cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
Pengetahuan dan Harapan Orang Tua Siswa tentang Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Tingkat Sekolah Dasar Kota Yogyakarta Oldy Mutiara Dewi; Sri Mulyani
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.878 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44243

Abstract

Background: Public health efforts in schools are carried out by implementing a program called the Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Government policy in implementing the UKS program is to form a UKS operational team and involve students' parents and the neighbouring community. The initial step to involve someone in a program is to know the level of knowledge and expectations toward the program. Only a few researches have evaluated the impact of parental involvement on the success of health programs in schools.Objective: To know the of parents’ knowledge and expectations regarding the implementation of the UKS at the elementary school.Methods: This research was a descriptive study with a cross sectional design toward 352 randomly-chosen students’ parents from five elementary school at Yogyakarta City. The survey method was applied using questionnaire based on UKS stratification sheet for elementary school level at Yogyakarta City. This sheet consists of 31 items for measuring knowledge level and 21 items for measuring expectations level.Results: Most of parents had high level of knowledge (92,3%), moderate levels of  knowledge (7,1%), and low level of knowledge (0,6%). Parents had high expectations (mean value: 3,39) toward the implementation of the UKS.Conclusion: Parents of elementary school students have good knowledge and immensely hope that the implementation of the UKS will be better. ABSTRAKLatar Belakang: Upaya kesehatan masyarakat di sekolah diselenggarakan melalui program yang disebut Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kebijakan pemerintah dalam melaksanakan program UKS adalah membentuk tim pelaksana UKS serta melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Langkah awal untuk melibatkan seseorang dalam suatu program yaitu dengan mengetahui tingkat pengetahuan dan harapan terhadap program tersebut. Saat ini masih sedikit penelitian yang mengevaluasi dampak keterlibatan orang tua terhadap keberhasilan program kesehatan di sekolah.Tujuan: Mengetahui pengetahuan dan harapan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS di tingkat sekolah dasar.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan desain penelitian cross-sectional terhadap 352 orang tua siswa di lima Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta yang dipilih secara acak. Kuesioner yang digunakan mengacu pada lembar stratifikasi UKS tingkat SD di Kota Yogyakarta, yang terdiri dari 31 pernyataan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan 21 unit pernyataan untuk mengukur harapan.Kesimpulan: Orang tua siswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai pelaksanaan UKS dan sangat berharap pelaksanaan UKS dapat berjalan lebih baik.Hasil: Tingkat pengetahuan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS sebagian besar (92,3%) dalam kategori baik, 7,1% dalam kategori cukup, dan 0,6% dalam kategori kurang. Harapan orang tua siswa mengenai pelaksanaan UKS termasuk dalam kategori sangat berharap (nilai rata-rata 3,39).Kata kunci: 
Gambaran Gejala Masalah Kesehatan Fisik, Status Gizi, dan Kesehatan Reproduksi pada Siswa-Siswi SMA Cahya Puspita; Wenny Artanty Nisman
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.479 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44251

Abstract

Background: Adolescence is a critical period, in which there is a transition from childhood to adulthood. Adolescents must receive serious attention, including their health conditions, so that health problems in adolescents can be prevented and detected early. One method to detect is by screening, so that health workers can get a description of health problems they experienced.Objectives: To know the symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health of senior high school students.Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional design toward 45 adolescent high school student as subject. Physical health problem data was collected through physical examination and measurement of vital signs, while nutritional status was measured by the Body Mass Index. Reproductive health problems were obtained through interviews. An examination of general conditions was carried out by a doctor while measurement of vital signs, nutritional status examination, and reproductive health problems interviews were carried out by generalist nurses. The analysis of this study used univariate analysis.Results: Founded physical health problems symptoms i.e. ear cerumen, dental and mouth problems, and a case of above-normal heart rate. There were (19,9%) of respondents who had below-normal nutritional status, (64,4%) of normal, and (15,7%) with above-normal nutritional status. Reproductive problems that occur in female adolescent students were whitish and menstrual pain.Conclusion: Senior high school students experience some symptoms of physical health problems, nutritional status, and reproductive health problems. ABSTRAKLatar Belakang: Masa remaja merupakan masa yang kritis karena terjadi peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Remaja harus mendapat perhatian serius, termasuk mengenai kondisi kesehatannya, sehingga masalah kesehatan pada remaja dapat dicegah dan dideteksi secara dini. Salah satu metode untuk mendeteksi dengan melakukan skrining kesehatan, sehingga tenaga kesehatan dapat mendapatkan gambaran masalah kesehatan yang dialami remaja.Tujuan: Mengetahui gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, dan masalah kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa SMA.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan subjek remaja sebanyak 45 orang. Data terkait masalah kesehatan fisik dilakukan dengan pemeriksaan fisik tubuh dan pengukuran tanda-tanda vital, sedangkan status gizi diukur dengan Body Mass Index. Masalah kesehatan reproduksi didapat melalui wawancara. Pemeriksaan kondisi umum dilakukan oleh dokter, sementara pengukuran tanda-tanda vital, pemeriksaan status gizi dan wawancara masalah kesehatan reproduksi dilakukan oleh perawat. Analisis penelitian ini menggunakan analisa univariat.Hasil: Gejala masalah kesehatan fisik yang muncul pada siswa berupa adanya serumen pada telinga, adanya masalah gigi dan mulut, serta terdapat satu orang siswa mempunyai frekuensi nadi di atas normal. Terkait status gizi, 19,9% remaja memiliki status gizi di bawah normal, 64,4% gizi normal, dan 15,7% status gizi lebih. Masalah reproduksi yang terjadi pada remaja putri adalah keputihan dan nyeri menstruasi.Kesimpulan: Siswa SMA mengalami beberapa gejala masalah kesehatan fisik, status gizi, serta masalah kesehatan reproduksi. Remaja diharapkan dapat mengikuti kegiatan skrining kesehatan secara rutin untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami.
Gambaran Kualitas Tidur Korban Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Purworejo Riani Puspitasari; Sri Mulyani; Sri Warsini
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.689 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44272

Abstract

Background: Disaster is a life threatening event and may have an impact to the psychological state of the victims. The occurrence of psychological trauma can affect the sleep quality of victims in the aftermath of a disaster.Objective: This research aimed to find out the sleep quality among the victims of landslide disaster in Donorati Village, Purworejo Regency.Methods: This was a descriptive research with cross-sectional design. Instrument used was Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which had been tested for its validity using Pearson Product Moment Test and also had been tested for its reliability using Alpha Cronbach with alpha value= 0,734. Respondents in this research are 100 landslide disaster victims which were determined using cluster sampling technique. The data analysis used Chi-Square Test and Fisher Test.Results: The victims of landslide disaster in Donorati Village, mainly had good sleep quality (total score PSQI <5). However, there were 40% of respondents who had poor sleep quality (total score PSQI ≥5). There were significant differences in sleep quality seen from home address or the disaster’s severity (p=0,002) and coffee consumption habit (p=0,029).Conclusion: The majority of disaster victims in this research had good sleep quality. Severity area of disaster and drinking coffee habits may affect the victims’ sleep quality. ABSTRAKLatar Belakang: Bencana merupakan serangkaian peristiwa yang dapat mengancam kehidupan masyarakat dan berdampak pada kondisi psikologis korban. Kejadian trauma psikologis dapat memengaruhi kualitas tidur korban pascabencana.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pascabencana tanah longsor pada masyarakat Desa Donorati Kabupaten Purworejo.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Instrumen ini telah diuji validitasnya menggunakan uji Pearson Product Moment serta telah melalui uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dengan nilai alpha= 0,734. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang korban tanah longsor, dengan teknik cluster sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher.Hasil: Mayoritas responden mempunyai kualitas tidur yang baik (total skor PSQI <5). Namun, sebanyak 40% responden mempunyai kualitas tidur buruk (total skor PSQI ≥5). Terdapat perbedaan kualitas tidur yang signifikan dilihat dari alamat tinggal atau tingkat keparahan bencana dengan nilai p=0,002, dan kebiasaan minum kopi dengan nilai p=0,029.Kesimpulan: Sebagian besar korban bencana pada penelitian ini memiliki kualitas tidur yang baik. Tingkat keparahan bencana dan kebiasaan minum kopi dapat berdampak pada kualitas tidur responden.
Gambaran Pengetahuan Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin Human Papillomavirus pada Siswi SMP di Yogyakarta Apriyati Dwi Rahayu; Widyawati Widyawati; Wiwin Lismidiati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.36 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44282

Abstract

Background: Lack of knowledge is one of the factors that can lead to an increase in the incidence of cervical cancer. Adolescents knowledge on Human Papillomavirus (HPV) vaccine can improve their attitude towards cervical cancer prevention. Therefore, it is necessary to do research related to knowledge about cervical cancer prevention with the HPV vaccine.Objective: To know the overview of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among female junior high school students in Yogyakarta.Method: This research is a descriptive qualitative research. The respondents were female students of two Junior High School in Yogyakarta. The sample were consisting of 97 students by applying simple random and consecutive sampling techniques. The instrument used in this research was a modified questionnaire from previous research, with the result of the validity and reliability test was 0,463. Data was analyzed using univariate analysis.Results: The results showed that 57 of the respondents (59%) have good knowledge. As many as 33 of total respondents (34%) had good knowledge about the definition of cervical cancer, 67 of the respondents (69%) had good knowledge about the cause of cervical cancer, and 83 of the respondents (86%) had good knowledge of cervical cancer signs and symptoms. In addition, as many as 65 of the respondents (67%) had good knowledge of cervical cancer risk factors and 55 of the respondents (55%) had good knowledge of the HPV vaccine.Conclusion: There are several aspects of cervical knowledge which are in high levels, i.e. cervical cancer causes, risk factors, and symptoms. On the other hand, low levels are gained for knowledge on cervical cancer definition and HPV vaccine delivery. ABSTRAKLatar Belakang: Pengetahuan yang rendah merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kejadian kanker serviks. Pengetahuan remaja tentang vaksin Human Papillomavirus (HPV) dapat meningkatkan perilaku dalam mencegah kanker serviks. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian terkait pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada siswi SMP di Kota Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah siswi pada dua SMP di Kota Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 97 siswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dimodifikasi dari penelitian sebelumnya, dengan hasil uji validitas dan reliabilitas sebesar 0,463. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum 57 responden (59%) mempunyai pengetahuan yang baik. Sebanyak 33 responden (34%) mempunyai pengetahuan yang kurang terkait definisi kanker serviks, 67 responden (69%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait penyebab kanker serviks, dan 83 responden (86%) mempunyai pengetahuan cukup baik terkait tanda dan gejala kanker serviks. Selain itu, sebanyak 65 responden (67%) mempunyai pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks dan 55 responden (55%) mempunyai pengetahuan yang baik terkait pemberian vaksin HPV.Kesimpulan: Pengetahuan responden terkait penyebab kanker serviks, faktor risiko kanker serviks, dan tanda gejala kanker serviks sebagian besar berada pada tingkat baik. Sementara pengetahuan responden terkait definisi kanker serviks dan pemberian vaksin HPV berada pada tingkat kurang.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual terhadap Konsumsi Energi Populasi Risiko Sindrom Metabolik di Wilayah Kerja Puskesmas Turi Dwi Wahyu Setiyarini; Sri Mulyani; Melyza Perdana
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.74 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44317

Abstract

Background: Metabolic syndrome is a risk factor for cardiovascular disease, diabetes type 2, and other complications. Metabolic syndrome prevalence is high in Indonesia. Energy intake is one factor affecting metabolic syndrome which resulting in many life-threatening complications. Health education is needed to prevent it by using audiovisual as the media.Objective: This study aimed to determine the effect of audiovisual health education on energy, protein, carbohydrate, fat, cholesterol, fiber, and sodium intake in population with metabolic syndrome risk in Turi Community Health Center in Yogyakarta.Methods: This research was a quasi-experimental with a non-equivalent pre-test and post-test design. Respondents for this research were 38 in intervention group (audiovisual) and 42 in the control group (booklet). Data collected through questionnaire on food recall 3x24 hour. Data were analyzed using paired t-test and Wilcoxon test to compare pre-test and post-test in one group and then, independent t-test and Mann Whitney to compare intervention and control group.Results: The median score of energy intake before audiovisual health education was given, reached 808 and 851,5 (p>0,5) respectively. While in the control group the median values were 820,2 and 812,5 after the activity (p>0,05). There was no significant difference from the post-test scores of the intervention and control groups (p> 0,05) in terms of energy, protein, carbohydrate, fat, cholesterol, fiber, and sodium.Conclusion: There is no significant effect of audiovisual health education on the intake of energy, protein, carbohydrate, fat, cholesterol, fiber, and sodium in population with risk for metabolic syndrome in Turi Community Health Center in Yogyakarta. ABSTRAKLatar Belakang: Sindrom metabolik merupakan sekumpulan gejala yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2 dan komplikasi lainnya. Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia cukup tinggi. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sindrom metabolik adalah konsumsi energi. Pendidikan kesehatan diperlukan untuk mencegah sindrom metabolik yang semakin tinggi dan media audiovisual adalah media yang dinilai efektif untuk mengubah konsumsi energi.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan audiovisual terhadap konsumsi energi, protein, karbohidrat, lemak, kolesterol, serat dan sodium pada populasi dengan risiko sindrom metabolik di wilayah kerja Puskesmas Turi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjenis kuasi eksperimental dengan rancangan non-equivalent pre-test dan post-test. Responden berjumlah 38 pada kelompok perlakuan (audiovisual) dan 42 pada kelompok kontrol (booklet). Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner Food Recall 3x24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji komparatif paired t-test dan Wilcoxon test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test dalam satu grup dan independent t-test dan Mann Whitney untuk membandingkan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Hasil: Nilai tengah skor intake energi sebelum pendidikan kesehatan audiovisual sebesar 808 dan sesudah 851,5 (p>0,05). Sementara pada kelompok kontrol nilai median 820,2 dan 812,5 sesudah kegiatan (p>0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan dari nilai post-test kelompok intervensi dan kontrol (p>0,05) dalam hal energi, protein, karbohidrat, lemak, kolesterol, serat, dan sodium.Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada pendidikan kesehatan audiovisual terhadap konsumsi energi, protein, karbohidrat, lemak, kolesterol, serat, dan sodium pada populasi dengan risiko sindrom metabolik di wilayah kerja puskesmas Turi.
Hubungan Karakteristik Responden dan Dukungan Sosial dengan Kecemasan pada Remaja Pasca 7 Tahun Erupsi Gunung Merapi Rizki Muthia Putri; Sri Hartini; Fitri Haryanti; Irwan Supriyanto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.024 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44339

Abstract

Background: The 2010 Mount Merapi eruption was the biggest in the last 100 years, and had caused various impact. Anxiety is one of the psychological problems often arise in adolescent after disaster. Anxiety post-disaster in adolescent are affected by gender, age, loss of nearest person, and social support.Objective: To know the relationship between respondent characteristic and social support with anxiety in adolescent, and description of anxiety in adolescent after 7 years eruption of Mount Merapi in Wukirsari permanent residence village.Research Methods: This research was a descriptive analytic with cross-sectional design and quantitative approach. This research was conducted in January 2018. The sample used was 50 adolescents who live in Wukirsari permanent residence village. Data collect used Revised Children Manifest Anxiety Scale (RCMAS) for anxiety and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) for social support. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with independent sample t-test.Results: The result of data analysis were age, gender, education level, loss of the nearest person, and social support with anxiety had p value respectively 0,440; 0,801; 0,158; 0,880; dan 0,690. The prevalence of anxiety in adolescent was 20% with symptoms that often arise was worry-oversensitivity, after 7 years eruption of Mount Merapi.Conclusion: There is no relationship between age, gender, education level, loss of the nearest person, and social support with anxiety in adolescent after 7 years eruption of Mount Merapi in Wukirsari permanent residence village. ABSTRAKLatar Belakang: Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan erupsi terbesar yang terjadi dalam kurun waktu 100 tahun terakhir dan menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan fisik maupun psikologis. Kecemasan merupakan salah satu dari masalah psikologis yang sering timbul pada remaja setelah terjadi bencana. Kejadian kecemasan pada remaja pascabencana dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kehilangan orang terdekat, dan dukungan sosial.Tujuan: Mengetahui gambaran kecemasan remaja setelah 7 tahun erupsi Gunung Merapi serta hubungan antara karakteristik responden dan dukungan sosial dengan kecemasan pada remaja di hunian tetap (huntap) Wukirsari.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2018. Besar sampel yang digunakan yaitu 50 remaja yang tinggal di huntap Wukirsari. Kuesioner Revised Children Manifest Anxiety Scale (RCMAS) digunakan untuk mengukur kecemasan dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) digunakan untuk mengukur dukungan sosial. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji independent sample t-test.Hasil: Prevalensi remaja yang mengalami kecemasan setelah 7 tahun erupsi Gunung Merapi yaitu 20% dengan gejala yang sering muncul yaitu worry-oversensitivity. Hasil analisis data antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kehilangan orang terdekat, dan dukungan sosial dengan kecemasan memiliki nilai p berturut-turut 0,440; 0,801; 0,158; 0,880; dan 0,690.Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kehilangan orang terdekat, dan dukungan sosial dengan kecemasan remaja setelah 7 tahun erupsi Gunung Merapi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6