cover
Contact Name
Hariyanto
Contact Email
hariyantogracia@gmail.com
Phone
+628121024884
Journal Mail Official
davarjurnalteologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ratu Menten, Komplek Grogol Permai Blok C 41, Jakarta Barat, DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Davar: Jurnal Teologi
ISSN : 27229041     EISSN : 2722905X     DOI : https://doi.org/10.55807/davar
Davar: Jurnal Teologi adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun. Menerima naskah dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, dan Praktisi yang sesuai dengan lingkup jurnal ini. Focus dan Scope Davar: Jurnal Teologi adalah Teologi Biblikal Teologi Sistematika Studi Pastoral dan Konseling Kristen Filsafat Kristen Apologetika Pendidikan Kristen (Gereja, Keluarga, dan Sekolah) Manajemen Gereja Kepemimpinan Kristen Sosiologi Agama Misiologi dan Penginjilan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021): Juni" : 5 Documents clear
Peran Orang Tua Dan Pemerintah Dalam Mendampingi Psikologi Anak Selama Belajar Online Yasanto Lase; Talizaro Tafonao
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.97 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i1.19

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah melihat sejauh mana keterlibatan orang tua dan pemerintah dalam mendampingi anak selama belajar di masa pandemi. Kajian ini melihat bahwa pembelajaran online menuai berbagai problem. Problem yang dirasakan oleh peserta didik selama belajar di masa pandemi adalah adanya kejenuhan yang berakibat pada psikologi sebagaimana penjelasan dalam artikel ini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif analisis. Selanjutnya dalam proses analisis yang dilakukan adalah menggunakan berbagai sumber literatur-literatur baik jurnal, buku dan bahan referensi lainnya yang terpercaya untuk mendukung analisis penulis yang berhubungan dengan peran orang tua dan pemerintah. Hasil yang ditemukan dalam kajian ini adalah perlu adanya sinergitas, perhatian dan langkah sebagai solusi dalam memaksimalkan penanganan psikologi peserta didik selama belajar di masa pandemi. Dengan demikian bahwa keterlibatan orang tua dan pemerintah dalam mendampingi anak belajar di masa pandemi memiliki signifikan sebagaimana pemamparan dalam tulisan ini.
Khotbah Kreatif: Sebuah Usaha Pembinaan Warga Gereja Untuk Menarik Remaja Kristen Bergereja David Eko Setiawan; Eliezer Mei Kriswanto; Herman Giawa; Marthinus Usior; Yakub Sozisokhi Hulu
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.309 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i1.15

Abstract

Writing this article aims to provide a solution to the problem of Christian adolescents researched by the Bilangan Research Center, which states that the most useful and interesting church activities according to Christian youth who come regularly to church are as many as 59.7% of respondents said that the Sunday sermon is the most important thing. most useful and attractive for young people to come to church. The method used in this research is literature study. In this case the church must develop a creative preaching role in accordance with the needs of Christian youth, so that Christian youth can have interest in church. Then, creative sermons that can be developed by the church are in the form of methods: personal testimony method, method based on parables, discussion method, picture and picture method and video viewing method.  AbstrakPenulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan solusi mengenai masalah remaja Kristen yang diteliti oleh Bilangan Research Center, yang menyatakan bahwa kegiatan digereja yang paling bermanfaat dan menarik perhatian menurut remaja Kristen yang datang secara rutin kegereja ialah sebanyak 59.7% responden mengatakan bahwa khotbah hari minggu merupakan hal yang paling bermanfaat dan menarik bagi kaum remaja untuk datang bergereja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature. Dalam hal ini gereja harus mengembangkan peranan khotbah yang kreatif yang sesuai dengan kebutuhan remaja Kristen, sehingga remaja Kristen dapat memiliki minat untuk bergereja. Kemudian, khotbah yang kreatif yang dapat dikembangkan oleh gereja yaitu dalam bentuk metode: metode kesaksian pribadi, metode yang berdasarkan perumpamaan, metode diskusi, metode picture and picture dan metode menonton video.
Membangun Iman Anak Melalui Keteladanan Orang Tua Ditinjau Dari Persfektif Alkitab dan Perkembangan Anak Eugene Zen; Yanto Paulus Hermanto
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.557 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i1.21

Abstract

Keteladanan iman dari orang tua sangatlah berdampak bagi keteguhan iman anak ketika mereka dewasa. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk menolong para orang tua bisa mengimplementasikan keteladanan imannya secara efektif. Untuk itu, maka peneliti meneliti keteladanan tokoh Ayub dan Yusuf dalam memberi teladan imannya saat mereka dalam kondisi terpuruk. Sehingga keteladan mereka bisa dijadikan acuan bagi para orang tua Kristen khususnya. Selain keteladanan iman tokoh-tokoh Alkitab, maka penulis pun meneliti psikologi perkembangan anak. Hal ini dimaksukan untuk menolong para orang tua agar bisa memberikan keteladan imannya sesuai dengan perkembangan anak mereka sehingga keteladanannya menjadi efektif dan berdampak signifikan. Penelitian ini pun memberi pengetahuan bagaimana orang tua mengimplementasikan keteladanannya tersebut secara holistik berdasarkan pengetahuan Alkitab dan juga psikologi perkembangan anak. Sehingga diketahui cara-cara yang tepat bagi orang tua dalam memberi keteladanan iman kepada anak-anaknya.Kata kunci: anak; iman; keteladanan; orang tua
Pembelajaran 2 Raja-raja 5: Implikasi Kesembuhan Naaman dalam Konseling Krisis Kesembuhan Pada Masa Pandemi Covid-19 Melpin Sihotang; Alvyn Cesarianto Hendriks; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.924 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i1.28

Abstract

The purpose of writing is to study 2 Kings 5 of Naaman's recovery as a motivation for crisis counseling during the Covid-19 Pandemi. The writing method is a descriptive analysis method, by reading, observing the entire contents of the text, seeing a description of the actions taken by the characters in the text, paying attention to the relationships that exist in the text and drawing the general meaning of the text. The meaning of the text is taken as a lesson in the implementation of crisis counseling. during a pandemi. The results of the study provide a lesson on how 2 Kings 5 stories of Naaman who experienced despair can be healed and the King of Israel who is depressed finds a solution. When Naaman and the King of Israel came to God through his prophet Elisha, Naaman was healed and even clean and the crisis of the king of Israel was resolved. During the Covid-19 Pandemi, there are many people who experience something similar to stress and even despair when they are positively affected by Covid-19. The Healing Study Naaman teaches that in any difficult situation, there is God who helps. The implication is that people affected by Covid-19 are motivated to get healing, when they come with faith in God.
Gereja Dalam Pusaran Konsumerisme Dan Kealpaan Dalam Pekabaran Injil Fery Rondonuwu; Tjutjun Setiawan; Ferry Simanjuntak
Davar : Jurnal Teologi Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.173 KB) | DOI: 10.55807/davar.v2i1.30

Abstract

Perubahan zaman yang begitu cepat telah membawa budaya baru dalam masyarakat yaitu budaya konsumerisme. Suatu budaya yang menjadikan masyarakat berperilaku konsumtif yang tidak berdasar kepada kegunaan tetapi kepada gaya hidup. Pasar yang cenderung ekstrim dalam mempromosikan produknya, menjadi masalah bagi masyarakat, termasuk orang percaya yang merupakan bagian dari gereja bisa terjerat dalam pusaran konsumerisme. apakah konsumerisme telah masuk dalam gereja sehingga gereja lalai terhadap penginjilan, misi, penanaman gereja baru. Dalam studi ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui buku-buku referensi dan jurnal-jurnal, serta ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan rumusan masalah, kemudian mencari kesamaan yang memungkinkan bisa menjawab masalah penelitian ini. Dari penelitian ini didapati bahwa konsumerisme telah masuk dalam gereja, untuk itu gereja diingatkan agar waspada, kritis, bersikap tegas terhadap konsumerisme dan melakukan evaluasi yang objektif, sehingga gereja kembali menjalankan Amanat Agung tanpa terjebak budaya konsumerisme.  AbstractThe changing times are so fast that it has produced a new culture in society, which is the culture of consumerism. A culture that makes people behave consumptively not based on utility but lifestyle. Market conditions that tends to be extreme in promoting their products are a problem for the community, also for believers, who are part of the church, who can get caught in the vortex of consumerism. It not only affects individuals, but also the church. The church spent most of their budget on providing luxurious and sophisticated infrastructure so that there is no budget left for evangelism, missions, and new church planting. This is a kind of another form of consumerism in the church.  In this paper, the author uses a qualitative method with a literature study approach, through reference books and journals, as well as Bible verses related to the formulation of the problem, then finds for similarities that allow the author to answer this research problem. The conclusion of this study is that consumerism has entered the church, for that the church is reminded to be vigilant, critical, be firm towards consumerism and conduct an objective evaluation, so that the church returns to carrying out the Great Commission without being trapped in a consumerist culture. One of the best ways to get the church free from the trap of consumerism is to reimagine the purpose of the church's existence, which is to carry out the Great Commission and adjust the budget according to this top priority.

Page 1 of 1 | Total Record : 5