cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
KUALITAS PENETASAN KISTA ARTEMIA YANG DIBUDIDAYA PADA BERBAGAI TINGKAT PERUBAHAN SALINITAS D Djokosetiyanto; Dade Jubaedah; A Fairus Mai Soni
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.23 KB)

Abstract

Kualitas kista artemia tergantung tingginya nilai derajat dan efisiensi penetasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kapan (waktu) perubahan salinitas dan berapa besarnya perubahan salinitas tersebut yang dicirikan nilai derajat dan efisiensi penetasan sebagai indikator kualitas artemia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama terdiri dari dua, yaitu A (menaikkan salinitas pada hari ke 9) dan B (menaikkan salinitas pada hari ke 15). Faktor kedua terdiri dari empat, yaitu peningkatan salinitas I (100; 100; 100;140 g/kg), II (100; 100; 140; 140 g/kg), III (100; 140; 140; 140 g/kg) dan IV (100; 110; 125; 140 g/kg), dan dengan 3 kelompok warna yaitu biru, merah dan hijau. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan bila memberikan pengaruh yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B II menghasilkan derajat penetasan paling tinggi, sedangkan efisiensi penetasan paling tinggi terdapat pada perlakuan AIII. Kata kunci: artemia, kista, salinitas.
MANFAAT BULU BABI (ECHINOIDEA), DARI SUMBER PANGAN SAMPAI ORGANISME HIAS Abdul Hamid A. Toha
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.25 KB)

Abstract

Bulu babi adalah hewan avertebrata laut. Para ahli mengelompokkan organisme ini dalam Filum Echinodermata. Menurut Aziz (1993) di Perairan Indonesia terdapat sekitar 84 jenis bulu babi. Organisme ini memiliki beragam fungsi. Sebagian dapat berfungsi sebagai bahan pangan, ada yang berguna dalam ekologi, ekonomi dan sifat racun. Sebagian lain berfungsi sebagai organisme model, untuk pengobatan penyakit pada manusia dan digunakan sebagai hewan hias.Kata kunci: bulu babi, bahan pangan, manfaat ekologi, nilai ekonomis, sifat racun, hewan hias.
Pukat Udang, Alat Penangkapan Udang Dan Sumberdaya Ikan Demersal Lainnya Yang Paling Efisien Kiagus Abdul Aziz
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6888.235 KB)

Abstract

Dan 81 spesies udang penaeid yang pemah ditemukan di perairan laut Indonesia, paling tidak ada 9 spesies yang mempunyai nilai niaga tinggi. Pukat udang adalah alat tangkap yang paling efisien untuk menangkap udang dan biota demersal lainnya. Akan tetapi sejak dikeluarkannya KEPRES No. 39 tahun 1980, dan KEPPRES No. 85 tahun 1982, alat tangkap ini telah dilarang beroperasi di sebagian besar wilayah perairan 1aut Indonesia. Padahal di negara tetangga terdekat seperti Malaysia serta di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Australia. alat tangkap ini sudah digunakan sebelum alat tersebut diperkenalkan di Indonesia dan tetap dipakai sampai saat ini. Penggunaan pukat udang di negara-negara tersebut dilengkapi dengan peraturan yang memungkinkan terjaminnya kelestarian sumber daya ikan dan terhindamya kerusakan lingkungan perairan. Pengalaman penggunaan pUkat udang di negara-negara terse but serta di perairan Arafura tak memperlihatkan adanya gejala kerusakan lingkungan perairan maupun penurunan potensi sumber daya ikan. Karena iru perlu segera dilakukan peninjauan ulang KEPPRES No. 39 Tahun 1980 dan pada saat yang sarna perlu disiapkan peraturan-peraturan penggunaan pukat udang yang dapat menjamin kelestarian sumberdaya perikanan dan lingkungan perairannya serta tidak. lagi menimbulkan keresahan sosial diantara para nelayan.Kata kunci: Udang. pukat udang, Keppres, perairan 1aut Indonesia