cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
komunitas@untirta.ac.id
Editorial Address
FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl Raya Palka KM 3 Sindangsari. Kab. Serang Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27980855     EISSN : 27980766     DOI : http://dx.doi.org/10.31506/komunitas:jpkm
Core Subject : Social,
KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), contains various activities of the teaching staff in FISIP Universitas Sultan Ageng Titayasa in handling and managing the various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society. Implementation of service activities also involve the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Issue 2, December 2023" : 5 Documents clear
Digitalisasi Marketing Sebagai Strategi Pemasaran UMKM Di Kota Sidoarjo Hikmah, Lilla Silviatul; Wijaya, Riko Setya
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v3i2.21016

Abstract

Abstract                                                           This article aims to investigate the role of marketing digitalization as an effective marketing strategy for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). In the current digital era, MSMEs need to employ marketing strategies that align with trends in information and communication technology. The methodology used involves an first recognition phase (pre-accompaniment phase), followed by an accompaniment phase (training and mentoring), and finally, the post-accompaniment phase. the outcomes of this study reveal that digitalization marketing considerable impact on enhancing the marketing effectiveness of MSMEs. By utilizing social media, company websites, MSMEs can reach a wider market and enhance interaction with potential customers. There are several challenges that MSMEs need to overcome in adopting digitalization marketing, such as limited technological knowledge and difficulties in managing digital marketing. Therefore, this article provides recommendations for MSMEs to address these challenges, including digital skills training and the use of relevant tools and platforms.Keywords: Marketing digitalization, marketing strategy, MSMEs, social media, website, technology. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui peran digitalisasi pemasaran sebagai strategi pemasaran yang efektif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di era digital saat ini, UMKM perlu menerapkan strategi pemasaran yang selaras dengan tren teknologi informasi dan komunikasi. Metodologi yang digunakan meliputi fase pengenalan pertama (fase pra pendampingan), dilanjutkan fase pendampingan (pelatihan dan pendampingan), dan terakhir fase pasca pendampingan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa digitalisasi pemasaran berdampak cukup besar terhadap peningkatan efektivitas pemasaran UMKM. Dengan memanfaatkan media sosial, website perusahaan, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan interaksi dengan calon pelanggan. Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi oleh UMKM dalam mengadopsi pemasaran digitalisasi, seperti keterbatasan pengetahuan teknologi dan kesulitan dalam mengelola pemasaran digital. Oleh karena itu, artikel ini memberikan rekomendasi bagi UMKM untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk pelatihan keterampilan digital dan penggunaan alat dan platform yang relevan.Kata Kunci: Digitalisasi pemasaran, strategi pemasaran, UMKM, media sosial, website, teknologi.
Pendampingan Pelatihan Pembuatan Konten Dan Foto Produk Badan Usaha Milik Desa di Desa Sindangheula Kabupaten Serang Wicaksono, Agung Satrio; Yusuf, Maulana; Allyreza, Rahmawati
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v3i2.21303

