cover
Contact Name
Irsal
Contact Email
bengkuluirsal@gmail.com
Phone
+6285381305810
Journal Mail Official
jmkhair@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law
ISSN : 2808828X     EISSN : 28084632     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/kh.v2i2.6109
Al-Khair Journal Management, Education And Law merupakan jurnal ilmiah diterbitkan setiap bulan Juni dan Desember. Al-Khair Journal Management, Education And Law dikelola oleh tim-tim yang profesional didalam bidangnya. Editor dan Reviewer direkrut berdasarkan bidang keilmuan dan pengalamannya didalam terbitan ilmiah. Setiap tulisan yang disubmite, selalu dilakukan seleksi oleh editor sebelum dikirim ke reviewer, jika tulisannya belum memenuhi kriteria yang diinginkan maka tulisannya akan dikembalikan kepada penulis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Penerapan Video Pembelajaran IPA Interaktif Berbasis Animaker Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Di Kelas VII SMPN 20 Kota BENGKULU Sulikah Septi Herawati; Deni Febrini; Wiji Aziiz Hari Mukti; Dondi Kurniawan; Asiyah Asiyah
Al-Khair Journal : Management, Education, And Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.8796

Abstract

Abstract: Student learning outcomes are one of the goals of the learning process in schools, therefore teachers need to have creative and innovative efforts in selecting and developing learning media, one of which is learning videos. This study aims to examine the differences in student learning outcomes between before and after being given an Animaker-based interactive science learning video on the subject matter and its changes in class VII SMPN 20 Bengkulu City. The results showed that learning outcomes increased from the average value of 41.29 to 78.06. The results of hypothesis testing showed that there was a statistical difference in learning outcomes with a significance value of 0.000 > 0.05, so it can be concluded that student learning outcomes on the subject matter and the changes experienced a significant increase after the Animaker-based interactive science learning video was given.Keywords: Interactive science learning videos, animaker videos, learning outcomes Abstrak: Hasil belajar siswa merupakan salah satu tujuan dari dilakukannya proses pembelajaran di sekolah, maka dari itu guru perlu memiliki upaya yang kreatif dan inovatif dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran, salah satunya adalah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan video pembelajaran IPA interaktif berbasis animaker pada pokok bahasan materi dan perubahannya di kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 41.29 menjadi 78.06. Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara statistik dengan nilai signifikansi 0.000 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan materi dan perubahannya mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan video pembelajaran IPA Interaktif berbasis Animaker.Kata kunci: Video pembelajaran IPA interaktif, video animaker, hasil belajar
Penerapan Video Pembelajaran IPA Interaktif Berbasis Animaker Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Di Kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu Sulikah Septi Herawati; Deni Febrini; Wiji Aziiz Hari Mukti; Dondi Kurniawan; Asiyah Asiyah
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.9314

Abstract

Abstract: Student learning outcomes are one of the goals of the learning process in schools, therefore teachers need to have creative and innovative efforts in selecting and developing learning media, one of which is learning videos. This study aims to examine the differences in student learning outcomes between before and after being given an Animaker-based interactive science learning video on the subject matter and its changes in class VII SMPN 20 Bengkulu City. The results showed that learning outcomes increased from the average value of 41.29 to 78.06. The results of hypothesis testing showed that there was a statistical difference in learning outcomes with a significance value of 0.000 > 0.05, so it can be concluded that student learning outcomes on the subject matter and the changes experienced a significant increase after the Animaker-based interactive science learning video was given.Keywords: Interactive science learning videos, animaker videos, learning outcomes Abstrak: Hasil belajar siswa merupakan salah satu tujuan dari dilakukannya proses pembelajaran di sekolah, maka dari itu guru perlu memiliki upaya yang kreatif dan inovatif dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran, salah satunya adalah video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan video pembelajaran IPA interaktif berbasis animaker pada pokok bahasan materi dan perubahannya di kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 41.29 menjadi 78.06. Hasil uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara statistik dengan nilai signifikansi 0.000 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan materi dan perubahannya mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan video pembelajaran IPA Interaktif berbasis Animaker.Kata kunci: Video pembelajaran IPA interaktif, video animaker, hasil belajar
Evaluasi Penggunaan Teknologi Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Di Kota Bengkulu Ita Purnama Sari; Syarifuddin Syarifuddin
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.9310

