cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016): September 2016" : 37 Documents clear
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN BALOK BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH PEKALONGAN)chsan Syaeful Karim; Supardi Supardi; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37072

Abstract

Perubahan peraturan gempa dari SNI 03-1726-2002 ke SNI 1726:2012 mempengaruhi berubahnya persyaratan beton bertulang dari SNI 03-2847-2002 menjadi SNI 2847:2013. Perubahan peraturan gempa Indonesia menyebabkan bangunan yang telah didesain dengan peraturan lama menjadi perlu dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan detailing tulangan balok beton bertulang sesuai SNI 1726:2012 dan SNI 2847: 2013 dengan memperhitungan simpangan antar tingkat (?), menghitung kuat penampang pada balok dan memeriksa persyaratan detailing tulangan eksisting yang terpasang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 7 lantai di Pekalongan (?) < ?a/ . Evaluasi elemen balok eksisting memenuhi persyaratan gaya dan geometri struktur lentur. Perhitungan evaluasi kekuatan pada balok dengan memperhitungkan momen nominal dan geser nominal pada tulangan lentur. Hasil perhitungan kekuatan momen nominal (Mn) untuk semua kondisi pada balok memenuhi persyaratan Mu<?Mn, sedangkan hasil perhitungan geser nominal (Vn) pada balok untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve <?Vn. Persyaratan detailing tulangan lentur eksisting untuk semua kondisi memenuhi persyaratan detailingSNI 2847:2013.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRATDAN ABU SEKAM PADI DENGAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL PADA BETON MUTU TINGGITERHADAP PERMEABILITAS DAN PENETRASI. Slamet Prayitno; Purwanto Purwanto; Soekma Akhriani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37102

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Beton harus mampu menghadapi segala kondisi dimana beton direncaranakan,tanpa mengalami kerusakan selama jangka waktu layannya.Beton tersebut dinamakan beton yang memiliki ketahanan yang tinggi (durable).Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat bendrat pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kekuatan beton. Selain itu dengan menambahkan abu sekam padi untuk menjaga kepadatan beton dan bestmittel untuk mempercepat pengerasan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, abu sekam padi dan bestmittel terhadap permeabilitas dan penetrasi.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian dilakukan pada hari ke 14 .Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menghasilkan nilai permeabilitas dan penetrasi beton mutu tinggi setelah ditambah serat bendrat,abu sekam padi dan bestmittel.Nilai koefisien permeabilitas beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1,01x10-9 m/detik; 5,44x10-10 m/detik; 3,65x10-10 m/detik; 7,00x10-10 m/detik ; dan 9,27x10-10 m/detik dan terjadi perubahan sebesar 50,48% pada koefisien permeabilitas optimal.Nilai penurunan penetrasi dengan persentase penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1,325 cm; 1,283 cm; 1,125 cm;1,333 cm;1,305 cm dan terjadi perubahan sebesar 7,99% pada penetrasi optimal.
ANALISIS STABILITAS LERENG YANG DIPERKUAT DENGAN CERUCUK KAYU DI DESA SENDANGMULYO, TIRTOMOYO, WONOGIRI Albert Yuan Zoki Sihotang; Noegroho Djarwanti; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37071

Abstract

Pemerintah Kabupaten Wonogiri mencatat bahwa pernah terjadi longsor dan banjir pada penghujung tahun 2007 tepatnya pada tanggal 25 dan 26 Desember 2007 di daerah Kecamatan Tirtomoyo akibat musim hujan di penghujung tahun. Melihat banyaknya jumlah penduduk yang tinggal disekitar lereng tersebut, maka penelitian ini sangatlah penting dilakukan untuk perkuatan tanah pada lereng tersebut. Perkuatan lereng yang digunakan adalah dengan menggunakan perkuatan cerucuk kayu pada daerah lereng. Stabilitas lereng dianalisis dengan menggunakan metode Bishop. Program yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slope W. Data-data yang dibutuhkan dalam menganalisisnya adalah parameter tanah, jenis material yang digunakan, dan lain-lain. Stabilitas lereng akan dianalisis dalam 2 kondisi yang berbeda yaitu pada kondisi sebelum dan setelah hujan. Tiap kondisi yang dianalisis menggunakan 8 variasi jarak antar cerucuk yang berbeda. Hasil dari analisis dengan Program Slope W ini adalah semakin dekat jarak antar cerucuk maka nilai Safety Factor yang didapat akan semakin besar. Dengan adanya variasi jarak antar cerucuk mempengaruhi besar kecilnya bidang gelincir. Pada kondisi setelah hujan, tekanan air pori meningkat sehingga nilai Safety Factor menurun. Semakin besar gaya geser kayu yang digunakan akan menghasilkan nilai Safety Factor dan bidang gelincir yang lebih besar.
Analisis Distribusi Air pada Sistem Penyediaan Air Minum Kampus Universitas Sebelas Maret dengan Epanet Analisis Distribusi Air pada Sistem Penyediaan Air Minum Kampus Universitas Sebelas Maret dengan Epanet Bayu Kusumajati; Solichin Solichin; Koosdayani Koosdayani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37087

Abstract

Mahasiswa dan dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berjumlah sekitar 35.000 orang memiliki kebutuhan air minum yang sangat besar. Jika per orang per hari dibutuhkan 1,5 L air maka total kebutuhan air minum di kampus mencapai 52.500 L/hari. Kebutuhan air minum ini mendasari pengolahan air baku yang dimiliki berupa deep well untuk dijadikan air minum agar dapat memenuhi kebutuhan air minum secara mandiri. Instalasi pengolahan dan distribusinya melalui waterfountain ini disebut dengan Sistem Penyediaan Air Minum Kampus (SPAM Kampus). Dari hasil pengolahan air baku dengan menggunakan teknologi ultrafiltration air akan didistribusikan ke semua gedung dan titik-titik kegiatan mahasiswa di kampus. Sistem distribusi menggunakan jaringan kombinasi antara sistem loop dan linier. Sistem kombinasi dipilih karena daerah layanan terpusat dan memiliki sebaran rapat. Dalam sistem pipa distribusi, diperlukan data elevasi setiap titik waterfountain dan pada jaringan pipa, data ini didapatkan dengan survey lapangan. Distribusi air menggunakan tenaga gravitasi sehingga dibangun elevated reservoir. Elevated resorvoir dibangun setinggi 20m untuk dapat mensuplai titik tertinggi di daerah layanan. Penggunaan reservoir lebih menghemat energi listrik daripada penggunaan boosterpump. Pipa distribusi yang digunakan adalah HDPE (High Density Polyethyelene) dengan diameter 50mm, 25mm, dan 10mm. Epanet adalah program yang digunakan untuk simulasi sistem distribusi air. Data yang dibutuhkan untuk input adalah elevasi dan diamater pipa. Hasil perhitungan Epanet didapatkan tekanan dan kecepatan aliran di setiap titik, dengan demikian dapat diketahui tekanan dan kecepatan di dalam pipa distribusi maupun output waterfountain. Distribusi SPAM kampus dengan elevated reservoir yang disimulasi dengan Epanet menunjukkan bahwa dengan ketinggian reservoir 20m dapat menjangkau daerah tertinggi di elevasi +132m dengan sisa tekanan 2,07 bar = 21,2 meter dan pada titik terendah dengan 4,312 bar.
Kajian Kuat Tarik Belah Dan Modulus of Rupture Beton Normal Dengan Bahan Tambah Abu Vulkanik Dan Serat Aluminium Antonius Mediyanto; Supardi Supardi; Arditiya Pratama
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37085

Abstract

Pada saat ini perkembangan zaman dan teknologi menuntut kemajuan tak terkecuali dalam bidang material bangunan. Penelitian material tersebut tidak hanya pada penentuan komposisi campuran material yang tepat, tetapi juga mencari berbagai alternatif lain seperti penambahan bahan tertentu dan penggantian suatu komponen dengan komponen lainnya. Reaksi kimia antara semen dan air menghasilkan produk hidrasi yang disertai pelepasan panas. Kondisi ini mengandung resiko besar terhadap penyusutan beton yang berakibat pada keretakan beton, sehingga perlu adanya perbaikan salah satunya dengan penambahan abu vulkanik dan serat aluminium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat aluminium sebesar 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5% dari volume beton dan abu vulkanik sebesar 0% dan 20% dari berat semen terhadap kapasitas kuat tarik belah dan modulus of rupture beton yang dihasilkan dengan variasi campuran yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan penelitian eksperimental laboratorium. Dalam penelitian ini menggunakan benda uji berupa silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk uji kuat tarik belah dan balok dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 10 cm untuk uji modulus of rupture dengan masing-masing kadar penambahan abu vulkanik sebesar 0 % dan 20 % dan serat aluminium sebesar 0%; 0,5%; 1%; dan 1,5%. Proses pengujian meliputi uji bahan, uji kuat tarik belah, dan uji modulus of rupture. Hasil pengujian beton yaitu sebagai berikut dimana nilai kuat tarik belah beton normal dengan bahan tambah serat almunium dan abu vulkanik pada penelitian ini mencapai nilai tertinggi pada kadar serat almunium 1,10% dan abu vulkanik 20% dengan dengan kuat tarik belah sebesar 2,59 MPa. Kemudian untuk pengujian modulus of rupture mencapai nilai nilai tertinggi pada kadar serat aluminium 1,15% dan abu vulkanik 20% dengan modulus of rupture sebesar 3,409 MPa.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN TULANGAN BAJA POLOS TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK KANTILEVER BETON BERTULANG Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Kartika Ambarsari Pudyastuti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37101