Abstract

Abstrak  Pemasaran produk UMKM yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa sering kali mengalami kendala dalam hal metode dan teknik pemasaran yang selama ini dilakukan. Pemasaran secara sederhana melalui getok tular dan pemasaran melalui media sosial grup (WhatsApp dan Facebook) menyebabkan pangsa pasar produk UMKM terbatas. Selain itu, meskipun pemasaran produk UMKM sudah dilakukan secara digital melalui telemarket seperti Shopee dan Tokopedia, tidak menjamin penjualan produk meningkat pesat, jika tidak dibarengi dengan pemasangan foto dan kontek produk pada telemarket tersebut. Keindahan fotografi dan konten sebuah produk menjadi salah satu pendorong, pembeli berniat membeli suatu produk/barang. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendampingan pelatihan pembuatan konten dan foto produk UMKM yang berada di bawah unit usaha Badan Usaha Milik Desa Sindangheula Kabupaten Serang. Metode kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi tentang pengayaan digital marketing dan dilanjutkan dengan pembuatan konten produk serta foto produk umkm dengan menggunakan alat sederhana seperti handpohone, alat makan, dan lain sebagainya. Peserta pelatihan adalah perwakilan BUMDesa dan UMKM di Kabupaten Serang yang telah mengikuti kegiatan pelatihan sebelumnya. Hasil pelatihan diharapkan peserta dapat membuat foto produk dengan alat sederhana yang dimiliki (handphone) untuk kemudian diunggah dalam flatform akun telemarket BUMDesa dan UMKM sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan produk.Kata kunci : pendampingan pelatihan, konten produk, foto produk, BUMDesa AbstractMarketing of Micro Small Medium Enterprice (MSME) products under the auspices of Village-Owned Enterprises often experiences obstacles in terms of marketing methods and techniques that have been carried out so far. Simple marketing through getok tular and marketing through social media groups (WhatsApp and Facebook) has limited the market share of MSME products. In addition, even though the marketing of MSME products has been carried out digitally through telemarkets such as Shopee and Tokopedia, it does not guarantee that product sales will increase rapidly, if it is not accompanied by the installation of product photos and context on the telemarket. The beauty of photography and content of a product is one of the drivers, buyers intend to buy a product / item. Based on this, this activity was carried out to provide training assistance in making content and photos of MSME products under the business unit of the Sindangheula Village-Owned Enterprise, Serang Regency. The activity method was carried out through material exposure on digital marketing enrichment and continued with the creation of product content and photos of umkm products using simple tools such as handphones, cutlery, and so on. The training participants were representatives of BUMDesa and MSMEs in Serang Regency who had participated in previous training activities. The results of the training are expected that participants can make product photos with simple tools owned (cellphones) and then upload them to the BUMDesa and MSME telemarket account platforms so as to increase the number of product sales.Keywords:  training assistance, product content, product photos, BUMDes
DIGITALISASI DESA SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DESA YANG TERBUKA, RESPONSIF DAN DEMOKRATIS DI DESA PANIMBANG JAYA PANDEGLANG Fuad, Anis; Indryany, Ika Arinia
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v3i2.21419

Abstract

AbstractLaw No. 6 of 2014 about villages mandates a shift in government management from being initially concentrated in the central government to being handed over to village governments. The development change management means villages are forced to respond to development processes previously carried out by the center, one of which is the digitalization process. The digitalization process at the village level is intended for all public services to improve the quality of public services and implement good governance processes. However, not all villages are ready for this. This community service program is carried out to prepare villages to respond to digitalization. The partner for the community service program chosen is Panimbangjaya Village, Panimbang District, Pandeglang Regency. Panimbangjaya Village was selected as a partner because, based on initial observations, this village had yet to utilize information technology to provide services to the community. In correspondence, for example, everything is still done manually. Panimbangjaya Village is still in the Tanjung Lesung Special Economic Zone, where village development should be a priority for the regional government to support tourism. The community service program is carried out by designing a village digitalization model through several stages. First, Village Administration Design and Digital Workspace is intended for village officials to be proficient in operating software to support their work in providing services to the community or internal governance. Second, the mobile application prepared for the public who will access services can be switched from being manual to being application-based. Third, the Village Collaboration Profile is intended to display the profile and potential of villages to encourage partnerships and collaboration between villages. Keywords : Digital Village, Smart Village, e-government    AbstrakUndang-Undang No 6 Tahun 2014 mengamanatkan adanya pergeseran pengelolaan pemerintahan dari yang awalnya terkonsentrasi pada pemerintah pusat kemudian diserahkan kepada pemerintah desa. Bergesernya pengelolaan Pembangunan membuat desa menjadi dipaksa untuk merespon proses Pembangunan yang tadinya dilakukan oleh pusat, salah satunya adalah proses digitalisasi. Proses digitalisasi di tingkat desa dimaksudkan pada seluruh pelayanan publik dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengimplementasikan proses good governance. Meskipun memang tidak semua desa siap dengan hal ini. Program pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan desa dalam merespon digitalisasi. Mitra dari progam pengabdian kepada Masyarakat yang dipilih adalah Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Desa Panimbangjaya terpilih sebagai mitra karena berdasarkan observasi awal yang dilakukan, desa ini belum memanfaatkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat. Dalam persuratan misalnya, semua masih dilakukan secara manual. Padahal, Desa Panimbangjaya masih dalam Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung yang seharusnya pengembangan desa menjadi prioritas pemerintah daerah dalam rangka mendukung pariwisata. Program pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan mendesain model digitalisasi desa melalui beberapa tahapan. Pertama, Desain Administrasi Desa dan Ruang Kerja Digital yang didesain bagi aparat desa supaya mahir mengoperasikan perangkat lunak dalam mendukung kerjanya memberikan pelayanan kepada Masyarakat ataupun tata kelola pemerintahan internal. Kedua, Aplikasi mobile yang dipersiapkan bagi Masyarakat yang akan mengakses pelayanan dapat dialihkan dari yang awalnya manual menjadi berbasis aplikasi. Ketiga, Profil Kolaborasi Desa yang dimaksudkan untuk menampilkan profil dan potensi desa sehingga dapat mendorong kemitraan dan kolaborasi antar desa. Katakunci : digitalisasi desa, desa pintar, sistem pemerintahan berbasis elektronik
Pencegahan Stunting Berbasis Nilai Kebantenan Desa Tanjungsari Kabupaten Serang Wahyiah, Ita Rosita; Handayani, Bekti; Arianto, Bambang
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v3i2.22254