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtidaiyah creates inequalities in the quality of learning, characterized by existing human resources having difficulty in using new technologies today. The purpose of this study is to evaluate the use of technology in improving the quality of learning in ibtidaiyah madrasahs in Bengkulu. Using descriptive qualitative methods, the gap evaluation approach is the planning gap with implementation, the capability standard gap with the set standard, and the goal gap. The sources of information in this study used various sources, both online media data and print media data. Includes scientific books, scientific articles both nationally and internationally related to the use of technology in improving the quality of learning. The results of the study can be concluded that the use of technology in ibtidaiyah madrasahs in Bengkulu creates difficulties for various parties in improving the quality of learning due to limited human resources in the use of technology, and uneven internet networks in madrasahs. Thus, it can be suggested to improve the quality of learning in ibtidaiyah madrasahs conduct an in-depth evaluation of the use of technology and meet the needs of technology needs and internet networks of Madrasah Ibtidaiyah in Indonesia.Keywords: Evaluation, Use of Technology, Quality of Learning, Madrasah Ibtidaiyah Abstrak: Madrasah Ibtidaiyah menciptakan ketimpangan dalam mutu pembelajaran, ditandai dengan sebagian sumberdaya manusia dalam madrasah mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi baru dewasa ini dan sebaghagian sumberdaya manusia yang lain mampu menggunakan teknologi secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah ibtidaiyah di Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan tiga evaluasi kesenjangan yaitu evaluasi kesenjangan perencanaan dengan pelaksanaan, evaluasi kesenjangan standar kemampuan dengan standar yang ditetapkan, dan evaluasi kesenjangan tujuan. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, baik data media online maupun data media cetak. Meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang penggunaan teknologi dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi di madrasah ibtidaiyah di Bengkulu menciptakan kesulitan kepada berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pembelajaran dikarenakan keterbatasan sumberdaya manusia dalam penggunanaan teknologi, dan jaringan internet yang tidak merata di madrasah. Dengan demikian dapat disarankan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah ibtidaiyah lakukan evaluasi secara mendalam tentang penggunaan teknologi dan penuhi kebutuhan kebutuhan teknologi dan jaringan internet Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia.Kata kunci: Evaluasi, Penggunaan Teknologi, Mutu Pembelajaran, Madrasah Ibtidaiyah
Analisis Kebutuhan Dan Pengembangan Dimensi Kepribadian Manusia Nikmatun Naziroh; Yunita Sari; Nurhidayah Nurhidayah; Febrina Melinda Putri
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.9311

Abstract

Abstract: The dimension of human personality creates difficulties in achieving the fulfillment of needs and their development, because the socioeconomic level of the community is still poor, for the fulfillment of primary needs alone is still difficult among the community. This article uses a descriptive qualitative method, this paper aims to map the form of difficulty of meeting the needs and development of the dimensions of the human personality and analyze its causes. The results of the study show that this study shows that human needs include three categories, namely basic needs such as clothing, food, and housing, secondary/supporting needs, and luxury or modern needs. The human personality is the dynamic of a functional psychophysical organization of human beings that turns into a pattern of a specific behavior in the face of life, and the manifestation of personality is all the behavior of the human being himself. The human personality that can be developed is education, science, Islamic education, and character education. So that the human personality becomes a solution for the progress and development of personality in human life. So it can be suggested that if you want to be happy, then live according to your ability level, and develop your personality according to your dimensions.Keywords: Needs, Development, Dimensions, Human Personality Abstrak: Dimensi kepribadian manusia menciptakan kesulitan dalam capaian pemenuhan kebutuhan dan pengembangannya, dikarenakan tingkat social ekonomi masyarakat masih banyak yang miskin, untuk pemenuhan kebutuhan primer saja masih sulit di kalangan masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, tulisan ini bertujuan untuk memetakan bentuk kesulitan memenuhi kebutuhan dan pengembangan dimensi kepribadian manusia dan menganalisis penyebabnya. Hasil studi menunjukkan bahwa Studi ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia meliputi tiga kategori yaitu kebutuhan dasar/ pokok seperti sandang, pangan dan papan, kebutuhan sekunder/ penunjang, dan kebutuhan mewah atau modern. Kepribadian manusia merupakan dinamika sebuah organisasi psikofisik fungsional manusia yang berubah menjadi pola tingka laku yang sepesifik dalam menghadapi kehidupan, dan manifestasi dari kepribadian adalah semua tingkah laku dari diri manusia itu sendiri. Kepribadian manusia yang dapat dikembangkan adalah pendidikan, ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, pendidikan karakter. Sehingga kepribadian manusia menjadi solusi bagi kemajuan dan pengembangan kepribadian dalam kehidupan manusia. Sehingga dapat disarankan jika ingin bahagia, maka hiduplah sesuai tingkat kemampuan, dan kembangkanlah kepribadian sesuai dimensi yang dimiliki. Kata Kunci: Kebutuhan, Pengembangan, Dimensi, Kepribadian Manusia
Evaluasi Fungsi Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar Di Bengkulu Abd. Rahman Rabbani; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.9312

Abstract

Abstract: The quality of learning in primary schools has created difficulties in the Leadership environment because some leaders have functioned professionally and others have difficulties in their professional functions. This study aims to evaluate the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools in Bengkulu. The research method used is descriptive qualitative. Sources of information in this study, using various sources, online media or print media. Such as books, and scientific articles, which exist nationally or internationally related to the function of leadership in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the evaluation carried out show that the leadership function largely determines the quality of learning in elementary schools. Teachers as leaders in the classroom also greatly determine the quality of learning. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then increase the evaluation of leadership functions in elementary schools in Bengkulu.Keywords: Evaluation, Leadership function, Quality of Learning, Elementary School Abstrak: Mutu pembelajaran di sekolah dasar telah menciptakan kesulitan di lingkungan Kepemimpinan, dikarenakan sebahagian kepemimpinan telah berfungsi secara professional dan sebahagian yang lain mengalami kesulitan dalam fungsi keprofesionalannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar di Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber informasi dalam penelitian ini, menggunakan berbagai sumber, media online ataupun media cetak. Seperti buku, artikel ilmiah, yang ada di nasional ataupun internasional yang berkaitan dengan fungsi kepemimpinan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil dari evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa fungsi kepemimpinan sangat menentukan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Guru sebagai kepemimpinan di dalam kelas juga sangat menentukan mutu pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar, maka tingkatkan evaluasi terhadap fungsi kepemimpinan di sekolah dasar di Bengkulu.Kata Kunci : Evaluasi, Fungsi kepemimpinan, Mutu Pembelajaran, Sekolah Dasar
Optimalisasi Supervisi Pengawas Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar A. Tsabat Izzudin; Sri Susilowardani
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 2, No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v2i2.9313

Abstract

Abstract: School superintendents have created difficulties in optimizing supervision in improving the quality of learning in schools. The purpose of the study is to map and analyze the optimization of supervisory supervision in improving the quality of learning in elementary schools. Using descriptive qualitative methods, research sources include scientific books, and scientific articles both nationally and internationally related to the optimization of supervising supervision in improving the quality of learning in elementary schools. The results of the study can be concluded that supervisory supervision has not been optimal in improving the quality of learning, it can be seen that the quality of students and teachers is not optimal, the quality of the learning process taking place effectively and efficiently is not optimal, the quality of output from student graduates and student absorption is not optimal. Therefore, the quality of learning can be seen from the quality assurance of inputs, processes, and products produced. Thus, it can be suggested, if you want to improve the quality of learning in elementary schools, then optimize supervision in elementary schools.Keywords: Optimization, Supervisory Supervision, Learning Quality Abstrak: Pengawas sekolah telah menciptakan kesulitan supervisi yang belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk memetakan dan menganalisis optimalisasi supervisi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, Sumber penelitian meliputi buku-buku ilmiah, artikel ilmiah baik nasional maupun internasional yang terkait tentang optimalisasi supervivi pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa supervisi pengawas belum optimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran terlihat mutu siswa dan guru belum optimal, mutu proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien belum optimal, mutu output dari lulusan siswa dan serapan siswa belum optimal. Oleh karena itu mutu pembelajaran terlihat dari jaminan kualitas input, proses dan produk yang dihasilkan. Dengan demikian dapat disarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran pada sekolah dasar, maka lakukan optimalisasi supervisi di sekolah dasar.Kata Kunci : Optimalisasi,  Supervisi Pengawas, Mutu Pembelajaran
Pembelajaran Tematik Berbasis Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Mutu Siswa Adam Nasution
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v3i1.10862

