cover
Contact Name
RINI PURWATININGSIH
Contact Email
progresifjurnal@gmail.com
Phone
+6281330787770
Journal Mail Official
progresifjurnal@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Bondowoso Jalan Diponegoro 247 Kotakulon - Kabupaten Bondowoso, Indonesia Tlpon. 0332-427022 e-mail : admin@unibo.ac.id
Location
Kab. bondowoso,
Jawa timur
INDONESIA
Progresif : Media Publikasi Ilmiah
Published by Universitas Bondowoso
ISSN : 2337599X     EISSN : 27766799     DOI : -
This journal is published twice a year, in April and November. Progressive journals accept submissions of articles that have never been published in other media. Progressive journals are committed to implementing ethical standards for publication. Therefore, Progressive Journals have formulated publication ethics that publishers, editors, reviewers and authors must comply with. In order for an article to be published in this Journal, the author must pay attention to several guidelines. The scope of this progressive journal is general in nature, which contains the writings of lecturers across majors at the University of Bondowoso.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Strategi Komunikasi Organisasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam Relokasi PKL Alun-Alun RBA Ki Ronggo Sofyan, Ahmad Abu
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 10 No. 2 (2022): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v10i2.514

Abstract

Konsep penataan ruang kota yang tidak dilandasi pemahaman tentang informalitas perkotaan sebagai bagian integral dari sistem perkotaan akan cenderung mengabaikan tuntutan ruang bagi sektor informal dalam hal ini para pedagang kaki lima. Kelompok ini sering dituding sebagai biang kemacetan dan pembuat onar. Hal itu disebabkan belum adanya perencanaan antisipatif dalam pengembangan ruang untuk memfasilitasi kegiatan PKL di kabupaten tersebut. Dengan demikian konsep hubungan masyarakat terhadap PKL juga harus dibangun oleh pemerintah Bondowoso, khususnya yang berlokasi di alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo. Karena dengan tujuan tersebut Pemerintah Kabupaten Bondowoso lebih mengedepankan prinsip perencanaan partisipatif yaitu lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam penetapan prioritas kegiatan PKL, yang meliputi: (1) Strategic Extension Campaign (SEC), (2) Community Participatory Rural Appraisal (PRCA) dan (3) Participatory Community Strategy Design (PCSD). Dari ketiga metode strategi komunikasi strategi tanpa adanya keterlibatan peran pihak luar sebagai fasilitator pembangunan, perbedaan dari ketiga strategi tersebut terletak pada tujuan, yaitu (proses dan pendekatan, penerapan adaptornya untuk kondisi dan situasi masyarakat.
Perbedaan Tingkat Depresi pada Lansia yang Tinggal di Panti Sosial Tresna Wedha dan Yang Tinggal di Rumah di Kecamatan Bondowoso Sofyan , Ahmad Abu; S, Susilowati; H, Hernanik
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 10 No. 2 (2022): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v10i2.515

Abstract

Depresi adalah masalah kesehatan mental serius yang melibatkan gejala yang berkaitan dengan suasana hati, gejala kognitif dan fisik. Faktor yang mempengaruhi terjadinya depresi antara lain faktor biologis, faktor fisik, faktor psikologis, dan juga faktor sosial. Faktor sosial Kurangnya dukungan sosial, dukungan keluarga, lingkungan, dan ketersediaan masyarakat bagi lansia juga menyebabkan depresi. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) dengan lansia yang tinggal di rumah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional, dengan teknik quota sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 lansia yang tinggal di PSTW dan 16 lansia yang tinggal di rumah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Geriatric Depression Scale (GDS) yang terdiri dari 30 item pertanyaan. Hasil persentase dan tabulasi silang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di PSTW dengan tingkat depresi sedang tertinggi (56%) dengan lansia yang mengalami depresi ringan (44%) di rumah. . Untuk mencegah depresi pada lansia diperlukan dukungan sosial atau komunikasi.
Transcultural Nursing Analysis in The Concept of Health Tourism : A Literature Review Agustin, Leni; Rosyidi , Kholid; Riskika, Siti; Dwi Agustin, Yuana; Wicaksi, Damon
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 10 No. 2 (2022): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v10i2.544

