cover
Contact Name
Muhammad Sandi Rosyadi
Contact Email
muasarah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281253539509
Journal Mail Official
muasarah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
ISSN : -     EISSN : 28287746     DOI : -
Fokus dalam jurnal ini adalah "Islam Kontemporer" dan lingkupnya adalah: Islam sebagai Ajaran Islam sebagai lembaga Islam sebagai praktik ekonomi Islam dan politik Islam dan kebudayaan Penerapan Islam oleh penganutnya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022): Desember" : 6 Documents clear
KAJIAN ETNOMEDISIN (BAPIDARA) SEBAGAI TERAPI KOMPELEMENTER DI MASA PANDEMI Megawati Megawati; Nadya Rohayati; Nur Sabila Sa'adah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7665

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literatur disertai dengan wawancara dan observasi dari para ahli di bidangya. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi terapi komplementer di tengah masa pandemik saat ini dimana belum ada obat ataupun vaksin khusus yang ditemukan guna mengobati penyakit covid-9. Ketidaksetaraan jenjang ekonomi,dan sosial di masyarakat menjadi tantangan tersendiri di masa pandemi. Pengobatan tradisional yang memanfaatkan tumbuhan berkhasiat untuk penyembuhan gejala penyakit ini disebut dengan terapi komplementer. Terapi komplementer yang terkenal di masyarakat banjar (sebutan untuk warga banjarmasin) yang menggunakan kunyit adalah bapidara. Bapidara berasal dari tradisi pengobatan masyarakat Dayak Meratus, namun tradisi ini sudah mendapat pengaruh agama islam. Bapidara dipercaya oleh masyarakat memiliki khasiat untuk menyembuhkan demam. Bapidara dilakukan dengan cara mengoleskan air kapur dan kunyit pada bagian tubuh tertentu dan dengan dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat Al-Qur’an yang dibacakan ialah ayat-ayat syifa, seperti QS. Al-Baqarah 255 (ayat kursi), dan ayat 285-286, QS. Al-Ikhlas, Al- Falaq, An-Naas, Al-Araf 11-119, Yunus 79-82, Thaha 65-69, Taubah 128-129. Manfaat kunyit seperti antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, antifungi, dan antivirus. Manfaat pembacaan ayat kepada orang yang sakit memberikan manfaat meningkatkan relaksasi, meningkatkan produksi endorfin di otak, menjaga suasana hati dan fikiran, serta dapat menghilangkan stress dan kecemasan.
RESILIENSI ANAK KORBAN PANDEMI COVID-19 DI KOTA SAMARINDA Novia Rosaliana; Shinta Ath-Thariq Apriari
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7718

Abstract

Abstract: For more than two years, the world community, especially in Indonesia, has been living side by side with Covid-19. It is not easy to adapt to all changes in life, such as the family situation after the father left. For the victim's child, the father, the head of the family, plays an essential role in supporting the family. A father's loss leaves a deep mark on the victim's child. Therefore, it is necessary to have resilience as a form of self-resistance in the face of the Covid-19 pandemic disaster, such as being abandoned by loved ones. The method used in this research is descriptive qualitative with a case study approach. The case study took research because it wanted to explore and then describe the possibility of a form of the resilience of the victim's child in dealing with the father's death during the Covid-19 pandemic. This study found that the conditions of the strength of the three informants were different, but all three had in common, leading to a change for the better. According to Kubler Ross, resilience is formed after going through the stages of grief. The results of this study are expected to be a preference in developing a resilient personality. Abstrak: Sudah lebih 2 tahun masyarakat dunia terutama di Indonesia hidup berdampingan dengan Covid-19. Bukan hal yang mudah beradaptasi dengan segala perubahan dalam tatanan kehidupan seperti keadaan keluarga setelah ditinggalkan Sang ayah. Bagi anak korban, Sang ayah yang merupakan kepala keluarga memegang peranan penting dalam menghidupi keluarga.  Ketika kehilangan ayah tentu meninggalkan bekas mendalam bagi anak korban. Oleh karena itu penting memiliki resiliensi sebagai bentuk ketahanan diri dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 seperti ditinggalkan oleh orang yang disayang. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus (case study) diambil karena ingin mendalami lalu mendeskripsikan tentang kemungkinan adanya bentuk resiliensi anak korban dalam menghadapi kematian ayah selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menemukan bahwa adanya bentuk resiliensi dari ketiga informan yang berbeda namun ketiganya memiliki kesamaan mengarah ke perubahan yang lebih baik. Resiliensi terbentuk setelah melewati tahapan kedukaan menurut Kubler Ross.  Hasil daripada penelitian ini diharapkan dapat menjadi preferensi dalam membentuk pribadi yang resilien
TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN MADRASAH DALAM WACANA METAVERSE PADA PROGRAM KEMENAG RI Pratiwi Amalia Putri
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7625

Abstract

Abstract: Metaverse is a 3D virtual space that is the result of innovation from technological sophistication in the 4.0 era. Departing from the metaverse and the conditions of the Covid-19 pandemic, Kemenag Indonesia was inspired to create a learning platform that invets in the metaverse as a transformation of the Madrasah education system in the future. This paper aims to describe how the transformation of the Madrasah education system into metaverse discourse in the future, what are the challenges, and what are the fundamental factors that make the presence of metaverse discourse in Madrasah education. This study uses a qualitative approach with a descriptive metheod. The data collection method in this study is using library research, the data such as books, articles from scientific journals, and other library data. In addiction, this study contains other secondary data originating from video on the GTK Madrasah Berbagi channel on Youtube. Data acquisition was carried out with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Then, the results obtained in this study is MadrasahLand as a platform for innovation results in the metaverse created by Kemenag Indonesia as a discourse in the transformation of the education system in the Madarasah environment in the future. The hope is that it can be used as an effective learning innovation, even though it is virtual but still provides the essence of reality through avatars. However, there are still several challenges that are obstacles in its development, that is (1) the lack of understanding and skills of teachers in the AR-VR field, (2) the lack of computer equipment resources for development, (3) limitations in ownership of adequate VR devices, and (4) the limitations of the internet network (4G, 5G) in its distribution in each area.Keywords: Transformation; Education; Metaverse AbstrakMetaverse adalah ruang virtual 3D yang merupakan hasil inovasi dari kecanggihan teknologi dalam era 4.0. Berangkat dari metaverse dan kondisi pandemi Covid-19, Kemenag Indonesia terinspirasi untuk menciptakan sebuah platform ruang belajar yang diinvestasikan ke dalam metaverse sebagai transformasi sistem pendidikan Madrasah di masa depan. Adapun tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana transformasi sistem pendidikan Madrasah dalam wacana metaverse di masa depan, apa saja tantangannya, dan apa yang menjadi faktor mendasar yang membuat hadirnya wacana metaverse di pendidikan Madrasah. Kajian ini menggunakan upaya pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun metode pengumpulan data pada kajian ini adalah menggunakan library research, yaitu data-data yang berasal dari literatur kepustakaan, seperti buku, artikel dari jurnal ilmiah, serta data kepustakaan lainnya. Selain itu, kajian ini terdapat data sekunder lain yang berasal dari video pada channel GTK Madrasah Berbagi di Youtube. Perolehan data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian, hasil yang diperoleh dalam kajian ini adalah MadrasahLand sebagai platform hasil inovasi dalam metaverse yang diciptakan oleh Kemenag Indonesia sebagai wacana dalam transformasi sistem pendidikan di lingkungan Madrasah di masa depan. Harapannya dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif, meski virtual namun tetap memberikan esensi kehadiran secara realitas melalui avatar. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang menjadi hambatan dalam pengembangannya, yaitu (1) masih minimnya pemahaman dan skill guru dalam bidang AR-VR, (2) masih minimnya sumber daya perangkat komputer untuk pengembangan, (3) keterbatasan dalam kepemilikan perangkat VR yang memadai, dan (4) keterbatasan jaringan internet (4G, 5G) dalam pemerataannya di setiap daerah.Kata Kunci: Transformasi; Pendidikan; Metaverse
IMPLIKASI SERTIFIKAT HALAL PRODUK DALAM SAKRALISASI AGAMA DI INDONESIA Cindy Fatimah; Surawan Surawan; Nurul Wahdah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7675

Abstract

Abstract                This paper aims to determine the implications of halal product certification in the sacralization of religion in Indonesia. Halal certification of the product itself is familiar to business people around the world, especially Indonesia. This paper uses a qualitative descriptive approach through a literature review of halal certification practices in Indonesia. The data were obtained from various articles, magazines, books and media about halal certification and related institutions, namely LPPOM MUI (Indonesian Food, Drug and Cosmetics Institute). The results of this study will describe the halal logo certification, its formation, certification stages, and products that must be halal certified. This article also shows that halal certification is related to the sacralization of Indonesian religion. The implications of product halal certification in the sanctity of Indonesian religion, halal certification does not only sanctify a religion, but also provides guarantees, protection, and provides information about the official halal of a product. Halal certification also affects consumer confidence in halal-certified products for consumption because they have the loyalty and legality of the products consumed and used.Keywords: Halal certification; Religion; Indonesia. Abstract Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui  implikasi sertifikasi produk halal dalam sakralisasi agama di Indonesia. Sertifikasi halal produk sendiri sudah tidak asing oleh para pebisnis di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur praktik sertifikasi halal di Indonesia. Adapun data diperoleh dari berbagai artikel, majalah, buku dan media tentang sertifikasi halal dan lembaga terkait, yaitu LPPOM MUI (Lembaga Pangan, Obat dan Kosmetika Indonesia). Hasil penelitian ini akan memaparkan sertifikasi logo halal, pembentukannya, tahap sertifikasi, dan produk yang harus bersertifikat halal. Artikel ini juga menunjukkan bahwa sertifikasi halal berkaitan dengan sakralisasi agama Indonesia. Implikasi sertifikasi halal produk dalam kesucian agama Indonesia, sertifikasi halal tidak hanya menyakralkan suatu agama, tetapi jugamemberikan jaminan, perlindungan, dan pemberian informasi mengenai halal resmi suatu produk. Sertifikasi halal juga mempengaruhi kepercayaan konsumen pada produk bersertifikat halal untuk dikonsumsi karena memiliki loyalitas dan legalitas produk yang dikonsumsi dan digunakan.  Keywords: Sertifikasi halal; Agama; Indonesia.
SOLUSI AL-QUR’AN DALAM MENGATASI BAHAYA HOAKS PADA ERA DIGITAL (PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH) Panji Ansari; Muhammad Torieq Abdillah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7802

Abstract

Abstract: From time to time hoaxes have always existed and are now increasing due to the massive development and progress of Science and technology. This hoax is very dangerous if left unchecked. The danger of this hoax can cause many social problems, such as hostility and disputes that lead to the division of the people. Therefore, it is necessary to conduct a research study on the Qur'an regarding hoaxes considering that the Qur'an as a guide for Muslims certainly has a significant role in providing guidance to overcome all problems of the people, including the hoaxes. This study uses the literature method with primary sources, namely Tafsir al-Misbah, because this interpretation is more patterned on the social community. So it is suitable to examine the problem of hoaxes which is a social problem. In addition, the position of the author of this interpretation is quite famous and prominent in Indonesia, so the interpretation is easily understood and accepted by the people of Indonesia. The results of this study obtained interesting ideas from the study of QS. al-Hujurat: 6, namely, the Qur'an provides a solution to overcome hoaxes by teaching to be able to tabayun and sort and choose the essence of the news, knowing the disseminator of the report, and the recipient of the information should know about the message received. If every human being is taught the truth, it will be revealed to him. Keywords: Al-Qur’an, Hoax, al-Misbah Interpretation. Abstrak: Dari masa ke masa, fenomena adanya hoaks selalu ada dan kini meningkat akibat adanya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara masif. Hoaks ini sangat bahaya jika dibiarkan terus-menerus. Bahaya dari hoaks ini dapat menimbulkan banyak masalah sosial seperti permusuhan dan pertikaian yang berujung pada perpecahan umat. Oleh karena itu, perlu diadakan kajian penelitian terhadap Al-Qur‘an mengenai hoaks mengingat Al-Qur‘an sebagai pedoman umat Islam tentunya memiliki peran besar dalam memberikan petunjuk untuk mengatasi segala permasalahan umat termasuk hoaks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan sumber primer, yaitu Tafisr al-Misbah disebabkan tafsir ini lebih bercorak pada sosial kemasyarakatan sehingga cocok untuk mengkaji masalah hoaks yang merupakan masalah sosial. Selain itu, kedudukan pengarang tafsir ini cukup terkenal dan terkemuka di Indonesia sehingga penafsirannya pun mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Hasil dari penelitian ini diperoleh gagasan yang menarik dari kajian terhadap QS. al-Hujurat: 6, yaitu Al-Qur‘an memberikan solusi untuk mengatasi hoaks dengan mengajarkan untuk dapat bertabayun dan memilah serta memilih esensi berita, mengetahui penyebar berita, dan penerima berita hendaknya memiliki pengetahuan berita yang diterima. Dengan demikian, jika setiap manusia mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Al-Qur‘an, hoaks yang ada akan sedikit demi sedikit teratasi. Kata Kunci: Al-Qur’an, Hoaks, Tafsir al-Misbah.
OPTIMIST AND PESSIMIST MOON-SIGHTING: THE STUDY OF ISLAMIC CALENDAR DETERMINATION IN INDONESIA Ahmad Adib Rofiuddin; Ahmad Izzuddin
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7543

Abstract

The Islamic calendar decision has always been a public discourse among Muslims at the beginning of Ramadan, Shawwal, and Dhulhijjah. It is often the case that different decisions made among Muslim groups in determining the first of Ramadhan, Syawal, and Dhulhijjah which will affect the public holiday in Muslim majority countries. This study incorporates the theory of limit proposed by Muhammad Syahrour to analyze the ongoing contestation of Islamic calendar determination. Based on the in-depth analysis, this study suggests that the height criteria of the crescent can be categorized as optimistic and pessimistic criteria. Crescent's altitude of 3 degrees is the lower limit of optimism in crescent observations. Pessimism can be seen from astronomical calculations in which hilal altitude is below 3 degrees. These two criteria could be supported by the existing scientific proof through the image of the hilal altitude below 3 degrees.

Page 1 of 1 | Total Record : 6