cover
Contact Name
Gracia Nababan
Contact Email
gracianababan04@gmail.com
Phone
+628989916124
Journal Mail Official
ners.fura@gmail.com
Editorial Address
Jl Tata Bumi No 3, Banyuraden Gamping
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 19785755     EISSN : 26561557     DOI : https://doi.org/10.29238/caring
Core Subject : Health,
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN PRE GENERAL ANESTESI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA , Caring : Jurnal Keperawatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2022): September" : 5 Documents clear
Study of The Caregivers Role Strain in Fulfilling Nutrition for Stunting Toddlers In Public Health Center of Rambipuji, Jember regency: Studi Ketegangan Peran Pemberi Asuhan dalam Pemenuhan Nutrisi Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rambipuji Kabupaten Jember Riski Hidayaturrohkim; Tantut Susanto; Hanny Rasni; Syahroni Bahtiar
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1476

Abstract

Stunting in toddlers gets serious attention because it affects motor development delays and decreased intelligence while the family has an essential function and role in fulfilling nutritional needs. This study aims to describe family nursing care to overcome the caregivers role strain in fulfilling stunting toddler nutrition. This research method uses a case study with a 3-week approach to family nursing care. The participants involved were two families assisted by stunting toddlers in the Public Health Center of Rambipuji. Data were collected through interviews, observation, and physical examination. After conducting a family assessment, it was found that the problem of the caregivers role strain was found. Then nursing interventions were given including education for caregivers, child nutrition education, and nutrition management showing increased knowledge about stunting, children's nutritional needs, my plate diet method, and making additional food for toddlers and families being able to provide food according to toddler needs. There is an increase in body weight in Mr.M family toddlers by 0.5 kg, and Mr.A family toddlers by 0.6 kg with an increase in their height of 1 cm. Increased family knowledge affects behavior and improves health conditions in fulfilling the nutritional needs of toddlers which encourage the achievement of optimal family independence.   Stunting pada balita mendapatkan perhatian serius karena berdampak keterlambatan perkembangan motorik dan penurunan intelegensia sementara keluarga mempunyai fungsi dan peran esensial dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan asuhan keperawatan keluarga untuk mengatasi ketegangan peran pemberi asuhan dalam pemenuhan nutrisi balita stunting. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga selam 3 minggu. Partisipan yang terlibat sebanyak dua keluarga binaan balita stunting di wilayah Puskesmas Rambipuji. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan pengkajian keluarga didapatkan masalah ketegangan peran pemberi asuhan. Kemudian  diberikan intervensi keperawatan  meliputi edukasi pada pengasuh, edukasi nutrisi anak dan manajemen nutrisi menunjukkan peningkatkan pengetahuan tentang stunting, kebutuhan nutrsi anak, metode diet isi piringku, dan pembuatan makanan tambahan balita serta keluarga mampu menyediakan makanan sesuai kebutuhan balita. Terdapat peningkatan berat badan pada balita keluarga Tn. M sebesar 0,5 kg, dan  balita keluarga Tn. A sebesar 0,6 kg dengan penambahan tinggi badan keduanya 1 cm. Peningkatan pengetahuan keluarga mempengaruhi perilaku dan memperbaiki kondisi kesehatan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita yang mendorong pencapaian kemandirian keluarga scara optimal.     
Nursing Care Analysis Of Skin Integrity Disorders Patients With Petroleum Jelly Therapy At Elderly Nursing Home Jember : Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Gangguan Integritas Kulit Dengan Terapi Pemberian Petroleum Jelly Di Upt Pelayanan Sosial Jember Siti Nur Wahidah; Fahruddin Kurdi; Latifa Aini S; Galih Satya Pamukti
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1571

Abstract

Aging is a process of decline until the gradual disappearance of the ability of tissues to renew and maintain normal functions and structures so that they cannot withstand attacks or damage in the body. The deterioration of the integumentary system in the elderly is a biological decline which is characterized by dry, scaly, wrinkled, and itchy skin. Pruritus is an itch that can cause irritation and discomfort and can appear intermittently or continuously. Pruritus is a relatively common symptom that can be experienced by everyone in their lifetime and often occurs in the elderly. Itching tends to make a person scratch the part that feels itchy and can lead to scratching scars. Impaired skin integrity can be enforced in this health problem. The wound healing process can be optimized by using a moisturizer so that the skin is well hydrated. The purpose of this case study is to analyze nursing care in patients with impaired skin integrity using petroleum jelly. This study uses a case study method that describes the case of Mr. M with skin integrity problems at elderly nursing home Jember. This scientific work is carried out using a holistic approach to providing nursing care starting from the assessment process to evaluation for 4 days. The scratch marks improved, the skin looked moist, the skin texture was soft, and there was no redness on the skin. The use of petroleum jelly has been proven to overcome impaired skin integrity in elderly clients with pruritus.   Menua merupakan proses penurunan hingga menghilangnya secara berangsur-angsur kemampuan jaringan untuk memperbarui serta mempertahankan fungsi dan struktur normal sehingga tidak dapat bertahan terhadap serangan ataupun kerusakan dalam tubuh. Kemunduran sistem integument pada lansia merupakan kemunduran biologis yang ditandai dengan kulit kering, bersisik, keriput, dan terasa gatal. Pruritus merupakan rasa gatal yang yang dapat menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan dan dapat muncul sesekali atau berkelanjutan. Pruritus adalah gejala yang relatif umum dapat dialami oleh semua orang di masa hidupnya dan sering terjadi pada lanjut usia. Rasa gatal cenderung membuat seseorang menggaruk bagian yang terasa gatal dan dapat memunculkan luka bekas garukan. Gangguan integritas kulit dapat ditegakkan dalam masalah kesehatan ini. Proses penyembuhan luka dapat dioptimalkan dengan penggunaan pelembab agar kulit terhidrasi dengan baik. Tujuan dari studi kasus ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah gangguan integritas kulit menggunakan petroleum jelly. Penelitian ini mengggunakan metode studi kasus yang menggambarkan kasus pada Tn. M dengan masalah gangguan integritas kulit di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Karya ilmiah ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan pemberian asuhan keperawatan secara holistik mulai dari proses pengkajian hingga evaluasi selama 4 hari. Didapatkan luka bekas garukan membaik, kulit tampak lembab, tekstur kulit lembut, dan tidak ditemukan kemerahan pada kulit. Penggunaan petroleum jelly terbukti mengatasi gangguan integritas kulit pada klien lansia dengan pruritus.
Analysis of the Effectiveness of Pain Management with Benson Relaxation Technique and 0.9% NaCl Compress in DVT (Deep Vein Thrombosis) Patient : Analisis Efektivitas Manajemen Nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson dan Kompres NaCl 0,9% pada Pasien DVT (Deep Vein Thrombosis) Badrus Sholeh; Ruris Haristiani; Rondiantho; Sri Wahyuningsih
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1628

Abstract

Deep vein thrombosis (DVT) is a condition where a blood clot forms in the deep venous circulatory system. Generally, patients experience pain, swelling, increased visibility of skin veins, erythema, cyanosis, and fever. Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress is a combination of nursing interventions that can support the success of medical interventions to overcome changes in the pain scale. This scientific work aims to determine the effectiveness of nursing care in deep vein thrombosis patients with the application of Benson relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses. Not through research ethics tests because interventions are commonly applied and only observations are made on the value of changes in the pain scale. Nursing care is given to Mr. C for 3 consecutive days with the application of the Benson relaxation technique and 0.9% NaCl compress. There was no decrease in pain scale on the first day with a pain scale of 6 (NRS). However, there was a decrease in the pain scale on the second and third days with pain scales of 4 and 2. Case analysis showed that Benson relaxation provides a sense of comfort and relaxation resulting in endorphins that affect pain impulses and 0.9% NaCl compresses provide skin stimulation thereby reducing pain transmission through C and delta A fibers are small in diameter, so that the synaptic gate closes the transmission of pain impulses. These results cannot be separated from the provision of other interventions. It is expected that nurses can optimally educate patients about the effectiveness of Benson's relaxation techniques and 0.9% NaCl compresses and carry out them according to standard operating procedures during treatment in hospitals and at home.   Deep vein Thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi terbentuknya bekuan darah dalam sistem peredaran vena dalam. Umumnya pasien mengalami nyeri, bengkak peningkatan visibilitas vena kulit, eritema, sianosis,  dan demam. Teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% adalah kombinasi intervensi keperawatan yang dapat menunjang keberhasilan intervensi medis untuk mengatasi perubahan pada skala nyeri. Karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas asuhan keperawatan pada pasien deep vein thrombosisi  dengan penerapan teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak melalui uji etik penelitian karena intervensi lazim diterapkan dan hanya dilakukan pengamatan terhadap nilai perubahan dari skala nyeri. Asuhan keperawatan diberikan pada Tn. C selama 3 hari berturut-turut dengan penerapana teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9%. Tidak terjadi penurunan skala nyeri pada hari pertama dengan skala nyeri 6 (NRS). Akan tetapi terjadi penurunan skala nyeri pada hari kedua dan ketiga dengan skala nyeri 4 dan 2. Analisa kasus menunjukkan relaksasi benson memberikan rasa nyaman dan rileks sehingga menghasilkan endorphine yang mempengaruhi impuls nyeri dan kompres NaCl 0,9% memberikan stimulasi kulit sehingga mengurangi transmisi nyeri melalui serat C dan delta A berdiameter kecil, sehingga gerbang sinaptik menutup transmisi impuls nyeri. Hasil ini tidak lepas dari pemberian intervensi lain. Diharapkan perawat secara optimal dapat melakukan edukasi kepada pasien tentang efektivitas teknik relaksasi benson dan kompres NaCl 0,9% serta menjalankannya sesuai standar operasional prosedur saat perawatan di rumah sakit maupun di rumah.  
Penerapan Booklet Manajemen Cairan dalam Pemenuhan Kebutuhan Keseimbangan Cairan pada Pasien dengan Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Vira Zahra Alkharis; Furaida Khasanah; Ida Mardalena
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.1796

Abstract

Hemodialysis patients experience difficulties in managing fluids and dietary restrictions, resulting in increased risk of mortality and higher healthcare service costs (Cristovao, 2015). According to (Tovazzi, M.E., Mazzoni, 2012), 81.4% of patients have difficulty managing hemodialysis fluids, and 74.6% struggle with dietary adherence due to a lack of understanding about strategies that can assist them in fluid restriction. To apply nursing care to patients experiencing chronic kidney failure in Room Melati II of Dr. Soeradji Tirtonegoro General Hospital, Klaten. A descriptive method with a case study approach, a scientific method involving data collection. The nursing care includes assessment, diagnosis establishment, intervention using fluid management booklets, implementation, and evaluation. Diagnoses arising from chronic kidney failure cases in Room Melati II of Dr. Soeradji Tirtonegoro General Hospital for Mr. J include hypervolemia, ineffective peripheral tissue perfusion, unstable blood glucose levels, and impaired physical mobility. Meanwhile, for Mr. H, diagnoses include hypervolemia, ineffective tissue perfusion, and acute pain. Patient Mr. J, after receiving 6 sessions of 8-hour care for diagnoses of hypervolemia, ineffective peripheral tissue perfusion, infection risk, and impaired mobility, showed resolution. However, for the diagnosis of unstable blood glucose levels, there was partial resolution as the random blood sugar value remained at 218mg/dL, with reduced complaints of drowsiness, dizziness, and weakness. For patient Mr. H, after 9 sessions of 8-hour care for diagnoses of hypervolemia, ineffective peripheral tissue perfusion, infection risk, and acute pain, there was partial resolution as pharmacological therapy was still ongoing upon discharge planning. The diagnosis of bleeding risk met resolution criteria. The implementation results indicate that the booklet information is effective in enhancing hemodialysis patients' knowledge about fluid management to prevent complications and can be effectively utilized both in hospitals and in the community.   Pasien hemodialisa mengalami kesulitan untuk mengelola cairan dan pembatasan diet yang mengakibatkan tingginya resiko kematian serta peningkatan biaya pelayanan kesehatan (Cristovao, 2015). (Tovazzi, M.E., Mazzoni, 2012), mengatakan pasien yang mengalami kesulitan dalam mengelola cairan hemodialisa sebanyak 81,4%, mengalami kesulitan mengikuti diet sebanyak 74,6%, hal ini dikarenanakan tidak mendapatkan pemahaman tentang bagaimana strategi yang dapat membantu mereka dalam pembatasan cairan. Mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronis di Ruang Melati II RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu metode ilmiah yang bersifat pengumpulan data. Asuhan keperawatan tersebut meliputi pengkajian, penegakkan diagnosa, intervensi booklet manajemen cairan, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa yang muncul pada kasus gagal ginjal kronik di Ruangan Melati II RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada Tn. J antara lain hypervolemia, perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, dan gangguan mobilitas fisik. Sedangkan pada Tn. H antara lain hipervolemia, ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, dan nyeri akut. Pasien Tn. J setelah dilakukan perawatan 6x8 jam dengan diagnose hypervolemia, perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, dan gangguan mobilisasi teratasi. Kemudian pada diagnose ketidakstabilan gula darah pasien Tn. J teratasi Sebagian, karena nilai gula darah sewaktu masih mencapai 218mg/dL, dengan keluhan mengantuk, pusing, lemas menurun. Kemudian pada pasien Tn. H setelah dilakukan perawatan selama 9x8 jam dengan diagnose keperawatan hypervolemia, perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, dan nyeri akut teratasi Sebagian, karena masih adanya terapi farmakologi saat pasien pulang pada discharge planning. Kemudian pada diagnose risiko perdarahan masuk kriteria teratasi. Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa informasi booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien hemodialisis tentang manajemen cairan untuk pencegahan komplikasi dari hemodialisis dan dapat digunakan secara efektif di rumah sakit maupun di masyarakat.  
Differences In Changes In Anxiety Level Of Students When Compiling Thesis With Green Color Therapy Intervention Compared With Deep Breath Relaxation Therapy: Perbedaan Perubahan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Saat Menyusun Skripsi Dengan Intervensi Terapi Warna Hijau Dibandingkan Terapi Relaksasi Napas Dalam Meydia Windy Utami; Titik Endarwati; Furaida Khasanah
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v11i2.2142

Abstract

Final-year students are required to complete a thesis, which can cause students to be prone to experiencing anxiety. One of the non-pharmacological therapies to overcome anxiety is green color therapy. Green color therapy will increase levels of the hormones serotonin and oxytocin and decrease the hormone norepinephrine, which will increase mood and happiness, so that anxiety when writing a thesis will decrease. To find out the differences in changes in anxiety levels in students when compiling their thesis with a green color therapy intervention compared to deep breathing relaxation therapy at the Nursing Department of the Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. This type of research is a quasi-experiment with a pre and post-test control group design. The number of respondents was 44, who were selected by total sampling. The number of samples in the intervention group was 22 respondents, and the comparison group had 22 respondents. The research instrument used was an anxiety scale questionnaire. Data analysis used a paired t-test and an independent t-test with a significant level of p<0.05. There were significant differences in anxiety levels in the intervention group and the comparison group before being given treatment (p value = 0.00) and after being given treatment (p value = 0.035). Green color therapy is more effective in reducing the anxiety level of students who are preparing their thesis than deep breathing relaxation therapy.   Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan skripsi yang mana dapat menyebabkan mahasiswa rentan mengalami kecemasan. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi kecemasan adalah terapi warna hijau. Terapi warna hijau akan meningkatkan kadar hormon serotonin, oksitosin serta penurunan hormon norepinephrine yang akan meningkatkan suasana hati dan rasa bahagia sehingga kecemasan saat menyusun skripsi akan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan tingkat kecemasan pada mahasiswa saat menyusun skripsi dengan intervensi terapi warna hijau dibandingkan terapi relaksasi napas dalam di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Jenis penelitian quasy eksperiment dengan Pre and posttest control group design. Jumlah responden sebanyak 44 yang dipilih dengan total sampling. Jumlah sampel kelompok intervensi 22 responden dan kelompok pembanding 22 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala kecemasan. Analisa data menggunakan uji paired t-test dan uji independent t-test dengan taraf signifikan p<0,05. Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok pembanding sebelum diberikan perlakuan (p value=0,00) dan sesudah diberikan perlakuan (p value =0,035). Terapi warna hijau lebih efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dibandingkan terapi relaksasi napas dalam.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5