Abstract

Background: Health tourism is a topic that is starting to be looked at in various parts of the world. The increase in the expectations of health tourists for the quality of health services certainly also has an impact on increasingly quality nursing care services for various clients from abroad. Nurses are required to handle the increasing number of visitors and migrants from abroad due to this globalization. This certainly has an impact on cultural factors which are a very important component of nursing competence where nurses are increasingly required to be able to carry out appropriate and appropriate nursing care to clients of foreign nationals. This study aims to describe health tourism and transcultural nursing concepts from the perspective of nurses and to find out how they interpret them. Methods: This literature uses inclusion and exclusion criteria using article data sources obtained and reviewed from the Google Scholar, PubMed and Willley Library databases. Results: The score obtained on the nurse's cultural sensitivity scale is a low average, cultural sensitivity also has no correlation with gender, marital status, age, educational level, professional title and background of transcultural nursing training. The cultural competency scores were significantly higher due to work experience treating foreign patients. Conclusion: Lack of language knowledge and experience of foreign cultures is an obstacle for nurses in caring for foreign patients. Improving foreign language skills, skills and work experience treating foreign patients is absolutely necessary in the context of meeting the needs for health tourism services.
Analisis Efesiensi Dan Pendapatan Usahatani Padi Varietas Pandanwangi Pola Tanam Jajar Legowo 4:1 Pada Lahan Sawah Irigasi Teknis Di Kabupaten Bondowoso Tapaningsih, Weni Indah Doktri Agus; Soemarjono, Eko
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 1 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i1.692

Abstract

The Research focused on efeciency and income of Pandanwangi Rice farming system with the legowo 4:1 cropping pattern in canals irrigation rice fields in Bondowoso Regency. The research area was chosen in Bataan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency. The sampling technique was total sampling, in which the number of samples was equal than population. The sample of this research was 28 respondents. The analysis used in this research was income and efficiency analysis. Based on the results, it was found that the Pandanwangi Rice farming system with the legowo 4:1 cropping pattern in canals irrigation rice fields in Bataan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency produced avarage income Rp. 6,000,000.-/ha and efficient.
Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Sistem Reproduksi Dengan Sikap Mencegah Pernikahan Dini Perspektif Agama Islam Dan Kesehatan Di Desa Ampelan Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso S, Susilowati; Safitri, Muharrofah Nur
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 1 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i1.694

Abstract

Pada akhir tahun 2022 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ( DPPKB ) Kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Bondowoso dalam program pendewasaan usia pernikahan Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso tahun 2020, angka pernikahan dini di Kabupaten Bondowoso masih tinggi yaitu mencapai 37% dan yang paling tinggi di Kecamatan Wringin, disusul Maesan, Tlogosari, dan Grujugan. Dinyatakan bahwa ada hubungan antara pernikahan dini dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang terjadi di Kabupaten Bondowoso . Penelitian dilaksanakan di Desa Ampelan Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso pada tanggal 5 januari 2023 . Metoda penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional , alat observasi menggunakan kuesioner . Populasi penelitian adalah semua remaja yang ada di Desa Ampelan berjumlah 72 dengan tehnik pengambilan sampel claster randem sampling jumlah sample 20 . Hasil penelitian menunjukkan. Pengetahuan remaja tentang sistem reproduksi terbanyak adalah kategori baik ( 55% ) dan sikap remaja mencegah pernikahan dini terbanyak adalah kategori baik ( 60% ) Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang sistem reproduksi dengan sikap mencegah pernikahan dini di Desa Ampelan Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso
Evaluasi Program Mini Mal Pelayanan Publik (MMPP) di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Rachmawati, Intan; Puspaningtyas , Anggraeny; Soesiantoro, Adi
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 1 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i1.754

Abstract

Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah memerlukan adanya sebuah inovasi yang tujuannya untuk memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya. Program Mini Mal Pelayanan Publik (MMPP) merupakan hasil kebijakan PERMEN PAN-RB Nomor 30 Tahun 2014 mengenai inovasi pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo. Tujuan pelaksanaan evaluasi pada program Mini Mal Pelayanan Publik untuk mengetahui keberhasilan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori evaluasi kebijakan menurut William n Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Mini Mal Pelayanan Publik belum cukup efektif namun dalam pelaksanaanya sudah efisien karena petugasnya yang ramah, dan memberi tahu alur pelayanan. Pada indikator kecukupan, program ini dirasa sudah cukup bagi masyarakat karena memudahkan dalam pelayanan. Namun pada indikator perataan, dirasa belum merata dalam mensosialisasikan program MMPP kepada masyarakat Sukodono sehingga masih ada masyarakat Sukodono yang belum mengetahui adanya Mini Mal Pelayanan Publik. Pada indikator ketepatan, jam operasional pelayanan ada yang tidak sesuai dengan jadwal bahkan ada yang sudah tidak beroperasional. Hal ini menunjukkan bahwa program MMPP belum maksimal dalam memberikan pelayanan yang diberikan karena belum cukup efektif dan tidak meratanya sosialisasi. Penulis menyarakan perlu adanya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Kecamatan Sukodono untuk mengatasi beberapa masalah yang terjadi pada Mini Mal Pelayanan Publik.
Tipologi Religius: (Studi Teoritik Psikologi Agama Terhadap Fenomena Keagamaan) Balya, M Danial
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 1 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i1.755

Abstract

Secara psikologis, perhatian terhadap agama sesungguhnya sudah setua umur manusia sendiri. Sejak tumbuh kesadarannya, manusia telah merenungkan tentang arti hidup dan keberadaannya di dunia, meskipun perenungannya tidak secara sistematis. Akan tetapi, psikologi agama sebagai cabang ilmu psikologi (ilmiah) baru muncul akhir abad ke-19. Kelahiran psikologi ilmiah sendiri mula-mula dilatarbelakangi oleh iklim intelektual yang ditandai dengan tumbangnya teori bumi sebagai pusat semesta (antroposentris) menjadi teori matahari sebagai centre (heliosentris) lewat teori Copernicus, penemuan teleskop oleh Galileo, ditambah dengan pemikiran baru Rene Descartes dan Isaac Newton, serta terbitnya buku Darwin, Origin of Species (1859) disebut sebagai langkah simbolis yang mengisyaratkan bahwa kehidupan manusia dapat diteliti secara rasional dan ilmiah.
Urgensi Rafa’ Dalam Keabsahan Wali Nikah Muzayyanah, Muzayyanah
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 1 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i1.756

