cover
Contact Name
Sri Sugiarsi
Contact Email
jurnalijhim@gmail.com
Phone
+6281804501090
Journal Mail Official
jurnalijhim@gmail.com
Editorial Address
Jl.Brigjen Katamso Barat, Gapura Papahan Indah, Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57722 Telp.0271-494581
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM)
ISSN : -     EISSN : 28072596     DOI : https://doi.org/10.54877
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Information Management (IJHIM) is a scientific journal managed by Study Program of Health Information Management Applied Bachelor and Diploma 3 of Medical Record and Health Information, STIKes Mitra Husada Karanganyar. IJHIM contains research publication in medical record, health information management, health information technology, health information system, health quality management, hospital statistic, and coding. The frequency of IJHIM publication is three times in a year (February, June, and November). The focus and scope of IJHIM is in the field of Health Information Management with the following themes: Medical Record Management Health Information Clinical Audit Coding Audit Medical Record audit Health Information Technology Health Information System Health Service Statistic
Articles 210 Documents
Analisis Kualitatif Pendokumentasian Rekam Medis Kasus Cholecystectomy Di RS. Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya BUDIHARJO, IG JAROT
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.189

Abstract

Abstrak Menurut (Widjaja & Sugiarsi, 2023), analisis kualitatif merupakan bagian dari audit pendokumentasian Rekam Medis oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK), Pengertian analisis kualitatif suatu review pengisian Rekam Medis (RM) yang berkaitan dengan ketidakkonsistensian dan ketidaklengkapan sehingga menunjukkan bukti bahwa rekam medis tersebut tidak akurat dan tidak lengkap. Dari hasil survei awal analisis kualitatif pendokumentasian rekam medis kasus Cholecystectomy ditemukan kekonsistensian praktek pencatatan terkait keterbacaan dan kebermaknaan pendokumentasian rekam medis 61 % tidak konsisten. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kekonsistensian pendokumentasian Rekam Medis rawat inap kasus Cholecystectomy berdasarkan analisis kualitatif di RS. Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dimana penelitian ini ingin medeskripsikan atau memberi gambaran terhadap analisis kualitatif kekonsistensian pendokumentasian rekam medis kasus Cholecystectomy di RS. Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Jumlah populasi adalah seluruh dokumen rekam medis pasien rawat inap kasus Cholecystectomy periode bulan Juli - September tahun 2023 sejumlah 30 Dokumen Rekam Medis. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dengan lembar Checklist. Hasil penelitian ini adalah kekonsistensian diagnosis dan tindakan 53,33% konsisten. Kekonsistensian pencatatan klinis 43,33% konsisten. Kekonsistensian penjelasan dan konfirmasi pengobatan yang dilakukan 46,66% konsisten. Kekonsistensian pencatataan Surat Persetujuan/ Penolakan Tindakan Kedokteran (SPTK) 70% konsisten. Kekonsistensian praktik pendokumentasian rekam medis 3,33% konsisten. Tidak ada hal-hal yang berpotensi tuntutan/ kompensasi ganti rugi. Sebaiknya dilakukan sosialisasi ulang terkait praktik pendokumentasian kepada para dokter terkait penulisan waktu pendokumentasian. Kata kunci: Kekonsistensian, Pendokumentasian, Kelengkapan, Cholecystectomy. Abstract According to (Widjaja & Sugiarsi, 2023), qualitative analysis is part of the audit of medical records documentation by Medical Recorders and Health Information (PMIK), the definition of qualitational analysis is a medical record filling review (RM) that relates to inconsistencies and incompleteness so that it shows evidence that the medical records are inaccurate and incompletely. From the results of the initial qualitative analysis of the medical record documentation of the Cholecystectomy case, the inconsistency of recording practices relating to readability and validity of medical records documentation was found to be 61% inconsistent. The aim of the research is to find out the consistency of the documentation of the medical records of hospitalized cases of Cholecystectomy based on qualitative analysis at the Catholic Hospital of St. Vincentius a Paulo Surabaya. The draft research is descriptive where this study wants to co-describe or give an overview of the qualitative analysis of the consistency of documentation of medical records of Cholecystectomy cases at the Catholic Hospital St. Vincentius a Paulo Surabaya. The population number is the entire medical record of patients in hospitalized cases of Cholecystectomy from July to September 2023 total of 30 medical records. The data collection tool used with the Checklist sheet. The results of this study are a consistency of diagnosis and action of 53.33% consistent. Consistency in clinical recordings of 43.33%. Consistencies in explanation and confirmation of treatment carried out 46.66% consecutive. Consistance in the recording of letter of consent/ rejection of medical action (SPTK) 70% consistent. Consistence in the practice of documentation of medical records of 3.33%. There are no potential claims for damages. It would be better to re-socialize the doctors' documentation practices in connection with the writing of the documentation time. Keywords: Consistency, Documentation, Equipment, Cholecystectomy
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora Sri puji lestari; Sugiarsi, Sri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.195

Abstract

Pendahuluan: Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan dari pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Waktu tunggu yang panjang secara konsisten dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Lama waktu tunggu memberikan pengaruh yang besar kepada pasien terhadap tingkat kepuasan mereka karena berhubungan dengan mutu pelayanan atau pengobatan sehingga harus diperhatikan oleh penentu kebijakan. Berdasarkan studi pendahuluan 80 % mengeluhkan tentang ketidakpuasan pelayanan di loket pendaftaran karena lamanya menunggu panggilan petugas pendaftaran. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 20 pasien rawat jalan yang melakukan pendaftaran di TPPRJ RSUD Dr. R. Soetijono Blora diperoleh rata – rata waktu tunggu pasien adalah 75 menit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan waktu tunggu dengan Kepuasan pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik. Menggunakan rancangan Cross Sectional dengan jumlah sampel 97 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan lembar observasi, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai p-value sebesar 0.001 lebih kecil dari nilai α (alpha) = 0.05, Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Saran : RSUD Dr. R. Soetijono disarankan untuk penambahan jumlah loket pendaftaran pasien dan pengadaan fasilitas anjungan pendaftaran pasien secara mandiri serta lebih giat melakukan promosi kesehatan untuk mengedukasi pasien akan manfaat dan kelebihan daripada pendaftarakan online dari pada pendaftaran onsite untuk upaya mengingkatkan kepuasan serta memperpendek waktu tunggu di tempat pendaftaran RSUD Dr. R. Soetijono Blora
Factors Influencing User Behavior in Hospital Management Information System at the Emergency Department of Dr. Moewardi Regional Hospital Yuniati, Putri Utami; Sugiarsi, Sri; Rohmadi; Harjanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.200

Abstract

AbstractAccording to Minister of Health Regulation Number 82 Year 2013, Hospital Management Information System (HMIS) is a communication technology information system that processes and integrates the entire hospital service process flow in the form of coordination networks, reporting, and administrative procedures to obtain precise and accurate information, and it is part of the Health Information System. Behavior is closely related to a system; a system is considered successful if users do not reject it. To prevent users from rejecting a system, it is necessary to establish good technical quality of information technology systems (Jogiyanto, 2007). To assess the quality of HMIS, research and evaluation related to user behavior of HMIS are necessary. Research on information technology user behavior includes several models, one of which is The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Dr. Moewardi Regional General Hospital has long implemented web-based HMIS. HMIS at Dr. Moewardi Regional Hospital has been operational since 2018 in the Outpatient, Inpatient, and Emergency units, hence the need for HMIS evaluation. The objective of this study is to determine the factors influencing user behavior in hospital management information systems at the Emergency Installation of Dr. Moewardi Regional Hospital. The study population consists of HMISusers in the Emergency Department. Data analysis was conducted using multiple linear regression method, yielding the following results: variabels that partially positively influence HMIS user behavior are performance expectancy with sig T-test value 0.024 < 0.05; effort expectancy with sig T�test value 0.008 < 0.05; facilitating conditions with sig T-test value 0.021 < 0.05. The variabel of Social Influence does not partially influence HMIS user behavior with sig T-test value 0.088 > 0.05. Simultaneously, the variabels of performance expectancy, effort expectancy, Social Influence, and facilitating conditions positively influence HMIS user behavior with sig F-test value 0.000 < 0.05.Keywords: HMIS, UTAUT model
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Pada Kasus Odontectomy Di RSUD Dr Moewardi Surakarta Wanandi, Riyanti Tyas; Sugiarsi, Sri; Kusumawati, Erna Adita
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.206

Abstract

Dalam pelaksanaan pengklaiman rawat inap di RSUD Dr. Moewardi masih terdapat kesenjangan tarif antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Pasien rawat inap pada kasus odontectomy juga termasuk dalam sepuluh besar tindakan rawat inap tahun 2022 dan semester 1 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah lembar klaim individual pasien keluaran E-klaim pasien rawat inap pada kasus odontectomy bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2023 sejumlah 310 dokumen. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh artinya seluruh populasi digunakan untuk sampel yaitu 310 dokumen. Pengumpulan data dengan menggunakan Check list. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan secara menyeluruh terdapat 274 kasus memiliki selisih negatif dan 36 kasus memiliki selisih positif. Rata-rata tarif riil pasien rawat inap kasus odontectomy sebesar Rp. 10.229.267,93, sedangkan rata-rata tarif INA-CBGs pasien kasus odontectomy sebesar Rp. 833.7291,94. Jika diperhitungkan secara keseluruhan maka total tarif riil rumah sakit lebih besar dari total tarif INA-CBGs dengan selisih negatif Rp 552.412.559 maka rumah sakit bisa dikatakan mengalami kerugian. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sehingga disarankan pihak manajemen rumah sakit melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap klaim pasien kasus odontectomy
Tinjauan Implementasi Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Di Puskesmas Tawangmangu Manda Mita Prastika; Rohmadi; Noor Lita Sari
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.250

Abstract

Abstrak Implementasi penggunaan sistem informasi manajemen puskesmas di Puskesmas Tawangmangu pada tahun 2025.Rekam medis elektronik merupakan salah satu bentuk layanan informasi kesehatan yang dilakukan dan tercatat secara komputerisasi di Puskesmas Tawangmangu terdapat masalah yaitu terputusnya jaringan LAN yang menyebabkan sistem SIMPUS menjadi lambat sehingga SIMPUS mengalami not responding selain itu kurangnya tenaga IT menghambat penanganan gangguan secara cepat, sehingga bila terjadi masalah, perbaikan tidak dapat segera diatasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi SIMPUS di Puskesmas Tawangmangu. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek yang digunakan adalah petugas pelayanan pendaftaran, sedangkan objek yang digunakan adalah aplikasi SIMKHANZA. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan wawancara. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara terstruktur. Teknik pengolahan data menggunakan collecting, editting, penyajian data. Analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek SDM petugas yang terlibat sudah mendapatkan pelatihan 1 kali sebelum dan sesudah SIMPUS diterapkan. Infrastruktur simpus puskesmas tawangmangu cukup baik untuk mendukung operasional sistem. Dukungan pimpinan sangat terlihat terutama pada anggaran untuk perangkat pendukung dan pemeliharaan sistem. Kata Kunci: RME, SDM, Infrastruktur, Organisasi
LITERATURE REVIEW : PELEPASAN INFORMASI MEDIS KEPADA PIHAK ASURANSI Almas Ummi Fatharina; Sri Sugiarsi; Trismianto Asmo Sutrisno
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v1i1.1

Abstract

Abstract Release of medical information must be subject to applicable procedures and must be with the patient's consent. Patients must make a stamped written statement that has authorized a third party to request medical data from a doctor. The purpose of this study is to determine the policy of releasing medical information and the flow of procedures for releasing medical information to the insurer. The research method in this study is to use a literature review design, namely research that examines research articles on the release of medical information to insurance parties by comparing, summarizing, and drawing conclusions. The search strategy used keywords and operator bundles used in this study, namely "medical records" or "information release" or "insurers". The result of the research is that a hospital is in the process of releasing medical information using policies in the form of SOPs, cooperation agreements with insurance parties, and orally. In addition, there are hospitals that have different procedures for releasing medical information because they do not only serve one insurance party, but there are several insurance parties that are served such as BPJS, Jasa Raharja, and Askes. However, in the process of releasing medical information, there are hospitals that are not yet in accordance with the flow of medical information release procedures that have been determined by the Hospital. Therefore, the hospital conducts outreach on the flow of procedures for releasing medical information so that the officer in charge has a better understanding of the release of medical information. Keyword : medical records, information release, insurers Abstrak Pelepasan informasi medis harus mengacu pada prosedur yang berlaku dan harus dengan persetujuan pasien. Pasien harus membuat pernyataan tertulis bermaterai bahwa telah memberi kuasa kepada pihak ketiga untuk meminta data medis dari dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pelepasan informasi medis dan alur prosedur pelepasan informasi medis kepada pihak asuransi. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan desain literature review yaitu penelitian yang mengkaji artikel-artikel penelitian tentang Pelepasan Informasi Medis Kepada Pihak Asuransi dengan cara membandingkan, meringkas, dan mengambil kesimpulan. Strategi pencarian menggunakan keyword dan booelan operator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu “rekam medis” or “pelepasan informasi” or “pihak asuransi”. Hasil penelitian terdapat Rumah Sakit yang dalam proses pelepasan informasi medis menggunakan kebijakan dalam bentuk SOP, perjanjian kerjasama dengan pihak asuransi, dan secara lisan. Selain itu terdapat Rumah Sakit memiliki alur prosedur pelepasan informasi medis yang berbeda-beda karena tidak hanya melayani satu pihak asuransi saja, tetapi ada beberapa pihak asuransi yang dilayani seperti BPJS, Jasa Raharja, dan Askes. Akan tetapi dalam proses pelepasan informasi medis terdapat Rumah Sakit yang belum sesuai dengan alur prosedur pelepasan informasi medis yang telah ditentukan oleh Rumah Sakit. Oleh karena itu pihak Rumah Sakit melakukan sosialisasi mengenai alur prosedur pelepasan informasi medis agar petugas yang bertanggungjawab lebih paham mengenai pelepasan informasi medis.
LITERATURE REVIEW : PERANCANGAN TRACER DALAM PENYIMPANAN DOKUMEN REKAM MEDIS Riya Ismawati; Rohmadi
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v1i1.2

Abstract

Abstract Tracer Medical recordis a tool used to control the use of medical record documents which are usually used to replace medical record documents that come out of storage shelves. Problems that occur in the storage system are misfiles and delays in returning medical record documents anddesigns tracer that are not up to standard. The method used is a literature review to determine thedesign tracer based on aspects of size, material and color, content, pouch and request slip. It was concluded that the size used was in accordance with the standard, which was equal to or larger than the medical record, the material used was strong and brightly colored so that it was easy to search, contained the contents of the patient's name, medical record number, the purpose of the medical record or borrower and the date of discharge and there was a pocket. and the request slip on the tracer . Keywords : tracer, design, medical record Abstrak Tracer rekam medis adalah sarana yang digunakan untuk mengontrol penggunaan dokumen rekam medis yang biasanya digunakan untuk menggantikan dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Permasalah yang terjadi pada sistem penyimpanan yaitu misfile dan keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis serta rancangan tracer yang tidak sesuai standar. Metode yang digunakan adalah literature review untuk mengetahui rancangan tracer berdasarkan aspek ukuran, bahan dan warna, isi, kantong dan slip permintaan. Didapatkan kesimpulan ukuran yang digunakan sudah sesuai standar yaitu sama atau lebih besar dari rekam medis, bahan yang digunakan kuat dan berwarna mencolok agar mudah dalam pencarian, memuat isi berupa nama pasien,nomor rekam medis,tujuan rekam medis atau peminjam dan tanggal keluar serta terdapat kantong dan slip permintaan pada tracer tersebut. Kata Kunci : tracer,perancangan,rekam medis
LITERATURE REVIEW FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN PETUGAS KODING DIAGNOSIS BERDASARKAN UNSUR 5M Vera Yulianti Budiyani; Astri Sri Wariyanti; Sri Wahyuningsih
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v1i1.3

Abstract

Abstract The inaccuracy of the results of the coding of the diagnosis and medical action produced by the inpatient coder. Percentage of coding accuracy was only 74.67% while coding imprecision reached 25.33%. It is still found that the coding accuracy in providing disease coding is still not accurate. The accuracy in coding the diagnosis is of course caused by several factors according to the conditions of each health service institution. The purpose of this study was to determine the factors that influence the accuracy of coding officers in providing disease codes based on 5M management elements. The method used in this research is literature review by examining journals with criteria, namely research that has been published, at least comes from accredited journals, and journals related to factors that affect the accuracy of the officer coding the diagnosis and then presented in the form of a conclusion. The results of this study were the factors that influenced the accuracy of the coding officer in giving disease codes based on theelement man , namely the qualifications of the coder, based on theelement, it money was not coding on the 4th or 5th characters, based on theelement material, there was a doctor's writing that was not clearly legible and the usage. Unusual abbreviations, based on theelements method are the inaccuracy of selecting the main diagnosis and the absence of SPO for determining the code, based on theelement machine is the absence of supporting coding books and SIMRS is not user friendly. It was found that the use of medical terminology that was not correct made the coders misperceived so that they were wrong in giving the diagnosis code. Keywords: Coding Officer, 5M Management Elements Abstrak Ketidaktepatan hasil koding diagnosis dan tindakan medis yang dihasilkan koder rawat inap. Presentase ketepatan koding hanya 74,67% sedangkan ketidaktepatan koding mencapai 25,33%. Masih ditemukan bahwa ketepatan pengkodean dalam pemberian kode penyakit masih kurang tepat. Ketepatan dalam pengkodean diagnosis tentunya disebabkan oleh beberapa faktor sesuai kondisi masing-masing institusi pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi ketepatan petugas koding dalam pemberian kode penyakit berdasarkan unsur manajemen 5M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan mengkaji jurnal dengan kriteria yaitu penelitian yang telah dipublikasikan, minimal berasal dari jurnal terakreditasi, dan jurnal yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi ketepatan petugas koding diagnosis kemudian disajikan dalam bentuk simpulan. Hasil penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi ketepatan petugas koding dalam pemberian kode penyakit berdasarkan unsur man adalah kualifikasi koder, berdasarkan unsur money adalah tidak melakukan pengkodean pada karakter ke 4 maupun ke 5, berdasarkan unsur material adalah adanya tulisan dokter yang tidak terbaca dengan jelas dan penggunaan singkatan yang tidak lazim, berdasarkan unsur method adalah ketidaktepatan pemilihan diagnosis utama dan belum adanya SPO penentuan kode, berdasarkan unsur machine adalah ketidaktersediaanya buku-buku penunjang koding dan SIMRS tidak user friendly. Ditemukan penggunaan terminologi medis yang tidak tepat membuat koder salah persepsi sehingga salah dalam pemberian kode diagnosis. Kata kunci: Petugas Koding, Unsur Manajemen 5M
LITERATURE REVIEW : PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI UNIT FILING Vivi Anika Retno Mumpuni; Sri Sugiarsi; Tunjung Bayu Sinta
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v1i1.4

Abstract

Abstract Risk is the possibility of unwanted or unexpected adverse effects in an activity. These risks can have a negative impact on officers who are present during activities, especially in theunit filing. There are several risks of work accidents experienced byworkers, filing such as fingers with staples attached to medical record documents,workers filing can get cough if they take or return medical record documents without wearing a mask. The purpose of the study was to determine the application of risk management in theunit filing. The research method used is Literature Review with a search strategy usingresults criteria Google Scholarwith the keywords "Risk management OR Implementation of Risk Management in theunit filing". The results of this study indicate that risk management in hospitals is carried out internally, therisk factor in theunit filing most prominentis that the officer can catch a cough if he does not use a mask, and the hand can cut the cover of the medical record document if he does not use gloves, attitude towards risk What happens in the filing unit is the creation of a work safety SOP to prevent unwanted risks. Factors that cause risk are chemical factors, biological factors, physical factors and ergonomic factors. Keywords : Risk Management, Application of Risk Management Abstrak Risiko merupakan kemungkinan terjadinya akibat buruk yang tidak di inginkan atau tidak terduga dalam sebuah aktivitas. Risiko tersebut dapat menghasilkan dampak negatif bagi petugas yang ada saat aktivitas terutama di unit filing. Terdapat beberapa risiko kecelakaan kerja yang di alami oleh petugas kerja filing seperti jari yang terkena steples yang menempel pada dokumen rekam medis, petugas kerja filing dapat terkena penyakit batuk jika mengambil atau menggembalikan dokumen rekam medis tanpa menggunakan masker. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan manajemen risiko di unit filing. Metode penelitian yang digunakan adalah Literature Review dengan strategi pencarian menggunakan kriteria hasil Google Scholar dengan kata kunci “Manajemen risiko OR Penerapan Manajemen Risiko di unit filing”. Hasil penelitian ini bahwa pengelolaan manajemen risiko di rumah sakit di lakukan secara internal, faktor risiko di unit filing yang paling menonjol adalah petugas dapat terserang batuk apabila tidak menggunakan masker, dan tangan dapat tersayat sampul dokumen rekam medis apabila tidak menggunakan sarung tangan, sikap atas risiko yang terjadi di unit filing adalah dengan di buatkanya SOP keselamatan kerja untuk mencegah terjadinya risiko yang tidak di inginkan. Faktor yang menyebabkan terjadinya risiko yaitu faktor kimia, faktor biologi, faktor fisik dan faktor ergonomi. Kata Kunci : Manajemen Risiko, Penerapan Manajemen Risiko
LITERATURE REVIEW PROSES PENYUSUTAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Hanifah Apriliandawati; Antik Pujihastuti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v1i1.5

Abstract

Abstract Medical record shrinkage carried out gradually starting from sorting, moving, assessing and destroying. Obstacles in the implementation of shrinkage medical record are the limited human resources in the filing section and the infrastructure to support the shrinkage of medical record is inadequate. The purpose of this research was to determine the implementation of depreciation of medical record. This research method used a literature review design. The results showed that the sorting of medical record documents was carried out based on a 5-year period by looking at the year the patient's last visit was treated. Transfer of medical record documents is done by moving medical record documents from the active room to the inactive room. Assessment of medical record documents is in accordance with the use and importance of medical record documents. Obstacles that hinder the implementation of shrinkage of medical record documents are human resources and infrastructure. Conclusion from the results of this study, depreciation was carried out by sorting out the medical record documents then moving the medical record documents that were inactive, after which an assessment of the medical record documents was carried out according to the usefulness and importance of the medical record documents so that they could identify obstacles in the implementation of shrinkage of medical record documents. Keyword : Depreciation, Retention, Medical Record Abstrak Penyusutan berkas rekam medis dilakukan secara bertahap yaitu dimulai dari pemilahan, pemindahan, penilaian dan pemusnahan. Kendala dalam pelaksanaan penyusutan yaitu terbatasnya sumber daya manusia di bagian filing dan sarana prasarana untuk menunjang pelaksanaan penyusutan dokumen rekam medis belum memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penyusutan dokumen rekam medis. Metode penelitian ini menggunakan desain literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilahan dokumen rekam medis dilakukan berdasarkan periode 5 tahun dengan cara melihat tahun kunjungan terakhir pasien tersebut berobat. Pemindahan dokumen rekam medis dilakukan dengan cara memindahkan dokumen rekam medis dari ruangan aktif ke ruangan inaktif. Penilaian dokumen rekam medis sesuai dengan kegunaan dan kepentingan dokumen rekam medis. Kendala yang menghambat pelaksanaan penyusutan dokumen rekam medis yaitu sumber daya manusia dan sarana prasarana. Simpulan dari hasil penelitian ini penyusutan dilakukan dengan memilah dokumen rekam medis kemudian memindahkan dokumen rekam medis yang sudah inaktif setelah itu dilakukan penilaian dokumen rekam medis sesuai dengan kegunaan dan kepentingan dokumen rekam medis sehingga dapat mengetahui penghambat dalam pelaksanaan penyusutan dokumen rekam medis. Kata Kunci : Penyusutan, Retensi, Rekam Medis