cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 11, NO. 2 TAHUN 2018 Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 11, NO. 2 TAHUN 2018
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN RPP KURIKULUM 2013 REVISI 2017 MELALUI PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DI MA BINAAN KOTA JAKARTA PUSAT TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Eni Rindarti
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 melalui “Pendampingan yang berkelanjutan”. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan pengawasan dengan guru di 3 MA binaan yang menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun 2017/2018: MA Negeri 3 Jakarta,MA Al Mudatsiriyah dan MA Jakarta Pusat berjumlah 28 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus; Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan tindakan, akting, pengamatan, danrefleksi. Waktu penelitian selama 4 bulan yaitu Juli sampai Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Pendampingan Berkelanjutan tersebut keaktifan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Keaktifan guru MAN 3 meningkat dari 75% ke 92%; keaktifan guru MA Al Mudatsiriyah dari 63% ke 83%, dan keaktifan guru MA Jakarta Pusat meningkat dari 54% Ke 79 %. Hal ini berdampak pada kompetensi guru dalam mengembangkan RPP Kurikulum 2013 revisi 2017 yang mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan data kesesuaian RPP guru rata-rata dalam setiap komponen sebagai berikut: kondisi awal: 47%; siklus I: 64%; dan siklus II : 81%.Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa “Pendampingan Berkelanjutan”dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan RPP Kurikulum 2013 revisi 2017 di 3 MA binaan Kota Jakarta Pusat Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: kompetensi , pendampingan berkelanjutan, RPP, Kurikulum 2013.
BANTUAN PANDUAN “ONE TO FIVE” Edi Riyanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar senam lantai gerakan meroda dalam pembelajaran penjasorkes melalui penerapan modifikasi pembelajaran denganbantuan panduan “one to five”. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus, yang setiap siklusnya mempunyai 4 langkah yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIID SMP Negeri 3 Mrebet semester genap tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 28 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil tes, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan untuk data kuantitatif adalah analisis diskriptif komparatif. Adapun data kualitatif hasil observasi menggunakan analisis diskriptif kualitatif. Terjadi peningkatan hasil belajar senam lantai gerakan meroda setelah adanya tindakan siklus I dan siklus II dimana nilai rata-rata hasil belajar senam lantai gerakan meroda sebelum tindakanadalah 70,00, nilai rata-rata pada siklus I adalah 79,07, dan nilai rata-rata siklus II adalah 80,54. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah 85% atau 24 siswa memperoleh nilai hasil belajar sama dengan atau lebih dari KKM 72. Dari target tersebut ternyata hasil belajar siswa terlampaui yaitu 89,29% atau 25 siswa melampaui KKM, Sehingga jumlah siswa yang hasil belajarnya di atas atau sama dengan KKM meningkat secara signifikan.Kata Kunci : peningkatan, hasil belajar, panduan “one to five”
EKSPEDISI OASE UNTUK MENINGKATKAN KERJA SAMA, PENGETAHUAN, DAN SCIENTIFIC WRITING SKILLS MATA PELAJARAN IPA Herni Budiati
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama, pengetahuan, dan Scientific Writing Skills (SWS) melalui ekspedisi oase. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - April tahun pelajaran 2016/2017. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VIIIB Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Surakarta. Pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran dan tes hasil belajar ranah pengetahuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kerjasama, lembar penilaian SWS, dan tes hasil belajar ranah pengetahuan. Penelitian berlangsung dalam dua siklus, mengacu model Kemmis dan Taggart. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Capaian kerjasama prasiklus adalah 51,72%, siklus 1 62,07%, dan siklus 2 sebesar 82,76%. Capaian hasil belajar ranah pengetahuan prasiklus 48,27%, siklus 1 menjadi 51,72%, dan siklus 2 sebesar 79,31%. SWS pada prasiklus adalah 41,37%. Peningkatan SWS melalui permainan kartu pada siklus 1 adalah 65,51%, dan siklus 2 menjadi 82,76%. SWS melalui laporan percobaan pada siklus 1 adalah 58,62%, dan siklus 2 meningkat menjadi 75,86%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama, pengetahuan dan SWS siswa kelas VIIIB Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 dapat ditingkatkan melalui ekspedisi oase.Kata Kunci: diskusi, eksperimen, kartu otak atik seru (oase), kerjasama, scientific writing skills
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA (Studi Kasus di Enam Kota) Mahdiansyah Mahdiansyah
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.224

