cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Dukungan Orang Tua dalam Mengoptimalkan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dengan Cerebral Palsy: Studi Kasus Silvia Evi Wulandari; Sri Hartini; Uki Noviana
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.67951

Abstract

Background: Children need stimulation to support their growth and development process, and furthermore to avoid any disorders. Cerebral palsy may hinder growth and development in children which include gross motor movement, fine motor coordination, speech and social personal problem. Growth and development delays could be improved through intensive stimulations, both from physiotherapist and parental support.Objective: To describe the effect of parent stimulation toward growth and development improvement in children with cerebral palsy.Method: This research was qualitative with case study design. Subject was a child with cerebral palsy. Developmental Pre-Screening Questionnaire and Denver II instruments were filled before and after the stimulations were given. The data was analysed using descriptive technique.Result: There was not any growth improvement after stimulation applied. On the other hand, there was slight improvement in children development after stimulation given, in the form of fine motor movement.Conclusion: Monitoring and stimulation from parents to children with cerebral palsy improve their development level. Therefore, supportive parents could improve growth and development level of children with cerebral palsy. ABSTRAKLatar belakang: Proses tumbuh kembang pada anak membutuhkan rangsangan/stimulasi, sehingga dapat meminimalkan terjadinya masalah tumbuh kembang. Anak dengan cerebral palsy pada umumnya mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan baik dari aspek gerak motorik kasar, gerak motorik halus, kemampuan bicara dan berbahasa serta personal sosial. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan dapat dioptimalkan dengan stimulasi dari fisioterapi dan dukungan orang tua.Tujuan: Mendeskripsikan pengaruh pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cerebral palsy sebelum dan setelah dilakukan monitoring serta stimulasi oleh orang tua.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek adalah seorang anak dengan cerebral palsy. Tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada anak cerebral palsy di-monitoring menggunakan instrumen Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) dan Denver II, sebelum dan setelah dilakukan stimulasi. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil: Dari hasil monitoring oleh peneliti dan orang tua didapatkan hasil bahwa anak tidak mengalami perubahan dalam hal pertumbuhan. Namun, terdapat peningkatan proses perkembangan, meskipun hanya pada gerak motorik halus.Simpulan: Monitoring dan stimulasi oleh orang tua berpengaruh pada perkembangan anak dengan cerebral palsy. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki dukungan baik kepada anak dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cerebral palsy.
Pengaruh Mobile Application for Mother’s Adaptation (MAMA) terhadap Pengetahuan dan Stres Ibu Hamil Sarah Nikki Najah; Wiwin Lismidiati; Widyawati Widyawati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.73654

Abstract

Background: Pregnancy stress can occur if mother fails to adapt to changes during pregnancy. Stress can occur in individuals with low levels of knowledge due to lack of information acquisition, hence health education creates opportunities to increase knowledge. Mobile Application for Mother’s Adaptation (MAMA) is expected to deliver health education to avoid stress of pregnancy among mothers.Objective: To determine the effect of health education through the use of MAMA application toward knowledge and stress during pregnancy.Method: The study used a quasi-pretest-posttest nonequivalent control group experimental design. The study was conducted on 78 pregnant women at the Puskesmas Sleman and Ngaglik I. Inclusion criteria included pregnant mother in third trimester, had android phone, and agreed to be respondent. Knowledge questionnaire and pregnancy stress scale were distributed among respondents. Data was analysed using Independent t-test, Unpaired t-test, Wilcoxon, and Mann Whitney test.Result: For knowledge mesurement, comparison test scores for pretest and posttest in the intervention group were 0,000 (p<0,5) and in the control group were 0,056 (p>0,05). For stress measurement, comparison test scores for pretest and posttest in the intervention group were 0,039 (p<0,05) and in the control group were 0.033 (p<0,05). The comparison test results of the knowledge scores between the intervention and control groups showed a significant difference (p=0,029). The comparison test results of the stress scores between two groups showed no significant difference (p=0,791).Conclusion: MAMA application, as health education mean, affects knowledge score improvement. While, for stress score, the use of MAMA application has not contributed toward stress reduction of pregnant woman. ABSTRAKLatar belakang: Stres kehamilan dapat terjadi apabila ibu gagal beradaptasi terhadap perubahan selama kehamilan. Stres dapat terjadi pada individu dengan tingkat pengetahuan rendah karena kurangnya memperoleh informasi. Pendidikan kesehatan menciptakan peluang untuk meningkatkan pengetahuan. Aplikasi Mobile Application for Mother’s Adaptation (MAMA) diharapkan dapat menjadi media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sehingga ibu terhindar dari stres kehamilan.Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan aplikasi MAMA terhadap pengetahuan dan stres kehamilan.Metode: Penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test – post-test nonequivalent control group. Penelitian dilakukan pada 78 ibu hamil di Puskesmas Sleman dan Ngaglik I. Kriteria inklusi: ibu hamil trimester 3, memiliki handphone android, bersedia menjadi responden. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan dan skala stres kehamilan. Analisis data menggunakan uji statistik Independent T-Test, Unpaired T-Test, Wilcoxon, dan Mann Whitney Test.Hasil: Untuk pengukuran pengetahuan, nilai uji beda untuk pre-test dan post-test pada kelompok intervensi adalah 0,000 (p<0,5) dan pada kelompok kontrol adalah 0,056 (p>0,05). Untuk pengukuran stres, nilai uji beda pre-test dan post-test pada kelompok intervensi 0,039 (p<0,05) dan pada kelompok kontrol 0,033 (p<0,05). Hasil uji beda skor pengetahuan antara kelompok intervensi dan kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,029). Hasil uji beda skor stres kedua kelompok menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0,791).Simpulan: Penerapan MAMA sebagai sarana pendidikan kesehatan, berpengaruh terhadap peningkatan skor pengetahuan. Sedangkan untuk skor stres, penggunaan aplikasi MAMA belum memberikan kontribusi terhadap penurunan stres ibu hamil.
Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa PSIK UGM terhadap Penerapan Flipped Classroom dalam Pembelajaran Keterampilan Klinik Keperawatan Rizki Salma Fauziah; Totok Harjanto; Kurnia Putri Yuliandari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.73657

Abstract

Background: Flipped Classroom is a learning approach by delivering study content outside the classroom and then followed by instructor-facilitated classroom activities. There are not any research about motivation in clinical skills learning for higher education student.Objective: To describe the student's learning motivation in the flipped classroom strategy for studying nursing clinical skills.Method: This was quantitative descriptive research with cross-sectional design. The sample was taken using a total sampling technique which involved 101 first year students. Data was gathered with the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) instrument, which had been tested for validity using Aiken's V (Content Validity Coefficient) with a value range of 0,67-1 for each item and reliability test using Cronbach alpha with a result of 0.964.Result: There were 22 students (21,8%) who achieved high learning motivation, 53 students (52,5%) with moderate learning motivation, and 26 students (25,7%) with low learning motivation. Most students had moderate learning motivation for all six sub-scales.Conclusion: The majority of students have moderate learning motivation in flipped classroom learning.  ABSTRAKLatar belakang: Flipped Classroom yaitu pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengalihkan penyampaian konten pembelajaran ke luar kelas, kemudian diikuti dengan aktivitas pembelajaran dalam kelas yang difasilitasi oleh instruktur. Belum ada penelitian mengenai motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran keterampilan klinik. Tujuan: Untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran keterampilan klinik keperawatan dengan metode flipped classroom.Metode: Jenis penelitian ini yaitu cross-sectional deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik total sampling dan melibatkan 101 mahasiswa tahun pertama dengan instrumen Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang telah diuji validitas menggunakan Aiken’s V (Content Validity Coefficient) dengan rentang nilai setiap unit 0,67-1 dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach alpha dengan hasil 0,964.Hasil: Terdapat 22 mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi (21,8%), 53 mahasiswa memiliki motivasi belajar sedang (52,5%), dan 26 mahasiswa memiliki motivasi belajar rendah (25,7%). Mayoritas mahasiswa mempunyai motivasi belajar sedang pada enam sub-skala.Simpulan: Mayoritas mahasiswa mempunyai motivasi belajar tingkat sedang dalam pembelajaran flipped classroom.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gagal Ginjal Kronik di ICU RSUP Dr. Sardjito dengan Pendekatan NANDA NOC NIC: Studi Kasus Ni Luh Seri Astuti; Sri Setiyarini
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.74962

Abstract

Background: Dialysis is a method of maintaining body function in patients with Chronic Kidney Disease (CKD). Dialysis therapy causes several complications. Therefore, it needs special approach to ensure that the nursing process of CKD patients who undergoing hemodialysis goes well.Objective: To analyze a CKD case using North American Nursing Diagnosis Association-Nursing Outcome Classification-Nursing Intervention Classification (NANDA-NOC-NIC) approach.Case report: Due to dialysate inability to draw fluids, patient’s main complaint was whole-body swelling and short of breath feeling after light activity. The patient had acute breath shortness with a respiratory rate of 34 times per minute and an oxygen saturation of 80%. CPR was provided to the patient for 30 minutes, and OPA was installed. As a result of the activity, the patient's oxygen saturation rose between 85 to 90% and developed ROSC.Result: The nursing diagnoses indicated that there was excessive fluid volume and exercise intolerance. The NOC NIC criteria were used to guide the intervention, which comprised fluid management, fluid monitoring, and exercise therapy.Conclusion: There are two nursing problems in this study case, based on NANDA-NOC-NIC approach, ie.: excessive fluid volume and activity intolerance.ABSTRAKLatar belakang: Terapi dialisis merupakan cara untuk mempertahankan fungsi tubuh pada kondisi Gagal Ginjal Kronik (GGK). Terapi dialisis juga menyebabkan beberapa komplikasi, sehingga memerlukan pendekatan khusus untuk menangani, agar proses keperawatan pasien GGK yang menjalani hemodialisis berjalan dengan baik.Tujuan: menganalisis kasus gagal ginjal kronik melalui pendekatan North American Nursing Diagnosis Association-Nursing Outcome Classification-Nursing Intervention Classification (NANDA-NOC-NIC).Studi kasus: Keluhan utama bengkak seluruh tubuh dan merasa sesak nafas setelah aktivitas ringan akibat dialisat gagal menarik cairan. Pasien mengalami sesak nafas berat, RR 34x/menit, saturasi oksigen 80%. Pasien diberikan RJP selama 30 menit serta pemasangan OPA. Hasil tindakan yakni saturasi oksigen mencapai 85% hingga 90%, kemudian pasien mengalami ROSC.Hasil: Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah kelebihan volume cairan dan intoleransi aktivitas. Intervensi yang diberikan pada diagnosis berdasarkan kriteria NOC NIC meliputi manajemen dan monitoring cairan, serta terapi aktivitas.Simpulan: Ada dua masalah keperawatan dalam studi kasus ini, berdasarkan pendekatan NANDA-NOC-NIC, yaitu kelebihan volume cairan dan intoleransi aktivitas.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Lansia di Padukuhan Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman Elisabet Irene Venny Pradina; Eva Marti; Emmelia Ratnawati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.75227

Abstract

Background: The elderly experience an aging process that causes physical, psychosocial, and spiritual changes. These changes will affect the quality of life of the elderly. Family support is one of the essential things in improving the quality of life of the elderly.Objective: To determine the relationship between family support and quality of life in the elderly in Padukuhan Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman.Method: This study used an analytic correlational with a cross-sectional design. The respondents of this study were 35 people aged 60 years and over and lived with their families. The sampling technique used purposive sampling. Data were collected using the PSS-Fa instrument for family support and the WHOQOL-BREFF questionnaire on the quality of life. The data analysis used was the univariate test and bivariate test Spearman Rho correlation test.Result: All of the elderly (100%), received good family support from their families (median = 60), almost all respondents (94,3%) had a good quality of life (median = 86). The Spearman Rho correlation test results showed that the r= 0,266 and p-value was 0,122 (p > 0,05).Conclusion: No relationship between family support and quality of life in the elderly in Padukuhan Pranan Sendangsari, Minggir, Sleman.ABSTRAKLatar belakang: Lansia akan mengalami proses menua yang mengakibatkan terjadinya perubahan, mulai dari perubahan fisik hingga psikososial. Perubahan tersebut akan berpengaruh pada kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga adalah hal yang penting dalam peningkatan kualitas hidup lansia.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia di Padukuhan Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman.Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan didapatkan responden sebanyak 35 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dukungan keluarga diukur menggunakan instrumen PSS-Fa dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREFF yang sudah valid dan reliabel. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara door to door dan membutuhkan waktu 10 hari. Analisis data yang digunakan yaitu uji univariat dan uji bivariat. Uji bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho.Hasil: Seluruh lansia (100%) mendapatkan dukungan yang baik dari keluarganya (nilai median = 60), sedangkan untuk kualitas hidup, hampir seluruh lansia (94,3%) memiliki kualitas hidup yang baik (nilai median = 86). Hasil uji korelasi Spearman Rho didapatkan hasil nilai r = 0,266 dan p value 0,122 (p > 0,05).Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia di Padukuhan Pranan, Sendangsari, Minggir, Sleman.
Efektivitas Warm Water Footbath dan Aromatherapy Terhadap Kualitas Tidur Lansia: Systematic Review Alifah Ade Nuary; Endang Triyanto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.75759

Abstract

Background: The aging process in the elderly affects the quality of sleep. More than 50 percent of the elderly meet sleep disorders ranging from mild to severe degrees. Various studies have been carried out to improve the quality of sleep in the elderly, but it is not yet known which is the most effective.Objective: To determine the effectiveness of warm water footbath and aromatherapy on the sleep quality of the elderly.Method: This research includes a systematic review. Search articles using the keywords "footbath", "sleep quality", "elderly" and "aromatherapy", "sleep quality", and "elderly" in the Cochrane database, ProQuest, PubMed, Science Direct, and Google Scholar. Article screening uses the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses method. Assessment of the quality of articles using a questionnaire guide The Joanna Briggs Institute.Outcome: Obtained three articles related to warm water footbath intervention and 2 related to aromatherapy. Both affect on improving the sleep quality of the elderly, but a warm water footbath is considered more effective than aromatherapy.Conclusion: Warm water foot bath therapy is more effective than aromatherapy in improving the sleep quality of the elderly.ABSTRAKLatar belakang: Proses penuaan pada orang lanjut usia (lansia) berpengaruh terhadap kualitas tidur. Lebih dari 50 persen lansia mengalami gangguan tidur, mulai dari derajat ringan hingga berat. Berbagai penelitian terkait intervensi yang dapat meningkatkan kualitas tidur lansia telah dilakukan, di antaranya adalah warm water footbath dan aromaterapi. Belum diketahui mana yang paling efektif dari kedua intervensi tersebut.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi warm water footbath dan aromatherapy terhadap kualitas tidur lansia.Metode: Penelitian ini termasuk systematic review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “footbath”, “sleep quality”, “elderly” dan “aromatherapy”, “sleep quality”, “elderly” pada database Cochrane, ProQuest, PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Skrining artikel menggunakan metode preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses. Penilaian kualitas artikel menggunakan panduan kuesioner The Joanna Briggs Institute.Hasil: Diperoleh tiga artikel terkait intervensi warm water footbath dan 2 artikel terkait aromatherapy. Keduanya berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur lansia, tetapi a warm water footbath dinilai lebih efektif dibandingkan aromatherapy.Simpulan: Terapi warm water footbath lebih efektif dibandingkan aromatherapy dalam meningkatkan kualitas tidur lansia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6