cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025)" : 6 Documents clear
Hubungan Distres dengan Kadar HbA1c dan LDL pada Pasien DM Tipe 2 Tyas, Asih; Subiyanto, Paulus; Kristanti, Fittriya
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.100984

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) type 2 is a metabolic condition that requires long-term and strict management. In addition, HbA1c level is a determinant for the level of blood sugar in certain time. Furthermore, for patient with DM, high levels of distress can affect glycemic control, HbA1c, and lipid profiles, including Low-Density Lipoprotein (LDL).Objective: To determine the correlation between distress level with HbA1c and LDL levels in patients with type 2 DM at the Panti Rapih Hospital Polyclinic.Method: This research was quantitative and correlational analytical research with cross-sectional design. The study population was 194 patients with type 2 DM who used Oral Hypoglycemic Drugs (OHO) from April, 15th to 20th 2024. Consecutive sampling technique was used to choose 131 respondents diagnosed with type 2 DM who were treated at the Panti Rapih Hospital Polyclinic. Data was collected through Diabetes Distress Scale (DDS) questionnaires to see the correlation between distress level with analysis of HbA1c and LDL levels. The Spearman correlation test was carried out to determine the correlation between distress levels with HbA1c and LDL levels.Results: The result of the Spearman correlation test showed that the correlation between distress levels and HbA1c levels had coefficient of 0,075 and p-value of 0,393. Meanwhile, the result of data analysis between distress levels and LDL levels had a correlation coefficient of -0,019 and a p-value of 0,826.Conclusion: There is no significant correlation between the level of distress with the levels of HbA1c and LDL in Type 2 DM patients at the Panti Rapih Hospital Polyclinic.INTISARILatar belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah kondisi metabolik yang memerlukan manajemen jangka panjang dan ketat. Kadar HbA1c merupakan penanda tingginya glukosa dalam darah pada periode waktu tertentu. Pada pasien DM, tingkat distres yang tinggi dapat memengaruhi kontrol glikemik HbA1c dan profil lipid, salah satunya Low-Density Lipoprotein (LDL).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat distres dengan kadar HbA1c dan LDL pada pasien DM tipe 2 di Poliklinik Rumah Sakit Panti Rapih.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitis korelasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 194 pasien DM tipe 2 yang menggunakan obat hipoglikemik oral (OHO) dalam periode 15-20 April 2024. Sejumlah 131 responden dengan diagnosis DM tipe 2 yang berobat di Poliklinik Rumah Sakit Panti Rapih, dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS) untuk melihat hubungan tingkat distres dengan analisis kadar HbA1c dan LDL. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat distres dengan kadar HbA1c dan LDL.Hasil: Uji korelasi Spearman menunjukkan hasil data antara tingkat distres dan kadar HbA1c dengan koefisien korelasi 0,075 serta nilai p-value 0,393. Sementara itu, hasil analisis data antara tingkat distres dan kadar LDL dengan koefisien korelasi -0,019 dan nilai p-value 0,826.Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat distres dengan kadar HbA1c dan LDL pada pasien DM Tipe 2 di Poliklinik Rumah Sakit Panti Rapih.
Dukungan Keluarga terhadap Wanita dengan Kanker Serviks Stadium IIIB yang Mendapat Concurrent Chemoradiation Therapy (CCRT): Studi Kasus Ningsih, Dini Cristia; Fitriana, Nazula; Effendy, Christantie
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.101011

Abstract

Background: Patients with cervical cancer undergoing CCRT therapy often experience a decline in quality of life such as physical complaints, decreased spiritual well-being, and poor mental health. Family support plays a crucial role for individuals with certain illnesses, including those with cervical cancer.Objective: To describe family support for woman with stage IIIB cervical cancer undergoing CCRT.Case report: Mrs. Y, 37 years old, had been married for 10 years with a parity status of P2A1. She was currently a housewife in a middle-class family. The patient came for a routine check-up at the ICC Oncology Clinic of Dr. Sardjito General Hospital with a diagnosis of stage IIIB cervical cancer, scheduled for CCRT, and anemia. She has undergone chemotherapy twice and radiation therapy 10 times. Additionally, she had no history of hypertension, diabetes mellitus, or previous cancer.Outcomes: CCRT therapy had several physical and psychological impacts on the patient. These were including diarrhea, weight loss, oral problems, frequent fatigue, tingling in the hands and feet, the menstrual cycle alteration, bleeding, anxiety, and sexual relationships modification. Throughout the treatment process, the patient had received strong family support in the form of informational, emotional, instrumental, and appreciation support.Conclusion: Family support enhances self-confidence, provides motivation, and offers significant encouragement to patients. Therefore, family support plays a crucial role in the treatment of cervical cancer, especially for patients undergoing CCRT therapy.INTISARILatar belakang: Pasien kanker serviks yang mendapat terapi CCRT sering dilaporkan mengalami penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan keluhan fisik, penurunan kesejahteraan spiritual, dan kesehatan mental yang buruk. Dukungan keluarga memiliki peranan penting pada individu dengan penyakit tertentu, termasuk individu dengan kanker serviks.Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan keluarga pada wanita yang menderita kanker serviks stadium IIIB dengan CCRT.Laporan kasus: Ny. Y, berusia 37 tahun, sudah menikah selama 10 tahun dengan status paritas P2A1. Pekerjaan pasien saat ini sebagai ibu rumah tangga dan pasien termasuk keluarga kelas menengah. Pasien datang untuk melakukan kontrol rutin di Poliklinik Onkologi ICC RSUP Dr. Sardjito dengan diagnosis kanker serviks stadium IIIB pro CCRT dengan anemia. Pasien sudah menjalani kemoterapi sebanyak dua kali dan radiasi sebanyak 10 kali. Selain itu, pasien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi, DM,  dan kanker sebelumnya.Hasil: Terapi CCRT memberikan beberapa dampak bagi pasien, baik secara psikis maupun psikologis. Dampak yang dialami pasien seperti diare, berat badan turun, masalah pada mulut, sering merasa lelah, kesemutan pada tangan dan kaki, perubahan siklus menstruasi, perdarahan, perasaan cemas dan perubahan dalam hubungan seksual. Selama menjalani pengobatan, dukungan keluarga yang didapatkan pasien baik dukungan informasional, penghargaan, instrumental maupun emosional sudah baik.Simpulan: Dukungan keluarga meningkatkan rasa percaya diri, memberikan motivasi dan semangat yang besar bagi pasien sehingga dukungan keluarga mempunyai peranan penting dalam proses pengobatan kanker serviks terutama pasien dengan terapi CCRT.
Hubungan Kecemasan dengan Insomnia pada Masyarakat di Daerah Rawan Banjir di Desa Pinggiran Sungai Martapura Anggraini, Arista Dewi; Setyowati, Anggi; Rahmah, Mutia
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.101532

Abstract

Background: River flood triggers anxiety in people who live in riverside areas. Anxiety arises as an emotional response when a person feels threatened. Anxiety can cause insomnia. Insomnia is an acute sleep disorder indicated by difficulty initiating sleep, maintaining a state of sleep, and subjective problems in the form of poor sleep quality.Objective: To measure the correlation between anxiety and insomnia in flood-prone communities in two Martapura’s river bank villages.Method: This study used a type of quantitative research of correlational analysis with a cross-sectional design. The research sampling technique was simple random sampling. There were 83 respondents of people who lived in flood-prone river bank. The instruments used were demographic data questionnaire sheets, Indonesian Self Anxiety Scale (SAS) and Regensburg Insomnia Scale (RIS) questionnaires. Data analysis used the Spearman rank test.Results: The results showed that 41% of the study respondents experienced moderate anxiety, while 54,2% of the study respondents experienced insomnia. There was a significant correlation between anxiety and insomnia among flood-prone communities in Martapura river bank villages with a p-value = 0,001 and correlation coefficient (r) of 0,873.Conclusion: Anxiety and insomnia have a positive relationship, which means that if anxiety increases, then insomnia will go up. Anxiety management interventions is needed to reduce anxiety, hence the insomnia incidence will resolve.INTISARILatar belakang: Banjir memicu terjadinya kecemasan pada masyarakat yang tinggal di wilayah pinggiran sungai. Kecemasan muncul sebagai respons emosional ketika seseorang merasa terancam. Kecemasan yang dimiliki seseorang dapat menyebabkan insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang bersifat akut. Indikasi insomnia, di antaranya susah mengawali tidur, mempertahankan keadaan tidur, dan juga permasalahan subjektif, berupa buruknya kualitas tidur.Tujuan: Mengetahui hubungan kecemasan dengan insomnia pada masyarakat di daerah rawan banjir di dua desa Pinggiran Sungai Martapura.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitis korelasional dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 83 responden di daerah rawan banjir. Instrumen yang digunakan, yakni lembar kuesioner data demografi, kuesioner Self Anxiety Scale (SAS) Indonesia dan kuesioner Regensburg Insomnia Scale (RIS). Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank.Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa 41% responden penelitian mengalami kecemasan sedang. Sementara itu, sebanyak 54,2% responden penelitian mengalami insomnia. Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan insomnia yang dialami masyarakat di daerah rawan banjir di Desa pinggiran Sungai Martapura, dengan nilai p-value = 0,001 dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,873.Simpulan: Kecemasan dan insomnia memiliki hubungan dengan arah positif. Hal ini bermakna, ketika kecemasan meningkat, maka insomnia juga akan mengalami peningkatan. Intervensi manajemen kecemasan diperlukan untuk menangani kecemasan sehingga kejadian insomnia dapat ikut teratasi.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Obat pada Penderita TB di Karanganyar Firmanda, Giovanni Iga; Pratiwi, Wahyu Nur; Sunarno, Rita Dewi; Wahyuningsih, Aries
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.104297

Abstract

Introduction: Pulmonary Tuberculosis (TB) is one of infectious diseases which remains as significant health issue in communities. The increasing cases of TB are often caused by medication non-adherence.Objective: To evaluate the effect of educational intervention toward medication knowledge and adherence among TB patients in Karanganyar.Method: This study was pre-experimental research with a One Group Pretest-Posttest design involving 30 TB patients as respondents, which were selected using purposive sampling. The respondents were provided with education in the form of direct counseling on TB disease, the importance of medication adherence, and the consequences of non-adherence behavior. The education was conducted in one group session lasting 30-45 minutes, where all participants engaged together in the session. Data were collected through questionnaires measuring medication knowledge and adherence before and after the education. Statistical analysis was performed using a paired t-test to compare the knowledge and adherence scores before and after the intervention.Results: The results showed a significant increase in the knowledge score and adherence of respondents’ treatment after education. The average knowledge score before education increased from 6,53 to 7,93 points. Likewise, the average adherence score before education increased from 8,97 to 17,27. The paired t-test obtained a p-value of 0,000 for both variables.Conclusion: Direct health education significantly improves the knowledge and treatment adherence of TB patients.INTISARILatar belakang: Penyakit menular menjadi masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat dan Tuberkulosis Paru (TB) menjadi salah satu penyakit menular yang paling mengkhawatirkan. Peningkatan jumlah kasus TB sering kali disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap pengobatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dampak edukasi terhadap pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB di Karanganyar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest dan melibatkan 30 pasien TB yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Responden diberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan langsung mengenai penyakit TB, pentingnya kepatuhan pengobatan, dan dampak ketidakpatuhan. Edukasi dilakukan dalam satu sesi kelompok dengan durasi 30-45 menit, semua responden berpartisipasi secara bersama-sama dalam sesi yang dilaksanakan di balai desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pasien TB sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Analisis uji statistik menggunakan paired t-test untuk membandingkan skor pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pasien TBC setelah pemberian edukasi. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan edukasi dari angka 6,53 meningkat menjadi 7,93. Demikian halnya dengan rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan edukasi adalah 8,97 meningkat menjadi 17,27 setelah diberikan edukasi. Hasil uji paired t test diperoleh nilai p = 0,000 untuk kedua variabel.Simpulan: Edukasi yang diberikan dengan penyuluhan secara langsung terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien TB secara signifikan.
Manajemen Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium V dengan Kehamilan Trimester Pertama: Studi Kasus Purbasari, Alfina Fitri; Triyanto, Arifin; Sukardi, Sukardi
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.104747

Abstract

Background: Chronic kidney disease in pregnancy is a medical disorder that can increase the mother and her fetal morbidity as well as mortality. The high risk of morbidity and mortality in pregnant woman undergoing hemodialysis requires the role of nurses as direct caregivers to patients.Objective: To determine the management of pregnant woman with chronic kidney disease undergoing hemodialysis.Case report: A patient, 30 years old G4P1A2 had undergone routine hemodialysis since 2018. The patient was currently pregnant with a gestational age of 7 weeks and there was an increase in the frequency of hemodialysis after her pregnancy was discovered. The patient started hemodialysis 3 times a week with a duration of 4,5 hours. The left femoral was used as dialysis access.Outcomes: After undergoing hemodialysis 3 times a week, the patient had an interdialysis weight gain of 1,3 to 2,8 kg, with a HD prescription of blood flow rate (QB) of 180-200 ml/min, QD of 500 ml/min, total fluid withdrawal (UF goal) of 2.000-3.500 ml, mini/free heparin dose and Kt/V achievement of 1,33 to 1,67 points. The patient said she felt lighter and more comfortable after undergoing hemodialysis frequency of 3 times a week.Conclusion: Interventions that need to be carried out on pregnant woman undergoing hemodialysis are dialysis intensification with increased hemodialysis frequency, UF adjusted to interdialysis weight gain, minimal use of heparin, and maternal nutritional support as the principles in supporting this high-risk pregnancy.INTISARILatar belakang: Penyakit ginjal kronis pada kehamilan adalah suatu kelainan medis yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Dengan adanya risiko tinggi morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil yang menjalani hemodialisis, maka dibutuhkan peran perawat sebagai pemberi asuhan langsung pada pasien.Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan ibu hamil dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.Laporan kasus: Seorang pasien berusia 30 tahun G4P1A2 sudah menjalani hemodialisis rutin sejak tahun 2018. Pasien saat ini sedang hamil dengan usia kehamilan jalan 7 minggu dan terdapat peningkatan frekuensi hemodialisis setelah diketahui sedang hamil. Pasien mulai melakukan hemodialisis 3 kali seminggu dengan durasi 4,5 jam. Akses dialisis yang digunakan adalah femoral sinistra.Hasil: Setelah menjalani hemodialisis 3 kali seminggu, pasien mengalami kenaikan berat badan interdialisis 1,3-2,8 kg, dengan resep HD kecepatan aliran darah (QB) 180-200 ml/menit, QD 500 ml/menit, jumlah total penarikan cairan (UF goal) 2.000-3.500 ml, dosis heparin mini/ free dan capaian Kt/V 1,33-1,67. Pasien mengatakan merasa lebih ringan dan nyaman setelah menjalani hemodialisis dengan frekuensi 3 kali seminggu.Simpulan: Intervensi yang perlu dilakukan pada ibu hamil yang menjalani hemodialisis, yaitu intensifikasi dialisis dengan peningkatan frekuensi hemodialisis, UF yang disesuaikan dengan peningkatan berat badan interdialisis, penggunaan heparin seminimal mungkin, dan dukungan nutrisi ibu menjadi prinsip dalam mendukung kehamilan berisiko tinggi ini.
Identifikasi Intervensi Kesehatan pada Anak sebagai Upaya Pencegahan Obesitas Berbasis Sekolah: Studi Literatur Novitasari, Dhiana Ayu; Mamonto, Dita Aditia
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.104868

Abstract

Background: The increasing prevalence of childhood obesity results in various long-term health impacts. This phenomena is highlighting the need for preventive efforts through school-based health interventions.Objective: To identify effective strategies and approaches for preventing childhood obesity using a literature review method.Method: The literature search was conducted using PubMed, Web of Science, and Medline with the keywords: “Health Intervention Method” AND “School-based” AND “Children” AND “Obesity Risk.” The inclusive criterions were published between 2020 and 2024, used an experimental design, were available in full text with an abstract, and were written in English. Studies involving children with disabilities, mental disorders, or existing obesity were excluded. After reviewing 5.911 articles through Rayyan, six articles were selected as they met all the criteria.Outcome: The synthesis results indicated that school-based interventions, such as health education, physical activity, nutritional supplementation, and mindfulness, positively impact children’s knowledge, attitudes, and behaviors regarding a healthy lifestyle.Conclusion: Health education by teachers and the involvement of peer educators are important components with the potential to influence children’s health behaviors in the long term. These findings underscore the importance of an integrated holistic approach within school programs to effectively prevent childhood obesity.INTISARILatar belakang: Prevalensi obesitas pada anak yang terus meningkat menimbulkan berbagai dampak kesehatan jangka panjang. Fenomena ini mendorong perlunya upaya pencegahan melalui intervensi kesehatan berbasis sekolah.Tujuan: Mengidentifikasi strategi dan pendekatan yang efektif dalam pencegahan obesitas pada anak dengan metode tinjauan literatur.Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Web of Science, dan Medline, menggunakan kata kunci pencarian “health intervention method” AND “school based” AND “children” AND "obesity risk”. Kriteria inklusi artikel, yakni terbit antara tahun 2020-2024, desain studi eksperimental, dapat diakses secara lengkap disertai abstrak, dan berbahasa Inggris. Sementara itu, untuk kriteria eksklusi berupa penelitian dengan anak disabilitas, gangguan mental, dan memiliki status obesitas. Dari 5.911 artikel yang ditemukan, setelah proses seleksi menggunakan Rayyan, dipilih 6 artikel yang memenuhi kriteria.Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah dapat dilakukan dalam bentuk, seperti pendidikan kesehatan, aktivitas fisik, suplementasi nutrisi, dan mindfulness dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku anak terkait gaya hidup sehat.Simpulan: Intervensi kesehatan berbasis sekolah yang efektif dalam pencegahan obesitas pada anak menggunakan berbagai pendekatan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik yang terintegrasi dalam program sekolah untuk mencegah obesitas pada anak secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6