cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2021): December" : 5 Documents clear
RASA PERHATIAN KEPADA SISWA YANG BERPENGARUH PENTING KEPADA PROSES BELAJAR MENGAJAR Fadila, Nurul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.4909

Abstract

ABSTRACTThis research was intended to explain the influence of civic education teacher’s affection towards student’s character and student’s learning result at SMA Negeri 10 Batang Hari. In this research, the researcher used descriptive quantitative method. The sample of this research was taken as 10% from 479 the number of students at SMA Perintis 2 Bandar Lampung 2011/2012 and the researcher got 48 students as the sample of this research. The data collecting technique in this research were questionnaires, attitude scales and test. Based on the calculation of data analysis, the result showed that there was positive influence and there was significant between civic education teacher’s affection towards student’s character, the higher of civic education teacher’s affection so the higher of student’s character, e.g. instill a sense of mutual help and respect to the students, as well as the lifestyle of a good teacher could increase the student’s c haracter in their daily lives. And also there was positive influence and there was significant between civic education teacher’s affection towards students’ learning result, the higher influence of civic education teacher’s affection, the higher of student’s learning result, e.g. the affection of the teacher could increase students’ enthusiasm in understanding the question and the task of the material with confidence and the students were active in discussion in whole of class.KEYWORDS: Affection; Student Character; Teacher.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kasih sayang guru PKn terhadap karakter siswa dan hasil belajar siswa di SMA Negeri 10 Batang Hari. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 10% dari 479 jumlah siswa di SMA Perintis 2 Bandar Lampung 2011/2012 dan peneliti mendapatkan 48 siswa sebagai sampel penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, skala sikap dan tes. Berdasarkan hasil perhitungan analisis data diperoleh hasil bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan terhadap karakter siswa, semakin tinggi kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan maka semakin tinggi karakter siswa, mis. menanamkan rasa saling membantu dan menghargai siswa, serta gaya hidup guru yang baik dapat meningkatkan karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari. Serta ada pengaruh positif dan signifikan antara kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan terhadap hasil belajar siswa, semakin tinggi pengaruh kasih sayang guru pendidikan kewarganegaraan, semakin tinggi hasil belajar siswa, mis. kasih sayang guru dapat meningkatkan semangat siswa dalam memahami soal dan tugas materi dengan percaya diri dan siswa aktif dalam diskusi di seluruh kelas.KATA KUNCI: Kasih Sayang; Karakter Siswa; Guru. 
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QURAN: KAJIAN TAFSIR SURAT AL-HUJURAT AYAT 9-13 Jannah, Miftahul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.4910

Abstract

ABSTRACTThis research aims to provide an understanding to the public about the importance of moral education. Moral education is the basis for all people in religious life. Morals teach to always have good character and behavior in relation to God or in social life. The method used is qualitative through data search or library research. Library research is a series of activities related to the methods of collecting library data, reading and recording and processing research materials. The primary source used is the letter Al-Hujurat verses 9-13 using the tahlili method. The results of the study show that the values of moral education contained in the letter Al-Hujurat verses 9-13 include: fairness, brotherhood, respect for others, humanism, prohibition of backbiting, and piety.KEYWORDS: Moral Education; Religious Life; Character.ABSTRAKPenulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak merupakan dasar bagi semua orang dalam berkehidupan beragama. Akhlak mengajarkan untuk selalu memiliki budi pekerti dan perilaku yang baik dengan hubungan kepada Allah atau dalam kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui penelusuran data-data atau library reseach. Library research yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Adapun sumber primer yang digunakan adalah surat Al-Hujurat ayat 9-13 dengan menggunakan metode tahlili. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat Al-Hujurat ayat 9-13 meliputi: sikap adil, persaudaraan, sikap menghargai orang lain, sikap humanis, larangan menggujing/ghibah, dan taqwa.KATA KUNCI: Pendidikan Akhlak; Kehidupan Beragama; Budi Pekerti. 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI DALAM PELATIHAN UNTUK PENINGKATAN BUILDING LEARNING COMMITMENT Rosana, Ratna
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.5067

Abstract

ABSTRACTTraining is one part of non-formal education for adult education (andragogy) as well as a manifestation of the learning process in order to improve Building Learning Commitment the learning process in a training can run effectively, it requires an active spirit and attitude from the trainees in accepting and understanding learning materials, and facilitators are able to create a pleasant learning atmosphere. Given that training is an activity within the framework of the learning process, the existence of learning methods is something that plays an important role in achieving learning objectives in training so that there must be accuracy in the learning methods applied. In this case, discussion is an appropriate learning method applied in a training. Because with the discussion learning method, both the training participants and the facilitators are both active so that there is reciprocal interaction and the exchange of opinions and information.KEYWORDS: Learning Process; Building Learning Commitment; Training; Learning Methods. ABSTRAKPelatihan merupakan salah satu bagian dari pendidikan non formal bagi pendidikan orang dewasa (andragogi) serta sebagai perwujudan dari proses pembelajaran guna meningkatkan Building Learning Commitment proses pembelajaran dalam suatu pelatihan dapat berjalan secara efektif, maka diperlukan semangat dan sikap aktif dari peserta pelatihan dalam menerima dan memahami materi pembelajaran, dan fasilitator mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Mengingat pelatihan merupakan suatu kegiatan dalam rangka proses pembelajaran, maka keberadaan metode pembelajaran adalah suatu hal yang memegang peranan penting demi tercapainya tujuan pembelajaran dalam pelatihan sehingga harus ada ketepatan terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Dalam hal ini, diskusi merupakan metode pembelajran yang tepat diterapkan dalam suatu pelatihan. Karena dengan metode pembelajaran diskusi tersebut, baik peserta pelatihan maupun fasilitator sama-sama bersifat aktif sehingga terjadi interaksi timbal balik dan tukar-menukar pendapat serta informasi.KATA KUNCI: Proses Pembelajaran; Building Learning Commitment; Pelatihan; Metode Pembelajaran.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI SMA NEGERI 1 LAUNG TUHUPKECAMATAN LAUNG TUHUP KALIMANTAN TENGAH Manaf, Abdul
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.6136

Abstract

ABSTRACTThe planting of religious culture in SMA Negeri 1 Laung Tuhup by the principal is motivated by the current rampant promiscuity. Therefore, it is very important to instill a religious culture so that it can help students to determine attitudes in daily behavior. This study reveals what strategies are used by school principals in building religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, Laung Tuhup District, Central Kalimantan. This research includes field research using a qualitative approach. This research method uses descriptive-qualitative. Collecting data using oral and written interviews, observation, and documentation. The principal as the research subject and the principal's strategy as the object of research. Based on the results of data analysis, the principal uses 5 strategies to build a religious culture at SMA Negeri 1 Laung Tuhup, namely determining careful planning, providing good role models to the school community, providing religious values in students, then students will get used to it. with what they are doing, and the final stage of the principal will evaluate the results of the above design so that a religious culture can be formed in the school.KEYWORDS: Religious Culture; Promiscuity; Strategy.ABSTRAKPenanaman budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup oleh kepala sekolah dilatari oleh maraknya pergaulan bebas saat ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menanamkan budaya religius agar bisa membantu siswa-siswi untuk menentukan sikap dalam berperilaku sehari-hari. Penelitian ini mengungkap apa saja strategi yang digunakan oleh kepala sekolah dalam membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup Kecamatan Laung Tuhup, Kalimantan Tengah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara lisan dan tulisan, observasi, dan dokumentasi. Kepala sekolah sebagai subjek penelitian dan strategi kepala sekolah sebagai objek penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, kepala sekolah menggunakan 5 strategi untuk membangun budaya religius di SMA Negeri 1 Laung Tuhup, yaitu menentukan perencanaan yang matang, memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat sekolah, memberikan nilai- nilai keagamaan dalam diri siswa, selanjutnya para siswa akan terbiasa dengan yang mereka lakukan, dan tahap akhir kepala sekolah akan mengevaluasi hasil dari rancangan di atas agar dapat terbentuk budaya religius di sekolah.KATA KUNCI: Budaya Religius; Pergaulan Bebas; Strategi.
UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Hajiannor, Hajiannor
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 2 (2021): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i2.6137

Abstract

ABSTRACTNature is the locus of manifestation of all divine names and attributes, so destroying nature means destroying the "face" or sign (verse) of God on earth, violating His mandate to protect, and violating the mandate of creation. The preservation of the natural environment requires care and compassion. Overexploitation, greed and mistreatment of some humans towards nature will eventually be able to make humans miserable themselves. Efforts to grow the character of love for the environment are needed for the establishment of harmonious relations with other creatures as fellow creations. Responsive theological thinking is needed to build an attitude of caring for others. With it, humans as the main cosmos of this nature and also as His caliph on earth are able to utilize and manage the universe for the good and benefit of all His creatures.KEYWORDS: Love the environment; Exploitation; Sustainability of Nature; Theology.ABSTRAKAlam adalah lokus manifestasi dari seluruh nama-nama dan sifat-sifat Ilahi, maka merusak alam berarti merusak “wajah” atau tanda (ayat) Tuhan di muka bumi, melanggar amanah-Nya untuk menjaga, dan melanggar amanah ciptaan. Penjagaan kelestarian alam lingkungan menghajatkan kepedulian dan kasih sayang. Eksploitasi berlebihan, keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam pada akhirnya akan dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Upaya menumbuhkan karakter cinta lingkungan diperlukan untuk terjalinnya relasi yang harmoni secara maslahat dengan makhluk yang lain sebagai sesama ciptaan-Nya. Pemikiran teologi yang responsif diperlukan bagi terbangunnya sikap peduli kepada selainnya. Dengannya manusia sebagai pengkosmos utama alam ini dan juga sebagai khalifah-Nya di muka bumi mampu memanfaatkan dan mengelola alam semesta untuk kebaikan dan maslahat bagi semua makhluk-Nya.KATA KUNCI: Cinta Lingkungan; Eksploitasi; Kelestarian Alam; Teologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue