cover
Contact Name
NANANG KHOSIM AZHARI
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6282221133459
Journal Mail Official
jurnal.akperkesdam4dip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hos Cokroaminoto No. 4 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50245
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sisthana
ISSN : 25276166     EISSN : 28282434     DOI : https://doi.org/10.55606/sisthana.v7i1
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sisthana (JKS) adalah Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh P3M Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia. Ruang lingkup bidang keperawatan termasuk penelitian dasar dalam keperawatan, keperawatan manajemen, keadaan darurat, dan keperawatan kritis, keperawatan medis-bedah, keperawatan kesehatan mental, keperawatan maternitas, keperawatan Anak, gerontologis keperawatan, keperawatan komunitas, keperawatan pendidikan keperawatan keluarga, pengobatan komplementer dan alternatif (CAMs, Complementary and alternative medicines) dalam keperawatan. Terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September.
Articles 100 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AROMA TERAPI BUNGA MAWAR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO: THE EFFECT OF SCENT GIVING ROSE THERAPY ON BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN THE KOMBOS HEALTH CENTER OF MANADO CITY Irma M. Yahya; Kristine Dareda; Musdhalifa Kilian
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2020): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v5i1.85

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem sirkulasi.Seseorang dikatakan hipertensi apabila keadaan tekanan darah mengalami peningkatan diatas normal yaitu ? 140 mmHg untuk tekanan sistolik dan atau ? 90 mmHg untuk tekanan diastolik secara terus-menerus. Penatalaksanaan dalam mengatasi hipertensi terbagi menjadi dua, yaitu pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi non farmakologis yang relatif praktis dan efisien yaitu saalah satunya dengan cara pemberian aromaterapi bunga mawar. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Penelitian dilakukan bersifat eksperimental menggunakan desain penelitian one group pretest-postest design. Sampel diambil berdasarkan jumlah responden sebanyak 22 orang dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 untuk dianalisa menggunakan uji wilcoxon sign test. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum pemberian aroma terapi bunga mawar didapatkan rata-rata tekanan darah yaitu 151/90 mmHg. Setelah pemberian aroma terapi bunga mengalami penurunan rata-rata tekanan darah yaitu 136/81 mmHg. Data di uji dengan wilcoxon sign test. Dengan hasil nilai p value= 0,000 < ? = 0,05 dengan demikian H_0 ditolak dan H_aditerima.Artinya ada pengaruh pemberianaroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. Saran agar penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi kepada mahasiswa tentang pengaruh pemberian aroma terapi bunga mawar terhadap tekanan darah pasien hipertensi danjuga dapat dijadikan sebagai bahan bacaan maupun pembelajaran bagi mahasiswa.
HUBUNGAN PENERAPAN SISTEM NATIONAL EARLY WARNING SCORE(NEWS) DENGAN PENILAIAN MORTALITAS PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT TK.II ROBERT WOLTER MONGISIDI: Relationship BetweenThe Implementation Of The National EarlyWarning Score (NEWS) System With Patient Mortality AssessmentIn The Emergency Installation Of Robert WolterMonginsidi Hospital Level.II Manado Irma M. Yahya; Kristine Dareda; Jazzy Soebagio
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 5 No. 2 (2020): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v5i2.86

Abstract

Penerapan EWS yang baik diharapkan akan terjadi penurunan mortalitas, penurunan angka kejadian code blue, peningkatan admisi HCU, penurunan admisi ICU, dan penurunan length of stay pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan penerapan sistem National Early Warning Score (NEWS) denganpenilaianmortalitas pasien di Intalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TK.II Robert Wolter Monginsidi Manado. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana variable independen dan dependen diteliti secara bersamaan. Sampel responden sebanyak 20 orang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Di analisa dengan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada penerapan sistem National Early Warning Score (NEWS) dengan penilaian mortalitas pasien di Intalasi GawatDarurat Rumah Sakit TK.II Robert Wolter Monginsidi Manado dengan nilai ? < ? atau 0,031 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan penerapan NEWS dengan penilaian mortalitas pasien di instalasi gawat darurat Rumah Sakit TK.II Robert Wolter Monginsidi Manado. Saran penelitian ini diharapkan pihak Rumah Sakit dapat meningkatkan penerapan NEWS sehingga dapat meningkatkan mortalitas pasien.
Pengaruh Guided Imagery Terhadap Tingkat Stres Siswa Belajar Daring di SMP Laikit: The Effect of Guided Imagery on Students in Online Learning in Junior High Scool Laikit Kristine Dareda; Irma Yahya; Arfel Silvester Pramono
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 6 No. 1 (2021): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v6i1.87

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan tantangan dalam lembaga pendidikan Indonesia. Pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan berskala besar. Masyarakat diharuskan beraktivitas dirumah. Peraturan membuat siswa stres dikarenakan keterbatasan jaringan, kuota dan banyak tugas. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap tingkat stres siswa kelas 8 dalam pembelajaran daring di SMP Katolik Laikit. Desain penelitian menggunakan quasy experiment pre-post test. Sampel penelitian ini berjumlah 10 responden. Data diolah menggunakan SPSS 16 dan di analisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil didapatkan usia terbanyak ada 4 responden yaitu 13 tahun dan jenis kelamin terbanyak ada 8 responden yaitu laki-laki. Didapatkan P Value = 0.023 (0.05), maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan diambil adalah terdapat pengaruh dalam pemberian teknik guided imagery terhadap tingkat stres siswa kelas 8 dalam pembelajaran daring di SMP Katolik Laikit. Diharapkan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dalam melakukan teknik relaksasi untuk menurunkan stres.
STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DI RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG Nanang Khosim Azhari; Difa Labela
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.121

Abstract

Gangguan jiwa sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 terdapat sekitar 7 dari 1000 penderita gangguan jiwa berat atau skizofrenia. Salah satu gejala negatif dari skizofrenia adalah isolasi sosial. Isolasi sosial yaitu keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain. Individu yang mengalami isolasi sosial akan menunjukkan perilaku seperti menarik diri, apatis, afek tumpul, dan kurang komunikasi verbal. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat mengurangi tanda dan gejala isolasi sosial yaitu dengan menggunakan strategi pelaksanaan untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi. Tujuan dilakukan studi kasus ini adalah menggambarkan peningkatan kemampuan berinteraksi pasien isolasi sosial sebelum dan sesudah diberikan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek dalam studi kasus menggunakan 2 orang pasien dengan masalah keperawatan utama isolasi sosial. Penilaian kemampuan berinteraksi diukur dengan menggunakan lembar observasi kemampuan berinteraksi. Hasil studi kasus didapatkan pada Subjek I mendapat skor 0 dan Subjek II mendapat skor 1 sebelum diberikan strategi pelaksanaan. Setelah diberikan strategi pelaksanaan, skor Subjek I menjadi 6 dan Subjek II menjadi 8. Hal ini dapat berarti bahwa strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik dapat meningkatkan kemampuan berinteraksi pasien isolasi sosial. Sehingga pada kasus isolasi sosial lebih baik diberikan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik.
PENERAPAN TERAPI MUSIK DALAM MENURUNKAN KECEMASAN REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELUARGA WILAYAH BINAAN PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Margiyati Margiyati; Bahtiar Dwi Cahyo
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.122

Abstract

Masa remaja merupakan usia rentan karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki banyak idealisme, sehingga banyak remaja mengalami kecemasan dan kegelisahan yang cukup tinggi. Pandemi Covid-19 dapat menjadi stresor baru bagi remaja karena dituntut untuk beradaptasi dengan permasalahan baru yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Terapi musik merupakan salah satu intervensi keperawatan yang bermanfaat untuk relaksasi sehingga kecemasan dapat menurun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek yang dipakai dalam studi kasus ini berjumlah 2 orang dengan kriteria remaja usia 10-19 tahun, mengalami kecemasan sedang (10-14), serta dapat mendengar dengan baik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS 42, musik klasik dan pop, serta headphone. Terapi musik dilakukan selama 20 menit dalam 6 kali pertemuan. Hasil yang didapatkan setelah terapi subyek I mengalami penurunan kecemasan skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 9 (kecemasan ringan) dan Subyek II mengalami penurunan kecemasan dari skor 14 (kecemasan sedang) menjadi skor 6 (tidak mengalami cemas). Tingkat kemandirian kedua subyek meningkat dari tingkat kemandirian I menjadi III. Terapi musik disimpulkan menjadi teknik yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan direkomendasikan untuk menurunkan kecemasan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.
TINJAUAN LITELATUR: PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Sehlla Melany; Agus Citra Dermawan; Femi Kesumawati
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.123

Abstract

Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang membunuh secara perlahan dan didefinisikan sebagai tekanan darah darah diatas batas normal dengan tekanan sistolik >140 mmHg dan tekanan diastoliknya >90 mmHg. Hipertensi jika tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang cukup parah seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke bahkan bisa sampai kematian. Penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis yaitu dengan senam yoga. latihan yang memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental melalui pengaturan hipotalamus, kelenjar pituitari, kelenjar adrenal dan sumbu sintetis, memunculkan respons sistem saraf terhadap stres dan membuat para lansia lebih rileks. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran dan hasil dari kajian Literature review tentang pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Pada penulisan ini penulis menggunakan metode Literatur review yaitu mengumpulkan data jurnal, membaca, membandingkan dan menyimpulkan dari 10 jurnal utama. Hasil: Setelah penulis melakukan kajian literature review dari beberapa sumber, didapatkan 90% senam yoga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Pemberian terapi senam yoga efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGI DZIKIR UNTUK MENURUNKAN HALUSINASI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS AMBARAWA Tuti Anggarawati; Rico Primanto; Nanang Khosim Azhari
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.124

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang yang mengakibatkan pasien mengalami halusinasi, delusi atau waham, dan perubahan perilaku, dengan gejala psikosis yaitu kondisi dimana pasien kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri. Halusinasi merupakan gangguan orientasi realita yang di tandai dengan seseorang memberikan tanggapan atau penilaian tanpa adanya stimulus yang di terima oleh panca indra, sebagai dampak dari gangguan persepsi seperti merasakan sensor palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghidu. Terapi Psikoreligi dzikir merupakan terapi dengan pendekatan keagamaan yang dapat menurunkan halusinasi pada klien skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sejumlah 2 orang dengan kriteria beragama Islam, mempunyai tanda dan gejala halusinasi dan sudah menjalani SP 1 dan SP 2. Pengukuran halusinasi menggunakan kuisioner pengukuran halusinasi. Terapi psikoreligi Dzikir dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut. Hasil analisa data didapatkan subjek I mengalami penurunan halusinasi dari skor 35 (kemampuan cukup) menjadi 16 (kemampuan baik), subjek II dari skor 30 (kemampuan cukup) menjadi 13 (kemampuan baik). Hasil studi kasus menyimpulkan terdapat penurunan halusinasi pada klien skizofrenia. Terapi psikoreligi dzikir direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dalam menurunkan halusinasi pada klien skizofrenia karena dapat memberikan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan dan ketentraman jiwa.
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST OPERASI Dwi Mulianda; Ainnur Rahmanti; Alysa Tiara
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2022): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v7i2.126

Abstract

Almost all surgeries cause pain, the pain that is felt is the result of the incision. The effects of pain that do not subside are myocardial ischemia, increased morbidity, and hopelessness. One intervention to relieve postoperative pain is Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT). The purpose of this case study is to describe the reduction in pain scale of postoperative patients in Nusa Indah Room TK.III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang Hospital after SEFT intervention. This type of research is descriptive using a case study approach. The subjects in this study were 2 postoperative patients with criteria of moderate to high pain. Analysis of pain measurements using the Numerical Scale Branch scale. The analysis showed that there was a decrease in pain scale after the intervention. On subject 1 the pain scale 7 (high pain) became the pain scale 4 (moderate pain) and subject 2 the pain scale 8 (high pain) became the pain scale 4 (moderate pain). Effective SEFT therapy is used to reduce postoperative pain in the room because it is easy and simple. Good therapy is applied by nurses in the room to reduce the scale of pain in postoperative patients.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD. OTANAHA KOTA GORONTALO Euis H. Hidayat; Sabirin B. Syukur; Rosmawati Thalib; Nikma A. Husain
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2020): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v5i1.185

Abstract

Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi sebagai perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Motivasi dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD. Otanaha Kota Gorontalo. Desain dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 perawat dengan pengambilam sampel menggunakan total sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan Chi square. Dengan nilai p value 0,003 lebih kecil dari pada ? < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan ada Hubungan yang signifikan antara Motivasi dengan Kinerja Perawat di Rungan Rawat Inap RSUD. Otanaha Kota Gorontalo.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP WAKTU PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULUBALA Lenny Ali; Andi Akifa Sudirman; Deys Anggriyani Dama; Rianti Mile
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2020): Maret : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sisthana.v5i1.186

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan dan minuman yang mengandung zat gizi, Diberikan pada anak usia 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Banyak faktor yang mempengaruh ibu dalam pemberian MP-ASI salah satunya Pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas pulubla. Metode penelitiaan menggunakan desain penelitian cross sectional, sampel 72 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan. Menggunakan teknik Purpossive sampling instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh adalah terdapat pengaruh antara tingkat pengetahuan ibu terhadap waktu pemberian MP-ASI didapatkan nilai P-value 0,000, Saran diharapkan Puskesmas Pulubala lebih meningkatkan program penyuluhan pada ibu-ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI pada anak. Dengan tujuan mengurangi pemberian makanan pada anak di usia dini atau kurang dari usia 6 bulan.

Page 5 of 10 | Total Record : 100