cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020" : 6 Documents clear
Kewenangan Kepala Daerah Dalam Konteks Pemerintahan Menurut Peraturan Perundang-Undangan Muhammad Qur’anul Kariem
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.2 KB)

Abstract

Gubernur, Bupati, dan Walikota adalah jabatan kepala pemerintahan yang memimpin pemerintahan pada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Walaupun kepala daerah mendapatkan legitimasi langsung dari rakyat, akan tetapi kewenangan dari jabatan-jabtan tersebut diatur secara teknis dalam peraturan perundang-undangan. Setiap hierarki pemerintahan secara tidak langsung mempunyai keterikatan satu dengan yang lain, sehingga kewenangan yang dimiliki kepala daerah tidak benar-benar mandiri secara prinsip.
Motivasi Belajar, Kedisiplinan Siswa, Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Hendi Kariyanto
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.172 KB)

Abstract

Tujuan dar ipenelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi belajar, kedisplinan siswa, dan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar di SMAN 2 Pagar Alam. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Pagar Alam dari Juli hingga Oktober 2019. Jenis penelitian dalam disertasi ini adalah penelitian kuatitatif. Populasinya adalah siswa di SMAN 2 Pagar Alam. Data dikumpulkan dari 80 siswa/i sebagai sampel dan dipilih secara acak serta data dianalisis dengan analisis jalur setelah semua variable dimasukkan kedalam matriks korelasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar positif yang dipengaruhi langsung oleh motivasi belajar, kedisplinan siswa dan kecerdasan emosional. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) motivasi belajar berpengaruh langsung positif terhadap prestasi belajar, (2) kedisplinan siswa berpengaruh langsung positif terhadap prestasi belajar, (3) kecerdasan emosional berpengaruh positif langsung berpengaruh terhadap prestasi belajar, (4) motivasi belajar memiliki efek positif langsung terhadap kecerdasan kedisiplinan siswa, (5) motivasi belajar memiliki efek positif langsung terhadap kecerdasan emosional, (6) kedisplinan siswa memiliki efek positif langsung terhadap kecerdasan emosional, dan (7) motivasi belajar, kedisiplinan siswa, kecerdasan emosional secara bersama-sama memiliki efek positif langsung terhadap prestasi belajar PAI siiswa. Oleh karena itu, dalam meningkatkan prestasi belajar, motivasi belajar, kedisplinan siswa dan kecerdasan emosional harus dimasukkan kedalam perencanaan pertimbangan strategis di SMAN 2 PagarAlam; namun variabel lain perlu diperhitungkan oleh penelitian prestasi belajar selanjutnya.
EVALUASI PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN SIMPUS DENGAN METODE TAKS TECHNOLOGY FIT DI PUSKESMAS IMOGIRI I M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Nida Priastiti
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.305

Abstract

Penerapan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul sudah cukup lama mulai dari tahun 2003. Pertama dilalukan di bagian URM, pemeriksaan umum, gigi, laboraturuim dan HIV, poli mata, poli spesialis anak, poli gizi, poli ibu dan anak, IMS, sanitasi. Petugas rekam medis mengatakan masih terdapatnya kendala pada SIMPUS hanya dioperasikan oleh orang tertentu saja, data laporan tidak sesuai yang dibutuhkan, hal ini berdampak pada rutinitas kegiatan input data. Penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan karena hanya digunakan untuk mendaftar dan melihat data pasien sehingga belum bisa digunakan secara efektif. Tujuan, untuk mengetahui kinerja (performance impact) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, mengetahui pemanfaatan (utilization) penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019, dan mengetahui faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) dan pemanfaatan (utilization) pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 10 orang petugas yang menggunakan SIMPUS dan 1 kepala bagian rekam medis sebagai triabgulasi sumber. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil, setelah melalui perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak kinerja adalah 76,85% dan lebih kecil dari 80%. Berarti kinerja belum sesuai yang diharapkan. Perhitungan persetujuan reponden terhadap dampak pemanfaatan adalah 77,42% dan lebih kecil dari 80%. Berarti pemanfaatan belum sesuai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya kinerja (performance impact) SIMPUS tidak mempercepat, format pada penulisan diagnosa tidak sesuai dengan dinas. SIMPUS tidak mendukung kebutuhan dan pemanfaatan (utilization) petugas tidak mendapatkan data dari sebuah sistem yang terhubung dengan SIMPUS, proses administrasi tidak melalui SIMPUS. Kesimpulan, tingkat persetujuan responden terhadap kinerja dan pemanfaatan pada penggunaan SIMPUS di Puskesmas Imogiri I Bantul belum mencapai yang diharapkan. Faktor penyebab tidak maksimalnya penggunaan SIMPUS yaitu faktor kinerja (performance impact) dan faktor pemanfaatan (utilization).
TINJAUAN PELAKSANAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI RUANG PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS RUMAH SAKIT M. Imron Mawardi; Hendra Rohman; Ibnu Mardiyoko; Fardana Nur Rachma
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v1i2.306

Abstract

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) masih belum berjalan efektif. Di ruang penyimpanan berkas rekam medis pernah terjadi kecelakaan kerja yaitu petugas terjatuh dari rak penyimpanan pada saat pengambilan BRM. Hal itu disebabkan karena terbatasnya luas ruang penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 7m x 10m yang di dalamnya terdapat 100 rak penyimpanan yang terbuat dari kayu dengan tinggi 2,45m serta jarak antara rak penyimpanan 62cm, selain itu juga terdapat tumpukan berkas rekam medis yang berada di kardus, sehingga membuat ruang filing sempit dan petugas sulit bergerak karena penuh dan sesak. Kurangnya sirkulasi udara serta penggunaan AC yang kurang menyebabkan ruangan menjadi pengap dan berdebu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan kerja menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta hambatan dan upaya dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis yang berkaitan dengan K3 di ruang filing RS PKU Muhammadiyah Bantul yang terletak di Jl. Jend. Sudirman no 124 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian 5 orang yang dipilih langsung dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Alat pengumpulan data dilakukan dengan cheklist observasi dan pedoman wawancara. Hasil, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam pengambilan berkas rekam medis belum efektif, karena belum adanya SPO khusus untuk mengatur tentang K3 dalam pelaksanaan pengambilan berkas rekam medis di ruang filing. Kondisi ruang filing yang kurang mencukupi untuk ruang filing, ruangan yang kurang luas karena tidak memungkinkan untuk ditambah rak penyimpanan serta masih terbatasnya APD yang ada. Faktor penyebab kecelakaan kerja dikelompokkan menjadi golongan fisik, golongan kimiawi, golongan biologis dan golongan fisiologis.
PEMETAAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI WILAYAH PANGGANG GUNUNGKIDUL TAHUN 2018 Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid atau tifus banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat, di perkotaan maupun pedesaan. Penyebabnya bakteri salmonella typhi. Bakteri ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Panggang I dan II ini disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri salmonella thypi, kebiasaan masyarakat yang kurang bersih dan kekurangan air masih menjadi masalah setiap tahun. Penelitian ini melakukan pemetaan penyakit demam tifoid dan mengidentifikasi penyebabnya. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengumpulan data studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pemetaan penyakit demam tifoid di Puskesmas Panggang I dan II tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Panggang II dan berada di Desa Girisekar yaitu 31 pasien dan terendah di wilayah kerja Puskesmas Panggang I yang berada di Desa Giriwungu yaitu 2 pasien. Pasien dengan usia 20-44 tertinggi di Puskesmas Panggang I dan Panggang II, jenis kelamin laki-laki yaitu 19 pasien di Desa Girisekar dan terendah di desa Giriwungu, Girisuko, dan Giriharjo masing-masing 3 pasien. Air masih menjadi hal yang sangat mahal untuk masyarakat khususnya daerah Panggang. Penyebab demam tifoid adalah pola hidup masyarakat yang kurang bersih dan kurangnya pemahaman tentang hidup sehat.
PEMETAAN DATA KESEHATAN PENDERITA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI PUSKESMAS TANJUNGSARI Hendra Rohman
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 1 No. 2 (2020): APRIL-JULI 2020
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung hingga alveoli paru termasuk jaringan adneksanya seperti sinus paranasalis, rongga telinga tengah dan pleura. Hasil data yang diperoleh dari Puskesmas Tanjungsari jumlah penderita ISPA tahun 2017 sebanyak 2.385 pasien yang tercatat dalam tabel. Guna memudahkan dalam memberi informasi dilakukan pemetaan tentang persebaran penyakit ISPA berdasarkan wilayah Tanjungsari. Tujuan, mendapatkan informasi mengenai proses pengumpulan data kesehatan pasien ISPA rawat jalan di Puskesmas Tanjungsari, melakukan pemetaan data pasien ISPA rawat jalan di Puskesmas Tanjungsari berdasarkan wilayah kelurahan, dan membuat diagram berdasarkan jenis kelamin dan usia di Puskesmas Tanjungsari. Jenis penelitian deskriptif. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh sejumlah 2.385 pasien. Teknik pengumpulan dilakukan dengan observasi dan studi dokumentasi. Hasil, proses pengumpulan data pasien ISPA di Puskesmas Tanjungsari dengan cara manual dan komputerisasi (aplikasi SISFOMAS). Berdasarkan hasil peta dan kunjungan pasien ISPA di Puskesmas Tanjungsari tahun 2017 menunjukkan bahwa Kelurahan Kemiri memiliki jumlah terbanyak dengan jumlah 846 pasien. Berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa tingkat penderita perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang terdapat disemua wilayah dengan jumlah 1.499 pasien. Sedangkan berdasarkan usia menunjukkan bahwa usia terbanyak berada kelompok usia 5-11 tahun dengan jumlah 449 pasien. Kesimpulan, proses pengumpulan data pasien ISPA di Puskesmas Tanjungsari dengan manual dan komputerisasi. Berdasarkan wilayah, pasien tertinggi terdapat di Kelurahan Kemiri. Berdasarkan jenis kelamin jumlah pasien perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Berdasarkan usia jumlah pasien terbanyak berada pada kelompok usia 5-11 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6