat serta dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi pustakawan. Kajian ini penulisan ini dengan judul “Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan Melalui Kegiatan Penelitian Perpustakaan”. Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Upaya Pengembangan Profesi Pustakawan melalui kegiatan Penelitian Perpustakaan. Upaya pengembangan profesi pustakawan dalam kegiatan penelitian dapat dilakukan dengan penerapan kegiatan penelitian melalui berbagai aspek bidang ilmu perpustakaan dan informasi di sebuah perpustakaan, hal ini kegiatan penelitian yang berkaitan dengan produk informasi, sistem informasi, perilaku penelusuran informasi dan pemakai informasi itu sendiri.Kata Kunci : Pengembangan Profesi, Pustakawan dan Penelitian
Menciptakan Desain Interior Perpustakaan Ramah Anak di Sekolah Dasar Negeri Potrobangsan 1 Kota Magelang: Best Practice (Creating Interior Design for Child-Friendly Library in Primary School of Potrobangsan 1, Magelang City: Best Practice) Dicki Agus Nugroho; Sri Haryati
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.494 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

School librarian must deliver information literacy for students in library. Than librarian create comfortable interior design, so student will enjoy library, and librarian can teach students easily. One of the best interior design of Child-Friendly Library is Room To Read method. The writer has been involved in this program, use best practice method in this research, so this research explain how to creating interior design of Child-Friendly Library in primary school. The result of this research are two steps to change library is like library as Room To Read’s design interior. The steps are (1) must have a room and (2) comfortable, safe, & secure interior design. The writer uses colorful pieces of paper to reset the furniture, so it is easy to apply. Keywords: mentoring, interior design, child-friendly library, school library, room to read,
Eksistensi Diri Pustakawan di Era Informasi: Kajian Analisis Presentasi Diri Nova Indah Wijayanti; Arief Surachman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.869 KB) | DOI: 10.29244/jpi.17.1.%p

Abstract

Pustakawan memiliki peran penting yang melekat pada profesinya yaitu memberikan pendidikan literasi informasi kepada masyarakat. Peran ini dapat terwujud dengan adanya perkembangan kemajuan teknologi informasi yang menjembatani kehadiran pustakawan di masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi diri pustakawan di era informasi melalui analisis blog pustakawan dengan metode kualitatif. Blog yang akan dianalisis ada 5 yaitu Grenengane Pustakawan, Luckty Si Pustakawin, Pustakawan Jogja, Wribrarian, Pustaka Pusdokinfo. Teori presentasi diri oleh Jones digunakan dalam analisis yang mengkaji hubungan sosial antar manusia (pustakawan) dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis yang dilakukan memperlihatkan komposisi yang berupa ingratation (60%), competence (100%), intimidation (20%), exemplification (40%) dan suplification (0%). Hasil ini menunjukkan pustakawan menggunakan strategi Competence untuk membentuk citra diri berkompeten dan percaya diri dalam menulis serta mengeskpresikan pikiran dan dirinya dalam blog. Kesimpulan kajian ini adalah blog menjadi media yang efektif untuk membangun citra diri sebagai pustakawan.
Pengaruh Penerapan Aplikasi SLiMS Meranti Terhadap Kinerja Pustakawan di Institut X Aang Gunaidi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.194 KB) | DOI: 10.29244/jpi.16.1.%p

Abstract

Perpustakaan Institut X berupaya melakukan peningkatan sarana pelayanan informasi untuk kepentingan proses pembelajaran dan penelitian, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. Dengan adanya sistem otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh SLiMS sebagai Open Source Software (OSS) berbasis web, menjadi motivasi pustakawan untuk beralih menggunakan aplikasi SLiMS Meranti. Tujuan penelitian ini adalah:(1) mengetahui penerapan aplikasi SLiMS Meranti, (2) mengetahui pengaruh kinerja pustakawan dalam penerapan aplikasi SLiMS Meranti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah seluruh petugas perpustakaan yang berjumlah enam orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, studi pustaka, dan wawancara. Teknik pengukuran data dalam penyusunan kuesioner dilakukan menggunakan skala likert dengan empat tingkat preferensi jawaban. Hasil penelitian 71,43% petugas perpustakaan mengatakan bahwa penerapan SLiMS Meranti dapat meningkatkan kinerja perpustakaan. Manfaat yang diperoleh terlihat pada efektifitas kerja, membuat pekerjaan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan menjadi lebih cepat dan lebih mudah, serta menu yang ada sesuai dengan standar yang dibutuhkan pustakawan di dalam dunia kerjanya. Motivasi petugas perpustakaan dalam penerapan aplikasi SLiMS Meranti sudah baik (71,43%), tetapi masih ada kendala yang perlu upaya peningkatan dalam menerapkan aplikasi tersebut seperti: (1) pemahaman SDM lebih mendalam terhadap aplikasi SLiMS Meranti, (2) pendidikan dan pelatihan yang kurang dalam menerima dan memahami aplikasi SLiMS Meranti, (3) belum adanya SDM perpustakaan yang memiliki kemampuan TI untuk merancang, membangun, dan mengembangkan aplikasi otomasi perpustakan, dan (4) jumlah komputer yang belum mencukupi untuk kebutuhan pemustaka. Petugas perpustakaan hendaklah mengembang diri mereka dengan mengikuti pelatihan, workshop, studi banding, dan dapat juga melalui pendidikan formal agar dapat mengetahui dan mampu menerapkan serta mengembangkan aplikasi SLiMS Meranti dengan dilengkapi fasilitas sesuai kebutuhan.Keyword : SLiMS Meranti , Kinerja Perpustakaan, Otomasi Perpustakaan.
Peningkatan Layanan Perpustakaan Melalui Teknologi RFID Sely Yoanda
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.424 KB) | DOI: 10.29244/jpi.16.2.%p

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi oleh perpustakaan pada umumnya adalah belum optimalnya layanan perpustakaan yang diberikan dan belum optimalnya kinerja sumber daya manusia di perpustakaan. Layanan perpustakaan merupakan ujung tombak perpustakaan, karena layanan perpustakaan berkaitan langsung dengan pengguna perpustakaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan perpustakaan dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi adalah dengan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Dengan adanya teknologi RFID, pengguna dapat melakukan self-service yaitu layanan mandiri. Keuntungan melakukan layanan mandiri ini yaitu dapat mempercepat proses sirkulasi peminjaman dan pengembalian, sehingga waktu yang diperlukan efisien. Kemudahan dari implementasi RFID ini perlu memperhatikan pengguna dimana pemanfaatan RFID ini nanti sepenuhnya akan dimanfaatkan oleh pengguna. Oleh karena itu, pengguna perlu diberi pemahaman yang cukup agar proses otomasi di perpustakaan dengan teknologi RFID dapat dilakukan dengan benar. Kata Kunci: Layanan Perpustakaan, Layanan Sirkulasi, Radio Frequency Identification (RFID)

Filter by Year

1997 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus) Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 20 No. 1 (2021): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 19 No. 2 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia (Edisi Khusus) Vol. 19 No. 1 (2020): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 18 No. 2 (2019): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 18 No. 1 (2019): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2017): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 15 No. 1-2 (2016): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2014): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2007): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 2 No. 2 (1999): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 2 No. 1 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1998): Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1997): Jurnal Pustakawan Indonesia More Issue