cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 10 Documents clear
EFEKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN SCREENCAST O-MATIC PADA GOOGLE CLASSROOM MATERI BARISAN DAN DERET DIAN PRIYANA NINGRUM
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1315

Abstract

The Google Classroom application is a means for learning and teaching. This application can increase the effectiveness of students and teachers even online. Teachers can create classes, assign assignments, send feedback and view all in one app. That way, learning and teaching communication can run smoothly. In delivering material so that students can see directly the teacher explains, the teacher can use screencast o-matic learning media. This o-matic screencast is in the form of software that can record all e-learning media into a video tutorial where teachers can learn as if they were in class which can be used as learning videos and can be shared through various models. This research is a type of classroom action research (CAR). ). In this research there are two cycles, each cycle consists of 4 stages including: (1) planning stage; (2) implementation stage; (3) observation stage; (4) reflection stage. Data was collected through observation (teachers and students) and learning outcomes tests. Data processing uses data analysis of problem solving abilities, descriptions of teacher activities managing learning and student activities and learning outcomes tests. The results showed that: (1) In the first cycle the learning outcomes of students reached 64.29%, (2) In cycle 2 the learning outcomes were 84.14% who achieved learning completeness. (3) The attendance of students at the first meeting reached 89, 29% % and at the last meeting the attendance of students has reached 92.85%. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the o-matic screencast learning media in Google Classroom improves mathematics learning outcomes in the material of sequences and series in class XI MIPA 3 Years Lesson 2020/2021. ABSTRAKAplikasi Google Classroom menjadi salah satu sarana untuk belajar dan mengajar. Aplikasi ini bisa meningkatkan efektivitas peserta didik serta pengajar walaupun secara daring. Pengajar bisa membuat kelas, memberikan tugas, mengirim masukan dan melihat semua dalam satu aplikasi. Dengan begitu komunikasi belajar dan mengajar bisa lancar. Dalam menyampaikan materi agar peserta didik dapat melihat langsung guru menerangkan maka guru dapat menggunakan media pembelajaran screencast o-matic. Screencast o-matic ini berupa software yang dapat merekam semua media pembelajaran elearning menjadi sebuah video tutorial yang mana guru dapat melakukan pembelajaran seolah-olah didalam kelas yang dapat dijadikan video pembelajaran dan bisa dibagikan melalui berbagai model.Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian ini terdapat dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap diantaranya: (1) tahap perencanaan; (2) tahap pelaksanaan; (3) tahap pengamatan; (4) tahap refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi (guru dan peserta didik) dan tes hasil belajar. Pengolahan data menggunakan analisis data kemampuan pemecahan masalah, deskripsi aktivitas guru mengelola pembelajaran dan sktivitas peserta didik serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada siklus I hasil belajar peserta didik mencapai 64,29%, (2) Pada siklus 2 hasil belajar 84,14 % yang mencapai ketuntasan belajar.(3) Kehadiran peserta didik pada pertemuan 1 mencapai 89,29% % dan pada pertemuan terakhir kehadiran peserta didik sudah mencapai 92,85%.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran screencast o-matic pada google classroom meningkatkan hasil belajar matematika pada materi barisan dan deret dikelas XI MIPA 3 Tahun Pelajaran 2020/2021.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID KELAS V SD NEGERI FATUBAI KECAMATAN INSANA TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA RONI HARIYANTO BHIDJU
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1316