Abstract

AbstrakBerbagai strategi pencegahan stunting telah digulirkan dengan mengadopsi kearifan lokal seperti Kebantenan. Nilai-nilai Kebantenan seperti kemandirian, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan mengandung prinsip utama yang bisa dijadikan landasan dalam pencegahan stunting. Prinsip kemandirian dengan pemanfaatan pangan lokal untuk memperkuat nutrisi dan gizi keluarga. Prinsip kreativitas tampak dari kemampuan untuk mengolah pangan lokal menjadi makanan pendamping ASI (MP ASI) yang sempurna. Terakhir prinsip kepedulian lingkungan dengan menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan dan air bersih. Dalam pengabdian masyarakar di Desa Tanjungsari Kabupaten Serang yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2023 telah diberikan pendampingan tentang pencegahan stunting berbasis nilai-nilai Kebantenan. Metode yang digunakan dalam pendampingan ini berupa penyuluhan dan pendampingan secara partisipatif. Keberhasilan kegiatan ini tampak dari para ibu balita yang telah mampu memahami nilai-nilai Kebantenan seperti kemandirian, kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pencegahan stunting. Dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa nilai-nilai Kebantenan menjadi panduan utama bagi para ibu balita untuk tampil mandiri dan kreatif dalam upaya pencegahan stunting di Desa Tanjungsari. Kata Kunci: Stunting, Perdesaan, Kebantenan  AbstractVarious stunting prevention strategies have been implemented by adopting local wisdom such as Kebantenan. Kebantenan values such as independence, creativity and concern for the environment contain main principles that can be used as a basis for preventing stunting. The principle of independence by using local food to strengthen family nutrition and nutrition. The principle of creativity can be seen from the ability to process local food into perfect complementary foods for breast milk (MP ASI). Lastly, the principle of environmental concern by maintaining environmental sanitation and cleanliness and clean water. In community service in Tanjungsari Village, Serang Regency which was carried out on 11th August 2023, assistance was provided regarding stunting prevention based on Kebantenan values. The method used in this assistance is in the form of participatory counseling and mentoring. The success of this activity can be seen from the mothers of toddlers who have been able to understand Kebantenan values such as independence, creativity and concern for the environment in preventing stunting. From the results of this activity, it is known that Kebantenan values are the main guide for mothers of toddlers to appear independent and creative in efforts to prevent stunting in Tanjungsari Village. Keywords: Stunting, Rural, Kebantenan
Pemanfaatan Instagram sebagai Media Branding di PAUD Annisa Serang Praceka, Puspita Asri; Handrianto, Dimas; Putra, Yuda Ganda
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Issue 2, December 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/komunitas:jpkm.v3i2.22858

Abstract

Program pengabdian pada masyarakat ini berlokasi di Satuan Pedidikan Anak Usia Dini (PAUD) Annisa, Ciracas, Kota Serang. Semakin banyaknya jumlah PAUD yang ada, membuat satuan PAUD harus bisa bersaing dengan sekolah lain yang memberikan layanan serupa. Salahsatu hal yang bisa dilakukan adalah branding melalui media sosial Instagram. Belum adanya upaya branding yang dilakukan oleh pengelola PAUD Annisa adalah salahsatu alas an mengapa program ini dilakukan. Subjek dari program ini adalah kepala lembaga dan guru di PAUD Annisa. Metode yang dilakukan adalah pendampingan dari mulai mengenalkan konsep branding, mempelajari teknik edit sederhana melalui aplikasi di telepon genggam, sampai praktek menggunggah konten di Instagram, pembuatan caption dan pemilihan hashtags.

Page 1 of 1 | Total Record : 5