cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 3 (2025)" : 7 Documents clear
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 81 PALEMBANG DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Diani, Rahmah Zabita; Andayani, Sighatiah; Monika, Monika; Priana, Elen; Ariska, Esy Salsya
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7649

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of digital literacy at Public Elementary School 81 Palembang within the framework of 21st-century learning. The main issue addressed in this research concerns the need for mastering digital literacy as a fundamental competency that enables students to compete in an era of rapidly advancing information technology. The scope of the study includes educational institution policies, supporting facilities, teachers’ competencies, students’ responses and capabilities, as well as challenges encountered during the implementation of digital literacy. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews and direct observations as data-collection techniques. The findings indicate that Public Elementary School 81 Palembang demonstrates a strong commitment to integrating digital technology into the learning process through supportive policies and the provision of facilities such as Chromebooks and adequate internet access. Teachers show sufficient competence in using digital learning technologies, while students display enthusiasm and benefit from learning through electronic media. The main challenges include variations in digital literacy levels among teachers and students, limited time for guidance, and the need for stronger parental support. Strengthening strategies implemented by the school include professional development programs for teachers, the establishment of an Information and Communication Technology (ICT) team, and active engagement with parents. Overall, the study concludes that the implementation of digital literacy contributes significantly and positively to improving the quality of 21st-century learning at Public Elementary School 81 Palembang, although continuous efforts are still required to address existing challenges. ABSTRAK Kajian ini dimaksudkan untuk menggambarkan penerapan literasi digital di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang dalam kerangka pembelajaran era ke-21. Dasar permasalahan melibatkan perlunya penguasaan literasi digital sebagai kompetensi fundamental bagi peserta didik untuk dapat berkompetisi di era informasi teknologi yang maju dengan cepat. Ruang lingkup kajian mencakup kebijakan institusi pendidikan, sarana penunjang, kemampuan tenaga pengajar, tanggapan serta kapabilitas siswa, dan hambatan yang ditemui dalam implementasi literasi digital. Pendekatan penelitian mengadopsi metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Temuan kajian mengindikasikan bahwa Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang menunjukkan komitmen tinggi melalui kebijakan yang memfasilitasi integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, yang didukung oleh sarana seperti Chromebook dan koneksi internet yang cukup. Para pendidik menunjukkan kompetensi memadai dalam penggunaan teknologi pembelajaran digital, sedangkan peserta didik menunjukkan antusiasme dan mendapatkan manfaat dalam pembelajaran melalui media elektronik. Tantangan utama meliputi variasi tingkat literasi digital di antara guru dan siswa, keterbatasan waktu bimbingan, serta dukungan dari orang tua yang masih memerlukan peningkatan. Strategi penguatan yang diimplementasikan mencakup program pelatihan bagi tenaga pengajar, pembentukan tim Teknologi Informasi dan Komunikasi sekolah, serta interaksi aktif dengan pihak orang tua. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan literasi digital memberikan kontribusi positif yang substansial dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran era ke-21 di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang, meskipun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk menangani hambatan yang ada.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA KELAS IV SD Harahap, Rizki Dwi Aprilia; Purba, Diva Egita; Siburian, Parasina Caroldion Br; Namira, R. Nazra Fitri
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.8217

