cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 4 (2011): Desember" : 5 Documents clear
Learning Society Di Kampung Bosscha: Praktek Kepustakawanan di Rw 10 Kampung Bosscha Desa Lembang, Jawa Barat Elyani Sulistialle
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.948 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.830

Abstract

Pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan dan bertugas untuk memberikan layanan informasi kepada pengguna perpustakaan. Mengacu pada fungsi dan jenis perpustakaan maka layanan tersebut bersifat informatif, pendidikan, riset dan rekreatif. Masyarakat dan pengguna perpustakaan memanfaatkan perpustakaan dengan bantuan pustakawan. Sudah sewajarnya jika seorang pustakawan adalah seorang  yang ramah dan ringan tangan, gemar membaca dan belajar, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Ilmu pengetahuan dipergunakan untuk mengorganisasi dan mengelola bahan pustaka sedangkan  keramahan pustakawan melayani pengguna perpustakaan, dan fasilitas yang ada dapat membuat pengguna betah untuk belajar di perpustakaan, sehingga dapat tercipta masyarakat yang gemar belajar. Di Kampung Bosscha ­ Lembang, terdapat Observatorium Bosscha, sebagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, di Kampung Bosscha terdapat kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan belajar dan membaca. Tulisan ini berkaitan dengan pembinaan minat baca di Kampung Bosscha Desa Lembang. Beberapa kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan di Kampung Bosscha yang berhubungan dengan upaya menambah pengetahuan seperti Les Bahasa Inggris dan Latihan Menggambar, Pengajian Ibu dan Anak, Keterampilan Membuat Makanan Ringan, Lomba Menggambar Anak, Pembinaan Minat Baca.
Gaya Komunikasi Pustakawan Terhadap Pengguna Jasa Layanan Perpustakaan Sri Endah Pertiwi
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.948 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.831

Abstract

Artikel ini membahas mengenai gaya komunikasi pustakawan terhadap pemustaka dengan focus pada komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi antara dua orang atau lebih di mana pustakawan bertindak sebagai komunikator dan mahasiswa sebagai komunikan dan keduanya saling bertukar pesan dalam suatu komunikasi yang efektif. Pustakawan adalah orang yang ahli dalam bidang perpustakaan (Sudjatmoko, 1992 : 142). Pustakawan menggunakan komunikasi formal dan komunikasi non formal dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi di antara para anggota organisasi yang secara tegas diatur oleh struktur  organisasi. Komunikasi informal yaitu komunikasi yang dilakukan bila komunikasi formal  mengalami kemacetan atau buntu. Kegiatan membaca adalah suatu perilaku mahasiswa yang dapat diamati oleh orang lain yang terjadi dalam waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan menggunakan metode survey. Penelitian explanation berusaha untuk menjelaskan sebab akibat yang ada diantara fenomena-fenomena yang dipelajari, dalam hal ini antara gaya komunikator dengan kegiatan membaca mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung terus menerus selama jam pelayanan UPT Perpustakaan yaitu pukul 08.00 s/d 16.00 WIB. Kegiatan membaca mahasiswa akan diukur dalam fase­fase tertentu yaitu jumlah kunjungan dalam satu bulan, jumlah buku yang dibaca, jenis buku yang dimanfaatkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca buku tersebut dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara gaya komunikasi pustakawan dengan kegiatan membaca mahasiswa.
Strategi pembinaan SDM Perpustakaan: Pengintegerasian Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Organisasi Hapsari Mundriani Sugeng
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.466 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.832

Abstract

Artikel ini membahas strategi pengelolaan atau manajemen sumber daya manusia (SDM) di perpustakaan. Manajemen SDM adalah “desain sistem formal dalam suatu organisasi yang menjamin pemanfaatan bakat SDM secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi” (Society of Human Resource Management, 2002a). Seperti organisasi­organisasi lainnya, semua jenis peerpustakaan memiliki kegiatan SDM yang dilakukan secara tradisional, seperti rekrutmen dan seleksi, kompensasi, pemberian tunjangan, pelatihan dan pengembangan, kesehatan dan keselamatan kerja, karyawan dan hubungan kerja, tenaga magang atau sukarela. Pada perpustakaan­perpustakaan riset, nasional, perguruan tinggi, umum dan khusus fungsi SDM terstruktur dan mencerminkan ukuran suatu perpustakaan dan pandangan filosofis pembangunan SDM organisasi. Pengembangan organisasi (OD) selalu diimbangi dengan strategi pengelolaa SDM di organisasi tersebut, termasuk di perpustakaan. Peranan strategi yang baru adalah pengembangan kemampuan untuk memperkuat kapasitas personil sebagai aset organisasi yang merupakan pusat perhatian penting bagi profesional SDM. Pergeseran tersebut mengakibatkan peningkatan kebutuhan SDM. Hal tersebut dirumuskan dalam langkahlangkah strategik yang dijabarkan dalam program peningkatan kemamapuan organisasi merekrut dan mempertahankan karyawan yang memiliki kemampuan untuk berinovasi untuk menghadapi perubahan yang konstan secara efektif. Empat strategi yang diciptakan diluar fungsi­fungsi tradisional manajemen SDM dan konsep OD mencerminkan pilihan pada saat SDM mendukung keseluruhan tujuan organisasi. Keempat strategi tersebut adalah analisis jabatan, desain ulang pekerjaaan, pembentukan tim, dan manajemen perubahan yang didukung oleh metode-metode peningkatan kinerja dan kemampuan organisasi beserta personilnya.
Rekonstruksi Peran Pustakawan Indonesia: Persiapan Menghadapi Era Perpustakaan Digital Salmubi Salmubi
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.828

