cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3" : 7 Documents clear
Analogi Masjid Dalam Pengusahaan Perpustakaan Sigit Solihin
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.241 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.981

Abstract

Suatu kenyataan bahwa di Indonesia masjid dan juga surau jumlahnya berpuluh-puluh ribu. Pendirian, kelangsungan hidup dan perkembangannya dibiayai oleh sumbangan dari masyarakat, tanpa banyak campur tangan pemerintah. Keberhasilan ini patut ditiru untuk diterapkan dalam pendirian, kelangsungan hidup dan perkembangan perpustakaan, sehingga diharapkan jumlah perpustakaan di Indonesia dapat menyaingi jumlah masjid dan surau, yang akan sangat bermanfaat sebagai fasilitas peningkatan minat baca masyarakat Indonesia.
Aplikasi Undang Undang Perpustakaan Dengan Layanan Antar Perpustakaan (Interlibrary Service) Supriyanto Supriyanto
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.561 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.982

Abstract

Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Perpustakaan pada tanggal 2 Oktober 2007 dalam siding pleno DPR-RI telah disahkan sebagai Undang Undang (UU) tentang Perpustakaan. Perpustakaan dapat berfungsi sebagai sarana Pendidikan non formal yang melayani tidak saja pemustaka usia-usia sekolah, tetapi juga usia-usia sebelum sekolah. Misi perpustakaan secara sederhana pada umumnya adalah “memberikan layanan dan memberdayakan koleksi bahan Pustaka.” Peminjaman antar perpustakaan (internetlibrary loan) dengan kata lain layanan antar perpustakaan, disamping bentuk kerjasama yang lain. Pekerjaan layanan antar perpustakaan bukan hal yang tidak mungkin, dengan kata lain keinginan dan harapan didukung dengan undang-undang yang memadai dan jangan lupa prinsip kemitraan adalah care, share, fair dapat direlisasikan. Pertanyaan muncul, sejauh manakah pustakawan siap memberikan layanan prima sebagaimana diinginkan?
Peran Perpustakaan Dalam Menanamkan Minat Baca Sejak Usia Dini Eny Dwi Kristyarini
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.6 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.983

Abstract

Sekolah dikenal sebagai lembaga pendidikan formal yang menjadi wahana bagi guru untuk membelajarkan siswa-siswanya. Dalam menjalankan fungsi layanan Pendidikan, sekolah ditopang oleh seluruh elemen yang ada seperti: siswa, guru, tenaga non edukatif, kurikulum, sarana dan prasarana, dana, strategi dan metode pembelajaran, serta manajemen, juga lingkungan yang dikelola ke arah tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Penulis akan membahas salah satu elemen dari layanan pendidikan, yaitu sarana dan prasarana yang sangat mendukung suatu pendidikan, yaitu perpustakaan sekolah sejak diterbitkannya UndangUndang Pendidikan no. 2/1989, sudah banyak sekolah yang memiliki tenaga yang secara khusus mengelola perpustakaan sekolah. Perpustakaan menjadi sangat penting untuk meningkatkan sikap cendikiawan, memahirkan keterampilan dan menghaluskan sikap moralnya.Dalam usaha untuk membina minat baca siswa, para pendidik mulai menyadari betapa eratnya hubungan yang ada antara keterampilan membaca dan kegiatan membaca. Metode dan teknik Pengelolaan perpustakaan yang baik, menarik dan kreatif bisa bermanfaat atau tidak bagi pengguna perpustakaan akan sangat tergantung pada kemampuan pustakawan di dalam menerapkannya dalam tugasnya guna menunjang kegiatan belajar dan mengajar.
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Pembangunan Nasional Indonesia: Peran-serta Pustakawan Dalam Mencerdaskan Bangsa Widharto Widharto
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.978