Abstract

Abstract: Learning media-based thematic learning still creates difficulties among teachers, so teachers have difficulty in improving the quality of graduate students, because learning media is an intermediary or introduction to sources of messages, recipients of messages, stimulates thoughts, feelings, attention, will, is driven and involved in learning process. Some teachers have difficulty implementing thematic learning which is a form of integrated learning model that combines a concept in several materials, subjects or fields of study into a particular theme or topic of discussion where there is integration between knowledge, skills and values that allows students to actively discover scientific concepts and principles in an integrated way. holistic, meaningful and authentic. The research objective is to map and describe thematic learning based on instructional media in improving student quality. Using library research methods or literature study. The results of the study can be concluded that learning media-based thematic learning can improve student quality seen in increasing student interest and interest in the learning process. Thematic learning based on learning media can also overcome the limitations of student experience. Learning media-based thematic learning can also go beyond the classroom, embed correct, concrete and realistic concepts, and the types of learning media consist of print-based media, human-based media, visual-based media, computer-based media, so as to improve the quality of learning and student quality. Thus, it can be suggested that to improve the quality of students, apply thematic learning based on learning media in the teaching and learning process in schools. Keywords: Thematic Learning, Learning Media, Quality of Student Graduates Abstrak: Pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran masih menciptakan kesulitan di kalangan guru, sehingga guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan mutu lulusan siswa, dikarenakan media pembelajaran merupakan perantara atau pengantar sumber pesan, penerima pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, kemauan, terdorong dan terlibat dalam proses pembelajaran. Sebagian guru kesulitan menerapkan pembelajaran tematik yang merupakan bentuk model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran atau bidang studi menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu yang terjadi integrasi antara pengetahuan, keterampilan dan nilai yang memungkinkan siswa aktif menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. Tujuan penelitian memetakan dan mendeskripsikan pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran dalam meningkatkan mutu siswa. Menggunakan metode penelitian kepustakaan atau studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran dapat meningkatkan mutu siswa terlihat pada meningkatkatnya ketertarikan dan minat siswa dalam proses pembelajan. Pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran juga dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa. Pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran juga dapat melampaui kelas, menanamkan konsep yang benar, kongkrit dan realistis, dan jenis media pembelajaran terdiri dari media berbasis cetakan, media berbasis manusia, media berbasis visual, media berbasis computer, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu siswa. Dengan demikian, dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan mutu siswa, maka terapkanlah pembelajaran tematik berbasis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Media Pembelajaran, Mutu Lulusan Peserta Didik
Evaluasi Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mulia Bengkulu Anggi Santika; Afrizal Syafriantoni; Reska Norda Lesti
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v3i1.10705

