cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
jmkhair@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/kh.v2i2.6109
Al-Khair Journal Management, Education And Law merupakan jurnal ilmiah diterbitkan setiap bulan Juni dan Desember. Al-Khair Journal Management, Education And Law dikelola oleh tim-tim yang profesional didalam bidangnya. Editor dan Reviewer direkrut berdasarkan bidang keilmuan dan pengalamannya didalam terbitan ilmiah. Setiap tulisan yang disubmite, selalu dilakukan seleksi oleh editor sebelum dikirim ke reviewer, jika tulisannya belum memenuhi kriteria yang diinginkan maka tulisannya akan dikembalikan kepada penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Strategy For Improving Facilities And Infrastructure In Improving The Quality Of Education Junita Nadila
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 1, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.602 KB) | DOI: 10.29300/kh.v2i2.6111

Abstract

Abstract: This study aims to determine the strategy of improving educational facilityes  and infrastructur that will improve the quality of the school. This research method is a qualitative type with library analysis techniques. In this study, it shows that the strategy of improving facilities and infrastructure in improving the quality of education in schools emphasizes that the procurement and utilization of good and complete facilities and infrastructure, which in the strategy of improving facilities and infrastructure is very important to be carried out effectively and efficiently in order to create a complete school atmosphere and not be left behind because this infrastructure shows the results of a quality education in schools.Keywords: Strategic;management;facility and infrastructure;school quality Abstrak : Penelitian ini memiliki tujuan agar mengetahui strategi peningkatan dari sarana dan juga prasarana pendidikan yang baik, dengan begitu akan meningkatkan mutu pada sekolah tersebut. Metode penelitian ini berjenis kualitatif dengan tekhnik analisis pustaka Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menekan kan bahwa pengadaan dan pendayagunaan pada sarana dan prasarana yang baik dan lengkap, yang mana dalam strategi peningkatan sarana dan prasarana sangat penting untuk dilakukan secara efektif dan efisien agar terciptanya suasana sekolah yang lengkap dan tidak tertinggal karena dari sarana prasarana ini menunjukkan hasil suatu mutu pendidikan di suatu sekolahKata Kunci: Management, Srategik, Sarana dan Prasarana, Mutu sekolah.
Model Pembelajaran Edutaiment Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia Dini Ulya Rahmanita; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i1.6936

Abstract

Abstract: Learning motivation has created a difficulty in developing early childhood learning models. The edutainment learning model is one of the alternatives to increase motivation for early childhood learning because edutainment learning is fun and not boring learning. This paper aims to map and analyze the increase in early childhood learning motivation through the edutainment learning model. Using descriptive qualitative methods. The results of this study found that; (1) early childhood learning motivation still tends to be low; (2) the importance of the role of the teacher in choosing the right method in teaching; and (3) edutainment has been used by teachers in increasing the motivation of early childhood learning. Thus it can be concluded that the edutainment learning model can increase the motivation of early childhood learning, so it can be suggested, that if you want to increase the motivation of early childhood learning, then apply the edutainment learning model.Keywords: Learning Model, Education, Learning Motivation, Early ChildhoodAbstrak: Motivasi belajar telah menciptakan kesulitas dalam mengembangkan model pembelajaran pada anak usia dini. Model pembelajaran edutaiment menjadi salah satu alternative untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia dini dikarenakan pembelajaran edutaimen merupakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Tujuan tulisan ini untuk memetakan dan menganalisis peningkatan motivasi belajar anak usia dini melalui model pembelajaran edutaimen. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa; (1) motivasi belajar anak usia dini masih cenderung rendah; (2) pentingnya peran guru dalam memilih metode yang tepat dalam mengajar; dan (3) edutainment telah digunakan oleh para guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran edutaiment dapat meningkatkan motivasi belajar anak usia dini, sehingga dapat disarankan, jika ingin meningkatkan motivasi belajar anak usia dini, maka terapkanlah model pembelajaran edutaiment.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Edutaiment, Motivasi Belajar, Anak Usia Dini 
Model Pembelajaran Edutaiment Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Anak Usia Dini Okda Jumanti; Husnul Bahri
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i1.6937

Abstract

Abstract:Learning models in early childhood education have created difficulties for teachers in developing them, resulting in difficulties in improving children's learning achievement. This paper aims to map and analyze the edutainment learning model for improving early childhood learning achievement. Using a descriptive qualitative method with a literature review approach. The results show that the edutainment learning model can improve early childhood learning achievement. So it can be concluded that early childhood learning achievement is still not optimal due to the limitations of teachers in developing learning models. The relationship of the edutainment learning model, which is a fun and not boring learning model so that it can foster learning motivation, can ultimately improve early childhood learning achievement. Thus it can be suggested, that if you want children's learning achievement to increase, then develop a learning model that is fun and not boring edutainment learning model.Keywords: Edutaimen Learning Model, Children's Learning Achievement, Early Childhood EducationAbstrak: Model pembelajaran pada pendidikan anak usia dini telah menciptakan kesulitan bagi guru dalam mengembangkannya, sehingga berakibat kepada kesulitan meningkatkan prestasi belajar anak. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tentang model pembelajaran edutaiment dalam meningkatkan prestasi belajar anak usia dini. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran edutaimen dapat meningkatkan prestasi belajar anak usia dini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar anak usia dini masih belum optimal dikarenakan keterbatasan guru dalam mengembangkan model pembelajaran. Hubungan model pembelajaran edutaiment yang merupakan model pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar anak usia dini. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin prestasi belajar anak meningkat, maka kembangkanlah model pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan seperti model pembelajaran edutaiment.Kata kunci: Model Pembelajaran Edutaimen, Prestasi Belajar Anak, Pendidikan Anak Usia Dini
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu Warto Warto; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i1.6938

Abstract

Abstract:The quality of junior high school education in the Muko-muko Regency is still relatively weak because the principal has not played an optimal role. The purpose of this paper is to map and analyze the quality of education, the relationship of the role of the principal with the quality of education, and the role of the principal can improve the quality of education. Using descriptive qualitative methods. The results show that the role of the principal can improve the quality of school education. Then it can be concluded; (1) The quality of school education, in general, has been good, but the principal has not been able to give full confidence to the teacher in carrying out the task, thus affecting the quality; (2) The relationship of the principal with the quality of education, namely the quality of school education is determined by the principal and professional teachers so that the development of improving the quality of educators and education personnel becomes better, and the quality of education in schools becomes improved; and (3) The role of the principal has a big impact on the education management process and the quality of management affects the quality of education. A highly competitive school becomes everyone's dream. To achieve the quality of high-competitive schools, one of the determining factors is the optimization of the role of the principal. Thus it can be suggested, that if you want to improve the quality of education then increase the role of the principal.Keywords: Quality of Education, Role of Principal, Quality of Junior High School.Abstrak: Mutu pendidikan sekolah menengah pertama di Kabupaten Muko-muko masih tergolong lemah dikarenakan kepala sekolah belum berperan secara optimal. Tujuan tulisan ini untuk memetakan dan menganalisis bentuk mutu pendidikan, hubungan peran kepala sekolah dengan mutu pendidikan, dan peran kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Maka dapat disimpulkan bahwa; (1) Bentuk mutu pendidikan sekolah secara umum telah baik, namun pada kepala sekolah belum mampu memberikan kepercayaan penuh kepada guru dalam melaksanakan tugas, sehingga mempengaruhi mutu; (2) Hubungan kepala sekolah dengan mutu pendidikan yaitu mutu pendidikan sekolah ditentukan oleh kepala sekolah dan guru yang profesional, sehingga pembinaan peningkatkan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menjadi lebih baik, dan mutu pendidikan di sekolah menjadi meningkat; dan (3) Peran kepala sekolah berdampak besar bagi proses pengelolaan pendidikan dan mutu pengelolaan mempengaruhi mutu pendidikan. Sekolah yang berdaya saing tinggi menjadi idaman semua orang. Untuk mencapai mutu sekolah yang berdaya saing tinggi, salah satu faktor penentu adalah optimalisasi peran kepala sekolah. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan mutu pendidikan maka tingkatkanlah peran kepala sekolah.Kata Kunci: Mutu Pendidikan, Peran Kepala Sekolah, Mutu Sekolah Menengah Pertama.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPN 14 Kota Bengkulu Elvida Sari Yunilarosi; Jeri Stia Nanda
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i1.7079

