cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2012): Maret" : 5 Documents clear
Penentuan Skala Prioritas Preservasi Upaya Perlindungan Nilai Informasi Koleksi Di Perpustakaan Nasional Indah Purwani
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.055 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.862

Abstract

Artikel ini berbicara masalah penerapan preservasi yang ada di Perpustakaan Nasional RI yang mengkaji masalah kebijakan preservasi yang telah ditentukan oleh pengambil kebjakan dilingkungan Perpustakaan Nasional RI . Dari koleksi yang sebagian besar terbuat dari bahan kertas dengan kualitas yang bervariasi karena faktor alamiah pasti akan mengalami kerusakan , perlu adanya kegiatan preservasi agar nilai informasi koleksi tidak mengalami kersakan.Kebijakan koleksi hendaknya mencakup koleksi current yang berindikasi pada pengembangan koleksi dimasa yang akan datang, untuk itu perlu adanya pedoman penentuan skala prioritas preservasi, di Perpustkaan Nasioanal belum maksimal karena dalam menentukan skala prioritas hanya didasari atas kebijakan para pustakawan karena tidak ada kebijakan secara tertulis dalam penentuan skala prioritas preservasi.
Kepustakawanan : Kemarin Dan Esok Adalah Hari Ini Purwono Purwono
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1571.642 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.863

Abstract

Dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menpan Nomor 18 Tahun 1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Pustakawan (yang hingga saat ini telah beberapakali disempurnakan), menandakan bahwa pemerintah telah mengakui jika pekerjaan seorang pustakawan sebagai Jabatan Fungsional. Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah perguruan tinggi di Indonesia yang pertama kali menerapkan peraturan jabatan fungsional pustakawan. Saya adalah  ”Pustakawan Glundung Pringis” karena ketika saya diangkat pertama kali sebagai Pejabat Fungsional Pustakawan melalui inpassing bukan pengangkatan pertama berdasar kualifikasi yang disyaratkan, karena sebagaimana diketahui bersama, syarat untuk pengangkatan Jabatan Fungsional Pustakawan harus memiliki pendidikan minimal D2/D3 di bidang Perpustakaan. Saya diangkat sebagai pejabatan fungsional pustakawan berdasar SK.  Mendikbud  No. 95/C/1990, dengan posisi:  Jabatan Fungsional  Pustakawan: Pustakawan Pratama. TMT: 31 Januari 1988. Sejak itulah saya meniti karir di bidang kepustakawanan melalui dua  zaman yaitu Era Kepustakawanan Konvensional yang serba manual atau hastawi dan Era Kepustakawanan dengan penerapan Teknologi Informasi yang padat teknologi. Di dalam meniti karir di UGM saya berpegang pada ”Ngelmu Beja”. Ngelmu beja itu adalah ngelmu atau ilmu untuk  ”hanggayuh kamulyan” bukan sekedar ” kemul-liyan”.
Karakteristik Pustakawan Profesional Di Tengah Isu Sertifikasi Supriyanto Supriyanto
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.678 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.858

Abstract

Pustakawan sejak hadir dengan Keputusan MENPAN No. 18 Tahun 1988 sampai hari ini belumlah populer, masih kalah populer sama artis ataupun profesi-profesi lain. Sesungguhnya peraturan perundang-undangan tentang perpustakaan dan pustakawan sudah cukup memadai. Sudah sepantasnya pustakawan itu sendirilah yang harus membangun karakter dan pencitraan profesinya. Perlu dibangun adanya keserasian dan keselarasan antara pangkat, jabatan, usia, masa kerja, diklat dan kompetensinya. Artinya pustakawan akan populer tatkala mampu berperan secara rasional dan proporsional mendukung tugas pokok dan fungsinya dari lembaga yang menaunginya dimana saja pustakawan bekerja. Bukti pengakuan tertulis atas kompetensi kerja yang dikuasainya adalah sertifikasi, sehingga pustakawan layak memperoleh rekognisi baik dari segi karier maupun penghasilan yang memadai, dan itu bukan isu atau mimpi tapi realita guna menciptakan perpustakaan yang humanis
Manajemen Pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar Di Kecamatan Semarang Barat Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.715 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan: (a) perencanaan (planning),  (b) pengorganisasian (organizing), (c) penggerakan (actuating), dan (d) pengawasan (controlling) pada manajemen pembinaan Perpustakaan Rumah Pintar di Kecamatan Semarang Barat. Lokasi penelitian ini adalah Kecamatan semarang Barat, yang meliputi: Kelurahan Bongsari, Kelurahan Bojong Salaman, Kelurahan Kembangarum, Kelurahan Gisik Drono, dan Kelurahan Krobokan. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara disertai dengan record. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut fungsi manajemen: 1) Perencanaan (planning) belum dapat direalisasikan sepenuhnya; 2) Pengorganisasian (organizing) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengorganisasian perpustakaan dapat berjalan dengan (Pustakawan Madya di Perpustakaan Universitas Negeri Semarang (UNNES))lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 3) Penggerakan (actuating) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Meskipun demikian, dua kelurahan dapat menjalankan aktivitas perpustakaan. Hanya satu kelurahan yang menyatakan bahwa penggerakan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dikarenakan pengelola tetapnya sudah ada; 4) Pengawasan (controlling) belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Hanya Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Krobokan yang menyatakan bahwa pengawasan perpustakaan dapat berjalan dengan lancar dan terprogram setiap tiga bulan sekali melalui pertemuan pihak kelurahan, pengelola Rumah Pintar dan pengelola Perpustakaan Rumah Pintar, serta tutor.
Sinergi Perpustakaan Umum Dengan Perpustakaan Sekolah : Sebuah Wacana Mewujudkan Siswa Melek Informasi Dian Wulandari
Media Pustakawan Vol 19, No 2 (2012): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v19i2.859

Abstract

Kondisi Perpustakaan sekolah di Indonesia, terutama di sekolah dasar yang masih cukup memprihatinkan, memerlukan perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah. Perpustakaan umum yang berada di bawah kendali pemerintah daerah dapat melakukan berbagai usaha agar siswa sekolah tetap dapat mengenal perpustakaan, memperoleh fasilitas layanan perpustakaan, dan pada akhirnya terbiasa menggunakan perpustakaan sebagai sarana belajar seumur hidup. Tulisan ini memaparkan bentukbentuk sinergi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan umum dalam memperkenalkan perpustakaan sejak dini kepada siswa sekolah, terutama di tingkat pendidikan dasar (SD-SMP). Mengapa sinergi yang dipilih sebagai judul, karena sinergi memiliki arti ”kegiatan atau operasi gabungan” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kata tersebut lebih tepat dibandingkan dengan kerjasama. (

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue