cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 12TAHUN 2016 Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 13, NO. 2 TAHUN 2018 Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.205

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 13, NO. 2 TAHUN 2018
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MEMBUAT POWERPOINT MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SD NEGERI PABUARAN Fuzi Yulianti
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.206

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru membuat PowerPoint melalui In House Training di SD Negeri Pabuaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan alur rencana, tindakan, pengamatan dan evaluasi, refleksi. Penelitian ini menggunakan 4 informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. In House Training ini menggunakan model ADDIE terdiri dari tahap analisis, merancang, mengembangkan, implementasi dan evaluasi program pelatihan. Hasil penelitian menunjukan. Pertama, rata-rata pre-test yang diperoleh keterampilan guru dalam membuat PowerPoint sebelum melaksanakan In House Training adalah 56,5% kategorinya kurang. Kedua, setelah diadakan tindakan peningkatan yang diperoleh adalah keterampilan guru membuat PowerPoint melalui In House Training pada siklus I masih ada 7 guru yang belum mencapai target dan masuk kriteria kurang baik, sehingga perlu diberikan tindakan kembali pada siklus II, setelah siklus II dilaksanakan indikator keterampilan guru membuat PowerPoint mencapai target. Ketiga, rata-rata post test yang diperoleh 85,8 % kategorinya baik. Artinya kemampuan secara materi dapat diukur dan ada peningkatan sebesar 20%.AbstractThis research aimed to determine teachers’ skill in making PowerPoint through In-House Training at Elementary School Pabuaran. This research used a qualitative approach with action research type. The research design was school action research with plot plan, action, observation and evaluation, reflection. This research used 4 informants consisting of school principal and teachers. The In House Training used ADDIE model that consisting the step of analysis, design, develop, implementation and training programs evaluation. The first result showed, the average of pre test which acquired teachers’ skill in making PowerPoint before carrying In House Training is 56.5% less category. The second result, after held the improvement which acquired that teachers’ skill in making PowerPoint through In House Training of first cycle (cycle I) there were still 7 teachers who had not reach the target and included to not good enough criteria, so it should be given back in action on the second cycle (cycle II). After second cycle held, the indicator of teachers’skill in making PowerPoint reached the target. The third result showed that the average of post test which obtained is 85.8% good category. It means that the skill materially is measurable and there is improvement of 20%.
PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH Ikhya Ulumudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.207

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengkaji penyelenggaraan USBN jenjang pendidikan menengah yang meliputi persiapan, pelaksanaan, paska pelaksanaan, dan penyiapan peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan soal USBN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui diskusi kelompok terpumpun. Penelitian ini dilakukan di tiga daerah, yakni Provinsi Banten, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada tahap persiapan USBN berjalan lancar namun terdapat kendala pada saat pendistribusian, penggandaan, dan pembiayaan percetakan naskah soal. Pelaksanaan USBN berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, naskah soal disusun dan dirakit oleh dinas pendidikan. Pada paska pelaksanaan satuan pendidikan melakukan pengoreksian menggunakan scanner atau manual. Tidak semua satuan pendidikan memberikan hasil pengoreksian USBN kepada dinas pendidikan, sehingga pihak dinas pendidikan merasa kesulitan untuk memetakan mutu pendidikan berdasarkan hasil USBN tersebut. Selain itu, penyusunan soal USBN jenjang pendidikan menengah yang dilakukan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP belum memiliki kualitas yang memadai. Simpulan penelitiannya adalah bahwa penyelenggaraan USBN tahun 2017 secara umum berjalan lancar, walaupun masih terdapat beberapa kendala. AbstractThe management of school exam based on national standar (SENS) at upper secondary education level which includes preparation, implementation, post-implementation, and preparing teacher competency improvement in the compilation of SENS questions. This study uses a qualitative approach, with the technique of collecting data used is a focus group discussion. This research is done in three provinces is.c.q. Banten, West Nusa Tenggara, and North Maluku. This research results is the preparation phase of SENS was running smoothly but there are is constrained on the time of distribution, printing, and printing cost. Implementation of SENS was running smoothly and on schedule,questions compiled and assembled by education office. At post implementation, schools correction of SENS using scaners or manually. Not all schools give SENS correction results to the education office, so it feels the difficulty to map the quality of education based on SENS results. Besides that, the compilation of SENS questions at the secondary education level carried out by teachers namely discussion of subject teacher have not yet adequate quality. The conclusion is that implementation of 2017 SENS was running smoothly, eventhough there are some constraints.
KEMAMPUAN GURU SMA DALAM MEMBUAT SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Yudhi Saparudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.208