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe teacher activities, student learning activities and student learning outcomes using problem-based learning in class VIII SMPN 14 Bengkulu. This type of research is classroom action research with descriptive method. The research consisted of two cycles, each cycle consisting of stages: action planning, action implementation, observation and reflection. The subjects in this study were teachers and all eighth grade students of SMPN 14 Bengkulu. The research instruments were tests, teacher observation sheets and student observation sheets. In cycle 1, the average teacher observation score was 29 (good criteria), and the average student observation score was 28 (good criteria). In cycle 2, the average teacher observation score increased to 31.5 (good criteria) and the average student observation score increased to 30 (good criteria). Learning outcomes in cycle 1 were analyzed based on the criteria of classical learning completeness and obtained an average value of 79.03 students and the percentage of classical learning mastery learning 72.22% with incomplete criteria. in cycle 2 the average increased to 90.83 with a percentage of completeness 91.67% with complete criteria. The results showed that the use of problem-based learning could increase teacher activity, student activity and student learning outcomes for class VIII SMPN 14 Bengkulu.Keywords: Problem Based Learning, Activities and Learning OutcomesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa serta hasil belajar siswa dengan menggunakan model PBM di kelas VIII SMPN 14 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan seluruh siswa kelas VIII SMPN 14 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar tes dan lembar observasi, lembar observasi terdiri dari lembar observasi guru dan siswa. Pada siklus 1 rata-rata skor observasi guru adalah 29 (kriteria baik), sedangkan rata-rata skor observasi siswa adalah 28 (kriteria baik). Pada siklus 2 rata-rata skor observasi guru meningkat menjadi 31,5 (kriteria baik) dan rata-rata skor observasi siswa meningkat menjadi 30 (kriteria baik). Selanjutnya data hasil belajar pada siklus 1 dianalisis berdasarkan kriteria ketuntasan belajar klasikal dan diperoleh nilai rata-rata siswa 79,03 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal belajar 72,22% dengan kriteria belum tuntas dan pada siklus 2 rata-rata meningkat menjadi 90,83 dengan persentase ketuntasan 91,67% dengan krteria tuntas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model PBM dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 14 kota Bengkulu.Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Aktivitas dan  Hasil Belajar.
Evaluasi Penggunaan Teknologi Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Di Kota Bengkulu Ita Purnama Sari; Syarifuddin Syarifuddin
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.8723

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtidaiyah creates inequalities in the quality of learning, characterized by existing human resources having difficulty in using new technologies today. The purpose of this study is to evaluate the use of technology in improving the quality of learning in ibtidaiyah madrasahs in Bengkulu. Using descriptive qualitative methods, the gap evaluation approach is the planning gap with implementation, the capability standard gap with the set standard, and the goal gap. The sources of information in this study used various sources, both online media data and print media data. Includes scientific books, scientific articles both nationally and internationally related to the use of technology in improving the quality of learning. The results of the study can be concluded that the use of technology in ibtidaiyah madrasahs in Bengkulu creates difficulties for various parties in improving the quality of learning due to limited human resources in the use of technology, and uneven internet networks in madrasahs. Thus, it can be suggested to improve the quality of learning in ibtidaiyah madrasahs conduct an in-depth evaluation of the use of technology and meet the needs of technology needs and internet networks of Madrasah Ibtidaiyah in Indonesia.Keywords: Evaluation, Use of Technology, Quality of Learning, Madrasah Ibtidaiyah Abstrak: Madrasah Ibtidaiyah menciptakan ketimpangan dalam mutu pembelajaran, ditandai dengan sebagian sumberdaya manusia dalam madrasah mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi baru dewasa ini dan sebaghagian sumberdaya manusia yang lain mampu menggunakan teknologi secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah ibtidaiyah di Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan tiga evaluasi kesenjangan yaitu evaluasi kesenjangan perencanaan dengan pelaksanaan, evaluasi kesenjangan standar kemampuan dengan standar yang ditetapkan, dan evaluasi kesenjangan tujuan. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak. Meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang penggunaan teknologi dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi di madrasah ibtidaiyah di Bengkulu menciptakan kesulitan kepada berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pembelajaran dikarenakan keterbatasan sumberdaya manusia dalam penggunanaan teknologi, dan jaringan internet yang tidak merata di madrasah. Dengan demikian dapat disarankan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah ibtidaiyah lakukan evaluasi secara mendalam tentang penggunaan teknologi dan penuhi kebutuhan kebutuhan teknologi dan jaringan internet Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia.Kata kunci: Evaluasi, Penggunaan Teknologi, Mutu Pembelajaran, Madrasah Ibtidaiyah
Analisis Kebutuhan Dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia Nikmatun Naziroh; Yunita Sari; Nurhidayah Nurhidayah; Febrina Melinda Putri
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.8724

Abstract

Abstract: The dimension of human personality creates difficulties in achieving the fulfillment of needs and their development, because the socioeconomic level of the community is still poor, for the fulfillment of primary needs alone is still difficult among the community. This article uses a descriptive qualitative method, this paper aims to map the form of difficulty of meeting the needs and development of the dimensions of the human personality and analyze its causes. The results of the study show that this study shows that human needs include three categories, namely basic needs such as clothing, food, and housing, secondary/supporting needs, and luxury or modern needs. The human personality is the dynamic of a functional psychophysical organization of human beings that turns into a pattern of a specific behavior in the face of life, and the manifestation of personality is all the behavior of the human being himself. The human personality that can be developed is education, science, Islamic education, and character education. So that the human personality becomes a solution for the progress and development of personality in human life. So it can be suggested that if you want to be happy, then live according to your ability level, and develop your personality according to your dimensions.Keywords: Needs, Development, Dimensions, Human Personality Abstrak: Dimensi kepribadian manusia menciptakan kesulitan dalam capaian pemenuhan kebutuhan dan pengembangannya, dikarenakan tingkat social ekonomi masyarakat masih banyak yang miskin, untuk pemenuhan kebutuhan primer saja masih sulit di kalangan masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, tulisan ini bertujuan untuk memetakan bentuk kesulitan memenuhi kebutuhan dan pengembangan dimensi kepribadian manusia dan menganalisis penyebabnya. Hasil studi menunjukkan bahwa Studi ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia meliputi tiga kategori yaitu kebutuhan dasar/ pokok seperti sandang, pangan dan papan, kebutuhan sekunder/ penunjang, dan kebutuhan mewah atau modern. Kepribadian manusia merupakan dinamika sebuah organisasi psikofisik fungsional manusia yang berubah menjadi pola tingka laku yang sepesifik dalam menghadapi kehidupan, dan manifestasi dari kepribadian adalah semua tingkah laku dari diri manusia itu sendiri. Kepribadian manusia yang dapat dikembangkan adalah pendidikan, ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, pendidikan karakter. Sehingga kepribadian manusia menjadi solusi bagi kemajuan dan pengembangan kepribadian dalam kehidupan manusia. Sehingga dapat disarankan jika ingin bahagia, maka hiduplah sesuai tingkat kemampuan, dan kembangkanlah kepribadian sesuai dimensi yang dimiliki. Kata Kunci: Kebutuhan, Pengembangan, Dimensi, Kepribadian Manusia
Evaluasi Fungsi Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar Di Bengkulu Abd. Rahman Rabbani; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.8725

Abstract

Abstract: The quality of learning in primary schools has created difficulties in the Leadership environment because some leaders have functioned professionally and others have difficulties in their professional functions. This study aims to evaluate the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools in Bengkulu. The research method used is descriptive qualitative. Sources of information in this study, using various sources, online media or print media. Such as books, and scientific articles, which exist nationally or internationally related to the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the evaluation carried out show that the leadership function largely determines the quality of learning in elementary schools. Teachers as leaders in the classroom also greatly determine the quality of learning. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then increase the evaluation of leadership functions in elementary schools in Bengkulu.Keywords: Evaluation, Leadership function, Quality of Learning, Elementary School Abstrak: Mutu pembelajaran di sekolah dasar telah menciptakan kesulitan di lingkungan Kepemimpinan, dikarenakan sebahagian kepemimpinan telah berfungsi secara professional dan sebahagian yang lain mengalami kesulitan dalam fungsi keprofesionalannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar di Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, media online ataupun media cetak. Seperti buku, artikel ilmiah, yang ada di nasional ataupun internasional yang berkaitan dengan fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil dari evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa fungsi kepemimpinan sangat menentukan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Guru sebagai kepemimpinan di dalam kelas juga sangat menentukan mutu pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar, maka tingkatkan evaluasi terhadap fungsi kepemimpinan di sekolah dasar di Bengkulu.Kata Kunci : Evaluasi, Fungsi kepemimpinan, Mutu Pembelajaran, Sekolah Dasar
Optimalisasi Supervisi Pengawas Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar A. Tsabat Izzudin; Sri Susilowardani
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.8791