Abstract

This study aims to increase the learning motivation of fifth graders at Fatubai State Elementary School, Insana Tengah District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, for the 2020/2021 Academic Year. The study population used all fifth grade students of SD Negeri Fatubai, Insana Tengah District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, amounting to 12 people. The results of the study explain that 1) Based on the value conversion data in measuring the level of motivation, it shows that; of the number of students 12 people, 6 students have a very high level of motivation in participating in the learning process, 4 students have a good or high level of motivation and 2 students have a fairly good or high level of motivation, with an average level of motivation grade is good or high. 2) Based on the class attendance list, the level of motivation and attendance of students experienced very good results when compared to before the implementation of the actualization. 3) The idea of ??solving the issues arranged in the actualization design is able to increase the learning motivation of the fifth grade students of SDN Fatubai both the level of attendance and participation in the learning process. 4) Implementation of actualization with the idea of ??solving issues not only answers the problem of the low motivation of students to learn, but is also able to increase the awareness of parents/guardians of students towards children's education and is able to improve time discipline for students. 5) The results of actualization activities (Habituation) which are guided by the basic values ??of civil servants have become the basis for changing attitudes and behavior of the author to become a better individual, responsible, able to work together, able to innovate, responsive, caring, disciplined, and better understand the meaning the importance of coordinating not only in the workplace but also in the community and family. 6) The successful implementation of actualization can only be achieved by applying the basic values ??of civil servants and interpreting the position and role of civil servants to the fullest. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar murid kelas V SD Negeri Fatubai Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Pelajaran 2020/2021. Populasi penelitian menggunakan seluruh siswa kelas V SD Negeri Fatubai Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berjumlah 12 orang. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) Berdasarkan data konversi nilai dalam mengukur tingkat motivasi menunjukkan bahwa; dari jumlah peserta didik 12 orang, 6 orang murid memiliki tingkat motivasi sangat tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran, 4 orang peserta didik memiliki tingkat motivasi baik atau tinggi dan 2 orang peserta didik memiliki tingkat motivasi cukup baik atau cukup tinggi, dengan rata-rata tingkat motivasi kelas adalah baik atau tinggi. 2) Berdasarkan daftar hadir kelas, tingkat motivasi dan kehadiran peserta didik mengalami hasil yang sangat baik jika dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan aktualisasi. 3) Gagasan pemecahan isu yang disusun dalam rancangan aktualisasi mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas V SDN Fatubai baik tingkat kehadiran maupun partisipasi dalam proses pembelajaran. 4) Pelaksanaan aktualisasi dengan gagasan pemecahan isu tidak hanya menjawab persoalan tentang rendahnya motivasi belajara murid, tetapi juga mampu meningkatkan kepedulian orang tua/wali peserta didik terhadap pendidikan anak serta mampu meningkatkan disiplin waktu bagi peserta didik. 5) Hasil kegiatan aktualisasi (Habituasi) yang berpedoman pada nilai-nilai dasar PNS telah menjadi dasar perubahan sikap dan perilaku penulis menjadi individu yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, mampu berinovasi, responsif, peduli, disiplin, serta lebih memahami arti pentingnya berkoordinasi bukan hanya ditempat kerja tetapi juga dilingkungan masyarakat dan keluarga. 6) Keberhasilan pelaksanaan aktualisasi hanya dapat tercapai dengan menerapkan nilai-nialai dasar PNS serta memaknai kedudukan dan peran PNS secara maksimal.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MARKET PLACE ACTIVITY PLUS UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM N. UMI KALSUM
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1321

Abstract

This research is motivated by the importance of student learning success as an effort to obtain quality output. Several elements involved in school institutions include principals, teachers, TU staff, and students. From these elements, the competence of teachers in using interesting learning methods is an important aspect to achieve these goals. The problems identified in PAI learning are: There is an assumption that PAI subjects are quite difficult, because there are many memorization and terms; Students' interest and motivation in learning PAI subjects is lacking; Lack of use of appropriate learning techniques, methods, and media by teachers; There are still many student learning outcomes on daily tests that have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM). The purpose of this study was to obtain data and facts regarding the motivation to use learning media using the science market method to increase students' learning motivation in the subject of Islamic Religious Education. This research was carried out through 2 cycles with the planning stage, the acting stage, the observation stage, and the reflection stage. Learning the history of Islamic culture by using the knowledge market (market place activity plus) can increase students' success in mastering the material. The use of this method increases the motivation and activity of students in PAI learning, and also improves the teaching skills of teachers. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keberhasilan belajar siswa sebagai upaya memperoleh output yang berkualitas. Beberapa unsur yang terkait dalam lembaga sekolah diantaranya kepala sekolah, guru, staf TU, dan siswa. Dari unsur-unsur tersebut, kompetensi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang menarik menjadi salah satu aspek yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.Masalah yang diidentifikasi dalam pembelajaran PAI adalah : Adanya anggapan bahwa mata pelajaran PAI cukup sulit, karena banyak hapalan dan istilah; Minat dan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI kurang; Kurangnya penggunaan tehnik, metode, dan media pembelajaran yang tepat oleh guru; Hasil belajar siswa pada ulangan harian masih banyak yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan fakta mengenai motivasi penggunaan media pembelajaran metode pasar ilmu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam . Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus dengan tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan tindakan (acting), tahap pengamatan (observasi), dan tahap refleksi ( reflection). Pembelajaran sejarah kebudayaan Islam dengan menggunakan pasar ilmu (marcet place activity plus) dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam penguasaan materi. Penggunaan metode tersebut meningkatkan motivasi dan aktivitas siswa dalam pembelajaran PAI, dan juga meningkatkan keterampilan mengajar guru.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PTM TERBATAS METI RAHMAWATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1322

Abstract

The lack of learning activities for class VIII-B students at SMPN 2 Jatinangor in face-to-face learning is limited, causing student learning outcomes on the material to be less than optimal. Based on preliminary data, it is known that of all 34 students, there are 15 people or about 48% who have successfully completed their study assignments. The purpose of this study is to increase student learning activities in limited face-to-face learning by applying the discovery learning model. This research was conducted through classroom action consisting of two cycles, each cycle carried out in two meetings. The instrument used was an instrument for observing student learning activities and teacher activities. The results showed that student learning activities after applying the discovery learning model increased, this was indicated by the achievement of indicators of success in this study. The data is supported by student learning activities that are in accordance with the learning syntax. The increase in student learning activities has an impact on increasing student learning outcomes from the acquisition of test results in the first cycle showing the average value reaching 66.50 and increasing in the second cycle to 75.25 with sufficient category. scientific approach can improve student learning activities in science lessons when face-to-face learning is limited. ABSTRAKKurangnya aktivitas belajar siswa kelas VIII-B di SMPN 2 Jatinangor dalam pembelajaran tatap muka terbatas menyebabkan hasil belajar siswa pada materi tekanan zat kurang maksimal. berdasarkan data awal diketahui bahwa dari seluruh siswa yang berjumlah 34 orang, terdapat 15 orang atau sekitar 48% yang berhasil menyelesaikan tugas belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah meningkatnya aktivitas belajar siswa pada pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan model discovery learning. Penelitian ini dilakukan melalui tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus masing masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, Instrumen yang digunakan berupa instrumen observasi aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa setelah menerapkan model discovery learning meningkat, hal ini diindikasikan oleh terlampauinya indikator keberhasilan dalam penelitian ini. Data tersebut didukung dengan aktivitas belajar siswa yang telah sesuai dengan sintak pembelajaran. Peningkatan aktivitas belajar siswa berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dari perolehan hasil tes siklus I menunjukan nilai rata-rata mencapai 66,50 dan meningkat pada siklus II menjadi 75,25 dengan kategori cukup Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pelajaran IPA saat pembelajaran tatap muka terbatas..
RELEVANSI MATERI PEMBELAJARAN DAN PRAKTIK LABORATORIUM DENGAN KEBERHASILAN SISWA SMK DALAM MELAKSANAKAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN I NYOMAN ALIT PUTRA MERTA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1323

Abstract

The field work practice carried out at the SMK level aims to provide an overview and experience to students related to the industrial world which aims to improve students' skills in their fields by applying the materials and practices that have been learned in school at DU/DI and to actualize one form of activity in organizing The Dual System Education Model (PSG) between Vocational Schools and DU/DI Partner Institutions that combines systematically and systemically. This study aims to determine the relevance of learning materials, laboratory practices with students' success in carrying out field work practices. The method used in this study is a survey method using a closed questionnaire using the google form application. The population in this study were all eleventh graders of SMK Negeri 2 Bangli. Competence of Catering Expertise while the sample used in this study was 36 students from a predetermined population. The results of the study indicate that the relevance of learning materials, laboratory practices to the success of students carrying out field work practices in the eleventh grade of SMK Negeri 2 Bangli. These results are obtained from the distribution of research data obtained from 36 students who have answered the given questionnaire stating it is very relevant as many as 6 people (16.7%), 20 people stating it is relevant or 55.6%, students stating quite relevant as much as 10 people (27.8%), and no students stated that they were less relevant and very less relevant (0%). ABSTRAKPraktik kerja lapangan yang dilakukan pada tingkat SMK bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengalaman kepada siswa terkait dengan dunia industri yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa di bidangnya dengan mengaplikasikan meteri maupun praktik yang sudah dipelajari disekolah pada DU/DI serta serta mengaktualisasikan salah satu bentuk aktivitas dalam penyelenggaraan Model Pendidikan Sistem Ganda (PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan DU/DI yang memadukan secara sistematis dan sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi materi pembelajaran, praktik laboratorium dengan keberhasilan siswa dalam melaksanakan praktik kerja lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan angket tertutup dengan menggunakan aplikasi google form. Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas sebelas SMK Negeri 2 Bangli Komptetensi Keahlian Tata Boga sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 siswa dari jumlah populasi yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa relevansi materi pembelajaran, praktik laboratorium dengan keberhasilan siswa melaksanakan praktik kerja lapangan pada kelas sebelas SMK Negeri 2 Bangli Kompetensi keahlian Tata Boga di Kabupaten Bangli tahun ajaran 2021/2022 tergolong relevan. Hasil ini diperoleh dari distribusi data penelitian yang diperoleh dari 36 siswa yang telah menjawab angket yang diberikan yang menyatakan sangat relevan sebanyak 6 orang (16,7%), yang menyatakan relevan sebanyak 20 orang atau 55,6%, siswa yang menyatakan cukup relevan sebanyak 10 orang (27,8%), dan tidak ada siswa yang menyatakan kurang relevan dan sangat kurang relevan (0%).
TEKNIK CLOZE PROCEDURE MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS CAPTION SISWA KELAS XII MIPA-4 SMA NEGERI 3 PURWOREJO SUHARYONO SUHARYONO
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1331

Abstract

This research is motivated by the low level of understanding of the Caption learning concept. The research subjects were students of class XII MIPA-4 SMA Negeri 3 Purworejo, totaling 35 students consisting of 26 female students and 9 male students. The KKM value for English subjects that has been determined is 70. The results show that in the initial state (pre-cycle) an average score of 63.6 is obtained and the percentage of classical completeness achieved is 31% or 14 of 35 students completed while 21 students or 69 The other % have not achieved complete learning. These results indicate that the initial state (pre-cycle) indicators of success have not been achieved. Because students who reach the KKM are only 31%. The highest score is 78.00 and the lowest score is 48 and classical completeness is 31%, so this is still far below the percentage of indicators that have been set, namely the learning outcomes of 80% of students reaching the KKM. To overcome this problem, the author uses the Cloze Procedure technique to improve student learning outcomes in learning English Caption material for class XII MIPA-4 semester 1 SMA Negeri 3 Purworejo students in the 2021/2022 academic year. This study uses a test instrument. The data obtained were analyzed descriptively comparatively to see the students' comprehension ability in writing captions. The results showed an increase in learning outcomes from the original 31% with an average value of 63.6 in the initial test conditions to 80% with an average value of 72.1 in the first cycle and in the second (final) cycle it increased to 94% with a an average of 80.1 after the teacher used the Cloze Procedure technique. Based on the results of this observation, there was an increase in the positive direction up by 49% from 31% in the initial conditions to 80% in the first cycle conditions and in the second cycle it increased by 14% from 80% in the first cycle conditions to 94% in the second cycle conditions. So it can be concluded that the use of the Cloze Procedure technique can improve students' understanding of English learning Caption material. ABSTRAKPenelitian ini diatar belakangi rendahnya tingkat pemahaman konsep pembelajaran Caption. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA-4 SMA Negeri 3 Purworejo yang berjumlah 35 siswa terdiri atas 26 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Nilai KKM mata pelajaran Bahasa Inggris yang telah ditetapkan adalah 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keadaan awal (prasiklus) diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,6 dan persentase ketuntasan klasikal yang tercapai 31% atau 14 dari 35 siswa tuntas sedangkan 21 siswa atau 69% lainya belum mencapai ketuntasan belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa keadaan awal (prasiklus) indikator keberhasilan belum tercapai. Karena siswa yang mencapai KKM hanya 31%. Nilai tertinggi 78,00 dan nilai terendah 48 dan ketuntasan klasikal 31%, maka ini masih jauh di bawah presentase indikator yang telah ditetapkan yaitu hasil belajar 80% siswa mencapai KKM . Untuk mengatasi permasalahan ini penulis menggunakan teknik Cloze Procedure guna meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris materi Caption pada siswa kelas XII MIPA-4 semester 1 SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan instrumen test. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif komparatif untuk melihat kemampuan pemahaman siswa menulis Caption. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar semula 31% dengan nilai rata-rata 63,6 pada kondisi test awal menjadi 80% dengan nilai rata-rata 72,1 pada kondisi siklus I dan pada siklus II (akhir)naik menjadi 94% dengan nilai rata-rata 80,1 setelah guru menggunakan teknik Cloze Procedure . Berdasarkan hasil observasi hal ini terjadi peningkatan kearah positif naik sebesar 49% dari 31% pada kondisi awal menjadi 80% pada kondisi siklus I dan pada siklus II naik sebesar 14% dari 80% pada kondisi siklus I menjadi 94% pada kondisi siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik Cloze Procedure dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris materi Caption.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZZ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MAISYAH MALAYANTI JOHNY
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1332

Abstract

This study aims to determine the use of quizizz learning media will improve the learning outcomes of biology subjects. This research is a class action study. The survey is carried out in two cycles. Each cycle consists of two meetings that go through the stages of planning, execution of actions, observation and reflection. The subjects of the study were students of grade x mipa-3 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, totaling 28 students. The data sources used are informants, places or locations, events, documents, tests or tests, and documentation. For data analysis, using technical quantitative descriptive analysis. The results showed that the biology learning outcomes of class X MIPA-3 students of SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung increased after the application of quizizz learning media. This result is shown by an increase in student learning outcomes in each cycle. The improvement of student learning outcomes is seen from two aspects, namely based on student attendance and student learning outcomes. Student learning outcomes have improved as indicated by an increase in the average score of 60,48 to 74,54 in cycle I and increase to 79,26 in cycle II. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan media pembelajaran quizizz akan meningkatkan hasil belajar mata pelajaran biologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Survei dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas x mipa-3 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung yang berjumlah 28 siswa. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat atau lokasi, peristiwa, dokumen, tes atau pengujian, dan dokumentasi. Untuk analisis data, menggunakan teknis analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa kelas X MIPA-3 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung mengalami peningkatan setelah di terapkannya media pembelajaran quizizz. Hasil ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari dua aspek yaitu berdasarkan kehadiran siswa dan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata 60,48 menjadi 74,54 pada siklus I dan meningkat menjadi 79,26 pada siklus II.
PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MEGA MEGA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1333

Abstract

One of the things that can create an active atmosphere in the learning process is strongly influenced by the use of learning methods, namely the Peer Tutor method. The aims of this study were: 1) To determine the effect of using peer tutoring methods in increasing student learning activities in learning mathematics, 2) Improving student learning outcomes in learning. This research is a classroom action research conducted in 2 cycles. Collecting data in this study using the methods of observation, questionnaires, tests and documentation. Data analysis in the study used descriptive analysis techniques. The results showed that based on observations obtained the average score of student learning activities showed an increase from cycle I to cycle II, namely 2,185 categories enough to be 3,165 good categories. And the increase in student learning outcomes is 33.33% to 70% complete category. The conclusion from the results of this study in general is that the use of peer tutoring methods has been able to increase student learning activities in learning mathematics. ABSTRAKSalah satu hal yang dapat menciptakan suasana aktif dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yaitu dengan metode Tutor Sebaya. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode tutor sebaya dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika, 2) Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, angket, tes dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan hasil pengamatan diperoleh rata-rata skor akrtivitas belajar siswa menunjukan peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 2,185 kategori cukup menjadi 3,165 kategori baik. Dan meningkatnya hasil belajar siswa yaitu 33,33% menjadi 70% kategori tuntas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini secara umum bahwa penggunaan metode tutor sebaya telah dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
PENINGKATAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATERI STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA MICROCAM SITI MARYAM
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1334

