cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2026)" : 15 Documents clear
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN REMAJA DI GEREJA PENTAKOSTA ISA ALMASIH INDONESIA BOYOLALI Orgenes Fallo; Sri Wening
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10293

Abstract

This study aims to analyze the influence of social media on adolescents’ faith development at Gereja Pentakosta Isa Almasih Indonesia Boyolali. The research employed a quantitative approach with an associative correlational design. The population consisted of 30 adolescents, all of whom were selected as samples using a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring the intensity of social media use and indicators of faith development, including understanding of religious teachings, participation in spiritual activities, and the application of religious values in daily life. The data were analyzed using linear regression techniques. The results indicate that social media has a significant influence on adolescents’ faith development. High intensity of social media use, particularly dominated by entertainment content, tends to reduce engagement in spiritual activities. In contrast, access to religious content and digital faith communities can support adolescents’ spiritual growth. This finding highlights the dual role of social media as both a challenge and an opportunity in nurturing adolescents’ faith. In conclusion, uncontrolled use of social media may weaken faith, while wise and guided use can strengthen adolescents’ spirituality. Therefore, active guidance and supervision from churches and parents are essential. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap perkembangan iman remaja di Gereja Pentakosta Isa Almasih Indonesia Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 30 remaja dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur intensitas penggunaan media sosial serta indikator perkembangan iman, seperti pemahaman ajaran, keterlibatan dalam kegiatan rohani, dan penerapan nilai keagamaan. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan iman remaja. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, terutama dengan dominasi konten hiburan, cenderung menurunkan keterlibatan dalam aktivitas rohani. Sebaliknya, akses terhadap konten religius dan komunitas iman digital dapat mendukung pertumbuhan spiritual remaja. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran ganda, yaitu sebagai tantangan sekaligus peluang dalam pembinaan iman. Kesimpulannya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi melemahkan iman, namun pemanfaatan yang bijak dan terarah dapat memperkuat spiritualitas remaja. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif gereja dan orang tua dalam memberikan pendampingan dan pengawasan yang tepat.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR BOR BERDASARKAN PARAMETER FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI DI DUSUN SINAH, DESA PENGEMBUR, KECAMATAN PUJUT Sri Amelia Utami
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10295

Abstract

ABSTRACT Water is a basic human necessity, particularly as a source of safe drinking water. In Sinah Hamlet, Pengembur Village, Pujut District, the community still relies on bore wells as the primary source of clean water; however, the quality is potentially affected by environmental conditions such as poor sanitation, domestic waste, and the proximity of septic tanks. This study aims to determine the quality of bore well water based on physical, chemical, and biological parameters and to compare it with the quality standards of Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. The method used is a quantitative descriptive approach by analyzing physical parameters (turbidity, odor, taste, TDS), chemical parameters (pH and iron), and biological parameters (E. coli) at 11 bore well locations. Measurements of physical parameters and pH were conducted in situ, while chemical and biological parameters were tested in the laboratory. The results show that most wells meet the quality standards; however, some exceed the permissible limits, including high turbidity in well 3 (3.603 NTU) and well 8 (14.535 NTU), odor in well 8, iron levels in well 8 (0.351 mg/L) and well 9 (0.42 mg/L), and E. coli contamination in six wells with the highest value found in well 10 (420 MPN/mL). In conclusion, bore well water in Sinah Hamlet is not suitable for direct consumption without treatment, particularly due to biological contamination; therefore, improvements in environmental sanitation and community education are necessary. ABSTRAK Air merupakan kebutuhan dasar manusia, khususnya sebagai sumber air minum yang aman. Di Dusun Sinah, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, masyarakat masih bergantung pada sumur bor sebagai sumber utama air bersih, namun kualitasnya berpotensi terpengaruh oleh kondisi lingkungan seperti sanitasi yang buruk, limbah domestik, serta keberadaan septic tank yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur bor berdasarkan parameter fisik, kimia, dan biologi serta membandingkannya dengan baku mutu Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis parameter fisik (kekeruhan, bau, rasa, TDS), kimia (pH dan besi), serta biologi (E. coli) pada 11 titik sumur bor. Pengukuran parameter fisik dan pH dilakukan secara insitu, sedangkan parameter kimia dan biologi diuji di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sumur memenuhi baku mutu, namun beberapa melebihi ambang batas, yaitu kekeruhan tinggi pada sumur 3 (3,603 NTU) dan sumur 8 (14,535 NTU), bau pada sumur 8, kadar besi pada sumur 8 (0,351 mg/L) dan sumur 9 (0,42 mg/L), serta kontaminasi E. coli pada enam sumur dengan nilai tertinggi pada sumur 10 (420 MPN/mL). Kesimpulannya, air sumur bor di Dusun Sinah belum layak dikonsumsi langsung tanpa pengolahan, terutama akibat pencemaran biologis, sehingga diperlukan perbaikan sanitasi lingkungan dan edukasi masyarakat.
PENGGUNAAN FIGUR BAHASA DAN CITRAAN DALAM PODCAST CERITA HOROR ‘LENTERA MALAM’ EPISODE UJI NYALI DI RUMAH IBLIS BERUJUNG MENINGGAL PADA MEDIA YOUTUBE Sri Rahayu; Desma Yuliadi Saputra; Rina Andriani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10655