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia membuat setiap orang dapat mengakses informasi dengan cepat. Perkembangan teknologi tersebut menghilangkan barrier (penghalang) ruang dan waktu bagi setiap orang yang ingin mengakses informasi. Tentu saja hal ini mempengaruhi dunia perpustakaan di negara manapun, termasuk Indonesia. Dunia perpustakaan di Indonesia baru memasuki tahap awal implementasi TIK di perpustakaan (dalam skala besar), namun sebagian perpustakaan di Indonesia telah memanfaatkan TIK secara integral dan komprehensif. Beberapa perpustakaan mulai melanggan jurnal elektronik, buku elektronik dan sebagian sudah mulai merancang digital library. Perkembangan ini berdampak pada layanan informasi kepada pemustaka dan tentu saja berarti mengubah peran pustakawan sekaligus ekspektasi pemustaka terhadap pustakawan. Artikel ini membahas mengenai peran yang seharusnya dilakukan oleh pustakawan di era digital dengan menyelesaikan masalah klasik yang selalu dihadapi yaitu tidak adanya dukungan pimpinan, keterbatasan anggaran dan kelembagaan. Pustakawan harus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat untuk menyelesaikan permasalahannya dan menghadapi era digital. Di era digital pustakawan bukan hanya sebagai penyedia informasi namun juga penyedia akses terhadap informasi, berperan dalam pemberdayaan pemustakanya dan berperan sebagai problem solver (dengan informasi dan akses informasi yang dimiliki) untuk menyelesaikan masalah pemustaka. Pustakawan Indonesia harus lebih cerdas, arif, fleksibel, dan adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Pustakawan harus mampu menggunakan berbagai pendekatan agar persoalan yang ada dapat teratasi sekaligus merespon ekspektasi masyarakat pemustaka.
Digital Library : Penerapan Teknologi Informasi (Ti) di Perpustakaan Lutriani Lutriani
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.829

Abstract

Perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan manusia, juga sebaliknya perkembangan manusia sedikit banyak terpengaruh juga dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan sebagai cermin dari suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, kultural (budaya), juga pendidikan masyarakat. Selama berabad­abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankanwalaupun banyak mengalami pasang surut dan berbagai hambatan, perpustakaan tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fungsi perpustakaan yang sangat menonjol adalah sebagai sarana penyimpanan karya manusia seperti karya cetak, di antaranya: buku, majalah, brosur, jurnal, koran, dan karya cetak lainnya yang dianggap harus disimpan sebagai dokumen warisan bangsa. Karya manusia lainnya adalah karya rekam, di antaranya: piringan hitam, kaset, compact disc, video dan karya rekam lainnya. Setelah ribuan tahun hidup dengan teknologi cetak, dan ratusan tahun dengan teknologi analog elektronik, kelahiran dan perkembangan pesat teknologi digital menimbulkan revolusi cukup mendasar di era teknologi ini, dan kepustakawanan khususnya kata perpustakaan merujuk ke satu medium penentu peradaban manusia yaitu buku. Untuk waktu yang sangat lama buku dan produk tercetak lainnya adalah satu­satunya sumberdaya pengetahuan yang dihimpun oleh perpustakaan. Beberapa waktu belakangan ini “dunia teks”  tiba­tiba mendapat tantangan dari teknologi baru yang menghadirkan teks linear dan teks berkaitan (hypertext), tidak hanya gambar mati, tapi gambar hidup dan gambar imajinasi yang seakan­akan hidup. Kalau bisa dijabarkan dari teknologi cetak berkembang ke teknologi analog, lalu teknologi elektronik dan berkembang kemudian ke teknologi digital sampai teknologi multimedia. Perubahan peran teknologi informasi memperluas peran perpustakaan tradisional melampaui koleksi buku dan pelayanan berbasis cetak yang menjadi citranya hingga kini. Perpustakaan modern dewasa ini menyediakan spektrum menyeluruh produk dan pelayanan informasi, baik yang berbasis cetak maupun elektronik. Pengembangan perpustakaan digital atau e-library bagi tenaga pengelola  perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue