cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021)" : 15 Documents clear
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DENGAN METODE AIR (AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION) DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA GURUH FAJAR AFRYANTO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.471 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.747

Abstract

Generally this article aims to find out the learning model that is applied in school which is generally still centered on the teacher, that effecting students are bored, causing low learning motivation. Now learning uses is the active, innovative and creative learners is by developing learning with the AIR method (Auditory Intellectually Repetition). The Air Learning Model (Auditory Intellectually Repetition) is a learning model considers that a learning will be effective if you pay attention to three things; auditory, intellectually, and repetition. Auditory means ear senses used in learning by listening, speaking, presentations, arguments, suggesting opinions and responding. Intellectually means the ability to think needs to be trained through reasoning exercises, creating, solving problems, currying and implementing. Repetition is needed in learning so that the understanding is more profound and wider. Students need to be trained through the work of questions, practice tasks, and quis. So that with the learning model with AIR methods can increase students motivation. Motivation is a process to grow the motives/power into deeds or behavior to meet needs and achieve certain goals. Students motivation can arise from individuals (intrinsic motivation) and can arise from outside students / extrinsic motivation. ABSTRAKSecara garis besar artikel ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang diterapkan disekolah yang pada umumnya masih berpusat pada guru, yang mengakibatkan siswa merasa bosan, sehingga menyebabkan motivasi belajarnya rendah. Pembelajaran yang digunakan sekarang adalah pembelajan yang aktif, inovatif dan kreatif yaitu dengan mengembangkan pembelajaran dengan metode AIR (Auditory Intellectually Repetition). Model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) adalah model pembelajaran yang menganggap bahwa suatu pembelajaran akan efektif jika memperhatikan tiga hal yaitu Auditory, Intellectually, dan repetition. Auditory berarti indera telinga digunakan dalam belajar dengan cara menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat dan menanggapi. Intellectually berarti kemampuan berfikir perlu dilatih melalui latihan bernalar, mencipta, memecahkan masalah, mengkontruksi dan menerapkan. Repetition/pengulangan diperlukan dalam pembelajaran agar pemahaman lebih mendalam dan lebih luas. Siswa perlu dilatih melalui pengerjaan soal, pemberian tugas (praktek), dan quis. Sehingga dengan model pembelajaran dengan metode AIR dapat meningkatkan motivasi siswa. Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif/daya menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Motivasi siswa dapat timbul dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) dan dapat timbul dari luar diri siswa/ motivasi ekstrinsik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NOVICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA RATIH KOMALA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.405 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.748

Abstract

Active student involvement in the learning process is the main thing, but the situation in the field shows different things. Students tend to be passive and only accept the information conveyed so that students are less likely to explore the information they receive. As a result, physics learning outcomes are very low. To overcome these problems, the Novick Learning Model can be used as an alternative learning model that is applied, because in this learning model students are required to express their initial conceptions and can draw conclusions so that it is hoped that the understanding of the concept will be better. The purpose of this study was to determine the increase in students' learning outcomes of Physics after the Novick Learning Model was implemented.). The research design used was one group pretest posttest time series design. This research was conducted in one of the public high schools in Karawang with a research sample of class XI science. From the research, it was found that after the Novick Learning Model was implemented, there was a significant difference between the pretest and posttest scores with the gain value in each series, namely 48.47 points for the learning series I and 56.56 points for the learning series II. And the effectiveness of the Novick Learning Model as seen from the size of the normalized gain score for each learning series I and II, respectively, is 0.62 and 0.68. Both values ??are included in the medium category. Thus, it can be concluded that the Novick Learning Model is quite effective in improving high school students' physics learning outcomes. ABSTRAKKeterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran merupakan hal yang utama, akan tetapi keadaan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Siswa cenderung pasif dan hanya menerima informasi yang disampaikan sehingga siswa kurang menggali informasi yang diterimanya. Akibatnya, hasil belajar Fisika sangatlah rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Model Pembelajaran Novick dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang diterapkan, karena dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk menungkapkan konsepsi awal mereka dan dapat menarik kesimpulan sehingga diharapkan pemahaman konsep menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Fisika siswa setelah diimplementasikan Model Pembelajaran Novick.). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest time series design. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Karawang dengan sampel penelitian kelas XI IPA. Dari penelitian didapat bahwa setelah diimplementasikan Model Pembelajaran Novick, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest dengan nilai gain pada setiap seri yaitu sebesar 48,47 point untuk seri pembelajaran I dan 56.56 point untuk seri pembelajaran II. Dan efektivitas Model Pembelajaran Novick yang dilihat dari besarnya skor gain ternormalisasi untuk setiap seri pembelajaran I dan II secara berturut – turut adalah 0,62 dan 0.68. Kedua nilai tersebut termasuk ke dalam kategori sedang. Dengan demikian, didapat kesimpulan bahwa Model Pembelajaran Novick cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar Fisika siswa SMA.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS XI MIA 1 SMAN 3 BENGKALIS SURYANI SURYANI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.921 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.763

Abstract

Classroom action research on using experiment methods to inprove students physics learning achievement. Experimental learning method is a way of teaching and learning that involves students experiencing and proving themselves into process of the experimental results. With experiments, it is hoped that students can really understand the physics concepts being studied. The problem to be solved is the low achievement in learning physics as shown by the physics learning outcomes of class XI MIA 1 students at SMA Negeri 3 Bengkalis. This study consisted of 2 cycles, in each cycle consisting of 4 stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. This study involved 23 students of class X1 MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis consisting of 10 male students and 13 female students. Before the implementing of the experimental method, the percentage of learning completeness was 17.39%, then after the first cycle of learning using the experimental method there was an increase in the percentage of learning completeness to 43.48%. In the second cycle succeeded in achieving the percentage of learning completeness 73.91%. The results showed that there was an increase in student achievement along with the implementation of the experimental method. Thus, the application of the experimental method can improve the physics learning achievement of class XI MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas menggunakan metode eksperimen sebagai upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa. Pembelajaran metode eksperimen adalah cara belajar mengajar yang melibatkan siswa mengalami dan membuktikan sendiri proses dari hasil percobaan itu. Dengan eksperimen diharapkan siswa benar-benar dapat memahami konsep fisika yang dipelajari. Masalah yang mau dipecahkan adalah rendahnya prestasi belajar fisika yang ditunjukkan oleh hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 3 Bengkalis. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini melibatkan 23 orang siswa kelas X1 MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Sebelum diterapkannya metode eksperimen, persentase ketuntasan belajar yaitu sebesar 17,39 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus 1 dengan menggunakan motode eksperimen ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 43,48 %. Pada siklus 2 berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar 73,91 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa seiring dengan diterapkannya metode eksperimen. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis.
PENGEMBANGAN APLIKASI TELEGRAM PADA KEGIATAN PRAMUKA DI MASA PANDEMI COVID-19 WAKHIDIN SHODIQ; FAUZI FAUZI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.789 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.796

Abstract

This research uses development procedures that result in product design in the form of IT-based learning media development using the Telegram Application. This product researchers developed using research steps from Borg and Gall and THE ASSURE Model. The product developed in this study is an IT-based learning medium using the Telegram Application. With time constraints, researchers limit the steps of development procedures to only 6 (six) steps, namely (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) validation, (5) design revision, and (6) trials. The purpose of this research is to find out the effectiveness of IT-based learning media in the Telegram Application used in scouting education activities at Ambalan Bhira Sma Negeri 3 Purwokerto during the Covid-19 pandemic. ABSTRAK Penelitian ini menggunakan prosedur pengembangan yang menghasilkan desain produk berupa pengembangan media pembelajaran berbasis IT dengan menggunakan Aplikasi Telegram. Produk ini peneliti kembangkan dengan menggunakan langkah-langkah penelitian dari Borg and Gall dan Model ASSURE. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu media pembelajaran berbasis IT menggunakan Aplikasi Telegram. Dengan adanya keterbatasan waktu, maka peneliti membatasi langkah-langkah prosedur pengembangan hanya pada 6 (enam) langkah, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi, (5) revisi desain, dan (6) uji coba. Tujuan penelitian kali ini untuk mengetahui efektifitas media pembelajaran berbasis IT pada Aplikasi Telegram yang digunakan dalam kegiatan Lajutin Pendidikan Kepramukaan di Ambalan Bhira SMA Negeri 3 Purwokerto pada masa pandemi Covid-19.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 5 PONOROGO KHOIRIYATUL FARIDA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.739 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.817

Abstract

In essence, every learning process will always be related to the emphasis on mastering certain competencies by students through learning experiences. This implies that in the learning process, learning experiences should be created that are activating students and innovative learning. On the one hand, learning outcomes as a component in learning assessment are not only seen from the number of numbers, but also related to the learning process. If the learning process can run well, the learning outcomes of students can also be better. The results of this Classroom Action Research with two cycles have shown that the application of Problem Based Learning is proven to be able to increase the activity of students which leads to an increase in learning outcomes of Islamic Religious Education and Morals, especially in the Basic Competence of Understanding the Meaning of Manners, Courtesy and Shame in Students. Class IX D SMP Negeri 5 Ponorogo Academic Year 2021 / 2022 . This is based on observations of the learning process which has increased student activity from cycle-1 to cycle-2 and also an increase in student learning outcomes so that classical completeness can be achieved from cycle -1 by 50% to cycle-2 by 88%. ABSTRAKPada hakekatnya setiap proses pembelajaran akan selalu berkaitan dengan penekanan terhadap penguasaan kompetensi tertentu oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. Hal ini mengandung pengertian bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya diciptakan pengalaman belajar yang bersifat mengaktifkan peserta didik dan pembelajaran yang inovatif. Di satu sisi hasil belajar sebagai salah satu komponen dalam penilaian pembelajaran tidak hanya dilihat dari adanya deretan angka , tetapi juga terkait dengan proses pembelajarannya. Jika proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik maka hasil belajar peserta didik juga dapat menjadi lebih baik. Hasil Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus ini telah menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan keaktifan peserta didik yang bermuara pada peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terutama pada Kompetensi Dasar Memahami Makna Tata Krama, Sopan Santun dan Rasa Malu pada Peserta Didik Kelas IX D SMP Negeri 5 Ponorogo Tahun Pelajaran 2021 / 2022 . Hal ini didasarkan pada pengamatan proses pembelajaran yang mengalami peningkatan keaktifan peserta didik dari siklus-1 ke siklus-2 dan juga adanya peningkatan hasil belajar peserta didik sehingga ketuntasan secara klasikal dapat tercapai dari siklus -1 sebesar 50 % ke siklus – 2 sebesar 88%.

Page 2 of 2 | Total Record : 15