cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment" : 10 Documents clear
Pemetaan Pasien Penyakit Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Tuberkulosis Paru di Umbulharjo Kota Yogyakarta Hendra Rohman; Evrithia Chatarina
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.252

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit dengan keadaan gula darah yang tinggi yang mengakibatkan penderita memiliki resiko terkena beberapa macam komplikasi, satu diantaranya adalah tuberkulosis paru. Puskesmas di haruskan mampu memberikan pengobatan dan promosi kesehatan terhadap masyarakat guna menciptakan masyarakat yang sehat dan kondusif. Data pasien DM TBC paru di Puskesmas Umbulharjo I dan II masih berupa tabel. Pembuatan pemetaan penyakit perlu dilakukan agar dapat memvisualisasikan data, serta dapat membantu dalam mengambil keputusan untuk pengobatan dan promosi kesehatan. Tujuan: Menganalisis pemetaan pasien DM di wilayah Umbulharjo tahun 2017, dan mengidentifikasi penyebab DM TBC paru. Metode: Jenis penelitian survei dengan rancangan cross-sectional menggunakan sistem informasi geografis. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh sebanyak 8 orang. Analisis spasial menggunakan Quantum GIS. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil: Proses pengelompokan pasien DM di Puskesmas Umbulharjo I dan II dengan cara manual dan aplikasi SIMPUS, sedangkan DM TBC dengan cara manual (buku khusus TBC). Pemetaan pasien DM tertinggi berada pada Kelurahan Pandeyan dan Sorosutan. Pasien DM TBC paru berjumlah 8 yakni 3 di Pandeyan, 2 di Semaki, dan 1 pasien masing-masing di Sorosutan, Tahunan, dan Muja-Muju. Hasil analisa uji korelasi Pearson N=8, p=0,939>0,05 maka tidak terdapat korelasi yang signifikan dan r= -,036 menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kepadatan penduduk di wilayah Kecamatan Umbulharjo dengan pasien DM TBC paru. Hasil wawancara dengan pasien pasien DM TBC paru disebabkan oleh tidak rutin kontrol ke dokter, tidak patuh minum obat, dan tidak olahraga. Kesimpulan: Visualisasi data pemetaan kasus DM TBC kategori tinggi berada di Pandeyan dan Semaki. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pasien DM TBC paru dengan kepadatan penduduk. Pasien DM TBC paru memiliki gaya hidup sehat yang rendah.
ANALISIS PENGELOLAAN PELAPORAN PADA DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Indar Puspita Latarissa
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.295

Abstract

Pelaksanaan pelaporan sangat penting bagi rumah sakit karena dapat digunakan sebagai perbandingan kunjungan pasien lama atau baru yang sebelumnya dan sekarang, dan mempertimbangkan pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini mengetahui pelaksanaan pengelolaan pelaporan data morbiditas pasien rawat jalan, mengetahui kendala yang dihadapi dalam pengelolaan, pengumpulan dan input pelaporan data morbiditas pasien rawat jalan di Rumah Sakit Condong Catur. Penelitian deskriptif kualitatif. Subjek adalah petugas rekam medis yaitu 2 orang petugas rekam medis dan kepala rekam medis. Objek adalah data pelaporan morbiditas rawat jalan. Hasil, pelaporan dilaksanakan oleh PIC yang bertanggungjawab atas tugas pelaporan tersebut namun dengan adanya beban kerja yang tinggi, pelaporan data morbiditas rawat jalan dikerjakan oleh petugas dengan pergantian shift. Kesimpulan, pengumpulan data sudah berjalan sesuai dengan standar prosedur operasional, pengolahan data dibuat secara komputerisasi yang dibuat oleh PIC yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, penyajian data dikirim via e-mail ke Dinas Kesehatan setiap awal tahun.
ANALISIS SISTEM PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT PURI HUSADA Andrias Feri Sumadi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Erina Septin Prihaningtyas
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.302

Abstract

Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta belum terlaksana secara rutin. Kendala dalam pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, karena terbatasnya petugas rekam medis dan pekerjaan yang semakin menumpuk sehingga untuk melaksanakan penyusutan belum bisa dilakukan. Tujuan, mengetahui alur pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis, mengetahui penyelesaian masalah mengenai pelaksanaan penyusutan. Jenis penelitian deskriptif. Subjek yaitu tiga petugas rekam medis yaitu dua orang sebagai responden dan satu orang sebagai triangulasi sumber. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, di Rumah Sakit Puri Husada Sleman Yogyakarta sudah mempunyai SPO tentang penyusutan berkas rekam medis, di dalam SPO dijelaskan bahwa waktu penyusutan berkas rekam medis dilakukan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis belum disosialisasikan dengan baik, tidak adanya petugas khusus penyusutan atau petugas filing, karena waktu luang petugas terbatas untuk melakukan penyusutan sehingga masih mengalami keterlambatan dalam melakukan penyusutan. Tidak adanya ruang dan tempat khusus penyimpanan berkas rekam medis juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan penyusutan. Kesimpulan, pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis sudah sesuai dengan SPO mengenai penyusutan berkas rekam medis, akan tetapi waktu pelaksanaannya belum sesuai dengan yang ada di SPO. Belum adanya ruang dan rak khusus untuk menyimpan berkas rekam medis inaktif.
EVALUASI PENERAPAN SIMRS MENGGUNAKAN TECHNOLONGY ACCEPTANCE MODEL DI RUMAH SAKIT CONDONG CATUR Andhy Sulistyo; Hendra Rohman; Fikram S. Sumangan
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.303

Abstract

Penerapan SIMRS di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Yogyakarta masih terdapat beberapa kendala yaitu pada jam kerja yang padat pengoperasian SIMRS menjadi lambat dalam melakukan input data dan pengiriman data ke unit lain yang menggunakan SIMRS sehingga data yang dibutuhkan tidak tepat waktu. Pada indikator pelayanan rumah sakit BOR, LOS dan TOI memanfaatkan penerapan SIMRS di rumah sakit tetapi ada beberapa data yang dibutuhkan belum terupdate karena ada beberapa item di SIMRS yang sering Error ketika petugas menginput data pasien, sehingga data yang ada di SIMRS seringkali berubah. Tujuan, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS serta mengetahui hubungan antara persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) pengguna SIMRS. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Teknik analisis data berupa analisis statistic deskriptif dan analisis statistik non parametris. Kesimpulan: Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan SIMRS adalah 82,44% sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan SIMRS adalah 82,51%. Dari uji korelasi Kendall’s Tau didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemudahan dengan persepsi kemanfaatan dengan signifikasi 0,000.
EVALUASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL DI RS AT- TUROTS AL-ISLAMY Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Dona Wening Kusumastuti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i1.304

