cover
Contact Name
Jefrie Walean
Contact Email
jefrywalean@gmail.com
Phone
+6281326764982
Journal Mail Official
jefrywalean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Towua No.80, Tatura Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Salvation
ISSN : -     EISSN : 2623193X     DOI : https://doi.org/10.56175/salvation
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Salvation adalah jurnal teologi yang diterbitkan oleh STT Bala Keselamatan Palu, dua kali dalam setahun (Bulan Januari dan Bulan Juli). Jurnal ini memuat masalah-masalah teologi terkini secara global dan juga masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini adalah tulisan dari berbagai penulis yang memiliki perspektif yang berbeda sehingga apa yang dimuat dalam jurnal ini tidak mewakili pandangan institusi STT Bala Keselamatan Palu. Jurnal ini bertujuan melengkapi para pelayan Tuhan dalam berbagai bidang pelayanan gereja sehingga dapat menyingkapi permasalahan teologis yang muncul dalam masyarakat. Adapun ruang lingkup dari Jurnal Salvation: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Januari" : 5 Documents clear
Gulungan Laut Mati: Fakta Salinan yang Akurat Hondro, Sipikir
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.43

Abstract

Abstract: The Dead Sea Scrolls show evidence that the copies of the Old Testament made by Jewish scribes are almost identical to the “Masoretic Text.” In explaining this, this paper will present an analysis of the Dead Sea Scrolls from a geographical, archaeological, and socio-cultural perspective. Copies of the text cannot be called infallible or inspired by the Holy Spirit, but the Dead Sea Scrolls are infallible and inspired by the Holy Spirit. The discovery of the Dead Sea Scrolls provides very important information about the accuracy of the Bible, especially the Old Testament. Literature analysis was also conducted to reveal the durability of the writing medium used in ancient times, known as papyrus, until eventually using leather shaped into scrolls. Abstrak: Naskah Gulungan Laut Mati menunjukkan bukti bahwa para penyalin Kitab Suci Perjanjian Lama yang dilakukan oleh para jurutulis Yahudi hampir tidak ada perbedaannya dengan “Teks Masoret”. Dalam menjelaskan hal ini, maka tulisan ini akan memaparkan analisis terhadap penemuan Naskah Gulungan Laut Mati dari Aspek Geografis, Arkeologi dan Sosial-budaya. Salinan-salinan teks tidak bisa disebut inaransi atau ilham Roh Kudus, tetapi Naskah Gulungan Laut Mati adalah inaransi dan ilham dari Roh Kudus. Temuan naskah Gulungan Laut Mati memberikan informasi yang sangat penting tentang keakuratan naskah Alkitab khusunya kitab Perjanjian lama. Analisis Pustaka juga dilakukan untuk mengungkapkan tentang ketahanan dari media tempat menulis pada zaman dahulu yang disebut tumbuhan papirus sampai akhirnya menggunakan kulit yang dibentuk benjadi gulungan-gulungan
Tinjauan Kepemimpinan yang Memberdayakan Perempuan terhadap Pengajaran Alkitab di Gereja Sinauru, Retnalisa; Peuru, Christina Janne
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.48

Abstract

Abstract: This article explains about the review of leadership that empowers women towards bible teaching in the church. Leadership exists not only in the government but also in every institution, organization, even within the family. Leadership based on biblical teaching is male, because it was created first, while women are as a helper. Men and women were created first, while women are as a helper. Men and women were created to complement each other. At present, gender equality in leadership is not only men who can lead but also involves women who have the ability to lead both in government and chuch organizations or institutions. Of course, there are also church organizations that do not agree with involving women to lead. Churches that do not agree with empowering women as leaders can be seen from the way they understand bible teaching. This study uses qualitative research, literature studies that aim to explain leadership that empowers women towards bible teaching in the church. So that from the results of the discussion, the historical background of leadership, understanding of leadership, basic principles of leadership, leadership functions, types of leadership, biblical views on women’s leadership, women’s empowerment and their roles are obtained. Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang Tinjauan Kepemimpinan yang Memberdayakan Perempuan terhadap Pengajaran Alkitab di Gereja. Kepemimpinan ada tidak hanya di bagian pemerintahan tetapi juga di setiap lembaga, organisasi, bahkan dalam lingkup keluarga. Kepemimpinan berdasarkan pengajaran alkitab adalah laki-laki, karena lebih dahulu diciptakan, sedangkan perempuan sebagai seorang penolong. Laki-laki dan Perempuan tercipta agar saling melengkapi satu dengan lainnya. Di masa sekarang, kesetaraan gender dalam suatu kepemimpinan tidak hanya laki-laki yang dapat memimpin tetapi juga melibatkan kaum perempuan yang memiliki kemampuan untuk memimpin baik di bagian pemerintahan maupun organisasi gereja atau lembaga. Tentunya, ada organisasi gereja juga yang kurang setuju melibatkan perempuan untuk memimpin. Gereja yang kurang setuju memberdayakan perempuan sebagai pemimpin terlihat dari caranya memahami suatu pengajaran Alkitab. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, studi pustaka yang bertujuan menjelaskan kepemimpinan yang memberdayakan perempuan terhadap pengajaran alkitab di gereja. Sehingga dari hasil pembahasan diperoleh latar belakang sejarah kepemimpinan, pengertian kepemimpinan, prinsip dasar kepemimpinan, fungsi-fungsi kepemimpinan, tipe-tipe kepemimpinan, pandangan alkitab tentang kepemimpinan perempuan, pemberdayaan perempuan dan peranannya.
Urgensi Kepemimpinan dalam Mengelola Perubahan Organisasi di Era Post-Modernisme:: Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Kuntaua, Dekrius
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.51

Abstract

Abstract: Organizational change in the post-modern era is characterized by complexity, uncertainty, and technological disruptivity, demanding an adaptive leadership approach. The purpose of this study is to analyze the role of leadership in managing organizational change through the perspective of Human Resource Management (HRM). The literature study method with a qualitative approach, reviewing articles on relevant theories. This study concludes that transformative and adaptive leadership are very important in managing organizational change in the post-modern era. Leadership has implications for HRM practices in developing effective leadership training programs. Abstrak: Perubahan organisasi di era post-modernisme ditandai oleh kompleksitas, ketidakpastian, dan disruptivitas teknologi, menuntut pendekatan kepemimpinan yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kepemimpinan dalam mengelola perubahan organisasi melalui perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengkaji artikel teori-teori relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformatif dan adaptif sangat penting dalam mengelola perubahan organisasi di era post-modernisme. Kepemimpinn berimplikasi bagi praktik MSDM dalam mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang efektif
Pendidikan Kristen dalam Mengatasi  Kesehatan Mental Remaja: Implementasi Pendekatan Holistik Lago, Eka Putri
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.53

Abstract

Abstract: Adolescence is a phase of identity exploration, during which individuals experience various internal changes—physically, mentally, intellectually, socially, and even spiritually. These transformations often create pressures that can disrupt adolescents’ mental health. In the modern era, adolescent mental health has become a serious concern, marked by rising cases of stress, anxiety, and depression. Christian Education plays a vital role in shaping adolescents as whole persons through a holistic approach that addresses spiritual, emotional, social, and intellectual dimensions. This article aims to explore how Christian Education can address adolescent mental health issues by integrating Christian values such as love, forgiveness, and hope into the educational process. Using a qualitative method through literature review, the study draws data from scholarly literature and Christian education documents. The findings indicate that a holistic approach in Christian Education can enhance adolescents’ mental and spiritual resilience and foster a healthy sense of identity. Therefore, Christian Education should be strategically developed to respond to the mental health issues faced by today’s youth.   Abstrak: Remaja adalah fase mencari identitas diri, dalam pencarian tersebut remaja mengalami banyak kondisi karena perubahan-perubahan dalam dirinya, baik perubahan fisik, mental, pemikiran, social bahkan keyakinan-keyakinan spiritual, perubahan-perubahan tersebut membawa dampak bagi remaja dan memberikan tekanan terhadap dirinya, dapat menyebabkan kesehatan mental pada remaja terganggu. Kesehatan mental remaja menjadi tantangan serius di era modern, ditandai dengan meningkatnya kasus stres, kecemasan, dan depresi. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membentuk pribadi remaja secara utuh melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Pendidikan Kristen dapat mengatasi permasalahan kesehatan mental remaja dengan mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, pengampunan, dan pengharapan ke dalam proses pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data dari literatur ilmiah dan dokumen pendidikan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam PAK mampu meningkatkan ketahanan mental dan spiritual remaja, serta membentuk jati diri yang sehat. Dengan demikian, pendidikan Kristen perlu dikembangkan secara strategis untuk menjawab isu-isu kesehatan mental di kalangan remaja masa kini
Studi Teologis Frasa "Jangan Membunuh" Dalam Teks Keluaran 20 terhadap Konsekwensi Pidana Hartono, Trihartono
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.54

Abstract

Abstract: This study examines the moral, spiritual, and social implications of the phrase "do not kill" found in the 10 Commandments. Theological study methodology is used, with a textual and contextual approach to understand the deep biblical meaning. This study shows that this law is not only a prohibition against the physical act of killing, but also has implications for the value of human life and the need for social unity. The analysis is carried out through the breakdown of the Sabennim text (original language differences) and understanding the historical and philosophical context in the event of the giving of the law.   Abstrak: Penelitian ini mengkaji implikasi moral, spiritual, dan sosial dari frasa "jangan membunuh" yang terdapat dalam 10 Hukum Taurat. Metodologi studi teologis digunakan, dengan pendekatan tekstual dan konteksual bagi memahami makna biblial yang mendalam. Studi ini menunjukkan bahwa hukum ini bukan hanya larangan terhadap aksi fisik pembunuhan, tetapi juga membawa implikasi terhadap nilai kehormatan hidup manusia dan perlunya persatuan sosial. Analisis dilakukan melalui pemecahan teks sabennim (perbedaan bahasa asli) dan pemahaman konteks historis dan filosofis dalam peristiwa pemberian hukum tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5