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan fakta mengenai meningkatnya keterampilan siswa dengan penggunaan microcam pada materi struktur jaringan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Dalam setiap siklus dilaksanakan tahap-tahap, yaitu : tahap perencanaan (planning), tahap pelaksanaan tindakan (acting), tahap pengamatan (observasi), dan tahap refleksi (reflection). Metode pengumpulan data menggunakan data tes tulis dan pengamatan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian dipantau oleh rekan sekerja sebagai observer, yang mengobservasi instrumen-instrumen aktivitas siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan siswa dalam materi struktur jaringan tumbuhan melalui penggunaan microcam. Dibuktikan dengan terlampauinya batas keberhasilan yang telah ditetapkan. Data tentang keberhasilan ini didukung dengan aktivitas siswa dan guru telah sesuai dengan sintak penerapan media pembelajaran. Siswa lebih termotivasi, lebih terampil dalam pembelajaran merupakan buah pendidikan yang sangat bermakna.Capaian penilaian keterampilan ditunjukkan dengan kemampuan siswa meniru, memanipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi. Kata kunci : keterampilan, psikomotor, mikroskop, biologi   ABSTRACT The purpose of this study was to obtain data and facts about increasing students' skills by using a microcam on plant tissue structure material. This research was conducted using a classroom action research design with two cycles, and each cycle consisted of two meetings. In each cycle carried out the stages, namely: the planning stage (planning), the stage of implementation of the action (acting), the stage of observation (observation), and the stage of reflection (reflection). The data collection method used written test data and observations. Data were analyzed descriptively qualitatively. The study was monitored by colleagues as observers, who observed student and teacher activity instruments. The results showed an increase in students' skills in the material of plant tissue structure through the use of a microcam. Evidenced by exceeding the success limit that has been set. The data about this success are supported by the activities of students and teachers in accordance with the syntax of the application of learning media. Students are more motivated, more skilled in learning is the fruit of a very meaningful education. The achievement of skills assessment is indicated by the ability of students to imitate, manipulate, precision, articulate, and naturalize.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MATERI RANTAI MAKANAN SDN SOCAH 3 ANDIKA ADINANDA SISWOYO; EVI NOVITA SARI; MARIYATUL ULFA; RITMATUL FIGHTIYAH
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i2.1337

Abstract

This classroom action research discusses the Problem Based Learning Model to improve the learning outcomes of fifth graders with food chain material content. In the application by using this learning model students will be asked to solve problems in learning activities. As for the syntax in problem-based learning, namely: directing students to problems, organizing students to learn, investigating individuals and groups, developing works and presenting works, as well as analyzing and developing problem solving processes. Based on the results of the data analysis that the researchers have done, the data shows that there is an increase in the average value at the stage carried out in the first cycle, which is 58.5 to 77.2 in the second cycle stage and the percentage of mastery learning increases to 80%. Learning observation activities carried out by observers in terms of understanding and student learning activities became very good. So with these results, it is hoped that this learning model can be applied as a reference learning model for learning activities in the classroom. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas (PTK) ini membahas tentang Model Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dengan muatan materi rantai makanan. Pada penerapan dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa akan di minta untuk menyelesaikan masalah di dalam kegiatan pembelajaran. adapun sintak pada pembelajaran berbasis masalah yakni: orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu dan kelompok, mengembangkan karya dan menyajikan karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Berdasarkan hasil analisis data yang telah peneliti lakukan di peroleh data bahwasanya adanya peningkatan dari nilai rata-rata pada tahap yang dilakukan pada siklus 1 yakni 58,5 menjadi 77,2 pada tahap siklus 2 serta prsentasi ketuntasan belajar menjadi meningkat yakni menjadi 80%. Kegiatan observasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh observerpun dari segi pemahaman serta aktivitas belajar siswapun menjadi sangat baik. Maka dengan hasil tersebut diharapkan model pembelajaran ini bisa diterapkan sebagai reverensi model pembelajaran untuk kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10