cover
Contact Name
Oscar Lontoh
Contact Email
oscarlontoh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oscarlontoh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27227421     EISSN : 2722662x     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang dilakukan oleh setiap dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia, praktisi Kristen, teolog, yang ingin berkontribusi bagi kemajuan pemikiran Kristen di Indonesia secara khusus. THRONOS diterbitkan oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia. Focus dan Scope penelitian THRONOS adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Teologi Kontekstual Teologi Historika Misiologi THRONOS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. THRONOS terbit dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Juni 2021" : 5 Documents clear
Membangun Pola Pengajaran melalui Mezbah Keluarga sebagai Gaya Hidup Keluarga Kristen Masa Kini Paulus Kunto Baskoro; Hardi Budiyana
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.245 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i2.24

Abstract

Family is the best place for education. Good education for fathers, mothers and especially for children. Because children are an inheritance for the next family. What happens in family life become a patron for orther families. A strong family will build a strong church, a strong church will bulid a strong country. Many people underestimate an education in the family. So that it cannot be denied that there are so many Chirstian families that have experienced destruction because they do not have a correct teaching pattern. Education in the family must be built with the best teaching patterns. The family altar is one of the best patterns of family education. This is important to understand and imply in today’s family life into a lifestyle to build teaching patterns. This writing uses a descriptive literature method to provide and ideal description of the teaching pattern in the family through the family altar for each heart. With an end goal. First, every family realizes how important the family altar is to be part of Christian family ecudation; Second, the entire Christian family applies this pattern of teaching to the family which becomes a divine inheritance for all of its descendants; Third, the formation of a strong Christian family and a strong spiritual life, because is hat the best teaching pattern through the family prayer altar. AbstrakKeluarga menjadi tempat yang terbaik bagi sebuah pendidikan. Baik pendidikan bagi bapak, ibu dan terlebih bagi anak-anak. Sebab anak-anak adalah warisan bagi keluarga selan-jutnya. Apa yang terjadi dalam kehidupan keluarga menjadi sebuah patron bagi keluarga yang lain. Keluarga yang kuat akan membangun sebuah gereja yang kuat, gereja yang kuat akan membangun sebuah negara yang kuat. Banyak orang menganggap sepele sebuah pendidikan dalam keluarga. Sehingga tidak bisa dipungkiri banyak sekali keluarga-keluarga Kristen yang mengalami kehancuran karena tidak memiliki sebuah pola pengajaran yang benar. Pendidikan dalam keluarga harus dibangun dengan sebuah pola pengajaran yang terbaik. Mezbah keluarga menjadi salah satu pola yang terbaik dalam pendidikan keluarga. Hal ini penting untuk dipahami dan diimplikasikan dalam kehidupan keluarga masa kini menjadi sebuah gaya hidup membangun pola pengajaran. Penulisan ini menggunakan metode diskriptif literatur untuk memberikan pemapa-ran yang ideal tentang pola pengajaran dalam keluarga melewati mezbah keluarga setiap hati. Dengan sebuah tujuan akhirnya Pertama, setiap keluarga menyadari betapa pentingnya mezbah keluarga menjadi bagian pendidikan keluarga Kristen; Kedua, seluruh keluarga Kristen menerap-kan pola pengajaran tersebut dalam keluarga yang menjadi sebuah warisan ilahi bagi seluruh keturunannya; Ketiga, terbentukanya keluarga Kristen yang kuat dan kehidupan rohani yang kokoh, karena memiliki pola pengajaran terbaik lewat mezbah doa keluarga. 
Inkulturasi Liturgi Gereja Bethel Indonesia Naftali Untung; Priskila Issak Benyamin; Yogi Mahendra
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.382 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i2.22

Abstract

Liturgical and cultural inculturation is an important part of worship in the context of the church in Indonesia. This interest arises because the church is entering a post-modern era where local culture has not experienced inculturation, but post-modern culture has entered to change the church's thinking. Until now, the Bethel Indonesia church has not comprehensively carried out the process of inculturation of the liturgy and culture. From this fact, it is necessary to develop and put forward a comprehensive inculturation process by the church today so as not to be trapped by the syncretism of Indonesian local culture and the rise of post-modern culture. The purpose of this study is to find out the importance of the process, how the process and the impact of inculturation are truly in accordance with the Indonesian context. In revealing the liturgical and cultural inculturation in the church today, the author uses a qualitative descriptive research method. The results of the study indicate that the inculturation process really has an impact on the congregation in interpreting Christian values and enthusiasm for prayer and worship. Inculturation has succeeded in bringing about a different experience when worshiping compared to a liturgy that is carried out routinely with the same stages of worship from week to week.AbstrakInkulturasi liturgi dan budaya adalah bagian penting dalam peribadatan dalam konteks gereja di Indonesia. Kepentingan ini muncul karena gereja sedang memasuki masa post-modern dimana kebudayaan lokal belum mengalami inkulturasi, tetapi budaya post-modern sudah masuk untuk mengubah pemikiran gereja. Hingga saat ini, gereja Bethel Indonesia belum secara komprehensif melakukan proses inkulturasi liturgi dan budaya itu. Dari kenyataan ini, maka perlu dikembangkan dan dikedepankan proses inkulturasi secara menyeluruh oleh gereja masa kini supaya tidak terjebak dengan sinkritisme budaya lokal Indonesia dan maraknya budaya post-modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pentingnya proses, bagaimana proses dan dampak inkulturasi yang benar sesuai dengan konteks Indonesia. Dalam mengungkapkan inkulturasi liturgi dan budaya pada gereja masa kini tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inkulturasi yang benar memberikan dampak kepada jemaat dalam memaknai nilai-nilai Kekristenan dan semangat dalam berdoa dan beribadah. Inkulturasi berhasil membawa umat merasakan suatu pengalaman yang berbeda ketika beribadah dibandingkan dengan sesuatu liturgi yang dilakukan secara rutin dengan tahapan ibadah yang sama dari minggu ke minggu. 
Kajian Etis Penggunaan Isu Agama dalam Politik Polarisasi Jhon Leonardo Presley Purba; Priyantoro Widodo
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.948 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i2.23

Abstract

The phenomenon of politicization of religion that has caused the polarization of Indonesian society has occurred massively recently. The impact of the division caused is very dangerous for the integrity and unity of the nation. This paper is qualitative research with a phenomenological approach to describe the ethical problems of politicizing religion that causes polarization or division, from the perspective of the Christian faith. The results of this study conclude that there are three parties responsible for this phenomenon, namely fundamentalist Islamic groups, political parties and politicians, and society in general. These three parties must behave and act ethically by prioritizing the interests of the nation and state before deciding to get involved and politicize religion with an overdose in practical politics that causes polarization in society.AbstrakFenomena politisasi agama yang menyebabkan polarisasi masyarakat Indonesia terjadi secara massive belakangan ini. Dampak perpecahan yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi keutuhan dan kesatuan bangsa. Paper ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenome-nologi untuk mendeskripsikan problematika etis politisasi agama yang menyebabkan polarisasi atau perpecahan, dari perspektif iman Kristen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada tiga pihak yang bertanggungjawab atas fenomena ini yaitu kelompok-kelompok Islam fundamentalis, partai politik dan politisi, dan masyarakat secara umum. Ketiga pihak ini harus bersikap dan bertindak etis dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara sebelum memutuskan untuk terlibat dan melakukan politisasi agama dengan overdosis dalam politik praktis yang menyebabkan polarisasi dalam masyarakat.
Pelayanan Diakonia Karitatif dan Konseling bagi Korban Pemutusan Hubungan Kerja Elisabet Indar Suwanti; Iskak Sugiyarto; Yusup Rogo Yuono; Agung Dian Rengganis; Yeriyusu Laoli
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.951 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i2.26

