cover
Contact Name
Riszqina
Contact Email
prodipeternakan@unira.ac.id
Phone
+6285940333753
Journal Mail Official
maduranch@unira.ac.id
Editorial Address
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Madura Jl. Raya Panglegur Km 3,5 Pamekasan Phone: (0324) 322231 website: https://fp.unira.ac.id/
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
MADURANCH: JURNAL ILMU PETERNAKAN
  • jurnal_peternakan_maduranch
  • Website
Published by Universitas Madura
ISSN : 25283057     EISSN : 28286367     DOI : -
Jurnal MADURANCH merupakan Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Peternakan Universitas Madura, memuat artikel tentang kajian-kajian ilmu Pertanian dan peternakan yang diangkat dari hasil penelitian. Jurnal Maduranch terbit setahun 2 kali ( Agustus dan Februari )
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2012): HAYATI" : 5 Documents clear
PENCAPAIAN BREAK EVEN POINT (BEP) PETERNAKAN AYAM PETELUR YANG MENGGUNAKAN PAKAN PRODUK PABRIK SKALA KECIL (Studi Kasus Pada Peternakan Ayam Ras Petelur di Kabupaten Sidrap Sul-Sel) Irmasusanti Subaidah
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.648 KB)

Abstract

This aims of the study was to analyze the business economically layer poultry farms medium scale. The study was conducted with case studies and data were analyzed using analysis of the economic aspects of revenue, R/C ratio, Profit Margin (PM), and Break Event Point (BEP). The results showed that the layer farm business medium scale economically profitable. 
SERVICES PER CONCEPTION SAPI MADURA YANG DIKAWINKAN DENGAN SAPI LIMOUSIN DI KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN Akhmad Rifai
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.267 KB)

Abstract

Salah satu alat untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program inseminasi buatan adalah pengukuran terhadap besarnya nilai efisiensi reproduksi. Adapun salah satu untuk mengetahui efisiensi reproduksi dari ternak yang di IB adalah Service per conception (S/C). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui S/C sapi madura yang dikawinkan dengan sapi limousin. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Proppo Kabupaten. Materi penelitian menggunakan induk sapi madura yang dilakukan inseminasi buatan (IB) dengan semen sapi Limousin. Jumlah sampel sebanyak 558 ekor. Hasil penelitian menunjukkan S/C sapi Madura yang dikawinkan dengan sapi Limousin sebesar 1,0089, ini mengindikasikan bahwa ternak sapi madura yang dikawinsilangkan dengan sapi Limosin dilakukan IB satu kali ternak sudah bunting. 
EVALUASI KUALITAS DENDENG YANG BEREDAR DI PASARAN KABUPATEN PAMEKASAN DENGAN METODA UJI SENSORIS Joko Purdiyanto
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.438 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 18 sampai 23 Juni 2012 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas madura. Bahan yang digunakan adalah enam merek dendeng sapi yang beredar di pasaran Kabupaten pamekasan, yaitu Dendeng Camilan Madura 1 (kode 374), Dendeng Camilan Madura 2 (kode 168), Dendeng Jamila (kode 374), Dendeng Kultum (kode 513), Dendeng SAE (kode 231) dan Dendeng Pangestu (kode 625). Untuk mengetahui tingkat kesenangan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur (tingkat kekerasan) dilakukan pengujian sensoris terhadap 100 (seratus) panelis, dengan metoda Hedonic Scale Test.Dengan menggunakan Uji Rentang Newman-Keuls dengan hasil sebagai berikut: Ada perbedaan yang sangat nyata warna dendeng dengan kode 231, 513, 625 dengan 452, 374, 168. Sedangkan dendeng dengan kode 231,513,625 tidak berbeda nyata dan dendeng dengan kode 452,374,168 juga tidak berbeda nyata. Uji sensoris terhadap aroma terdapat perbedaan yang sangat nyata nyata aroma dendeng dengankode 231, 625 dengan 168, 513, 374. Sedangkan dendeng dengan kode 231, 625 tidak berbeda nyata , dendengdengan kode 452 tidak berbeda nyata, dan dendeng dengan kode168, 513, 374 juga tidak berbeda nyata. Uji sensoris terhadap rasa terdapat perbedaan yang sangat nyata rasa dendeng dengan kode 513, 231, 625 dengan 168, 374, 452. Sedangkan dendeng dengan kode 513, 231, 625 tidak berbeda nyata, dan dendeng dengan kode 168, 374, 452 juga tidak berbeda nyata. Uji sensoris terhadap tekstur (tingkat kekerasan) terdapat perbedaan yang sangat nyata tekstur dendang dengan kode 168, 625, 513 dengan 452, 374, 231. Sedangkan dendeng dengan kode 168, 625, 513 tidak berbeda nyata, dan dendeng dengan kode 452, 374, 231 juga tidak berbeda nyata. Dendeng yang disenangi konsumen adalah dendeng yang memiliki spesifikasi: warna coklat bersih, aroma sedap tidak mencolok, rasa manis dan tekstur lunak. Diharapkan kepada produsen, agar produk dendengnya dapat diterima oleh konsumen maka persyaratan serta spesifikasi tersebut dapat dijadikan pedoman. 
TATANIAGA SAPI MADURA DI PASAR HEWAN PAKONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Akhmad Yudi Heryadi
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.202 KB)

Abstract

Pasar hewan Pakong merupakan pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten mempunyai letak yang stategis, yaitu berada di jalur lintas kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Pakong, Waru, Batu Bintang, Palengaan dan Galis (Keppo) yang merupakan sentra pasar hewan yang ada di Kabupaten Pamekasan. Pelaksanaan pasar sapi Pakong pada hari minggu pukul 08.00 sampai dengan 15.00 WIB. Proses pemasaran mencakup petani/peternak (produsen), tukang tonton/tegguk (bahasa daerah : buruh pembawa sapi), makelar (blantik), pedagang kecil/besar dan jagal. Rata-rata ternak yang dipasarkan sekitar 150-200 ekor ternak. Sebelah utaraarea penjualan sapi pedet (pembibitan), yaitu di bawah 1,5 tahun untuk memenuhi konsumen peternak, sebelah timur sapi yang mempunyai rata-rata 300 kg (umur > 2,5 tahun), untuk konsumen jagal luar Pulau Madura, sebelah barat sapi dara, induk (betina) dan jantan untuk memenuhi konsumen jagal lokal dan peternak dan sebelah selatansapi sapi yang sudah terjual yang ditambatkan oleh pedagang. Besarnya retribusi pasar per ekor sapi sebesar Rp 5.000. Blantik yang berusaha dalam bidang jasa pemasaran dibantu oleh tukang teguk dan tukang pecut saat menjual sapi, besarnya tarif per ekor antara Rp. 10.000-15.000. Biaya tataniaga ternak per ekor mencapai Rp. 55.000 yang ditanggung langsung oleh peternak. 
POTRET SELINTAS SAPI SONOK DI EKS. KAWEDANAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN SELVIA NURLAILA
MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan Vol 9, No 1 (2012): HAYATI
Publisher : MADURANCH: Jurnal Ilmu Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.595 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan mendiskripsikan kelembagaan sapi sonok. Penelitian ini dilaksanakan di Eks. Kawedanan Waru Kabupaten Pamekasan Materi penelitian adalah sapi milik peternak di sentra sapi Sonok di Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang terkumpul dianalisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh Sapi Sonok merupakan sapi Madura betina (induk) yang dipelihara secara khusus dan dibesarkan dengan tujuan kesenangan melalui kontes keindahan, keterampilan serta mempunyai nilai ekonomis tinggi. Dalam pemeliharaan Sapi Sonok ini dilakukan seleksi performan meliputi bentuk tubuh, warna bulu, tanduk, kuku, kesehatan sapi dan tingkat pertumbuhan menurut umurnya yang dipadu dengan seni tradisional, mementingkan segi keindahan dan keserasian dan keterampilan sapi betina. Di samping itu terdapat paguyuban sapi Sonok yang beranggotakan para atau sebagian peternak sapi Sonok. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5