Jurnal Pijar MIPA
Jurnal Pijar MIPA (e-ISSN: 2460-1500 & p-ISSN: 1907-1744) is an open-access scientific periodical journal published by the Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA publishes original articles on current issues and trends in mathematics-science-science education studies. In addition, this journal addresses issues concerning environmental education and environmental science. The journal scopes are: a. Physics and Physics Education b. Chemistry and Chemistry Education c. Biology and Biology Education d. Natural Science and Science Education e. Mathematics and Mathematics Education f. Environmental and Environmental Education
Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021"
:
22 Documents
clear
Pengaruh Ukuran Partikel, Persen Padatan, dan pH pada Proses Flotasi Terhadap Perolehan Kembali Tembaga
Syamsul Bahtiar;
Wafdan Muzakki;
Rita Desiasni;
Fauzi Widyawati;
Syamsul Hidayat
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.084 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.1308
Flotasi merupakan proses ekstraksi logam berdasarkan perbedaan tegangan permukaan dari mineral di dalam air dengan cara mengapungkan mineral ke permukaan. Faktor yang mempengaruhi nilai perolehan kembali Tembaga antara lain ditentukan oleh ukuran partikel, jumlah persen padatan dan kondisi larutan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap perolehan kembali mineral tembaga dengan melakukan variasi ukuran partikel, variasi persen padatan pada jumlah 33%, 42% dan 47% dan variasi pH larutan pada kondisi basa yaitu pH 10, 10.3 dan 10.6. Pengecilan ukuran partikel dilakukan dengan proses Grinding sampai mendapatkan ukuran + 212 mikron. Selanjutnya, pH larutan dikontrol dengan penambahan kapur. Analisis perolehan kembali mineral tembaga secara kuantittatif dilakukan dengan karakterisasi AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel yang optimum didapat pada pada variasi 3% +212 mikron dengan nilai 95.12%. Sedangkan, jumlah persen padatan 42% memberikan nilai tertinggi yaitu 95.12%. Selanjutnya, diperoleh pH terbaik untuk memperoleh tembaga yang optimum yaitu pada pH 10.6 sebesar 95.12%
Penggunaan Pedoman Operasional Alat Peraga Penentuan Luas Daerah Layang Layang dan Luas Daerah Lingkaran Bagi Siswa Sekolah Dasar
Ketut Sarjana;
Amrullah Amrullah;
Ratih Ayu Apsari;
Junaidi Junaidi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.3 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.1362
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan pedoman operasional alat peraga penentuan luas daerah ÃÂ Layang-layang dan luas daerah lingkaran untuk siswa sekolah dasar di Kota ÃÂ Mataram. Alat peraga dan pedoman operasionalnya telah dihasilkan melalui penelitian, untuk melihat penggunaan pedoman operasional tersebut dilakukan implementasi di kelas pada pembelajaran geometri mengenai luas daerah Layang-layang dan lingkaran untuk siswa kelas VI SD di Kota Mataram. Pada saat implementasi telah terjadi suasana pandemi COVID 19. Sampel dari penelitian ini adalah siswa SD kelas VI yang ada di Kota Mataram yang tersebar di 9 kelas yakni di wilayah Ampenan 3 kelas, di Mataram 3 kelas dan di Cakranegara sebayak 3 kelas. Kelas-kelas ini dipilih karena telah siap melaksanakan pembelajaran dalam jaringan dan kelas-kelas di setiap wilayah homogen dari segi tempat yang sangat mudah terjangkau dan kemampuan siswa yang hampir sama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rata-rata yang diperoleh dari pasangan tiga kelas di setiap wilayah tidak berbeda secara sigifikan pada taraf signifikansi 5 %. Untuk di wilayan Cakranegara, Wilayan Mataram dan di wilayah Ampenan diperoleh ÃÂ thitung<ÃÂ ttabel = 2,002. Disisi lain ketuntasan yang diperoleh siswa di setiap kelas di setiap wilayah > 80%. Ini berarti bahwa siswa tuntas dalam belajar tentang luas daerah layang-layang dan lingkaran dengan KKM = 70 untuk siswa-siswa di wilayan Mataram dan Ampenan dan KKM sebesar 68 di Wilayah Cakranegara. Disisi lain pesan yang disampaikan sama karena nilai rata-rata yang diperoleh siswa setiap kelas untuk masing-masing wilayah tidak berbeda secara signifikan. Dengan demikian penggunan pedoman operasional alat peraga penentuan luas daerah Layang-layang dan luas daerah lingkaran untuk siswa sekolah dasar di Kota Mataram konsisten dan efekitif.
Model Mental dan Kemampuan Spasial Mahasiswa Tahun Pertama dan Ketiga Pendidikan Kimia di Universitas Mataram
Supriadi Supriadi;
Wildan Wildan;
Aliefman Hakim;
L. R. Telly Savalas;
Mukhtar Haris
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.515 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.1366
Pembelajaran kimia yang lengkap menuntut mahasiswa untuk memahami materi kimia dengan menghubungkan tiga level representasi, yaitu representasi makroskopik, simbolik, dan submikroskopik. Kemampuan menghubungkan ketiga level representasi tersebut disebut dengan model mental. Model mental terdiri atas model mental saintifik, sintetik, dan inisial. Dalam mengembangkan model mental, dibutuhkan kemampuan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model mental dan kemampuan spasial mahasiswa pendidikan kimia tahun pertama dan tahun ketiga Universitas Mataram dan menganalisis hubungan antara model mental dan kemampuan spasial mahasiswa. Ini merupakan penelitian eksperimen semu. Data dianalisis menggunakan uji beda (uji t) dan uji regresi linear. Berdasarkan uji t, tidak ada perbedaan model mental antara mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua dengan nilai signifikansi sebesar 0,861>0,05. Selain itu, kemampuan spasial mereka juga tidak berbeda, yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,328>0,05. Terdapat hubungan antara model mental dan kemampuan spasial mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa tahun pertama (81,25%) dan tahun ketiga (79,5) memiliki kemampuan spasial sangat rendah. Selain itu, model mental dari sebagain besar mahasiswa tahun pertama dan tahun ketiga juga masih pada level paling rendah, yaitu level inisial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas belum mampu meningkatkan kemampuan spasial dan model mental mahasiswa.
Hubungan Hasil Belajar dengan Positive Interdependence Pada Implementasi Model Peer-Assisted Learning Strategies
Eka Junaidi;
Khairun Nasirin
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.912 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.1626
Pengembangan sikap menjadi faktor penting yang perlu dikembangkan melalui penerapan kurikulum 2013. Hal ini menjadi pertimbangan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang mampu mengembangkan sikap sehingga bermuara pada hasil belajar yang baik. Model Peer Assisted Learning Strategies merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan ke siswa untuk melatih sikap positif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara positive interdependence dengan hasil belajar siswa dalam implementasi PALS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan model pembelajaran kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi. Implementasi model PALS terdiri atas 6 fase pembelajaran yaitu orientasi, penyajian informasi, pengorganisasian siswa, penyelesaian tugas, evaluasi dan pemberian reward. Sampel penelitian adalah siswa kelas 10 MIA 1 dan 10 MIA 2 di MAN 1 Mataram dengan total responden sebanyak 80 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa positive interdependence tidak memberikan hasil belajar yang lebih baik pada siswa. Ketua kelompok justru memberikan nilai yang lebih rendah dibandingkan anggota kelompoknya. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor dari dalam dan luar siswa. Motivasi siswa untuk belajar kimia dapat menjadi faktor dari dalam, sedangkan faktor dari luar dapat berupa kebiasaan dalam mengajukan argumen dalam kelompok perlu dibiasakan untuk menghasilkan interaksi yang bermakna.