Abstract

The emergence of coronavirus disease 2019 or what is called Covid-19 in China and spread throughout the world, then Indonesia was affected by the Covid-19 virus. This also affects several companies in Indonesia so that the phenomenon of Termination of Employment (PHK) is carried out on a large scale. This is because the company went bankrupt. Termination of employment by companies or businesses on a large or small scale has an impact on church members as well. The JKI Satellite Muktiharjo Church responded to what was happening in the Indonesian nation, especially the members of the congregation who were affected by the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Non-natural Disaster by providing diaconal services. This paper aims to examine whether the church's diaconal and counseling services help church members who have been laid off. This study uses a literature research methodology, which is a method that emphasizes literature research. From the research conducted, it is stated that diaconal and counseling services help to overcome problems that arise in the congregation due to termination of employment. Therefore, the church needs to carry out diaconal and counseling services to help congregation members who have been laid off as a result of the COVID-19 pandemic.AbstrakMunculnya coronavirus disease 2019 atau yang disebut Covid-19 di China dan menyebar ke seluruh dunia, maka Indonesia terkena dampak virus Covid-19 tersebut. Hal ini juga berpengaruh terhadap beberapa perusahaan di Indonesia sehingga muncullah fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara besar-besaran. Hal ini disebabkan karena perusahaan mengalami pailit. Pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan atau dunia usaha skala besar maupun kecil berdampak juga kepada warga jemaat gereja. Gereja JKI Satelit Muktiharjo meresponi yang terjadi di bangsa Indonesia terkhusus warga Jemaat yang terkena dampak dari Bencana Non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan melakukan pelayanan diakonia. Tulisan ini bertujuan mengkaji apakah pelayanan diakonia dan konseling yang dilakukan gereja membantu warga gereja yang tekena pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi literature research, yaitu sebuah metode yang menekankan penelitian pustaka. Dari penelitian yang dilakukan dinyatakan bahwa pelayanan diakonia dan konseling membantu mengatasi persoalan yang muncul di jemaat akibat pemutusan hubungan kerja. Oleh sebab itu gereja perlu melaksanakan pelayanan diakonia dan konseling untuk membantu warga jemaat yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat dari pandemi Covid-19. 
Teologi Kesetiaan Allah Berdasarkan Kitab Yosua Fati Aro Zega
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55884/thron.v2i2.21

Abstract

Looking at the current number of Christian life, especially the pandemic that is endemic. So the issue of loyalty becomes a new concern. Is the doctrine of faithfulness still firmly engraved as before, or has there been disturbance or disruption of the faithful's loyalty to their beliefs or loyalty to service, especially loyalty to God. The author describes God's faithfulness in the context of the book of Joshua as a concern for today's believers. By using descriptive qualitative method, in a literature study approach, it can be concluded that the problem in the book of Joshua is not a prophetic book. This book is more historical. But this Book has important theological value both for Israel and for the Church. The inheritance of the Land of Canaan is not only a theological and literal issue for Israel in the past and present, but also a symbolic issue for the Church futurist. The region of Canaanite heredity became a symbol of Christian hope, both spiritually and eschatologically. Thus this paper explains that the Lord God who is worshiped in the name of Jesus Christ is faithful. God is faithful in overcoming every situation and condition of His people no matter how difficult it is. AbstrakMelihat banyaknya kehidupan kekristenan saat ini terlebih adanya pandemi yang mewabah. Maka persoalan terhadap kesetiaan menjadi keprihatinan baru. Apakah ajaran tentang kesetiaan masih kokoh terpatri seperti semula, atau sudah mulai terjadi gangguan atau mendisrupsi kesetian orang beriman terhadap keyakinannya atau kesetiaan kepada pelayanan, utamanya kesetiaan kepada Tuhan. Penulis  mendeskripsikan kesetiaan Allah dalam kontek kitab Yosua menjadi perhatian bagi orang percaya masa kini. Dengan menggunakan metode kualitatif deskrtip, dalam pendekataan studi literature dapat disimpulkan bahwa persoalan di Kitab Yosua bukanlah kitab kenabian. Kitab ini lebih bersifat sejarah. Namun Kitab ini memiliki nilai teologi yang penting baik untuk Israel maupun untuk Gereja. Pewarisan Tanah Kanaan bukan hanya merupakan isu teologis dan literal bagi Israel pada masa lalu dan kini, tetapi juga isu simbolis bagi Gereja secara futuris. Wilayah hereditas Kanaan menjadi suatu lambang pengharapan Kristen, baik secara rohaniah maupun eskatologikal. Dengan demikian tulisan ini menjelaskan bahwa Tuhan Allah yang disembah di dalam nama Yesus Kristus adalah setia. Tuhan setia mengatasi setiap situasi dan kondisi umat-Nya sesulit apa pun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5