cover
Contact Name
Retno Fuji Oktaviani
Contact Email
retno.fujioktaviani@budiluhur.ac.id
Phone
+6281212847910
Journal Mail Official
jem@budiluhur.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS - UNIVERSITAS BUDI LUHUR, Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, 12260. DKI Jakarta, Indonesia. Telp: 021-585 3753 Fax: 021-585 3752
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ekonomika dan Manajemen
ISSN : 22526226     EISSN : 26228165     DOI : http://dx.doi.org/10.36080/jem.v11i1.1706
Core Subject : Economy,
Finance, Marketing, Operation, and Human Resource Management, Entrepreneurship, Business ethics, Sustainability, Knowledge Management and Learning Organization
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 5 Documents clear
Analisis Profitabilitas dan Defisit Finansial Terhadap Kewajiban Perusahaan (Kajian dengan Pecking Order Theory) pada Perusahaan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia Mia Laksmiwati; Zaini Fathor Rachman
Jurnal Ekonomika dan Manajemen Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.017 KB) | DOI: 10.36080/jem.v1i1.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh Profitabilitas, Defisit Finansial terhadap Kewajiban Perusahaan,khususnya dengan pendekatan metode Pecking Order  Theory. Penelitian dilakukan di perusahaan yang telah go public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia selama periode 2006  –  2008. Data penelitian ini dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi. Penelitian menghasilkan bahwa secara parsial menunjukkan bahwa hanya profitabilitas yang berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya khususnya hutang. Hal ini sesuai dengan Pecking Order Theory. Sedang secara simultan profitabilitas, defisit  finansial berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan sebesar 10,50 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Sehubungan dengan hasil di atas maka disarankan agar perusahaan tetap Apabila probabilitas perusahaan cukup tinggi, disarankan kepada manajemen perusahaan untuk meningkatkan laba ditahannya dan mengutamakan laba ditahan sebagai sumber pendanaan perusahaan karena paling efisien dan paling aman. Berkaitan dengan itu maka kebijakan dividen perusahaan perlu mendapat perhatian yang lebih serius sehingga memungkinkan laba ditahan lebih besar dengan tidak mempengaruhi harga saham perusahaan
Analisis Manajemen Strategik Perusahaan Waralaba (Franchise) Studi Kasus di Restoran Cepat Saji McDonald’S Onny Juwono
Jurnal Ekonomika dan Manajemen Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.305 KB) | DOI: 10.36080/jem.v1i1.278

Abstract

Tren yang sedang berkembang pesat pada saat ini yaitu munculnya unit usaha yang menggunakan sistem waralaba (franchising). Dasar unit usaha waralaba ini yaitu membeli tata pola manajemen dari perusahaan induk (franchisor) yang harus digunakan atau dilaksanakan oleh perusahaan pengguna sistem waralaba (franchisee); kecuali manajemen dalam arti tata administrasi, akuntansi, tata letak (layout),  bahan baku; sehingga  dapat dikatakan tata kelola harus dalam pengawasan perusahaan induk (franchisor). Unit usaha waralaba  bermodal besar dapat diberikan contoh: Carrefor, Giant, Hypermart; McDonald’s, Wendys, Sizzler, Dunkin Donat, dll.; pewaralaba kelas menengah, misalnya: Alfamidi, Alfamart, Indomart, Yomart, Yogya, dll; pewaralaba kelas kecil, misanya: ayam bakar Mas Mono, ayam bakar Sabana, pempek Palembang 23 Ulu, rumah makan masakan padang, dll. Dalam kesempatan penelitian ini, peneliti  mengambil  studi  kasus  di  unit  usaha waralaba McDonald’s dengan menggunakan alat analisa SWOT  (Strength; Weaknesses; Opportunity; Threats) untuk mengetahui posisi perusahaan pada saat diadakan penelitian pada Oktober – Desember 2011. Sebagai hasil perhitungan pada tabel EFAS  (External Factors Analysis Summary) menunjukkan score 3.00; sedangkan hasil perhitungan pada table IFAS (Internal Factors Analysis Summary) menunjukkan score 2.65. Dari kedua tabel tersebut, maka posisi perusahaan terletak di Kwadran I yang berarti mendukung Strategi Agresif. Swebagai kesimpulannya, bahwa unit usaha waralaba McDonald’s menerapkan strategi manajemen secara tepat, sehingga disarankan tetap mempertrahankan posisi tersebut dan diusahakan dapat meningkatkan strategic management sehingga tetap menduduki ranking sebagai market leader dibidangnya.
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan SMA Budi Luhur (Studi Kasus Tahun 2007) Widi Wahyudi
Jurnal Ekonomika dan Manajemen Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.981 KB) | DOI: 10.36080/jem.v1i1.279

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia merupakan persoalan kompleks, dimana pihak manajemen selalu dituntut untuk  membuat suatu pola penyusunan konsep perihal pengembangan  sumber daya manusia mempunyai kedudukan yang vital, dinamis dan sekaligus memberikan warna tersendiri kepada organisasi yang bersangkutan. Disadari bahwa sumber daya manusia sebagai penggerak, sumber inspirasi bagi setiap  organisasi yang sanggup menentukan keberhasilan arah tujuan atau misi organisasi. Dalam kompetisi untuk tenaga kerja, banyak organisasi yang menawarkan kepada pegawainya sejumlah tunjangan di atas standar.
Jalan Simpang Pembangunan Pertanian di Indonesia Sri Harjadi
Jurnal Ekonomika dan Manajemen Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.771 KB) | DOI: 10.36080/jem.v1i1.280

Abstract

Penyediaan bahan pangan terutama biji-bijian seperti beras, jagung, dan kacang-kacangan menjjadi masalah serius dalam lima tahun terakhir ini.  Harga bahan pangan terus melambung dan impor beras, kedelai,  bahkan garam selalu menjadi “head  line”  di  surat  kabar.  Indonesia  sebagai  negara agraris belum mampu mencukupi kabutuhan pangan, terutama beras bagi penduduknya. Pembangunan pertanian kita berada di persimpangan jalan. Pembangunan pertanian yang telah dirintis di awal tahun 1970-an  dengan “Revolusi Hijau” tidak berhasil dilanjutkan dan dikembangkan. Pembangunan ekonomi kita telah salah arah, pembangunan ekonomi kita dalam  lima belas tahun terakhir bias ke sektor “urban”, dengan konsep “Tiga Pro”, pro growth, pro job, dan pro poor. Pembangunan tidak dikembambangkan ke sektor pertanian. Pembangunan pertanian “harus” dikedepankan untuk mendorong industri, bukan sebaliknya. Kebijakan pertanian dengan cara pemberian subsidi pupuk dab bibit hanya untuk meningkatkan produksi pangan (beras) tetapi tidak tercapai, impor beras selalu menjadi jalan reasioner. Akibatnya kesejahteraan petani tidak terangkat.
Pengaruh LDR to LAR Terhadap Tingkat Return On Equity Pada Industri Perbaikan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pambuko Naryoto; Maulidita Novianty
Jurnal Ekonomika dan Manajemen Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.844 KB) | DOI: 10.36080/jem.v1i1.281

Abstract

Dengan berkembangnya dunia usaha yang sangat cepat di masa sekarang, terjadi persaingan yang ketat di antara industri sejenis. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan lainnya, perusahaan harus dapat mengelola seluruh kekayaan, kewajiban, modal dan modal kerja yang dimiliki semaksimal mungkin, sehingga kegiatan operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik, penelitian  ini dilakukan pada  industri perbankan yang  terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008 – 2010. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dan pengaruh  loan to deposit ratio ( LDR ) dan loan to asset ratio ( LAR ) terhadap  return  on  equity  ( ROE  )pada  industri  perbankan  yang  terdaftar  di Bursa Efek Indonesia (BEI) baik secara simultan maupun parsial, serta untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari kedua  variabel  tersebut  terhadap return on equity ( ROE ) industri perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan  perbankan  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu ada 10  perusahaan.  Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, dimana sampel yang dipilih dengan cermat hingga relevan, sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi. Variabel  independent  (bebas) dalam penelitian ini adalah  loan to deposit ratio dan loan to asset ratio sedangkan variabel dependent (terikat) adalah  return on equity.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis  dengan teknik analisis korelasi dan regresi linier berganda serta uji hipoteisis.  Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa  secara bersama-sama  loan  to deposit ratio dan loan to asset ratio  berpengaruh  terhadap  return  on  equity ratio  industri perbankan. Secara parsial ada pengaruh yang  signifikan antara loan to deposit ratio  terhadap  return  on  equity    perusahaan,  ada  pengaruh yang signifikan antara  loan to asset ratio  terhadap  return on equity perusahaan  secara parsial. Besarnya koefisien determinasi atau adjusted R2 adalah  57,6%  artinya  perubahan  return  on  equity  disebabkan  oleh  variabel  loan to deposit ratio dan loan to asset ratio sedangkan sisanya sebesar 42,4% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5