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan guru SMA dalam membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis problem based learning (PBL) yang merujuk pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya adalah SMA YPKKP Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam membuat silabus dan RPP berbasis PBL yang mengacu pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016 menunjukkan bahwa membuat penilaian merupakan komponen yang paling kecil persentasenya sebesar 46%. Untuk meningkatkan kemampuan guru yang belum optimal maka perlu dikembangkan model supervisi akademik dalam membuat silabus dan RPP berbasis PBL yang mengacu pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016. Simpulannya model supervisi akademik yang digunakan harus dapat menumbuhkan learning community dan pemberdayaan supervisi teman sejawat.  ABSTRACTThis study aims to analyze the ability of high school teachers in making syllabus and Learning Implementation Plan (LIP) based on Problem Based Learning (PBL) which refers to Permendikbud Number 22, 2016. The research method used is descriptive research. The results showed that the profile of the teacher’s ability to make PBL-based syllabus and RPP which refers to Permendikbud Number 22, 2016 shows that the component in making assessment with the smallest percentage of 46%. In improving teacher capacity that is not optimal, it is necessary to develop an academic supervision model in making syllabus and LIP based on PBL that refers to Permendikbud Number 22, 2016. The conclusion is that the academic supervision model used must be able to foster learning community and support peer supervision.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LISTENING SKILL MELALUI METODE DIKTE PADA TEKS DESKRIPTIF SMP NEGERI 22 SURAKARTA Febtriningsih Febtriningsih
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.209

Abstract

AbstrakAbstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan listening skill( keterampilan mendengarkan) siswa mata pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode dikte dan menemukan keefektifan metode dikte dalam upaya meningkatkan kemampuan keterampilan mendengarkan siswa pada teks deskriptif siswa kelas VII D SMP Negeri 22 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di semester I tahun ajaran 2018/2019. Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII D SMP Negeri 22 Surakarta. Obyek penelitian ini adalah peningkatan kemampuan keterampilan mendengarkan pelajaran bahasa Inggris pada teks deskriptif dengan metode dikte. Penelitian Tindakan kelas ini mencakup 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil temuan dari penelitian tindakan kelas adalah (1) kemampuan keterampilan mendengarkan siswa meningkat dengan penggunaan metode dikte,(2) rata-rata nilai siswa dalam tindakan prasiklus 54,84% termasuk kategori “ kurang”, rata- rata nilai siswa dalam siklus 1 adalah 70,47% termasuk kategori “cukup”, rata-rata nilai siswa dalam siklus 2 adalah 77,34% termasuk kategori “baik”. (3) Pencapaian kompetensi listening skill di ukur dengan metode dikte yang menunjukkan peningkatan dari hasil penelitian dari prasiklus sampai siklus II.  AbstractThis research has goal to improve listening skill competence with dictation in English and find out the effectiveness of dictation method to improve listening skill competence in descriptive text for students SMP Negeri 22 Surakarta. This classroom action research was done in semester I academic year 2018/2019. The subjects of this research were students of class VII D SMP Negeri 22 Surakarta.The object of this research improve listening skill competence in descriptive text with dictation method. This classroom action research include 2 cycles , each cycles consists of 4 steps ;(1) planning,(2) action,(3) observation,(4) reflection. The result of finding this classroom action research can be explained as follow:(1) students’s listening skill competence improve with using dictation method,(2) the average score of students in pre-cycle is 54,84% in category “poor”,the average score of students in cycle I is 70,47% in category “enough”, the average score in cycle II is 77,34% in category”good”. (3) the achievement of listening skill competence is measured with dictation method which showed the improvement of the research result from pre-cycle to cycle II  
EFEKTIVITAS PELATIHAN GURU MELALUI PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU Simon Sili Sabon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.210

Abstract

AbstrakTujuan kajian ini adalah menganalisis efektivitas pelaksanaan program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru apakah berhasil meningkatkan kompetensi guru, sehingga menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang pelatihan bagi guru di masa yang akan datang. Untuk mencapainya kajian ini akan: (i) mengidentifikasi kompetensi (pedagogik dan profesional) awal guru sebelum mengikuti program (ii) mengidentifikasi kompetensi akhir guru setelah mengikuti program, dan (iii) membandingkan kompetensi awal dan kompetensi akhir guru untuk menilai efektivitas program. Pendekatan kajian adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tentang nilai Uji Kompetensi Guru 2012 (kompetensi awal) dan Ujian Tulis Nasional 2013 (kompetensi akhir) yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data dianalisis dengan teknik statistik inferensial menggunakan uji perbedaan mean (paired sample t-test). Kajian menemukan bahwa sebelum mengikuti program, rerata nilai kompetnesi guru SD adalah 39,82 dan guru SMP adalah 52,44, sedangkan setelah mengikuti program rerata nilai kompetensi guru SD adalah 47,62 sedangkan guru SMP adalah 52,44. Kajian menyimpulkan bahwa (i) kompetensi pedagogik dan profesional guru-guru SD dan SMP masih sangat rendah karena rerata nilai UKG 2012 dan rerata nilai UTN 2013 masih jauh di bawah standar kelulusan yang ditetapkan untuk UKG 2012 yaitu minimal 70,0 dalam skala 1-100; (ii) hasil uji statistik perbedaan rerata UTN dan UKG menunjukkan bahwa PLPG ternyata efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru. AbstractThe purpose of this study is to analyze the effectiveness of the implementation of Teacher Professional Education And Training program whether the program is successful in increasing the competency of teachers, which can be an input for policy makers in designing training for teachers in the future. To achieve this purpose this study will: (i) identify the initial teacher’s competncies (pedagogic al and professional) before attending the program (ii) identify the final competencies of teachers after attending the program, and (iii) comparing the initial and final teacher’s competencies to assess the effectiveness of program. The approach of the study is quantitative. The data used in this study is the secondary data of UKG 2012 (as initial competencies) and UTN 2013 (as final competencies) obtained from the Directorate General of Teachers and Education Personnel The Ministry of Education and Culture. Data were analyzed by using inferential statistics, using test of mean difference (paired sample t-test). The study found that before participating in the program, the average score of the competencies of elementary school teachers was 39.82 and junior high school teachers were 52.44, while after joining the program the average competency value of elementary school teachers was 47.62 while junior high school teachers were 52.44. The study concludes that:(i) the pedagogic and professional competency of teachers of elementary and junior high school is still very low because the mean value of UKG 2012, and UTN 2013 is still far below the passing grade standards set for UKG 2012 that is at least 70.0 in the scale of 1-100; (ii) Statistical test of mean difference between UTN and UKG shows that PLPG is effective in improving pedagogic and professional competency of teachers.
MENGGALI PENGALAMAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BERBASIS INTERNET DALAM MEMPERSIAPKAN INDONESIA MENUJU INDUSTRI 4.0 Annisa Reginasari; Verdiantika Annisa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.211

Abstract

AbstrakTren penggunaan sistem digital berbasis internet merupakan salah satu karakteristik kehadiran era revolusi industri ke empat. Adanya kesenjangan digital khususnya di Indonesia menjadi permasalahan tersendiri. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali sejauhmana pengalaman partisipan terhadap penggunaan sistem digital berbasis internet di lingkungan kerja dan pendidikan; dan mengetahui harapan individu bagi pengembangan penggunaan sistem digital berbasis internet di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi  yang fokus pada esensi pemahaman tentang pengalaman individu. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada 2 orang partisipan dan jajak pendapat pertanyaan setengah terbuka (open-ended quesionnaire) kepada 41 orang partisipan baik di lingkungan kerja maupun instansi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengalaman positif dan negatif dalam menggunakan sistem digital berbasis internet. Kondisi ini dipengaruhi oleh besarnya keinginan menggunakan sistem digital berbasis internet yang tidak diingiri dengan optimalisasi penerapan sistem teknikal dan kemampuan dalam literasi digital.  AbstractThe trend of the application of internet-based digital system is one of the characteristics of the emergence of the fourth industrial revolution era. The presence of digital gap especially in Indonesia has become a particular issue. This research is aimed to discover how far the experiences of participants regarding the utilization of internet-based digital system for in work and education environments; and to discover the hopes of individuals for future development of internet-based digital system. This research was using qualitative approach through phenomenological method which focused on the essence of understanding regarding individual experiences. Data were collected through depth interview towards 2 participants and open-ended questionnaire towards 41 participants either in work environment or educational institution. The research results have indicated that there are positive and negative experiences in the application of internet-based digital system. Positive experiences occur from high benefits which acquired from the application of internet-based digital system. While negative experiences occur from the high desire to use internet-based digital system which not adjusted to the optimization of technical system implementation, the policy digital system application and the capability in digital literacy. These condition become the hope of individuals for internet-based digital system in the future.
PELAKSANAAN PENGADAAN BUKU TEKS PELAJARAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN NATUNA Lisna Sulinar Sari
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.218

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa mekanisme pengadaan buku teks pelajaran kurikulum 2013 dan kendalanya di Kabupaten Natuna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Temuan dari penelitian ini, yaitu Pengadaan buku teks pelajaran kurikulum 2013 di Kabupaten Natuna menggunakan dua mekanisme, yaitu e-katalog dan BSE. Kedua mekanisme tersebut menyulitkan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Natuna, karena banyak penyedia/penerbit yang tidak bersedia mengirim disebabkan biaya pengiriman yang cukup mahal. Sementara di Kabupaten Natuna tidak ada penyedia/penerbit buku dan tidak semua sekolah memiliki jaringan internet. Ada dua distributor buku teks di Kabupaten Natuna, jika membeli buku teks di distributor tersebut, harga buku teks yang ditawarkan oleh distributor melebihi harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan berdasarkan zona dan pengiriman buku teksnya tidak tepat waktu. Sehingga proses pembelajaran untuk semester 1 tetap tidak menggunakan buku teks pelajaran kurikulum 2013 karena pengiriman yang terlambat.Kata kunci: mekanisme, pengadaan, buku teks. 
EFEKTIFITAS KANTIN BERKARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN BERSIH PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH Febri Prasetyo Adi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.219

Abstract

Kepedulian peserta didik SMP Negeri 3 Mrebet terkait kebersihan di sekolah masih rendah. Banyak sampah, khususnya bungkus makanan kemasan, dibuang sembarangan seperti di bawah jendela kelas, laci meja dan selokan. Beberapa program telah di jalankan namun masih belum berhasil. Diperlukan program yang bukan hanya bersifat penanganan namun lebih pada pencegahan sampah-sampah agar tidak terbuang sembarangan. Maka disusunlah program Kantin Berkarakter yang menjadi pusat jajan, makan dan buang sampah di kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas Kantin Berkarakter dalam rangka meningkatkan kedisiplinan peserta didik, khususnya pada kebersihan lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah riset experimental dengan membagi peserta didik pada dua kelompok yang mendapat perlakuan (treatment) yang berbeda, yaitu kelompok A boleh membawa makanan ke kelas dan kelompok B tidak boleh membawa makanan ke kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski banyak responden yang setuju makanan dibawa ke kelas (42%) namun lebih setuju apabila Kantin Berkarakter bisa diterapkan dan dilanjutkan (84%). Hal ini dikarenakan semenjak program ini diterapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kebersihan lingkungan sekolah (83%) dan memotivasi peserta didik untuk lebih peduli terhadap lingkungan (62%).

Page 3 of 23 | Total Record : 224