Abstract

Abstract: School superintendents have created difficulties in optimizing supervision in improving the quality of learning in schools. The purpose of the study is to map and analyze the optimization of supervisory supervision in improving the quality of learning in elementary schools. Using descriptive qualitative methods, research sources include scientific books, and scientific articles both nationally and internationally related to the optimization of supervising supervision in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the study can be concluded that supervisory supervision has not been optimal in improving the quality of learning, it can be seen that the quality of students and teachers is not optimal, the quality of the learning process taking place effectively and efficiently is not optimal, the quality of output from student graduates and student absorption is not optimal. Therefore, the quality of learning can be seen from the quality assurance of inputs, processes, and products produced. Thus, it can be suggested, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then optimize supervision in elementary schools.Keywords: Optimization, Supervisory Supervision, Learning Quality Abstrak: Pengawas sekolah telah menciptakan kesulitan supervisi yang belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk memetakan dan menganalisis optimalisasi supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, Sumber penelitian meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang optimalisasi supervivi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa supervisi pengawas belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran terlihat mutu siswa dan guru belum optimal, mutu proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien belum optimal, mutu output dari lulusan siswa dan serapan siswa belum optimal. Oleh karena itu mutu pembelajaran terlihat dari jaminan kualitas input, proses dan produk yang dihasilkan. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran pada sekolah dasar, maka lakukan optimalisasi supervisi di sekolah dasar.Kata Kunci : Optimalisasi,  Supervisi Pengawas, Mutu Pembelajaran
Penyelesaian Tanah Wakaf Di Kecamatan Selebar Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Ibnu Masud; Irsal Irsal
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i1.7631

Abstract

Abstract :The purpose of this study is: to analyze and describe the procedures for resolving waqf land disputes in the Selebar District of Bengkulu City, then to analyze and describe the procedures for resolving waqf land disputes in the Selebar District of Bengkulu City in terms of the perspective of Islamic law and positive law. In exploring and obtaining information in the field, the researchers used field research with a qualitative descriptive approach. This research was started from May to June 2021, which was located in Selebar District, Bengkulu City, Bengkulu Province, Indonesia. In the study, it was found that the parties had taken steps to resolve waqf land disputes including through Deliberation, Arbitration, Mediation and Litigation, the implementation of which was adjusted to the situation and conditions at the time of the dispute. Furthermore, in the settlement of waqf land disputes in Selebar District, Bengkulu city, Nazir and the disputing parties prefer to use the peaceful way. From several cases and data obtained that the settlement of waqf land disputes in Selebar District, Bengkulu City, the authors can conclude that: Settlement of disputes through non-litigation and litigation channels is in accordance with Islamic law and positive law. The settlement of waqf land disputes in the Selebar District of Bengkulu City has been in accordance with the provisions of Islamic law and positive law.Keywords: Waqf Land Dispute, Broad, Positive Law and Islamic Law.Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah: untuk menganalisis dan mendeskripsikan tata cara penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, selanjutnya untuk menganalisis dan mendeskripsikan tata cara penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu ditinjau dari perspektif hukum Islam dan hukum positif. Dalam menggali dan mendapatkan informasi dilapangan maka peneliti menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dimulai bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2021 yang berlokasi di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu Indonesia. Dalam penelitian ditemukan bahwa para pihak telah melakukan cara dalam menyelesaikan sengketa tanah wakaf diantaranya melalui Musyawarah, Arbitrase, Mediasi dan Litigasi yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat terjadi sengketa. Selanjutnya dalam penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar kota Bengkulu, Nazir dan para pihak yang bersengketa lebih memilih menggunakan jalan damai. Dari beberapa kasus dan data yang didapat bahwa penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, dapat penulis simpulkan bahwa: Penyelesaian sengketa melalui jalur non litigasi dan litigasi sesuai dengan hukum Islam dan hukum positif. Penyelesaian sengketa tanah wakaf di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam dan hukum Positif.Kata kunci : Sengketa Tanah Wakaf, Selebar, Hukum Positif dan Hukum Islam.

Page 2 of 4 | Total Record : 38