Abstract

Abstract: The quality of learning at SD IT Insan Mulia Bengkulu is still not optimal, as seen in the results of report cards, and student achievement has not been maximized, this is related to the ability of human resources or teachers in managing classes and the ability of teachers to interact with students. The purpose of this study is to evaluate human resources in improving the quality of learning at SD IT Insan Mulia Bengkulu. Using descriptive qualitative methods. Sources of information from various sources, both online and print media, such as scientific books, scientific articles, both national and international related to the evaluation of human resources in improving the quality of education in Integrated Islamic elementary schools Insan Mulia Bengkulu. The results of the study can be concluded that there are still some teachers who have not been able to mobilize, facilitate, influence, motivate, their students, and have not been able to create conducive learning, the planned planning turns out that the results have not been achieved as planned, and there is still a gap between the plan and the achievement of the goals that have been set, so that there is still a gap in achieving goals with planning in improving the quality of learning. So that researchers can suggest, if you want to improve the quality of learning at SD IT Insan Mulia, then evaluate human resources or teachers in improving the quality of learning through making programs, implementing programs, evaluating and following up on evaluation results.Keywords: Evaluation, Human Resources, Learning Quality Abstrak: Mutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia Bengkulu masih belum optimal terlihat hasil nilai raport, dan prestasi siswa belum maksimal, hal ini berkaitan dengan kemampuan sumberdaya manusia atau guru dalam mengelola kelas dan kemampuan guru dalam melakukan interaksi dengan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber informasi dari berbagai sumber, baik media online ataupun media cetak. Seperti buku ilmiah, artikel ilmiah, baik nasional maupun internasional yang berkaitan dengan evaluasi sumberdaya manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar Islam Terpadu Insan Mulia Bengkulu. Hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sebagian guru yang belum mampu menggerakkan, memfasilitasi, mempengaruhi, memotivasi, siswanya, dan belum mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif, perencanaan yang telah direncanakan tersebut ternyata hasilnya belum tercapai sesuai rencana, dan masih terjadi kesenjangan rencana dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, sehingga masih terjadi kesenjangan pencapaian tujuan dengan perencanaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Sehingga peneliti dapat menyarankan, jika ingin meningkatkan mutu pembelajaran di SD IT Insan Mulia, maka lakukan evaluasi sumberdaya manusia atau guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui membuat program, pelaksanaan program, melakukan evaluasi dan menindaklanjuti hasil evaluasi.Kata Kunci: Evaluasi, Sumber Daya Manusia, Mutu Pembelajaran
Tri Pusat Pendidikan Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Indonesia Fherlia Fherlia; Alimni Alimni
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v3i1.10920

Abstract

Abstract: Tri education centers in Indonesia are still difficult to develop, characterized by difficulties in integrating educational programs between families, schools and communities who are responsible for education. The purpose of this research is to map and analyze the tricenter of education in the development of education in Indonesia. Using the library or literature study method, the data sources are obtained from reviews of scientific writings, scientific articles, scientific books both online and in print. The results of the study can be concluded that the education tricenter consists of family, school and community education. Family education is the first educational institution, because parents always prepare good educational supplies for their children. Then school education is that children get education through the school environment, humans receive formal education through educational and extracurricular materials with all the provisions and structures that have been regulated therein, formal education in this school is taken for nine years normally arranged through elementary, junior high, and high school programs. and high school. Meanwhile, community education is through non-formal educational institutions, such as tutoring (tutoring), TPQ (Quran Education Park), community organizations (Mosque Islamic Youth), and many other non-formal educational institutions in society. Thus it can be suggested that in an effort to develop education, then increase the role of functions and responsibilities of the tricenter of education in Indonesia.Keywords: Three Education Centers, Development, Islamic Education. Abstrak: Tri pusat pendidikan di Indonesia masih sulit dikembangkan, ditandai dengan kesulitan mengintegrasikan program pendidikan antara keluarga, sekolah dan masyarakat yang merupakan sebagai penanggungjawab pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk memetakan dan menganalisis tripusat pendidikan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Menggunakan metode kepustakaan atau studi pustaka, yang sumberdata diperoleh dari review tulisan-tulisan ilmiah, artikel-artikel ilmiah, buku-buku ilmiah baik online maupun cetak. Hasil penenlitian dapat disimpulkan tripusat pendidikan terdiri dari pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama, karena orang tua yang senantiasa menyiapkan bekal pendidikan yang baik untuk anak-anaknya. Kemudian pendidikan sekolah merupakan anak mendapatkan pendidikan melalui lingkungan sekolah, manusia menerima pendidikan secara formal melalui materi pendidikan  dan ekstrakulikuler dengan segala ketentuan dan struktur yang sudah diatur didalamnya, pendidikan formal di sekolah ini ditempuh selama sembilan tahun secara normalnya yang disusun melalui program SD, SMP, dan SMA. Sedangkan pendidikan masyarakat melalui lembaga-lembaga pendidikan non formal, seperti bimbingan belajar (bimbel), TPQ (Taman Pendidikan Quran), Organisasi dalam masyarakat (Remaja Islam Masjid), dan banyak lembaga pendidikan non formal lainnya yang ada dalam masyarakat. Dengan demikian dapat disarankan bahwa dalam upaya pengembangan pendidikan, maka tingkatkan peran fungsi dan tanggungjawab tripusat pendidikan di Indonesia.Kata Kunci: Tri Pusat Pendidikan, Pengembangan, Pendidikan Islam.
The Function Of Institutional Evaluation In the Quality Of Madrasah Aliyah Education In Indonesia Shafinar Ismail; Khairiah Khairiah
Al-Khair Journal : Management, Education, and Law Vol 3, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/kh.v3i1.10652