Abstract

Pembangunan berkelanjutan yang ditempuh bangsa Indonesia telah menunjukkan keberhasilan yang nyata, meskipun masih ada beberapa kekurangan dan ketimpangan. Untuk mengatasi kesenjangan pembangunan tersebut, serta untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, skenario-skenario telah dirancang, terutama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Dunia pendidikan sebagai sumber penyedia Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, perlu mengadakan perubahan-perubahan, agar SDM Indonesia lebih handal dan mampu berkompetisi dengan SDM dari negara lain. Perubahan tersebut menuntut perpustakaan dan pustakawan Indonesia untuk berbenah diri dengan merubah visi dan misi mereka, karena di Era Globalisasi dan Informasi tersebut penuh dengan tantangan dan kompetisi. Perubahan-perubahan dan strategi apa saja yang harus diambil pustakawan untuk menunjang kemajuan IPTEK disajikan di dalam artikel ini.
Program Literasi Informasi: Sebuah Upaya Pemberdayaan Pemakai Perpustakaan dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.984

Abstract

Perpustakaan merupakan bagian vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebab perpustakaan menyediakan berbagai jenis layanan informasi kepada pelajar, mahasiswa dan guru atau tenaga pengajar di semua jenjang pendidikan. bagaimana cara yang dapat kita lakukan sehingga dapat mengetahui informasi apa saja yang telah tersedia? Kapan kita menggunakan informasi itu? Dan bagaimana kita bisa mendapatkan jenis-jenis informasi tertentu?Program literasi informasi yang telah dipraktikan di banyak negara telah membantu dalam pengingkatan pengetahuan dan keterampilan user perpustakaan, terutama dalam aspek peroleh dan pemanfaatan informasi agar lebih berdaya guna. Program literasi informasi sangat relevan dengan pembelajaran berbasis sumber yang membebaskan ketergantungan perolehan informasi peserta didik yang hanya bersumber dari guru atau pengajar. Program ini menjadi program yang dapat menjawab tantangan dan dinamika kehidupan di era informasi. Perpustakaan Nasional RI diharapkan untuk mengambil peran lebih besar dalam Menyusun agenda tentang program literasi informasi sehingga dapat diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan.
Pendidikan Berbasis Perpustakaan Menuju Pendidikan Yang Berbudaya Membaca Romi Febriyanto Saputro
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.979

Abstract

Pendidikan berbasis perpustakaan dapat menumbuhkembangkan budaya perpustakaan, seperti: membaca, menulis, menelusuri data dan menganalisis data. Selama ini pendidikan didominasi kegiatan transfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik tanpa dilatih untuk berpikir kritis, akibatnya proses belajar mengajar berjalan tanpa dijiwai budaya membaca. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak mungkin lagi dikuasai melalui proses mendengar atau proses transisi dari guru, tetapi juga melalui proses membaca terutama di perpustakaan. Perpustakaan memberikan ruang bagi peserta didik untuk melakukan (active learning) belajar aktif, (interpretation) interprestasi, (make sense) masuk akal, (negotiation) pertukaran pikiran, (cooperative) kerjasama, dan (inquiry) menyelidiki. Siswa dapat melaksanakan konsep belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together), belajar menjadi diri sendiri (learning to be); dan belajar seumur hidup (life long learning).
Peran Perpustakaan Dalam Mencerdaskan Penggunanya Melalui Teknologi Informasi Syamsu Alam H
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.985

Abstract

Perpustakaan sebagai penyedia dan penyebar informasi belum terlalu dikenal oleh banyak kalangan dan lapisan masyarakat. Masyarakat lebih mengenal penyedia dan penyebar informasi seperti media massa atau media tercetak yang ada. Sebagai orang dibalik perpustakaan, pustakawan ke depan sebagai pengelola sumber informasi merupakan peluang, tantangan, pemicu dan kemandirian untuk membuat terobosan, berkreatifitas untuk keluar sebagai yang terbaik. Kompetensi profesional adalah penguasaan keterampilan tentang sumber daya informasi, pengelola informasi dalam memberikan jasa informasi kepada pengguna. Pustakawan dalam mengelola perpustakaan harus produktif, kreatif termasuk mengadakan promosi, orientasi kepada masyarakat untuk memasyarakatkan perpustakaan. Dalam promosi dan orientasi perpustakaan harus direncanakan dengan matang dan yang harus diperhatikan antara lain: apa yang akan dipromosikan, siapa yang akan menyampaikan, dan metode penyampaian, dan metode penyampaian promosi dan media apa yang dipakai. Sehingga peran dan layanan perpustakaan dalam mencerdaskan penggunannya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat secara cepat dan tepat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue