cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023): Desember" : 5 Documents clear
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DISERTAI HIPERTENSI DI PUSKESMAS PASUNDAN KOTA SAMARINDA Rombe Kabanga, Filadelfia Rombe Kabanga
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.283

Abstract

Kepatuhan pasien Diabetes Melitus (DM) dalam meminum obat sangat penting dilakukan untuk mencapai tujuan pengobatan yang efektif dan mencegah terjadinya komplikasi. Gangguan produksi dan fungsi insulin dapat mengakibatkan terjadinya hiperglikemia yang akhirnya akan meningkatkan tekanan darah (hipertensi). Pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai penyakit hipertensi memiliki resiko dua kali penyakit kardiovaskular seperti infark miokard, stroke, atau kematian dibandingkan dengan pasien hipertensi tanpa diabetes, sehingga kepatuhan minum obat sangat penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan terapi berupa pengontrolan kadar gula darah dan tekanan darah selalu dalam rentang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 yang disertai hipertensi di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, kuesioner yang digunakan yaitu MMAS-8. Jumlah responden yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling dari bulan Juni tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian menunjukkan kategori tingkat kepatuhan minum obat pasien meliputi kepatuhan tinggi sebesar 37,5%, kepatuhan sedang sebesar 31,5%, dan kepatuhan rendah sebesar 31,5%. Uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan dengan variabel karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, jenis pengobatan dan lama pengobatan, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI UNIT PELAYANAN FARMASI UPT PUSKESMAS PASUNDAN DESITASARI, MERY DESITASARI
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.284

Abstract

Pelayanan Informasi Obat atau PIO adalah kegiatan pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker informasi yang diberikan harus secara akurat,jelas dan terkini mengenai nama obat, sediaan obat, dosis obat, cara pakai obat, peyimpanan obat, indikasi obat, interaksi obat, efek samping obat yang mungkin terjadi pada pasien. Berdasarkan hal tersebut sangat tentulah penting untuk melaksanakan PIO sesuai dengan Permenkes No.74 Tahun 2016 demi tetap menjaga kebutuhan informasi obat kepada pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, non eksperimental dengan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan serta menggambarkan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi dilapangan pada saat penelitian yang dinyatakan dalam bentuk kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian informasi obat pada pasien yang diberikan oleh Apoteker sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No.74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Pasundan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa metode observasi, metode wawancara terstruktur, dan dokumentasi yang dimana peneliti secara langsung mengamati dilapangan terhadap obyek penelitian dengan menggunakan metode-metode tersebut. Hasil Penelitian mengenai kelengkapan dan kesesuaian PIO yang diberikan oleh apoteker kepada pasien telah terlaksana dan terealisasikan sebesar 100% dari 10 pasien yang menjadi obyek penelitian dan sesuai dengan permenkes No.74 tahun 2016.Jadi, dapat disimpulkan bahwa Apoteker Unit Pelayanan Farmasi UPT Puskesmas Pasundan telah melakukan PIO yang tepat dan lengkap sesuai dengan pendoman Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016 yang telah ditetapkan.
Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat Saputra, Petrus Yendi
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.285

Abstract

Penggunaan obat tradisional dalam upaya pengobatan masyarakat telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dan dapat dibeli bebas di apotik, toko obat atau didapatkan langsung dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan obat tradisional, tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan penggunaan obat tradisional pada masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat. Desain penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental. Penelitian ini mengikutsertakan 100 responden. Pengukuran tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan diukur dengan menggunakan kuesioner dan di analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil tentang penggunaan obat tradisional yaitu Rata-rata tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik (6,635), rata-rata sikap masyarakat termasuk dalam kategori sangat baik (3,86) dan keterampilan masyarakat yaitu sebagian responden sering mengalami penyakit batuk / flu (54%), obat yang sering digunakan untuk mengatasinya adalah OB Herbal (41%), obat yang digunakan dalam bentuk cairan (71%), dengan frekuensi penggunaan adalah 2-3x dalam seminggu (50%), dan cara mendapatkan obat tersebut adalah membeli di warung kelontong (72%).
ANALGESIC ACTIVITY TEST OF SUJI LEAF ETHANOL EXTRACT (Dracaena angustifolia) IN MALE MICE (Mus musculus) ACCETIC ACID INDUCED Deanser, Serli
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.287

Abstract

Suji Leaf (Dracaena angustifolia) or also known as the local name Suji Leaf plant that is widely spread and used for generations in Southeast Asia, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the analgesic activity of the ethanolic extract of suji leaf which is efficacious as an analgesic in mice induced by 1% acetic acid. The results of the identification test of secondary metabolites of the ethanolic extract of suji leaves contain flavonoids, saponins, alkaloids, and steroids. Analgesic test using the chemical induction method of 1% acetic acid intra peritoneally in mice (Mus musculus) with 3 doses of ethanol extract of suji leaves. The results of the analgesic activity test of suji leaf extract successively at a dose of 25 mg/kgBW the analgesic power was 56.7%, at a dose of 50 mg/kgBW the analgesic power was 64.5%, at a dose of 100 mg/kgBW the analgesic power was 69.8%. Based on the ANOVA statistical test, there was a significant difference between the extract doses of 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBW to the positive control and the negative control 0.000 (ᴘ 0.05).
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Akbar, Muhammad Akbar
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 3 No 2 (2023): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jfe.v3i2.289

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan merupakan salah satu pelayanan kesehatan rumah sakit yang diwajibkan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 dan Nomor 128 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, menyebutkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep mempunyai standar pelayanan minimal untuk resep racikan ≤ 60 menit dan resep non racikan ≤ 30 menit. Penelitian ini bertujuan menggambarkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan obat non racikan pasien rawat jalan umum di Instalasi Farmasi RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menggambarkan keadaaan subjek atau objek dalam penelitian serta sifat dan fenomena yang akan di teliti di lapangan dan data yang di hasilkan akan dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep untuk jenis resep racikan adalah 87,38 menit dan untuk jenis resep non racikan adalah 26,67 menit. Jadi, dapat disimpulkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sumber daya manusia, pengalaman kerja atau masa kerja, stok obat dan jumlah item obat. Sedangkan Resep obat non racikan sudah memenuhi Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit sesuai dengan Kemenkes RI No.129 Tahun 2008

Page 1 of 1 | Total Record : 5