Molucca Medica
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018"
:
10 Documents
clear
PAPARAN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA 2 SMP DI KOTA AMBON MALUKU
Farah Ch. Noya;
Yuniasih MJ Taihuttu;
Wahyu Syafiah
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1084.563 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.1
Pendahuluan. Remaja membutuhkan informasi tentang seksualitas. Apabila informasi ini tidak didapatkan secara benar, maka remaja umumnya memilih untuk mencari jawaban melalui berbagai sumber, misalnya melalui media yang menyajikan konten pornografi. Hal ini akan berpengaruh buruk terhadap perilaku seksual mereka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paparan pornografi melalui media terhadap perilaku seksual remaja pada 2 SMP di Kota Ambon. Metode. Dengan menggunakan desain cross sectional, studi ini dilakukan terhadap 755 responden 2 SMP di Kota Ambon (total sampling). Analisis pengaruh dilakukan dengan uji Chi-square. Hipotesis studi ini adalah terdapat pengaruh paparan pornografi dari media cetak dan elektronik terhadap perilaku seksual remaja di SMPN 10 dan SMPN 4 Kota Ambon. Hasil. Studi ini menemukan 62,6% remaja pada kedua SMP memiliki perilaku seksual berisiko, dan analisis pengaruh dengan Chi-square mendapatkan level signifikansi p<0,001 (OR=1,9; CI95% 1,41-2,61). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa paparan pornografi dari media cetak maupun elektronik berpengaruh signifikan terhadap perilaku seksual remaja di 2 SMP di Kota Ambon. Remaja yang terpapar dengan konten pornografi lewat media berisiko 1,9 kali lebih tinggi melakukan perilaku seksual berisiko. Diperlukan intervensi serta penguatan peran dari stakeholders seperti Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja juga peran aktif dari keluarga dan sekolah dalam pembinaan perilaku serta advokasi perilaku seksual remaja yang bertanggungjawab.
PERMASALAHAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA AMBON TAHUN 2016
Valentine Hursepuny;
Jacob Manuputty
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.23 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.19
Pendahuluan. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes. Kasus DBD banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia Tenggara menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD terbanyak setiap tahunnya. DBD merupakan salah satu masalah umum kesehatan masyarakat di Indonesia, jumlah kasusnya meningkat setiap tahunnya. Kejadian penyakit DBD meningkat pada pertengahan musim penghujan sekitar bulan Januari. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue di Kota Ambon tahun 2016. Metode. Penelitian ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Ambon dan literatur. Hasil. Terjadi peningkatan kasus DBD di Kota Ambon tahun 2016 dibandingkan tahun 2014 dan 2015. Faktor risiko terbanyak karena curah hujan yang tinggi dan kurangnya kebersihan lingkungan yang menyebabkan nyamuk lebih berkembang biak. Langkah pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Ambon bersama instansi terkait telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air, pemeriksaan jentik nyamuk dan melakukan pengasapan. Masalah yang dihadapi kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta masalah internal yang dihadapi oleh pemegang program berupa keterbatasan sarana dan prasarana untuk pengendalian DBD.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK AUTIS DI KOTA AMBON TAHUN 2016
Glodia Waas;
Ivy Violan Lawalata
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.029 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.27
Pendahuluan. Sekitar 60% anak autis mempunyai sistem pencernaan yang kurang baik, sehingga beberapa jenis makanan seperti gluten dan kasein tidak dapat dicerna dengan sempurna. Pada anak autis terjadi kebocoran dinding usus sehingga makanan diserap kembali oleh tubuh anak autis, diteruskan ke otak dan diubah menjadi morfin yang dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan fungsi otak terganggu sehingga meningkatkan hiperaktifitas pada anak autis. Tujuan. Mengetahui hubungan pola konsumsi gluten dan kasein dengan perilaku anak autis di Kota Ambon Tahun 2016. Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study analitik. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 32 anak. Data yang dikumpulan, meliputi data karakteristik anak autis, pola makan dan pengamatan perilaku dengan instrumen Tabel pengamatan Perilaku dan FFQ (Food Frequency Quistionaire). Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik chisquare. Hasil. Jumlah anak autis ditemukan lebih banyak pada laki-laki (87,5%) dibandingkan perempuan. Status gizi pada anak autis lebih banyak dengan kategori normal (84,4%) dan terdapat anak autis dengan gizi lebih (6,2%) serta gizi kurang (9,4%). Anak autis dengan perilaku hiperaktif lebih dominan (81,25%) dibanding yang berperilaku defisit. Pola konsumsi gluten anak autis masih cukup tinggi (62,5) dibanding dengan Pola konsumsi gluten (56,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0.001 < ï¡=0,05). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi kasein dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0,064 > ï¡=0,05). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis
PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PASCA STRES IMOBILISASI KRONIK
Is Asma’ul Haq Hataul
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.313 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.35
Pendahuluan. Stres fisik dan psikologi sangat berhubungan dengan awal terjadinya berbagai penyakit termasuk penyakit sindrom metabolik. Kondisi stres menyebabkan diaktifkannya banyak hormon stres yang menyebabkan kenaikan atau penurunan kadar glukosa darah. Tujuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari perubahan level glukosa darah pada mencit yang diinduksi stres restrain 6 jam/hari selama 21 hari. Metode. Penelitian true experimental dengan pendekatan post test only control group design dengan 12 ekor mencit jantan dewasa berat badan 20-30 g. Dibagi menjadi 3 kelompok yaitu grup nonstres (NS), stres dengan pemberian aquades (SA) dan stres yang diberi fluoksetin 20 mg/kg (SF) p.o. Stres imobilisasi diterapkan selama 6 jam/hari selama 21 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan terhadap semua kelompok dengan terlebih dahulu dipuasakan selama 24 jam. Uji statistik ANOVA one way digunakan untuk menganalisis perbedaan antar kelompok (p< 0,05). Hasil. Rerata kadar glukosa darah pada tiap grup adalah 116,7524,76 mg/dL (NS), 91,0018,24 mg/dL (SA), dan 138,7533,78 mg/dL (SF). Uji statistik memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05). Kesimpulan. Tidak ada perbedaan bermakna pada kadar gula darah mencit setelah diinduksi stres restrain kronis 6 jam/hari selama 21 hari.
KARAKTERISTIK ANSIETAS PADA PASIEN EPILEPSI DI AMBON
Ivanmorl Ruspanah
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (403.478 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.41
Latar Belakang. Epilepsi merupakan suatu manifestasi gangguan otak dengan berbagai macam penyebab, terjadi pada semua umur, ras, dan kelas sosial serta memiliki gangguan penyerta lainnya seperti gangguan ansietas. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ansietas pada pasien epilepsi di Ambon. Metode. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien epilepsi primer yang berobat ke Poliklinik Saraf RSUD dr. M. Haulussy Ambon, RSKD Provinsi Maluku dan di dua Klinik Dokter Spesialis Saraf di Ambon selama periode Juli sampai Oktober 2013. Data didapat melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuisioner. Hasil. Dari 42 responden yang diteliti, ditemukan 9 responden (21,4%) yang mengalami ansietas dengan derajat ansietas yang banyak ditemukan adalah ansietas derajat ringan (11,8%). Ansietas terbanyak pada epilepsi tipe parsial yaitu 7 responden (16,6%) dan terbanyak pada usia 17 – 25 tahun yaitu 5 responden (11,8%); ansietas juga terbanyak pada perempuan yaitu 6 responden (14,2%); berdasarkan tingkat pendidikan, ansietas terbanyak pada lulusan SMA (14,2%); ansietas sebesar 16,6% pada kelompok yang tidak bekerja. Kesimpulan. Pada penelitian ini menunjukan bahwa pasien epilepsi yang berisiko mengalami ansietas yaitu penderita epilepsi tipe parsial dengan jenis kelamin perempuan, berusia remaja dan lulusan tingkat menengah serta tidak memiliki pekerjaan. Oleh sebab itu selain diberi terapi farmakologi, perlu dilakukan pencegahan berupa edukasi baik terhadap pasien epilepsi maupun keluarga dan masyarakat sekitar sehingga dapat terhindar dari ansietas.
PENGUKURAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON
Faysal Kastella;
Fridawaty Rivai;
Suriah Suriah
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (567.807 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.50
Pendahuluan. Balanced scorecard merupakan metode yang dapat mengukur kinerja keberhasilan rumah sakit yang bukan keberhasilan finansial atau untuk mencapai tujuan jangka pendek saja tetapi mempertimbangkan aspek non finansial dan dapat menawarkan pemetaan strategis yang sistimatis dan komprehensif bagi rumah sakit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kinerja dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard di instalasi gawat darurat RSUD Dr. M. Haulussy Ambon. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan sampel pelanggan sebanyak 147 responden dan sampel pegawai instalasi gawat darurat sebanyak 36 responden, sedangkan data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil. Hasil penelitian menggambarkan kinerja instalasi gawat darurat dari perspektif pelanggan dalam kondisi kurang sehat dengan total score 62,5%, dari perspektif keuangan dalam kondisi tidak sehat dengan total score 25%, sedangkan perspektif proses bisnis internal dalam kondisi kurang sehat dengan total score 60,7%, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam kondisi sangat sehat dengan total score 70%, untuk kinerja instalasi gawat darurat secara umum berada dalam kondisi kurang sehat dengan total score 58,02%, dimana rumah sakit lebih cenderung untuk berfokus pada aspek internal, orang dan non finansial. Kesimpulan. Kinerja instalasi gawat darurat dari perspektif pelanggan berada dalam kondisi kurang sehat, dari perspektif keuangan dalam kondisi tidak sehat, untuk perspektif proses bisnis internal berada dalam kondisi kurang sehat, serta dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam kondisi sangat sehat. Sedangkan kinerja instalasi gawat darurat secara keseluruhan berada dalam kondisi kurang sehat dan belum adanya keseimbangan baik antar perspektif maupun antar aspek-aspek keseimbangan (internal-eksternal, proses-orang dan keuangan-non keuangan).