Abstract

ABSTRACT Understanding plane geometry concepts is one of the basic competencies that must be mastered by elementary school students, particularly those in Grade III, who are at the concrete operational stage of cognitive development. However, in instructional practice, many students experience difficulties in distinguishing types of plane figures and understanding their properties because the material is abstract and teaching methods do not sufficiently involve manipulative activities. This condition indicates the need for concrete learning media that can help students build understanding through direct experience. This article aims to describe the effectiveness of using geoboard media in improving Grade III elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. The method used in writing this article is a literature study combined with simple observations of the learning process involving the use of a geoboard. The study begins with problem identification, followed by the collection of relevant references, observation of learning activities, and descriptive analysis of changes in students’ understanding. The findings indicate that the use of a geoboard helps students understand shapes, sides, angles, and the characteristics of plane figures more concretely because students can directly see and construct the figures. This medium also increases learning motivation, student engagement, and spatial thinking ability. Geoboard is a concrete medium that is effective and appropriate for improving elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. ABSTRAK Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas III, yang berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis bangun datar dan memahami sifat-sifatnya karena materi bersifat abstrak dan metode pembelajaran kurang melibatkan aktivitas manipulatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media geoboard dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur serta pengamatan sederhana terhadap proses pembelajaran yang melibatkan penggunaan geoboard. Penelitian ini diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan referensi yang relevan, pengamatan aktivitas pembelajaran, serta analisis deskriptif terhadap perubahan pemahaman siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan geoboard membantu siswa memahami bentuk, sisi, sudut, dan karakteristik bangun datar secara lebih konkret karena siswa dapat melihat dan membentuk bangun datar secara langsung. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta kemampuan berpikir spasial mereka. Geoboard merupakan media konkret yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VIII Agustina Malan; Eka Adnan Agung; Musdalifah Musdalifah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.6864

Abstract

This research was conducted to examine the differences in students’ learning achievements when applying two cooperative learning models, namely Make a Match and Card Sort. The study employed an experimental design with a quantitative approach and was carried out at SMP Negeri 1 Simbuang during the 2023/2024 academic year. The participants consisted of 23 students, randomly assigned into two groups using a simple lottery technique. The first group was taught through the Make a Match strategy, while the second group received instruction with the Card Sort strategy. Data were gathered using observation, documentation, and achievement tests, and further analyzed with the assistance of SPSS. The findings revealed that students taught through the Make a Match model obtained an average score of 71.27, whereas those taught using the Card Sort model achieved a higher mean score of 86.25. Results of the independent sample t-test indicated a significance value of 0.001, which is lower than 0.005, confirming a statistically significant difference between the two models. Consequently, it can be inferred that the Card Sort model demonstrates greater effectiveness in enhancing the learning performance of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Simbuang compared to the Make a Match model. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan dua model pembelajaran kooperatif, yaitu Make a Match dan Card Sort. Jenis penelitian yang dipakai adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, bertempat di SMP Negeri 1 Simbuang pada Tahun Ajaran 2023/2024. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa yang ditentukan melalui teknik undian sederhana, sehingga terbentuk dua kelompok eksperimen. Kelompok pertama diberi perlakuan dengan model Make a Match, sedangkan kelompok kedua menggunakan model Card Sort. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Make a Match sebesar 71,27, sedangkan siswa yang belajar dengan model Card Sort memperoleh rata-rata 86,25. Uji beda menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,005, menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua model. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Card Sort lebih efektif dibandingkan Make a Match dalam meningkatkan capaian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Simbuang.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 81 PALEMBANG DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Rahmah Zabita Diani; Sighatiah Andayani; Monika Monika; Elen Priana; Esy Salsya Ariska
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7649

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of digital literacy at Public Elementary School 81 Palembang within the framework of 21st-century learning. The main issue addressed in this research concerns the need for mastering digital literacy as a fundamental competency that enables students to compete in an era of rapidly advancing information technology. The scope of the study includes educational institution policies, supporting facilities, teachers’ competencies, students’ responses and capabilities, as well as challenges encountered during the implementation of digital literacy. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews and direct observations as data-collection techniques. The findings indicate that Public Elementary School 81 Palembang demonstrates a strong commitment to integrating digital technology into the learning process through supportive policies and the provision of facilities such as Chromebooks and adequate internet access. Teachers show sufficient competence in using digital learning technologies, while students display enthusiasm and benefit from learning through electronic media. The main challenges include variations in digital literacy levels among teachers and students, limited time for guidance, and the need for stronger parental support. Strengthening strategies implemented by the school include professional development programs for teachers, the establishment of an Information and Communication Technology (ICT) team, and active engagement with parents. Overall, the study concludes that the implementation of digital literacy contributes significantly and positively to improving the quality of 21st-century learning at Public Elementary School 81 Palembang, although continuous efforts are still required to address existing challenges. ABSTRAK Kajian ini dimaksudkan untuk menggambarkan penerapan literasi digital di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang dalam kerangka pembelajaran era ke-21. Dasar permasalahan melibatkan perlunya penguasaan literasi digital sebagai kompetensi fundamental bagi peserta didik untuk dapat berkompetisi di era informasi teknologi yang maju dengan cepat. Ruang lingkup kajian mencakup kebijakan institusi pendidikan, sarana penunjang, kemampuan tenaga pengajar, tanggapan serta kapabilitas siswa, dan hambatan yang ditemui dalam implementasi literasi digital. Pendekatan penelitian mengadopsi metode kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Temuan kajian mengindikasikan bahwa Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang menunjukkan komitmen tinggi melalui kebijakan yang memfasilitasi integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran, yang didukung oleh sarana seperti Chromebook dan koneksi internet yang cukup. Para pendidik menunjukkan kompetensi memadai dalam penggunaan teknologi pembelajaran digital, sedangkan peserta didik menunjukkan antusiasme dan mendapatkan manfaat dalam pembelajaran melalui media elektronik. Tantangan utama meliputi variasi tingkat literasi digital di antara guru dan siswa, keterbatasan waktu bimbingan, serta dukungan dari orang tua yang masih memerlukan peningkatan. Strategi penguatan yang diimplementasikan mencakup program pelatihan bagi tenaga pengajar, pembentukan tim Teknologi Informasi dan Komunikasi sekolah, serta interaksi aktif dengan pihak orang tua. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan literasi digital memberikan kontribusi positif yang substansial dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran era ke-21 di Sekolah Dasar Negeri 81 Palembang, meskipun tetap diperlukan upaya berkelanjutan untuk menangani hambatan yang ada.
ANALISIS TANTANGAN DAN PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA KURIKULUM MERDEKA Adinda Sylviana Ramadhani; Muhammad Suwignyo Prayogo; Avita Qurotul Insiyah; Moch Ridho
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7813

Abstract

ABSTRACT The presence of misconceptions among students regarding the sequence of digestive processes and the functions of major organs indicates that learning about the human digestive system in Grade V at SD NU 07 Tanjung Rejo tends to emphasize memorization rather than conceptual understanding. Based on this problem, this study aims to analyze in depth students’ conceptual understanding of the human digestive system. The research employed a descriptive qualitative method through observation, interviews, and documentation to explore students’ understanding, teachers’ instructional strategies, and classroom learning conditions. The findings reveal that students are able to identify digestive organs and understand basic concepts, yet misconceptions persist, particularly related to chemical digestion and the roles of organs such as the stomach and small intestine. Factors contributing to these misconceptions include limited learning media, the dominance of lecture-based instruction, and low student engagement. These findings highlight the importance of utilizing visual media and experiential learning such as three-dimensional models and animated videos to help students build more accurate mental representations. With the implementation of interactive and contextual learning strategies, elementary students’ conceptual understanding of biology has the potential to improve significantly. ABSTRAK Masih ditemukannya miskonsepsi pada siswa terkait urutan proses pencernaan serta fungsi organ-organ utama menunjukkan bahwa pembelajaran materi sistem pencernaan manusia di kelas V SD NU 07 Tanjung Rejo cenderung menekankan hafalan daripada pemahaman konseptual. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pemahaman konsep siswa pada materi sistem pencernaan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali pemahaman siswa, strategi pembelajaran guru, dan kondisi pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah mengenali organ pencernaan dan memahami konsep dasar, tetapi masih terdapat miskonsepsi terutama pada proses kimiawi serta peran organ seperti lambung dan usus halus. Faktor penyebab munculnya miskonsepsi antara lain keterbatasan media pembelajaran, dominasi metode ceramah, dan rendahnya keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media visual dan pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti model tiga dimensi dan video animasi agar siswa membangun representasi mental yang lebih akurat. Dengan strategi pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, pemahaman konsep biologi siswa sekolah dasar berpotensi meningkat secara signifikan.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yori Resvania; M. Suwignyo Prayogo; Shofiyatus Zakiyyah; Salisatul Mu’awanah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.7980

Abstract

ABSTRACT Science learning in elementary schools ideally provides students with opportunities to explore natural phenomena directly so that scientific concepts can be understood meaningfully. However, classroom practices are still largely dominated by teacher-centered approaches, resulting in limited student engagement in scientific processes and suboptimal development of scientific literacy. This study aims to analyze the effectiveness of interactive learning as a strategy to improve the quality of science learning, particularly in terms of conceptual understanding, science process skills, learning motivation, and scientific literacy among elementary school students. The study employed a systematic review of national literature published between 2015 and 2025 by selecting articles that reported the implementation of interactive learning and its impact on science learning outcomes at the elementary level. Content analysis was conducted to identify types of interventions, variables examined, and the consistency of findings across studies. The results indicate that interactive learning through simple experiments, scientific discussions, interactive multimedia, and augmented reality technologies consistently enhances student engagement, strengthens conceptual understanding, and develops scientific skills and literacy. Therefore, interactive learning is considered relevant to the demands of 21st-century education and competency-based assessments and can be adopted as an effective strategy for teachers to improve the quality of science education in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran IPA di sekolah dasar idealnya memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi fenomena alam secara langsung agar konsep sains dipahami secara bermakna. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih banyak didominasi pendekatan satu arah, sehingga keterlibatan siswa dalam proses ilmiah dan capaian literasi sains belum berkembang secara optimal. Kajian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran interaktif sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran IPA, khususnya dalam aspek pemahaman konsep, keterampilan proses sains, motivasi belajar, dan literasi sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode telaah sistematis terhadap literatur nasional yang terbit pada rentang tahun 2015–2025 dengan menyeleksi artikel yang melaporkan implementasi pembelajaran interaktif dan dampaknya terhadap hasil belajar IPA. Analisis isi dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk intervensi, variabel yang dikaji, serta konsistensi temuan antarstudi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif melalui eksperimen sederhana, diskusi ilmiah, multimedia interaktif, dan teknologi augmented reality secara konsisten meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mengembangkan keterampilan ilmiah dan literasi sains. Dengan demikian, pembelajaran interaktif dinilai relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan asesmen berbasis kompetensi, serta dapat dijadikan strategi efektif bagi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA di sekolah dasar.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA KELAS IV SD Rizki Dwi Aprilia Harahap; Diva Egita Purba; Parasina Caroldion Br Siburian; R. Nazra Fitri Namira
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.8217

Abstract

ABSTRACT Understanding plane geometry concepts is one of the basic competencies that must be mastered by elementary school students, particularly those in Grade III, who are at the concrete operational stage of cognitive development. However, in instructional practice, many students experience difficulties in distinguishing types of plane figures and understanding their properties because the material is abstract and teaching methods do not sufficiently involve manipulative activities. This condition indicates the need for concrete learning media that can help students build understanding through direct experience. This article aims to describe the effectiveness of using geoboard media in improving Grade III elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. The method used in writing this article is a literature study combined with simple observations of the learning process involving the use of a geoboard. The study begins with problem identification, followed by the collection of relevant references, observation of learning activities, and descriptive analysis of changes in students’ understanding. The findings indicate that the use of a geoboard helps students understand shapes, sides, angles, and the characteristics of plane figures more concretely because students can directly see and construct the figures. This medium also increases learning motivation, student engagement, and spatial thinking ability. Geoboard is a concrete medium that is effective and appropriate for improving elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. ABSTRAK Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas III, yang berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis bangun datar dan memahami sifat-sifatnya karena materi bersifat abstrak dan metode pembelajaran kurang melibatkan aktivitas manipulatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media geoboard dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur serta pengamatan sederhana terhadap proses pembelajaran yang melibatkan penggunaan geoboard. Penelitian ini diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan referensi yang relevan, pengamatan aktivitas pembelajaran, serta analisis deskriptif terhadap perubahan pemahaman siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan geoboard membantu siswa memahami bentuk, sisi, sudut, dan karakteristik bangun datar secara lebih konkret karena siswa dapat melihat dan membentuk bangun datar secara langsung. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta kemampuan berpikir spasial mereka. Geoboard merupakan media konkret yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 7