Pembelajaran Daring Kombinasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Aljabar Abstrak
Nani Kurniati;
Sripatmi Sripatmi;
Baidowi Baidowi;
Syahrul Azmi
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.649 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2240
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran daring kombinasi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah aljabar abstrak program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram. Pembelajaran daring kombinasi adalah model pembelajaran yangÃÂ memadukan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran dalam jaringan atau yang dikenal dengan e-learning. Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring kombinasi ini terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Mataram yang sedang memprogramkan matakuliah aljabar abstrak. Subyek penelitian sebanyak 2 kelas dengan jumlah mahasiswa 32orang. Hasil yang diperoleh adalah bahwa penerapan pembelajaran daring kombinasi pada matakuliah aljabar abstrak meliputi 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Nilai akhir yang diperoleh mahasiswa pada matakuliah aljabar abstrak digunakan sebagai data hasil belajar. Hasil belajar yang diperoleh adalah 71 untuk rata-rata nilai kelas B dan 62 untuk kelas D secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa sebagai subyek dalam penelitian ini adalah 67,3. Jika ditinjau dari tingkat kelulusannya jumlah mahasiswa yang lulus dengan nilai minimal 56 atau C adalah sebanyak 30 orang mahasiswa atau 93,75 %.
Peningkatan Kemandirian dan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika dengan Lesson Study melalui Blended Learning
Baidowi Baidowi;
Ketut Sarjana;
Dwi Novitasari;
eka kurniawan
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.153 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2267
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dengan mengkonstruksi kemampuan yang mereka miliki sendiri yang akan berdampak pada peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan lesson study melalui blended learning pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika. Penelitian ini akan dilaksanakan di FKIP Universitas Mataram dengan subjeknya adalah mahasiswa pendidikan matematika semester III yang mengambil mata kuliah Kapita Selekta Matematika. Pada penelitian ini perlakuan pada siklus I adalah a). Pembentukan kelompok secara heterogen; b) memberikan motivasi di awal pertemuan c) Melakukan persentasi berbasis online melalui Google Meet d). Sesi diskusi; e) Penguatan oleh dosen model; f) memberikan evaluasi dan pengisian angket untuk mengukur kemandirian belajar. Untuk siklus II tidak jauh beda dengan siklus I, pada siklus II diawal pertemuan memberikan pengutan pada materi prasyarat. Sedangkang untuk siklus IIIÃÂ hampir sama dengan siklus II, yang membedakan hanya pada tahap sesi diskusi dirancang lebih menarik lagi berupa sebuah permainan. Sehingga didapatkan hasil kemandirian belajar mahasiswa meningkat di siklus IIIÃÂ sebesar 4,43 % dibandingkan pada siklus I sedangkan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa meningkat 8,44 poin dari 70,63 pada siklus I menjadi 79,07 pada siklus III. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan lesson study melalui blended learning berhasil meningkatkan kemandirian dan hasil belajar mahasiswa.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kandungan Fenolik Total dan Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Lalu Mulyawan Mustika Candra;
Yayuk Andayani;
Dyke Gita Wirasisya
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.423 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2308
Secara empiris, buncis (Phaseolus vulgaris L.) digunakan sebagai fitoterapi pada pengobatan seperti meluruhkan air seni, menurunkan kadar gula dalam darah, dan menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung metabolit sekunder, terutama fenolik. Mutu buncis sebagai obat herbal dapat dinilai melalui keseragaman kadar bioaktif fenolik yang dipengaruhi oleh faktor bibit, lingkungan, panen, dan pengolahan pasca panen. Penelitian dengan desain Post Test Only Group Design ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi yang baik dalam memperoleh kadar fenolik yang optimal. Sampel diperoleh dari hasil panen petani binaan di Daerah Kabupaten Lombok Timur. Metode ekstraksi yang digunakan yakni maserasi, soxhletasi, reflux, dan sonikasi menggunakan pelarut etanol 96%. Analisis kadar fenolikàdan flavonoid dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UVââ¬âVis. Data diolah secara kuantitatif dengan analisis statistik menggunakan SPSS v.16.0 for windows. Kandungan flavonoid dinyatakan dalam mg ekuivalen quercetin per gram berat kering (mg QE / g) sedangkan kandungan fenol dalam mg ekuivalen asam galat per gram berat kering (mg GAE / g). Ekstraksi soxhlet menghasilkan kandungan fenolik (8,02 mg GAE / g) dan flavonoid (0,71 mg QE / g) yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan ekstraksi Soxhlet untuk penelitian lebih lanjut mengenai fenolik dan flavonoid dari buncis (Phaseolus vulgaris L)