Abstract

Salah satu perubahan penting dalam Kurikulum 2013 yaitu penataan standar penilaian hasil belajar. Namun, peraturan baru yang mengatur sistem penilaian dirasakan oleh para gurumenjadi sangat kompleks dengan berbagai instrumen penilaian untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Studi ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan sistem penilaianhasil belajar siswa jenjang pendidikan menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terpumpun kepada guru dan analisis dokumen pembelajaran yang digunakan guru. Temuan studi mengungkapkan bahwa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru, satuan pendidikan, dan Pemerintah belum dilaksanakan secara optimal guna meningkatkan mutu pembelajaran. Kompetensi guru dalam melakukanpenilaian pun masih belum memadai.Kata Kunci: penilaian hasil belajar, pendidikan menengah, kurikulum 2013.
PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA PINTAR BAGI PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR REGULER: STUDI DI EMPAT DAERAH KUNJUNGAN KERJA PRESIDEN TAHUN 2017 Irsyad Zamjani
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.225

Abstract

AbstrakProgram Indonesia Pintar merupakan program unggulan Pemerintah yang bertujuan menjamin keberlangsungan akses pendidikan anak-anak usia sekolah dari keluarga prasejahtera.Namun demikian, banyak dilaporkan bahwa pelaksanaan program ini menghadapi berbagai kendala. Studi ini bertujuan mengeksplorasi berbagai masalah tersebut dengan memfokuskan pada aspek-aspek ketepatan sasaran, pencairan, dan pemanfaatan. Dengan menggunakan  pendekatan kualitatif, studi ini menyasar empat daerah yang menjadi lokasi kunjungan kerja Presiden pada tahun 2017, yaitu: Kab. Banyumas, Kab. Malang, Kota Tasikmalaya, dan Kab. Temanggung. Meskipun sejak bulan Agustus 2017, Pemerintah mulai mengganti sistem Kartu Indonesia Pintar dari kartu konvensional menjadi kartu elektronik yang terintegrasi dengan sistem ATM, studi ini menyasar para penerima Kartu Indonesia Pintar konvensional karena jumlah yang bermigrasi ke ATM masih sangat sedikit. Melalui teknik pengumpulan data Diskusi Kelompok Terpumpun dan pengisian angket, hasil studi ini menunjukkan terdapat sejumlah penerima yang tidak tepat sasaran, literasi administrasi orang tua menjadi salah satu masalah lambatnya pencairan dana, dan pemanfaatan dana umumnya sudah sesuai aturan meskipun ada beberapa kasus yang berlawanan. Studi ini menyimpulkan bahwa pelaksanaanPIP terus mengalami perbaikan, namun kualitas pelayanannya perlu terus ditingkatkan. Studi ini merekomendasikan akselerasi pemadanan basis data, perlunya fasilitas pendampingan di lapangan, dan pengembangan sistem pemantauan pemanfaatan dana berbasis tanggung jawab orangtua.Kata kunci: Kartu Indonesia Pintar, ketepatansasaran, pemanfaatan, pencairan, Program Indonesia Pintar
SKRINING TINGKAT ADIKSI PORNOGRAFI SISWA SMP DAN SMA TAHUN 2017 Rahma Astuti
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat adiksi pornografi siswa di jenjang SMP dan SMA. Saat ini sudah banyak anak dan remaja yang kecanduan mengakses konten pornografi. Mengakses konten pornografi sangat berbahaya bagi seorang remaja, karena mereka belum mampu berpikir secara kritis sehingga dapat terlena dan larut dalam situs porno tersebut. Kecenderungan remaja untuk menonton film porno secara berulang-ulang, berdampak pada sulitnya berkonsetrasi dalam belajar. Akibat dari sulitnya berkonsentrasi tersebut mengakibatkan hasil belajar yang juga rendah. Instrumen yang digunakan adalah angket berupa pernyataan diri (self report) tentang kebiasaan remaja dalam berperilaku yang berkaitan dengan adiksi pornografi. Survey dilakukan di empat kabupaten/kota yaitu Jakarta, Semarang, Bantul dan Banda Aceh dengan sampel berjumlah 16sekolah dengan komposisi,8 SMP dan 8 SMA. Dari seluruh responden siswa yang terjaring mengikuti skrining tingkat adiksi pornografi, ternyata hampir semuanya pernah terpapar materi pornografi. Pada awalnyasisa tidak menyadari atau tidak sengaja melihat konten pornografi ketika mereka membuka  internet atau media sosial. Sebagian besar siswa mengaku mengetahui konten pornografi ketika berada di dalam rumah. Perangkat digital seperti telepon genggam yang disediakan orang tua dan baru dapat digunakan oleh anak ketika telah kembali ke rumah selepas sekolah, menjadi salah satu alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi.Kata kunci: skrining, adiksi, pornografi,
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017 Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017
DESIGN MANAGEMEN SCIENTIFICT LEARNING PROGRAMS SEBAGAI PENGUATAN AKTIVITAS BELAJAR KOLABORATIF SISWA ABAD 21 Acep Saepul Rahmat
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.239

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS Sekolah Dasar.Design Managemen Scientific Learning Programs (DMSL) merupakan serangkaian program pembelajaran yang mengedepankan pengembangan keterampilan proses siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Karamatjaya sebagai kelas eksperimen penerapan DMSL dan siswa kelas IV SD Negeri Cisolok sebagai kelas kontrol DMSL. Temuanpenelitian menunjukan hasil belajar IPA pada ranah kognitif siswa rata-rata sebesar 5,68 untuk kelas kontrol dan 7,69 untuk kelas eksperimen. Hasil belajar IPA ranah afektif dan psikomotor dengan rentang nilai (0-4 ), menunjukan bahwa hasil belajar afektif rata-rata yang diperolehsiswa kelas kontrol sebesar 1,77 dan 2,71 untuk kelas eksperimen. Hasil belajar psikomotorik siswa untuk kelas kontrol rata-rata sebesar 1,66 dan 2,88 untuk kelas eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan Hasil belajar siswa kelas eksperimen setelah perlakuan (posttest) yang menerapan Scientific Learning Programs lebih baik daripada hasil belajar siswa kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional.
RESENSI VIDEO PORTOFOLIO DAN SMS QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PERBAIKAN PLAYER DI SMK 2 KUDUS Budi Susanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.240

Abstract

ABSTRAKPerbaikan player adalah kompetensi yang wajib dikuasai oleh siswa SMK bidang keahlian elektronika audio video. Kompetensi ini sangat diperlukan peserta didik yang mengikuti program pendidikan sistem ganda serta bekal sebagai seorang teknisi elektronika. Kenyataanyang terjadi di SMK Negeri 2 Kudus pada peserta didik untuk program kompetensi keahlian ini, mereka tidak memiliki kompetensi perbaikan dan perawatan player sebagaimana yang diharapkan. Metode pembelajaran praktik dengan menggunakan pendekatan pembelajaranResensi Video Portofolio serta Short Masage Service Quiz merupakan solusi yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan tersebut. Hasil penelitian tindakan dengan menggunakan metode tersebut, terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran dimana proses pembelajaranmengalami perbaikan pada 6 indikator, serta terdapat penurunan jumlah peserta didik yang perlu melakukan remidi dari 35 % menjadi 17 % untuk siklus 1 dan 18,5 % untuk siklus 2, penurunan kelompok peserta didik remidi ini berkisar sebesar 17,2 5%. Sebaliknya terjadi peningkatan jumlah peserta didik tuntas belajar dari berkisar 65 % menjadi 83 % untuk Siklus 1 dan 81, 5% untuk siklus 2. Pembelajaran Resensi Video Portofolio serta Short Masage Service Quiz dapat meningkatkan kompetensi perbaikan player di SMK Negeri 2 Kudus.

Page 4 of 23 | Total Record : 224