Abstract

This study aims to describe the use of figurative language and imagery in the horror podcast Lentera Malam, specifically in the episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” on YouTube. The research focuses on identifying types of figurative language and sensory-based rhetorical strategies employed by the storyteller to construct a terrifying atmosphere. A descriptive qualitative method was applied, with the data sourced from transcribed audio narration. Data were collected through documentation and note-taking techniques, and analyzed using Miles, Huberman, and Saldana’s interactive analysis model. The findings reveal that the narrator employs various stylistic devices such as hyperbole, simile, irony, and personification to emphasize extreme conditions and intensify psychological tension. The study also identifies the use of visual, auditory, kinesthetic, and temporal imagery, all of which enhance the listener’s imagination and reinforce the eerie atmosphere. These results demonstrate that the horror effect in the podcast is not solely derived from the storyline but is significantly shaped by expressive oral language. This research contributes to stylistic studies in audio-digital media and highlights how rhetorical and figurative devices function in constructing modern horror narratives ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan figur bahasa dan citraan dalam podcast horor Lentera Malam episode “Uji Nyali di Rumah Iblis Berujung Meninggal” pada platform YouTube. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi jenis figur bahasa serta strategi retorika berbasis citraan yang digunakan pencerita untuk membangun suasana horor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa transkripsi narasi audio. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencerita memanfaatkan berbagai perangkat stilistika, antara lain hiperbola, simile, ironi, dan personifikasi untuk menegaskan kondisi ekstrem dan membangun ketegangan psikologis. Selain itu, ditemukan penggunaan citraan visual, auditori, kinestetik, dan temporal yang berfungsi memperkuat imajinasi pendengar serta menciptakan atmosfer mencekam. Temuan ini menegaskan bahwa efek horor dalam podcast tidak hanya dihasilkan oleh alur cerita, tetapi secara signifikan dibentuk oleh bahasa lisan yang digunakan secara ekspresif. Studi ini memberikan kontribusi terhadap kajian stilistika pada media audio-digital serta memperlihatkan bagaimana retorika dan figur bahasa bekerja dalam konstruksi narasi horor modern.
THE INFLUENCE OF SELF-PRESENTATION THROUGH ROBLOX AVATARS ON ADOLESCENTS’ SELF-EFFICACY Iqomul Ma'wah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.10866

Abstract

ABSTRACT Advances in digital technology have transformed the way adolescents express themselves and construct identities through virtual interactions, particularly on the Roblox platform. This study aims to analyze the influence of self-presentation through Roblox avatars on adolescents’ self-efficacy. The research employed an associative quantitative approach involving 101 adolescents aged 15–18 years in Surabaya selected through purposive sampling. The research instruments consisted of the Online Self-Presentation Scale and the General Self-Efficacy Scale. Simple linear regression analysis revealed a significant positive effect of avatar self-presentation on adolescents’ self-efficacy (F=202.022, p<0.001). The coefficient of determination (R²) value of 0.671 indicates that self-presentation contributes 67.1% to the variance in adolescents’ self-efficacy. These findings indicate that self-representation through virtual avatars plays a role in strengthening adolescents’ confidence in their abilities within digital social contexts. This study contributes to the development of digital social psychology studies, particularly regarding the relationship between virtual identity and adolescents’ psychological development in the era of interactive media. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengekspresikan diri dan membangun identitas melalui interaksi virtual, khususnya pada platform Roblox. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-presentation melalui avatar Roblox terhadap self-efficacy remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 101 remaja berusia 15–18 tahun di Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas Online Self-Presentation Scale dan General Self-Efficacy Scale. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara self-presentation avatar terhadap self-efficacy remaja (F=202.022, p<0.001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,671 menunjukkan bahwa self-presentation memberikan kontribusi sebesar 67,1% terhadap variasi self-efficacy remaja. Temuan ini mengindikasikan bahwa representasi diri melalui avatar virtual berperan dalam memperkuat keyakinan remaja terhadap kemampuan dirinya pada konteks sosial digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian psikologi sosial digital, khususnya terkait hubungan identitas virtual dan perkembangan psikologis remaja di era media interaktif.
ANALISIS PERAN MUHAMMADIYAH DALAM DINAMIKA PERKEMBANGAN ISLAM MODERAT Ahmad Muzaki; Diyah Yulianingrum; Afan Harsono; Yofin Yola Paramita; Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya; Yeti Dahliana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11038

Abstract

ABSTRACT The development of moderate Islam in Indonesia faces challenges due to increasing polarization in religious understanding, both in the form of radicalism and extreme liberalism. In this context, Muhammadiyah, as one of the largest Islamic organizations in Indonesia, plays an important role in promoting moderate, progressive, and adaptive religious practices. However, studies specifically analyzing Muhammadiyah’s contribution to the dynamics of moderate Islam through various strategic sectors remain limited. Therefore, this study is important to better understand Muhammadiyah’s contribution in strengthening moderate Islam in Indonesia. This study aims to analyze the role of Muhammadiyah in developing moderate Islam. The research employed a qualitative descriptive approach using a library research method. Data sources were obtained from scientific journals, books, and other references relevant to Muhammadiyah’s role in the development of moderate Islam. The analysis was conducted through a descriptive-critical review of selected literature. The findings reveal that Muhammadiyah’s religious moderation is manifested through four main pillars: progressive education integrating Islamic values with science and technology, dialogical and peaceful da’wah emphasizing tolerance, inclusivity, and interfaith dialogue, health and social empowerment as the implementation of Al-Ma’un Theology through services for vulnerable groups, and rational fatwas through collective ijtihad by the Tarjih and Tajdid Council, which respond to contemporary developments. These findings indicate that Muhammadiyah has successfully translated moderate Islamic values into practical actions contributing to social progress, tolerance, and public welfare. Thus, Muhammadiyah holds a strategic role in sustaining moderate Islam in Indonesia. ABSTRAK Perkembangan Islam moderat di Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya polarisasi pemahaman keagamaan, baik dalam bentuk radikalisme maupun liberalisme ekstrem. Di tengah kondisi tersebut, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam membangun praktik keberagamaan yang moderat, progresif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis kontribusi Muhammadiyah dalam dinamika perkembangan Islam moderat melalui berbagai bidang strategis masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bentuk kontribusi Muhammadiyah dalam memperkuat moderasi Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Muhammadiyah dalam mengembangkan Islam moderat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah, jurnal, buku, dan referensi lain yang relevan dengan pembahasan peran Muhammadiyah dalam pengembangan Islam moderat. Analisis dilakukan melalui pengkajian literatur secara deskriptif-kritis terhadap berbagai sumber yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama Muhammadiyah diwujudkan melalui empat pilar utama, yaitu: pendidikan berkemajuan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dakwah dialogis dan damai yang menekankan toleransi, inklusivitas, serta dialog antaragama, pemberdayaan kesehatan dan sosial sebagai implementasi Teologi Al-Ma’un melalui pelayanan kepada kelompok rentan, serta fatwa rasional melalui ijtihad kolektif Majelis Tarjih dan Tajdid yang responsif terhadap perkembangan zaman. Temuan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil menerjemahkan nilai Islam moderat ke dalam praktik nyata yang berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat, penguatan toleransi, dan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan Islam moderat di Indonesia.
RENEWAL IN ISLAMIC THOUGHT: A COMPARATIVE STUDY OF AHMAD AL-TAYYEB AND HAEDAR NASHIR Alamuddien Asyrozi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11061

Abstract

ABSTRACT This article discusses the concept of contemporary Islamic reform through a comparative study of Ahmad al-Tayyeb and Haedar Nashir. Debates on Islamic reform in the modern era have often been examined separately within Middle Eastern or Indonesian contexts, while comparative studies exploring reform models based on global religious authority and modern Indonesian Islamic movements remain limited. This gap is important to address in order to understand the diversity of Islamic reform orientations in responding to the challenges of modernity. This study aims to analyze how both figures define Islamic reform, connect the values of Islamic authenticity with contemporary dynamics, and identify the similarities and differences in their intellectual orientations. The research employs a qualitative library-based approach using descriptive, analytical, and comparative methods. The data were collected from the writings, speeches, and intellectual documents of both figures, supported by literature on tajdid, wasatiyyah, Islamic reform, and Progressive Islam. The findings reveal that both figures reject extremism and the secularization of modernity; however, they differ in their emphasis on Islamic reform. Ahmad al-Tayyeb highlights turath, Islamic moderation, the continuity of scholarly traditions, and interfaith dialogue, whereas Haedar Nashir emphasizes Progressive Islam, social transformation, education, and civic pluralism. The study confirms that Islamic reform evolves contextually, ethically, and institutionally in accordance with the social environments surrounding each intellectual tradition. This research offers a novel contribution by proposing a comparative framework between Islamic reform paradigms rooted in Middle Eastern religious authority and those emerging from modern Indonesian Islamic movements, thereby broadening the understanding of the plurality of contemporary tajdid models. ABSTRAK Artikel ini membahas konsep pembaruan Islam kontemporer melalui kajian komparatif antara Ahmad al-Tayyeb dan Haedar Nashir. Perdebatan mengenai pembaruan Islam pada era modern cenderung dikaji secara parsial dalam konteks Timur Tengah atau Indonesia, sementara studi yang membandingkan model tajdid berbasis otoritas keagamaan global dan gerakan Islam modern Indonesia masih terbatas. Kesenjangan tersebut penting dikaji untuk memahami keberagaman orientasi pembaruan Islam dalam merespons tantangan modernitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara kedua tokoh mendefinisikan pembaruan Islam, menghubungkan nilai-nilai otentisitas Islam dengan dinamika modern, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan orientasi pemikiran keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode deskriptif, analitis, dan komparatif. Data penelitian diperoleh dari karya, pidato, dan dokumen pemikiran kedua tokoh yang dianalisis bersama literatur terkait tajdid, wasatiyyah, reformasi Islam, dan Islam Berkemajuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh sama-sama menolak ekstremisme dan sekularisasi modernitas, tetapi memiliki titik tekan yang berbeda dalam gagasan pembaruan Islam. Ahmad al-Tayyeb menekankan turath, moderasi Islam, kesinambungan tradisi keilmuan, dan dialog antaragama, sedangkan Haedar Nashir menonjolkan Islam Berkemajuan, transformasi sosial, pendidikan, serta pluralisme kewargaan. Penelitian ini menegaskan bahwa pembaruan Islam berkembang secara kontekstual, etis, dan kelembagaan sesuai dengan lingkungan sosial masing-masing. Temuan ini menawarkan kontribusi baru berupa kerangka komparatif antara paradigma pembaruan Islam berbasis otoritas keagamaan Timur Tengah dan gerakan Islam modern Indonesia, sehingga memperluas pemahaman tentang pluralitas model tajdid Islam kontemporer.
ANALISA DESKRIPTIF TANTANGAN IMPLEMENTASI PROGRAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (PKG) DI UPTD BLUD PUSKESMAS PRINGGARATA TAHUN 2026 Dessy Jumianita Adi Hasrani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11143

Abstract

ABSTRACT The transformation of healthcare services in Indonesia has emphasized promotive and preventive approaches through the implementation of the Free Health Check-Up Program (Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis/PKG). However, previous evaluations of health programs have predominantly focused on quantitative outcomes and have not comprehensively examined operational barriers contributing to low program achievement. This issue is important to investigate because implementation challenges at the primary healthcare level may affect the overall effectiveness of Integrated Primary Healthcare Services (Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer/ILP). This study aimed to analyze the implementation challenges of the Free Health Check-Up Program at UPTD BLUD Pringgarata Community Health Center and identify the root causes of low program performance. The study employed a qualitative descriptive approach using a case study design and Root Cause Analysis through Fishbone Analysis based on the 6M framework, consisting of Man, Money, Method, Machine, Material, and Mechanism. Data were collected from PKG achievement reports from January to April 2026 and observations of staff workflow processes. The findings revealed that adult participant registration only reached 1,441 individuals or 6.68% of the target population of 21,581. Major barriers were identified in the Method aspect, characterized by passive service approaches; the Machine aspect, related to limited laboratory equipment and Electronic Medical Record (EMR) support devices; and the Mechanism aspect, involving double administrative recording burdens. The study concludes that low PKG achievement is influenced by systemic operational management barriers, indicating the need to strengthen active case finding strategies, digitalize service recording systems, and optimize supporting infrastructure to improve program implementation effectiveness. Abstrak Transformasi pelayanan kesehatan di Indonesia menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai prioritas melalui implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), namun evaluasi program kesehatan selama ini lebih banyak berfokus pada capaian kuantitatif dan belum mendalami hambatan operasional yang menyebabkan rendahnya pencapaian sasaran layanan. Kondisi tersebut penting dikaji karena kendala implementasi di tingkat puskesmas dapat memengaruhi efektivitas Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di UPTD BLUD Puskesmas Pringgarata serta mengidentifikasi akar penyebab rendahnya capaian program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis Root Cause Analysis melalui Fishbone Analysis berbasis kerangka 6M, yaitu Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mechanism. Data diperoleh dari laporan capaian PKG periode Januari–April 2026 dan telaah proses kerja petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian pendaftar kelompok usia dewasa hanya mencapai 1.441 orang atau 6,68% dari target 21.581 sasaran. Hambatan utama ditemukan pada aspek Method berupa pendekatan pelayanan pasif, Machine terkait keterbatasan perangkat laboratorium dan pendukung Rekam Medis Elektronik (RME), serta Mechanism akibat beban administrasi pencatatan ganda. Penelitian menyimpulkan bahwa rendahnya capaian PKG dipengaruhi hambatan sistemik tata kelola operasional, sehingga diperlukan penguatan strategi active case finding, digitalisasi pencatatan layanan, dan optimalisasi sarana pendukung untuk meningkatkan efektivitas implementasi program.
PERAN STRATEGIS SATUAN PENGAWAS INTERNAL DALAM TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS SEBAGAI PENJAGA INTEGRITAS RUMAH SAKIT Isniati Setia Ningrum
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11146

Abstract

ABSTRACT The increasing complexity of hospital governance, the advancement of healthcare service digitalization, and the high risk of administrative irregularities, regulatory non-compliance, and fraudulent practices require stronger and more effective internal control systems. However, studies examining the strategic role of the Internal Supervisory Unit (Satuan Pengawas Internal/SPI) in maintaining organizational integrity and enhancing hospital accountability remain limited, particularly regarding its function as a strategic management partner. This study aims to analyze the strategic role of SPI in supporting good hospital governance, strengthening accountability, and maintaining the integrity of healthcare organizations. The study employed a qualitative descriptive approach through a literature review by examining various sources, including scientific journals, books, regulations, and documents related to hospital governance and internal supervision. Data were analyzed descriptively to identify the functions, challenges, and contributions of SPI within hospital management systems. The findings indicate that SPI serves not only as an internal supervisory body but also as an evaluator, consultant, and risk controller contributing to fraud prevention, improved regulatory compliance, strengthened internal control systems, and enhanced organizational transparency and efficiency. Nevertheless, the effectiveness of SPI still faces several challenges, including limitations in human resources, independence, auditor competencies, and the increasing complexity of healthcare service systems. Therefore, optimizing SPI functions, improving institutional capacity, and strengthening management support can position SPI as a guardian of organizational integrity capable of reinforcing accountability and increasing public trust in hospital services. ABSTRAK Meningkatnya kompleksitas tata kelola rumah sakit, perkembangan digitalisasi layanan kesehatan, serta tingginya risiko penyimpangan administrasi, ketidakpatuhan regulasi, dan praktik fraud menuntut penguatan sistem pengawasan internal yang efektif. Namun, kajian mengenai peran strategis Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam menjaga integritas organisasi dan meningkatkan akuntabilitas rumah sakit masih terbatas, terutama pada fungsi SPI sebagai mitra strategis manajemen. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis SPI dalam mendukung tata kelola rumah sakit yang baik (good hospital governance), memperkuat akuntabilitas, serta menjaga integritas organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa jurnal ilmiah, buku, regulasi, dan dokumen yang berkaitan dengan tata kelola rumah sakit serta pengawasan internal. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi fungsi, tantangan, dan kontribusi SPI dalam sistem manajemen rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPI tidak hanya berfungsi sebagai pengawas internal, tetapi juga sebagai evaluator, konsultan, dan pengendali risiko yang berperan dalam pencegahan fraud, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian internal, serta peningkatan transparansi dan efisiensi organisasi. Di sisi lain, efektivitas SPI masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, independensi, kompetensi auditor, serta kompleksitas sistem pelayanan kesehatan. Dengan optimalisasi fungsi, peningkatan kapasitas, dan dukungan manajemen, SPI berpotensi menjadi penjaga integritas organisasi yang mampu memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM BERBASIS PODCAST DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK : STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS KOGNITIF DAN AFEKTIF Ilyas Rozak Hanafi; Muhamad Asror; Rofi'udin Rofi'udin; Muhamad Qomarudinul Huda; Ninik Muhajiroh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11214

Abstract

ABSTRACT The research gap in Akidah Akhlak learning indicates that the learning process is still dominated by conventional methods focusing on knowledge transfer, which have not been optimal in developing students’ affective aspects. Studies on the Flipped Classroom generally emphasize cognitive outcomes, while the integration of podcast media in Akidah Akhlak learning and the simultaneous examination of its effectiveness on both cognitive and affective domains remain limited. This study aims to examine the effectiveness of a podcast-based Flipped Classroom model compared to conventional learning models in improving students’ cognitive and affective achievements in Akidah Akhlak subjects. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a Non-equivalent Control Group Design. The sample consisted of experimental and control classes selected through cluster random sampling. Data were collected through learning outcome tests for the cognitive domain and Likert scales for the affective domain, then analyzed using the Independent Sample t-test with SPSS 26.0. The results showed that the experimental class achieved a higher cognitive mean score (86.5) compared to the control class (74.2), along with an 18% increase in affective outcomes, with a significance value of 0.002 (<0.05). The findings conclude that the podcast-based Flipped Classroom model is more effective in improving students’ cognitive and affective learning outcomes. ABSTRAK Kesenjangan dalam penelitian pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berfokus pada transfer pengetahuan sehingga belum optimal dalam mengembangkan aspek afektif siswa. Penelitian tentang Flipped Classroom umumnya hanya berfokus pada aspek kognitif, sementara integrasi media podcast dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta pengujian efektivitasnya secara simultan pada ranah kognitif dan afektif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Flipped Classroom berbasis podcast dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan capaian kognitif dan afektif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar untuk ranah kognitif dan skala Likert untuk ranah afektif, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test berbantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata kognitif 86,5 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 74,2, serta peningkatan afektif sebesar 18%, dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model Flipped Classroom berbasis podcast lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa.
KETAHANAN NASONAL: MEMBANGUN KEKUATAN BANGSA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL Risna Multi; Nur Apriyani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11282

Abstract

ABSTRACT National resilience is an important aspect of maintaining national stability amid increasingly complex global developments. However, the rise of non-military threats such as cybercrime, misinformation, social conflict, and declining nationalism values indicates that strengthening national resilience remains a major challenge. In addition, discussions on national resilience generally emphasize defense and security aspects rather than strengthening human resources and digital literacy. This study aims to analyze the importance of national resilience in building national strength to face global challenges and to identify strategies for its reinforcement. The research employed a qualitative approach using a literature study method through data collection from scientific journals, books, and relevant official documents. Data analysis was conducted descriptively through reviewing, interpreting, and drawing conclusions. The findings show that national resilience is influenced by the quality of human resources, strengthening the national economy, digital literacy, character education, and society’s ability to maintain unity and national identity. This study concludes that strengthening national resilience requires a multidimensional approach and the involvement of all societal elements to maintain national stability and improve Indonesia’s competitiveness in the globalization era. ABSTRAK Ketahanan nasional menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas kehidupan berbangsa di tengah perkembangan global yang semakin kompleks. Namun, meningkatnya ancaman nonmiliter seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, konflik sosial, dan menurunnya nilai nasionalisme menunjukkan bahwa penguatan ketahanan nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, pembahasan ketahanan nasional umumnya lebih menekankan aspek pertahanan dan keamanan dibandingkan penguatan sumber daya manusia dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya ketahanan nasional dalam membangun kekuatan bangsa menghadapi tantangan global serta mengidentifikasi strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses pengkajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi nasional, literasi digital, pendidikan karakter, serta kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan dan identitas bangsa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan nasional memerlukan pendekatan multidimensional dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional serta meningkatkan daya saing bangsa di era globalisasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15