Studi Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Pendidikan Kimia Terkait Etnosains Bau Nyale
Sri Partuti Rahmayanti;
Yayuk Andayani;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.124 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2362
Penelitian deksriptif ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains mahasiswa pendidikan kimia pada etnosains bau nyale di Universitas Mataram. Aspek literasi sains yang diukur adalah konten (pengetahuan) dengan indikator epistemic, konten dan prosedural, aspek konteks dan kompetensi (proses) dengan indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa sebagai sampel yang diperoleh melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan soal tes literasi sains berbasis etnosains bau nyale, selanjutnya dianalisis menggunakanÃÂ statistik deskriptif.ÃÂ Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi sains mahasiswa pendidikan kimia dalam ketiga aspek termasuk dalam kategoriÃÂ cukup (63,47%), sementara katagori untuk masing-masing aspek yang termasuk katagori cukup adalah ÃÂ aspek konten ( 62%) dan aspek konteks (65%) sedangkan aspek kompetensi termasuk katagori kurang (57%). Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan literasi sain mahasiswa pendidikan kimia masih perlu ditingkatkan melalui pengenalan etnosain dalam kehidupan sehari-hari disekitar mereka.Kata kunciÃÂ : kemampuan literasi sains, bau nyale, mahasiswa
Analisis E-Learning Readiness Pada Pembelajaran Kimia di SMA Negeri 1 Labuhan Haji
Izi Fitriawati;
Yayuk Andayani;
Baiq Fara Dwirani Sofia
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.196 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2367
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan e-learning serta untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu ditingkatkan dalam penerapan e-learning pada pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Labuhan Haji. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode penentuan ELR berdasarkan model ELR Aydin dan Tasci dengan empat faktor, yaitu manusia, pengembangan diri, teknologi dan inovasi. Populasi penelitian sebanyak 302 siswa dengan jumlah sampel 75 siswa kelas X dan XI IPA SMA Negeri 1 Labuhan Haji yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesiapan e-learning pada pembelajaran kimia yang ditinjau dari empat faktor pengukuran memperoleh skor ELR 3,93 yang artinya siap dengan penerapan e-learning namun memerlukan sedikit peningkatan. Faktor manusia memperoleh skor rata-rataÃÂ 4,06, faktor pengembangan diri memperoleh skor rata-rataÃÂ 3,84, faktor teknologi memperoleh skor rata-rata 4,00 dan faktor inovasi memperoleh skor rata-rata 3,82. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 1 Labuhan Haji termasuk kedalam kategori siap dalam penerapan e-learning pada pembelajaran kimia, akan tetapi masih membutuhkan sedikit peningkatan pada setiap faktor-faktornya terutama pada faktor pengembangan diri dan faktor inovasi.
Analisis Ukuran Efek Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa
Naurah Nazifah;
Asrizal Asrizal;
Festiyed Festiyed
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.015 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2419
Industrial revolution 4.0 requires students to have 21st century skills. 21st century skills, is everyone who master the 4C which is the means to achieve success in people's lives in this 21st century. one of the 4Cs is creative thinking skills. The 2013 curriculum actually accommodates 21st century skills and demands that students be able to compete with the wider community. a teacher must prepare the teaching materials needed in the learning process before learning activities are carried out in order to achieve learning objectives. The research method used is a review article. There are 20 national and international journal articles This study aims to determine the effect of teaching materials on students 'creative thinking skills in terms of education level, subject matter, types of teaching materials, and students' creative thinking skills. From the data analysis conducted, four research results can be stated, namely: the use of effective teaching materials for students' creative thinking skills.