Abstract

Beton bertulang merupakan gabungan antara beton dengan tulangan baja. Tulangan yang diperlukan sering kali lebih panjang dari tulangan yang tersedia. Hal ini diakibatkan oleh panjang tulangan yang diproduksi pabrik dibatasi ukurannya. Untuk mengatasi hal ini maka harus dilakukan penyambungan tulangan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan tulangan baja polos pada balok kantilever terhadap pengujian kuat lentur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Pengujian kuat tekan beton menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) dan pengujian kuat lentur menggunakan alat Bending Testing Machine. Benda uji berupa silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 4 buah untuk pengujian kuat tekan dan berupa balok kantilever dengan dimensi penyangga bawah 8 x 20 x 60 cm, kolom 8 x 12 x 60 cm, dan balok 8 x 12 x 50 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji balok kantilever menggunakan variasi panjang sambungan lewatan 250 cm, 275 cm, 300 cm, 325 cm, 350 cm, dan tulangan utuh dengan jumlah 2 benda uji untuk tiap variasi. Perhitungan yang digunakan adalah analisis berdasarkan SNI dan analisis statistik ditunjukkan dengan regresi linear menggunakan program Microsoft Excel. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan (f'c) 24,545 MPa dan kuat tarik baja (fy) 238,735 MPa. Dari pengujian balok kantilever mendapatkan hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi retak pertama dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,528 x + 1,5026. Hubungan antara momen nominal kuat lentur pada kondisi runtuh dan panjang sambungan lewatan berdasarkan hasil regresi linier menghasilkan persamaan y = 0,384x + 3,3746. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin panjang sambungan lewatan yang digunakan maka akan meningkatkan nilai momen nominal kuat lentur.
TINJAUAN DEBIT BANJIR KALA ULANG TERHADAP TINGGI MUKA AIR WADUK KRISAK KABUPATEN WONOGIRI Sobriyah Sobriyah; Aditya Rully Indra Setiawan; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37075

Abstract

Waduk Krisak yang terletak di Kecamatan Selogiri dibangun pada tahun 1943. Pada tahun 1985 Waduk Krisak mengalami rehabilitasi dengan penambahan tinggi mercu bendungan sebesar 1,00 m. Sejalan dengan usia waduk, fungsi dari waduk ada kecenderungan semakin menurun. Selain faktor dari bangunan waduk itu sendiri, faktor dari luar seperti perubahan tata guna lahan jelas akan mempengaruhi terhadap debit banjir yang terjadi. Debit banjir tersebut menjadi tidak sesuai dengan kondisi saat perencanaan waduk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa debit dan tinggi muka air waduk dengan kala ulang (Q rencana) 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 1000 tahun sehingga diketahui pada debit kala ulang 1000 tahun apakah akan terjadi luapan pada tubuh bendungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode ini berupa pengumpulan data, analisis data dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna pengambilan keputusan dan kesimpulan. Debit banjir dianalisis menggunakan metode HSS Nakayasu dan tinggi muka air waduk dianalisis dengan metode Flood Routing. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa debit kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100, dan 1000 tahun frekuensi data hujan berturut-turut adalah sebesar sebagi berikut: 26,658 m3/dt; 32,691 m3/dt; 37,002 m3/dt; 42,815 m3/dt; 47,410 m3/dt; 52,237 m3/dt; 70,382 m3/dt. Tinggi muka air waduk pada debit kala ulang Q rencana hasil penelusuran banjir berturut-turut sebesar: +113,739 m.dpl; +113,787 m.dpl; +113,818 m.dpl; +113,860 m.dpl; +113,895 m.dpl; +113,929 m.dpl; +114,057 m.dpl. Elevasi muka air waduk pada debit kala ulang 1000 tahun tersebut lebih rendah dibandingkan elevasi tubuh bendungan +115,50 m.dpl. Oleh karena itu tidak terjadi luapan pada tubuh bendungan

Page 4 of 4 | Total Record : 37