Abstract

Abstract: Madrasah Aliyah in Indonesia is still difficult to achieve the quality of education, it is marked that there are still some teachers who have not met the minimum education qualification of S1 / D4, teachers teach not according to their field of expertise, there are still many Madrasah Aliyah with non-civil servant status. The general objective is not only to map the quality of Aliyah madrasah education, but also to evaluate institutional difficulties in achieving the quality of Aliyah madrasah education. Using descriptive qualitative methods to explore primary and secondary data sources. Secondary data from madrasah educational institutions. Primary data includes profiling, motivation, types of difficulties and institutional solutions to each difficulty in achieving the quality of madrasah Aliyah education. The results of the study can be concluded that the evaluation function in the quality of madrasah Aliyah education in Indonesia shows that; (1) there is still a gap between planning and program implementation, marked by the Aliyah madrasah has not been able to implement the planned program; (2) there is still a gap between the status of ability and the standards of the world of work, indicated by there are still teachers who are not able to work according to their field of expertise; and (3) there is still a gap in goals in madrasah educational institutions characterized by socioeconomic disparities in the community, thus affecting education equity, creating prolonged conflicts in society, making educational goals difficult to achieve. So it can be suggested that to achieve the quality of madrasah education, it improves the function of institutional evaluation among Aliyah madrasahs in Indonesia. Keywords: Function, Institutional Evaluation, Quality of Education, Madrasah Aliyah Indonesia Abstrak: Madrasah Aliyah di Indonesia masih kesulitan mencapai mutu pendidikan, ditandai masih terdapat sebagian guru belum memenuhi kualifkasi pendidikan minimal S1/D4, guru mengajar belum sesuai bidang keahliannya, masih banyak madrasah Aliyah berstatus non PNS. Tujuan umum selain untuk memetakan bentuk mutu pendidikan madrasah Aliyah, juga mengevaluasi kesulitan kelembagaan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali sumber data primer dan sekunder. Data sekunder dari lembaga pendidikan madrasah. Data primer mencakup profiling, motivasi, tipe kesulitan dan solusi yang ditempuh kelembagaan atas setiap kesulitan dalam mencapai mutu pendidikan madrasah Aliyah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fungsi evaluasi dalam mutu pendidikan madrasah Aliyah di Indonesia menunjukkan bahwa; (1) masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dengan pelaksanaan program, ditandai dengan madrasah Aliyah belum mampu melaksanakan program yang telah direncanakan; (2) masih terdapat kesenjangan antara status kemampuan dengan standar dunia kerja, ditandai dengan masih terdapat guru belum mampu bekerja sesuai bidang keahliannya; dan (3) masih terdapat kesenjangan tujuan dalam lembaga pendidikan madrasah ditandai dengan kesenjangan sosial ekonomi masyarakat, sehingga mempengaruhi pemerataan pendidikan, menciptakan konflik berkepanjangan dalam masyarakat, sehingga tujuan pendidikan sulit tercapai. Sehingga dapat disarankan bahwa untuk mencapai mutu pendidikan madrasah, maka tingkatkan fungsi evaluasi kelembagaan di madrasah Aliyah.  Kata Kunci: Fungsi, Evaluasi Kelembagaan, Mutu Pendidikan, Madrasah Aliyah Indonesia

Page 3 of 4 | Total Record : 38