Abstract

Penggunaan SIMRS (Sistem Manajemen Rumah Sakit) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy masih mengalami hambatan yaitu menu yang error pada menu pelaporan, sehingga keadaan ini mengakibatkan menu yang ada di SIMRS belum dapat digunakan secara maksimal dan ada beberapa staf yang masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan SIMRS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) penggunaan SIMRS, Mengetahui hasil evaluasi persepsi kemudahan (perceived ease of use) penggunaan SIMRS, serta Mengetahui pengaruh antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) pengguna SIMRS. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner tertutup. Teknik analisis data berupa analisis statistik deskriptif dan analisis statistik non parametris. Teknik non probability sampling jenis purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Tingkat persetujuan responden terhadap kemanfaatan (perceived usefulness) SIMRS adalah 80,11%, sedangkan tingkat persetujuan responden terhadap kemudahan (perceived ease of use) SIMRS adalah 81,22%. Uji Kendall Tau didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) dengan angka signifikasi 0,002. Pengguna SIMRS di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy telah mempercayai kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) SIMRS, serta adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dengan persepsi kemudahan (perceived ease of use) di Rumah Sakit At-Turots Al-Islamy.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Pendaftaran Rawat Jalan Di Rumah Sakit Dr. Soetarto Tahun 2018 Fadia Sulaiman; Fitria Latupono; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan masyarakat, serta mampu memberikan kepuasan. Mutu suatu pelayanan dinilai baik apabila pelayanan kesehatan tersebut dapat memberikan kepuasan kepada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata. Kualitas pendaftaran rawat jalan RS Dr. Soetarto terdapat nomor antrian yang tidak urut serta waktu tunggu dalam memperoleh pelayanan adalah 15 menit. Pelayanan standar yang ditetapkan adalah 5 menit, sehingga menjadi keluhan pasien. Tujuan penelitian ini mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan yaitu kehandalan, jaminan, bukti fisik/tampilan, empati, daya tanggap/kepedulian. Jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tertutup. Teknik non probability sampling, jenis sampling insidental dengan jumlah sampel yaitu 95 responden. Hasilnya, tingkat kepuasan pasien dari 95 responden berdasarkan kehandalan yaitu 86,1%, jaminan yaitu 84,2%, dimensi bukti fisik yaitu 71,8%, empati yaitu 79,8%, daya tanggap yaitu 84,6%. Kesimpulan, kepuasan tertinggi pada lima dimensi terletak pada aspek kehandalan yaitu 86,1% pasien menyatakan puas, dan nilai terendah ada pada aspek bukti fisik yaitu 71,8% yang menyatakan tidak puas terhadap kualitas pendaftaran rawat jalan.
PEMETAAN KASUS PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT WILAYAH NGAMPILAN TAHUN 2017 Hery Setiyawan; Hendra Rohman; Widya Safitri Dano Jafar
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Negara berkembang dengan kasus ISPA tertinggi adalah Indonesia dan selalu menempati urutan pertama penyebab kematian ISPA pada kelompok bayi dan balita. Di Puskesmas Ngampilan tahun 2015 sebayak 3146 kasus, tahun 2016 sebanyak 2530 kasus, dan tahun 2017sebanyak 2833 kasus. ISPA menjadi peringkat pertama dalam10 besar penyakit di Puskesmas Ngampilan. Tujuannya memetakan persebaran penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan wilayah kerja Puskesmas Ngampilan, mengetahui diagram kunjungan pasien penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan jenis kelamin diwilayah kerja Puskesmas Ngampilan serta mengetahui diagram kunjungan pasien penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut berdasarkan golongan umur diwilayah kerja Puskesmas Ngampilan. Penelitian deskriptif. Subjek adalah 1 orang kepala bagian TU dan 1 petugas rekam medis di Puskesmas Ngampilan. Teknik purposive sampling data pasien penderita ISPA tahun 2017 sebanyak 2833. Hasil, pada peta menunjukkan bahwa tingkat persebaran penderita ISPA yang tertinggi di wilayah kelurahan Notoprajan sebanyak 1.660 penderita ISPA, berdasarkan jenis kelamin tingkat penderita perempuan lebih tinggi sebanyak 1.011 orang, laki-laki sebanyak 1.007 orang, berdasarkan golongan umur tiga tertinggi pada umur 0-4 tahun sebanyak 547 orang, umur 5-11 sebanyak 442 dan umur 56-65 sebanyak 383 orang dari total wilayah kelurahan Ngampilan dan Notoprajan. Faktor pendukung yang mempengaruhi ISPA adalah curah hujan, ketingian wilayah, status sosial, pendidikan. Kesimpulan, pasien terbanyak berasal dari Kelurahan Notoprajan yaitu 1660 kasus ISPA, Berdasarkan jenis kelamin, memiliki persentase yang lebih tinggi berada pada pasien perempuan yaitu 1.518 orang, laki-laki yaitu 1.007 orang. Berdasarkan usia, tiga tertinggi berada pada umur 0-4 tahun sebanyak 547 orang, umur 5-11 sebanyak 442 dan umur 56-65 sebanyak 383 orang dari wilayah kelurahan Ngampilan dan Notoprajan.