Abstract

Rafa’ adalah proses pemeriksaan dokumen yang wajib dilakukan sebelum dilaksanakannya pernikahan. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 5 Peraturan Menteri Agama No 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Perkawinan. Pemeriksaan dilakukan oleh KUA (penghulu) terhadap calon suami untuk memastikan ada atau tidaknya halangan untuk menikah. Urgensi Rafa’ dalam perkawinan sangatlah penting, karena merupakan gerbang utama untuk memastikan keabsahan pernikahan. Dengan melaksanakan Rafa’, kita dapat mengetahui apakah syarat-syarat terkait dengan identitas perkawinan ini sudah sesuai dengan kenyataan atau tidak, dalam artian tidak ada unsur penipuan atau kebohongan di dalamnya. Identitas tersebut terkait dengan status calon mempelai laki-laki, calon mempelai wanita, ataupun status wali nikah apakah benar-benar merupakan wali yang mempunyai hak untuk menikahkan atau hanya ayah sambung atau ayah angkat yang kebetulan berada dalam 1 KK (Kartu Keluarga) dan merasa paling berhak karena sudah menafkahi dan membesarkan calon pengantin wanita. Namun banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Rafa’, ketidak lengkapan data pribadi seperti KTP dan KK, ketidakterbukaan calon mempelai atau wali juga menjadi kendala dalam pelaksanaan Rafa’ yang dapat mengakibatkan tidak terpenuhinya syarat dan rukun nikah. Oleh karenanya, peran dari semua pihak sangatlah penting baik dari pihak KUA, calon pengantin dan wali, masyarakat setempat utamanya mudin/ PPN sebagai kepanjangan tangan dari KUA yang mewakili tiap desa untuk menggali data yang sebenar-benarnya perihal calon pengantin yang akan mengajukan pencatatan nikah ke KUA.
Standarisasi Mahar Pernikahan Dalam Perspektif Imam Abu Hanifah Burhan, Ali; Bahrosi, Ahmad
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 2 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i2.837

Abstract

As social creatures, humans certainly really need other humans to carry out their lives and for the lives of their generations. To continue life for future generations, humans must marry. Marriage or marriage will not take place without the presence of the opposite sex. It is sunnatullah that the nature of every human being is created in pairs. male and female for humans and male and female for animals. day and night for the time cycle. Marriage is one of the most civilized ways for humans to fulfill their biological needs. This method is what differentiates humans from animals. A marriage or marriage will take place after going through several stages, such as starting with a sermon or engagement and then carrying out a marriage contract at a later date. Of course, this cannot be separated from the dowry that must be given to his future wife. Talking about the issue of dowry, the Ulama' of the school of thought have views that are sometimes the same and sometimes different, one of which is Imam Abu Hanifah. The Ulama' of the Imam Abu Hanifah school of thought is of the opinion that the dowry stated in the marriage contract cannot be less than ten dirhams. From this case, researchers are interested in conducting research on the standardization of marriage dowries. The problem to be answered is the standardization of the maximum dowry and the standardization of the minimum dowry according to Imam Abu Hanifah's perspective. To answer the problems in this research, the author first collected data, both primary and secondary data. After the data was collected, the writer analyzed the data using the theory of dowry, then the researcher concluded on the standardization of dowry from Imam Abu Hanifah's perspective. In this research, researchers obtained several findings or answers. The first is the maximum standard of dowry from the perspective of Imam Abu Hanifah and the imams of other schools of thought. secondly, the minimum dowry standard from Imam Abu Hanifah's perspective.
Wajib Belajar 12 Tahun Di Desa Ampelan Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2023 Susilowati; Gufron, Emil; Balya, M. Danial; Rahayu, lilik Puja
Progresif : Media Publikasi Ilmiah Vol. 11 No. 2 (2023): PROGRESIF : MEDIA PUBLIKASI ILMIAH
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/progresif.v11i2.838

Abstract

The Ministry of Education and Culture's Strategic Plan for 2020-2024 is that 9 years of compulsory education will be completed, 12 years of compulsory education will increase and will prioritize poor families.Readiness of Ampelan Village, Wringin District, Bondowoso Regency to welcome the 12 year compulsory education program, it is necessary to know the description of the implementation of the 9 year compulsory education program first. The type of research used was quantitative descriptive with a population of all teenagers in Ampelan Village, Wringin District, Bondowoso Regency totaling 52 teenagers.Using total sampling with the inclusion criteria of children who had dropped out of junior high school, the sample size was 11 teenagers. Data was obtained through a questionnaire and research results will be presented in percentage form. The results of the study showed that 21% of children dropped out of secondary school in Ampelan Village, Wringin District.72% of the children who have dropped out of secondary schools come from families who work as agricultural laborers and have difficulty accessing secondary schools which are quite far away, having to go to othervilla

Page 12 of 13 | Total Record : 128