cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2023)" : 5 Documents clear
TERAPI SENI PADA PASIEN DALAM PERAWATAN PALIATIF: SEBUAH LAPORAN KASUS WAHYUDIANTO, NUR; ARIANI, NI KETUT PUTRI; WARDANI, IDA AJU KUSUMA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i2.2575

Abstract

Palliative care is a medical approach that aims to improve the quality of life of patients facing serious and incurable illnesses. Communication and expression of emotions in patients in palliative care is often a challenge. Art therapy has gained attention as an additional approach to helping patients overcome communication difficulties and express feelings. A 39 year old man suffering from advanced cancer. During hospitalization, patients often look sad, anxious and irritable. The art therapy chosen by the patient was drawing using drawing books and colored pencils as media. Art therapy sessions help patients feel calmer and reduce anxiety related to palliative care. The application of art therapy results in a marked improvement in the patient's ability to communicate and express emotions. Patients engage in various artistic media to convey feelings and thoughts that were previously difficult to articulate verbally. Art therapy has the potential to improve communication and emotional expression in patients undergoing palliative care. This approach can be an important complement to holistic care for patients with serious illnesses. ABSTRAKPerawatan paliatif merupakan pendekatan medis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menghadapi penyakit serius dan tidak dapat disembuhkan. Komunikasi dan ekspresi emosi pada pasien dalam perawatan paliatif sering kali menjadi tantangan. Art therapy telah mendapatkan perhatian sebagai pendekatan tambahan dalam membantu pasien mengatasi kesulitan komunikasi dan mengungkapkan perasaan. Seorang laki-laki berusia 39 tahun yang menderita kanker stadium lanjut. Selama dirawat di rumah sakit, pasien sering terlihat sedih, cemas dan mudah tersinggung. Art therapy yang dipilih oleh pasien adalah menggambar dengan media berupa buku gambar dan pensil warna. Sesi art therapy membantu pasien merasa lebih tenang dan mengurangi kecemasan terkait perawatan paliatif. Penerapan art therapy menghasilkan peningkatan yang nyata dalam kemampuan pasien untuk berkomunikasi dan mengekspresikan emosi. Pasien terlibat dalam berbagai media seni untuk menyampaikan perasaan dan pikiran yang sebelumnya sulit diartikulasikan secara verbal. Art therapy memiliki potensi untuk meningkatkan komunikasi dan ekspresi emosi pada pasien yang menjalani perawatan paliatif. Pendekatan ini dapat menjadi pelengkap penting dalam perawatan holistik bagi pasien dengan penyakit serius.
KEPATUHAN PENDERITA STROKE YANG MENGALAMI IMOBILISASI TERHADAP CAREGIVER DAN TATALAKSANA STROKE DI RUMAH TUNIK, TUNIK
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i2.2586

Abstract

Stroke is a cerebrovascular disease that not only causes death but also long-term disability. Such disability is not only physical but also mental, especially for those in the productive age group. Following the treatment process, both in the hospital and at home, it is essential for patient recovery. This study aimed to analyze the compliance of immobilized stroke patients in managing their condition at home, as well as their compliance with caregivers. The research adopts a qualitative approach with an action research method. The sample comprises 15 recurrent stroke patients who are immobilized, selected through purposive sampling in the Stroke Unit Room of Dr. Soedomo Hospital, Trenggalek. The author conducted in-depth interviews to identify the needs required to care for post-hospital stroke patients at home and their compliance during stroke. Based on the findings from seven cycles of research stages and four meetings with patients, the researchers developed modules and provided education. The study revealed that before education, stroke patients' compliance was influenced by a lack of knowledge, customs, culture, information, and learning. Meanwhile, after receiving education, patient compliance was influenced by the experience of illness and trauma, support needs, habits, motivation, and the roles of others. ABSTRAKStroke adalah suatu penyakit cerebrovaskuler dimana selain menyebabkan kematian, stroke menimbulkan kecacatan jangka panjang, kecacatan akibat stroke bukan hanya cacat fisik semata, namun juga cacat mental, terutama pada usia produktif. Kepatuhan pasien dalam mengikuti proses perawatan baik di Rumah sakit maupun di Rumah sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis kepatuhan pasien stroke yang mengalami imobilisasi dalam tatalaksana pasien stroke di rumah, dan kepatuhan pasien terhadap caregiver di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan action research. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 penderita stroke berulang dengan imobilisasi. Sampel diambil dengan pendekatan purposive sampling di Ruang Unit Stroke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Partisipan dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan untuk proses perawatan pasien post hospital di rumah, serta kepatuhan mereka selama mengalami stroke. Peneliti melakukan action berupa membuatkan modul dan memberikan edukasi berdasarkan hasil wawancara mendalam yang dilakukan melalui 7 siklus tahapan penelitian dan 4 kali pertemuan dengan pasien. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan penderita stroke sebelum diberikan edukasi dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu kurang pengetahuan; kenyamanan, kebiasaan dan budaya; kurang informasi, kurang belajar; dan kestersediaan informasi. Kepatuhan pasien setelah diberikan edukasi dipengaruhi oleh factor pengalaman sakit dan trauma; memutuhkan dukungan, kebiasaan; motivasi; dan memutuhkan peran orang lain.
PEMANFAATAN OBAT BAHAN ALAM SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 INDRIANI, LELLA RITA; K.N, LIA ARDIANA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i2.2608

Abstract

The Health System was not ready when COVID-19 hit Indonesia, thereby contributing to disease transmission and increasing mortality. Various biodiversity in indonesia has the potential to developed into natural medicine products as an alternative therapy for COVID-19. Herbal/ Jamu drinks culture has used by Indonesian people, so in this research, an assessment was carried out of its use as an alternative therapy for COVID-19 and its impact on social culture, health, and the economy through a review of primary data (registered product registration) and secondary data. The research results showed an increase in self-medication during the pandemic of 15.9% (p>0.05) by purchasing herbal medicine products. High public interest is indicated by increasing registration of natural medicinal products by 9.29% (2019), 23.41% (2020), and 17.00% (2021), especially for maintaining the immune system products. SMEs in Natural medicines grew well during the pandemic compared to most industries in other sectors, by +8.48% (2019) and +9.39% (2020). Conclusion that the use of natural medicines to maintain the immune system as an alternative therapy for COVID-19 has increased, improving the quality of health through sociocultural changes with a positive lifestyle “back to nature” and a positive economic impact. ABSTRAKSistem Kesehatan tidak siap saat Covid-19 melanda Indonesia, sehingga berkontribusi pada penularan penyakit dan meningkatnya mortalitas. Aneka biodiversitas di Indonesia berpotensi dikembangkan menjadi produk Obat Bahan Alam sebagai alternatif terapi COVID-19. Budaya Sehat Jamu sebagai bagian dari Obat Bahan Alam sendiri sudah tidak asing digunakan oleh Masyarakat Indonesia, sehingga pada penelitian ini dilakukan pengkajian pemanfaatannya sebagai alternatif terapi COVID-19 dan dampaknya terhadap sosial budaya, kesehatan dan ekonomi melalui reviu data primer (registrasi produk terdaftar) dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan peningkatan pengobatan mandiri selama pandemi sebesar 15,9% (p>0,05) dengan membeli produk jamu.  Tingginya minat Masyarakat ditandai dengan peningkatan produk registrasi obat bahan alam sebesar 9,29% (2019), 23,41% (2020), dan 17,00% (2021) terutama untuk produk memelihara daya tahan tubuh. Obat bahan alam memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi UMKM yang bertumbuh baik +8,48% (2019) dan +9,39% (2020) pada masa pandemi dibandingkan industri di sektor lainnya. Disimpulkan bahwa pemanfaatan obat bahan alam untuk memelihara daya tahan tubuh sebagai alternatif terapi Covid -19 meningkat sebagai  upaya memperbaiki kualitas kesehatan (well-being) melalui perubahan sosial-budaya dengan gaya hidup positif kembali ke alam dan dampak ekonomi yang positif.
PERAN KEDOKTERAN REHABILITASI PADA PASIEN DENGAN PERAWATAN PALIATIF SILAKARMA, DEDI; SUMINAR, THERESIA ELISABETH LINTANG
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i2.2609

Abstract

Rehabilitation medicine is a multidisciplinary field aimed at enhancing patients' quality of life by improving their function. Patients receiving palliative care often experience symptoms such as fatigue, decreased functional independence, mood disturbances, pain, and breathlessness. Many rehabilitation interventions can ameliorate these symptoms. The aim of this research is to evaluate the scope and effectiveness of rehabilitation interventions and exercise programs that can enhance the quality of life and alleviate existing symptoms in palliative care patients. The research method involves a literature review on the topic and cancer rehabilitation techniques specifically applied to patients with limited life expectancy. The impact of exercises and other rehabilitation interventions on the common symptoms and disabilities experienced by this patient population is analyzed. Current available literature supports the use of exercise programs and rehabilitation interventions to improve fatigue, mood, functional independence, breathlessness, and pain. Rehabilitation practitioners and palliative care providers share common goals in their approach to patients and complement each other. Palliative care providers should consider referrals to physiotherapy (physical medicine and rehabilitation) to help optimize patients' quality of life. ABSTRAKKedokteran rehabilitasi merupakan bidang multidisiplin yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan meningkatkan fungsi. Pasien dengan perawatan paliatif sering mengalami gejala seperti kelelahan, penurunan kemandirian fungsional, gangguan mood, nyeri, dan sesak napas. Banyak intervensi rehabilitasi dapat memperbaiki gejala ini. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi ruang lingkup dan efektivitas intervensi rehabilitasi dan program latihan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki gejala yang ada pada pasien paliatif. Metode penelitian ini dengan Tinjauan literatur tentang topik dan teknik rehabilitasi kanker yang secara khusus diterapkan pada pasien dengan waktu hidup yang terbatas. Latihan dan intervensi rehabilitasi lainnya dianalisis pengaruhnya terhadap gejala umum dan kecacatan yang dialami oleh populasi pasien ini. Literatur yang tersedia saat ini mendukung penggunaan program latihan dan intervensi rehabilitasi untuk memperbaiki kelelahan, mood, kemandirian fungsional, sesak napas, dan nyeri. Praktisi Rehabilitasi dan perawatan paliatif memiliki tujuan yang sama dalam pendekatan terhadap pasien dan saling melengkapi satu sama lain. Penyedia perawatan paliatif harus mempertimbangkan rujukan ke fisioterapi (kedokteran fisik dan rehabilitasi) untuk membantu mengoptimalkan kualitas hidup pasien.
REGULASI IKLAN DI INDONESIA SEBAGAI MEDIA PROMOSI OBAT TRADISIONAL, OBAT KUASI DAN SUPLEMEN KESEHATAN VERATRISNA, VERATRISNA; NURFITRI, NURFITRI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v2i2.2648

Abstract

Advertisements for traditional medicine, quasi drug, and health supplements have a significant impact on society, both positively and negatively. The information presented in advertisements needs to be tailored to the general public's ability to assess symptoms they may be experiencing. It is essential to ensure that the information conveyed in advertisements is objective, comprehensive, and not misleading to protect the public from the excessive and incorrect use of products. Based on the supervision results of the Food and Drug Administration from 2019 to 2022, violations of advertisements for traditional medicine, quasi drug, and health supplements, known as Non-Compliance with Provisions (TMK), continue to occur from year to year. Therefore, a search of primary and secondary literature related to regulations on advertising, both nationally and internationally, is conducted to compare whether advertising regulations in Indonesia are sufficient to protect the public in choosing traditional medicine, quasi-drug, and health supplements. The current regulation governing advertising, especially for Traditional Medicine, Quasi-Drug, and Health Supplements, is the Food and Drug Administration Regulation Number 34 of 2022 concerning the Supervision of Advertising for Traditional Medicine, Quasi-Drug, and Health Supplements. This regulation can still serve as a guide in the preparation of advertisements as it has detailed provisions regarding advertising. Oversight related to advertisements can be enhanced by optimizing assistance in advertisement preparation, socialization, workshops, and technical guidance to ensure that the public is protected in choosing products that are safe, high-quality, and effective. ABSTRAKIklan obat tradisional, obat kuasi dan suplemen kesehatan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat baik secara positif maupun negatif. Informasi yang ada di iklan perlu disesuaikan dengan kemampuan masyarakat awam dalam menilai suatu gejala penyakit yang mereka rasakan. Perlu dipastikan informasi yang disampaikan di iklan harus obyektif, lengkap dan tidak menyesatkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan produk yang berlebihan dan tidak benar. Berdasarkan hasil pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan dari tahun 2019 hingga 2022 menunjukkan pelanggaran iklan obat tradisional, obat kuasi dan suplemen kesehatan atau dikenal dengan istilah pengawasan iklan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) masih terjadi dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dilakukan penelusuran pustaka primer dan sekunder terkait regulasi mengenai Periklanan baik nasional maupun internasional untuk membandingkan apakah regulasi iklan di Indonesia sudah cukup melindungi masyarakat dalam pemilihan produk obat tradisional, obat kuasi dan suplemen kesehatan. Regulasi yang mengatur mengenai periklanan khususnya untuk Obat Tradisional, Obat Kuasi dan Suplemen Kesehatan yang saat ini berlaku adalah Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 34 tahun 2022 tentang Pengawasan Periklanan Obat Tradisional, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan. Regulasi tersebut masih bisa dijadikan panduan dalam penyusunan iklan karena telah mengatur secara detail terkait iklan. Pengawasan terkait iklan dapat dilakukan dengan mengoptimalisasi pendampingan penyusunan iklan, sosialisasi, workshop dan bimbingan teknis sehingga masyarakat terlindungi dalam pemilihan produk yang aman, bermutu dan berkhasiat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5