ANALISIS KETEPATAN DAN KELENGKAPAN KODE DIAGNOSIS KASUS PERSALINAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Ibnu Mardiyoko; Hendra Rohman; Nur Annisa Rimadanti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan coding harus lengkap dan akurat sesuai dengan arahan ICD-10. Ketepatan kode diagnosis dapat berpengaruh terhadap kelancaran proses pengklaiman pembiayaan pelayanan kesehatan, sebagai dasar pembuatan laporan morbiditas rawat jalan dan laporan 10 besar penyakit, serta pelaporan nasional morbiditas dan mortalitas. Tingkat ketepatan dan kelengkapan kode diagnosis kasus persalinan masih ditemukan penentuan kode diagnosis yang belum akurat. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan alur pelaksanaan pemberian kode diagnosis kasus persalinan, menghitung persentase ketepatan dan kelengkapan kode diagnosis kasus persalinan, serta mencari faktor penyebab ketidaktepatan dan ketidaklengkapan dalam pemberian kode diagnosis kasus persalinan. Jenis penelitian deskriptif. Subjek adalah 1 orang dokter, 3 orang coder, dan objek yaitu berkas rekam medis pasien kasus persalinan periode triwulan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2018 berjumlah 78 rekam medis di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Proses pelaksanaan pengodean dimulai dari petugas mengambil berkas rekam medis dari bangsal lalu petugas mengode pada berkas, SIMRS, dan program e-claim. Dari 78 sampel berkas rekam medis kasus persalinan Bulan Oktober-Desember 2018 ditemukan “ketidaktepatan” kode kondisi ibu sebesar 75%, metode persalinan sebesar 5%, outcome of delivery sebesar 5% dan ditemukan “ketidaklengkapan” kode kondisi ibu sebesar 54%, metode persalinan 0%, dan outcome of delivery sebesar 4%. Faktor yang mempengaruhi yaitu dari unsur man (manusia) berupa ketidaktelitian coder dalam membaca riwayat pasien, coder kesulitan dalam membaca tulisan dokter, coder kurang memahami aturan pada ICD, dan dokter jarang menuliskan diagnosis pada resume. Kelengkapan kode ICD-10 kasus persalinan pada kondisi ibu masih kurang terutama pada kode hamil postdate/serotinus seringkali coder tidak teliti dalam membaca riwayat pasien di lembar rekam medis lainnya.
Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Berbasis Microsoft Access di Klinik Dokter V. Ida Widayati Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik dr. V. Ida Widayati merupakan klinik umum dan bekerjasama dengan BPJS. Sistem informasi yang digunakan salah satunya adalah rekam medis. Penggunaan sistem informasi yang berdasarkan isi rekam medis di saranan pelayanan kesehatan sangat penting dalam melaksanakan kegiatan pelayanan terhadap pasien. Selain menggunakan rekam medis sebagai sumber informasi, pendaftaran pasien di klinik menggunakan microsoft excel. Namun terdapat kelemahan dari penggunaan microsoft excel yang digunakan di klinik tersebut adalah tampilan yang kurang menarik karena hanya berupa baris dan kolom, selain itu penggunaannya yang kurang efisien waktu karena cara pengetikan dalam mendaftar pasien dilakukan secara terus menerus ke kanan mengikuti kolom yang ada pada microsoft excel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi sistem informasi pendaftaran pasien berbasis microsoft access di klinik dr. V. Ida Widayati. Penelitian ini menggunakan metode perancangan SDLC waterfall model sebagai metode pengembangan sistem informasi manajemen berbasis microsoft access. Subjek yaitu petugas pendaftaran klinik dr. V. Ida Widayati. Setiap pendaftaran pasien yang dilakukan akan langsung masuk ke dalam sistem dan menjadi suatu laporan dengan adanya sistem informasi khususnya dalam pembuatan pelaporan akan mempermudah petugas pendaftaran mencari data pasien untuk kunjungan pasien selanjutnya.
Implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 Dalam Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Atas Kelengkapan Pengisian Informed consent Di Rumah Sakit Rajawali Citra Indra Narendra
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2019): Jcoment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan informed consent sangat penting di dalam pelayanan kesehatan, sebab dari penyelenggaraan informed consent akan menghasilkan adanya perjanjian atau kesepakatan diantara tenaga kesehatan dengan pasien atas suatu tindakan medis tertentu. Kelengkapan di dalam pengisian informed consent harus selalu dicermati karena dapat menjadi faktor penentu keberhasilan atas pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kelengkapan pengisian lembar informed consent pasien bedah di rumah sakit rajawali citra, dan untuk mengetahui efektifitas atas implementasi keputusan menteri kesehatan nomor 129 tahun 2008 dalam pemenuhan standar pelayanan minimal atas kelengkapan pengisian informed consent. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris, dalam penelitian ini akan disajikan secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan case study. Sampel subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 2 (dua) petugas rekam medis, 1 (satu) perawat bedah dan 1 (satu) dokter bedah di Rumah Sakit Rajawali Citra. Sampel objek penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sampling jenuh Sampel objek pada penelitian ini adalah 81 lembar persetujuan tindakan persetujuan kedokteran (informed consent). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian lembar informed consent secara keseluruhan belum dapat dikatakan optimal, dari 81 lembar informed consent belum tercapai angka persentase kelengkapan 100%. Kelengkapan pada komponen identifikasi memperoleh persentase sebesar 51,50%, pada laporan penting diperoleh persentase sebesar 71%, dan untuk komponen autentifikasi diperoleh persentase sebesar 40,1%. Pada aspek implementasi maupun efektifitas dari keputusan menteri nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal dapat dikatakan juga belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor masyarakat disebabkan kurangnya kesadaran dan ketaatan di dalam pemberlakuan ketentuan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10