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN KANKER KOLOREKTAL DI RSUD DR M. HAULUSSY AMBON PERIODE 2013-2015
Helvy Nikijuluw;
Grachelia Akyuwen;
Yuniasih MJ Taihuttu
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (681.628 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.61
Pendahuluan. Kanker kolorektal merupakan penyakit keganasan yang berasal dari kolon dan rektum. Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang menempati urutan ketiga terbanyak penyebab kematian setelah kanker payudara dan kanker paru. Terdapat berbagai faktor yang dapat berpengaruh terhadap kejadian kanker kolorektal diantaranya adalah usia, jenis kelamin dan obesitas. Tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan obesitas dengan kejadian kanker kolorektal di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon periode 2013-2015. Metode. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data sekunder berupa data rekam medis pada ruang bedah laki laki dan wanita di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2013-2015 dan memperoleh jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 79 orang, yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan kejadian kanker kolorektal (p=0,97), terdapat hubungan antara jenis kelamin laki laki (PR = 1.73; CI = 1.06-2.80; p= 0,031) dan obesitas (PR=2.26; CI=1.47-3.47; p= 0,002) dengan kejadian kanker kolorektal. Kesimpulan. Didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian kanker kolorektal dan terdapat hubungan jenis kelamin dan obesitas dengan kejadian kanker kolorektal.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TERAPI TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RSUD dr. M HAULUSSY AMBON
Ninik Ma’athia Sallatalohy;
Maureen J. Paliyama;
Farah Ch Noya
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (781.833 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.70
Pendahuluan. Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan suatu permasalahan yang paling sering ditemukan di masyarakat. Etiologinya tergolong kompleks dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu pilihan penatalaksanaan NPB adalah dengan terapi TENS. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi TENS pada pasien NPB di RSUD dr. M Haulussy Ambon. Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest–posttest design, dengan mengukur skala Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan setelah 5 kali terapi TENS. Jumlah subjek yang memenuhi kriteria sebanyak 71 dengan perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1:2. Hasil. Hasil uji Marginal Homogenity memperlihatkan perbedaan signifikansi sebelum dan setelah 5 kali terapi TENS (p = 0,000). Kesimpulan. TENS efektif dalam meredakan nyeri pada pasien NPB.
OPIOID
Ony Wibriyono Angkejaya
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (831.321 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.79
Opioid adalah salah satu jenis golongan obat anti nyeri yang dapat berikatan secara spesifik dengan reseptor opioid di tubuh manusia. Aktivasi reseptor opioid dapat memberikan efek analgesik kuat terhadap nyeri yang sedang dirasakan manusia. Golongan obat opioid diekstrak dari tumbuhan papaver somniferum/opium dan obat pertama kali yang diisolir adalah Morfin. Tubuh manusia juga dapat memproduksi opioid endogen secara alami yang nanti juga memberikan efek yang sama seperti morfin. Selain efek analgesik tentunya masih banyak efek fisiologis lain yang didapatkan yaitu euforia, sedasi, hipoventilasi, hipotensi, pruritus serta mual muntah. Dalam praktek klinis obat opioid ini cenderung untuk dihindari oleh karena efek samping yang berat terutama yaitu depresi nafas. Namun dalam perkembangannya, obat golongan opioid banyak disintesis dalam berbagai macam jenis untuk memberikan efek analgetik yang lebih kuat atau mengurangi efek samping yang merugikan. Artikel ini memberikan gambaran singkat tentang aspek farmakologis beberapa golongan obat opioid dan beberapa paparan praktek klinis yang akan sangat berguna baik dokter umum maupun tenaga medis yang lain. Dengan memberikan pemahaman yang baik tentang farmakologi obat opioid diharapkan terapi nyeri akan dapat lebih efektif dan efisien.
BUAH PALA SEBAGAI SALAH SATU FITOFARMAKA YANG MENJANJIKAN DI MASA DEPAN
Luh Putu Lina Kamelia;
P. Yosi Silalahi
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.812 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i1.96
Sebagai salah satu tanaman asli Indonesia Timur yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, sejak dahulu buah pala telah dikenal memiliki banyak manfaat dalam bidang kuliner, kosmetik, dan juga farmasi. Namun demikian masih jarang penelitian di Indonesia mengenai manfaat buah ini dalam bidang kedokteran. Olahan buah pala dalam bidang farmasi meliputi fixed oil, minyak atsiri, dan bahan lain memiliki kandungan anti oksidan kuat yang sangat bermanfaat terutama dalam bidang neuropsikiatri dan bidang medis lainnya.