cover
Contact Name
-
Contact Email
filantropi.mazawa20@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
filantropi.mazawa20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
ISSN : 27235416     EISSN : 27235424     DOI : 10.22515/finalmazawa
Core Subject : Science,
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf publishes qualified articles both conceptual and research results in islamic philanthropic studies (Zakat, Waqf, Infaq and Shodaqah).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi" : 6 Documents clear
PERAN UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) IAIN MADURA TERHADAP KEMISKINAN SOSIAL SEKITAR Syafiie, Suaidi
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.413 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2613

Abstract

Zakat was a rather interesting discussion by economists in developing social islamic financial institutions. This is not a part of zakat's role in the past that really felt good in the era of Rasulullah, Khulafaur Rasyidin and up to Umar bin Abdul Aziz. That umar bin abdul aziz's era claimed to prosper the zakat factor was distributed to a maximum in his era. Therefore, Indonesia's important state as Muslim majority develop a professional zakat. This can start at any point, any region, including the campus code drovers. This work was done to facilitate the paperwork for baznas and laznas to endure. For example, with zakat (UPZ) collection unit under the institution, for example UPZ IAIN Madura, that maximum and optimally fundraising duty. This research used descriptive motode to explore and discover data as to how much UPZ lAIN Madura plays in helping the mustahik. The other role is to minimize the poverty of college students. The UPZ lAIN Madura has at least aided 35 other students of madura with the UPZ lAIN Madura scholarship program by offering educational help to the students who have been allegedly qualified to pass the malacca lAIN Madura selection.   Zakat merupakan pembahasan yang cukup menarik dibahas oleh para pemerhati ekonomi dalam mengembangkan lembaga keuangan Islam berbasis sosial. Hal ini tidak lepas dari peran zakat dalam sejarah di masa lalu yang sangat terasa perannya baik di era Rasulullah, khulafaur rasyidin dan sampai Umar bin Abdul Aziz. Negara yan dipimpin Umar bin Abdul Aziz diklaim makmur faktor zakat didistribusikan secara maksimal di era itu. Oleh karena itu, penting negara Indonesia ini sebagai muslim mayoritas mengembangkan zakat secara profesional. Hal ini bisa dimulai dari semua titik wilayah, termasuk lembaga penggerak zakat dalam naungan kampus. Perkara ini dilakukan dalam rangka mempermudah tugas yang ditanggung BAZNAS dan LAZNAS. Misalnya dengan adanya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada dibawah naungan institusi, seperti UPZ IAIN Madura, sehingga tugas pengumpulan dana zakat berjalan secara maksimal dan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali dan menemukan data terkait seberapa besar peran UPZ IAIN Madura dalam membantu para mustahik. Peran lain adalah untuk meminimalisir angka kemiskinan mahasiswa yang masuk kategori miskin di kampus. UPZ IAIN Madura setidaknya telah membantu 35 mahasiswa IAIN Madura dengan program beasiswa UPZ IAIN Madura dengan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang telah dinayatakan lolos seleksi beasiawa UPZ IAIN Madura.
INTEGRASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN ZAKAT MAAL PADA PERUSAHAAN Firmansyah, Kholis
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.991 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2745

Abstract

Companies in Indonesia are responsible for contributing to the state and society, including providing Corporate Social Responsibility (CSR) funds according to the constitution UU No.40 Tahun 2007, pay taxes according to the constitution UU No.36 tahun 2008 and pay zakat according to the constitution UU No.23 Tahun 2011 (for Muslim-owned companies). so, the company has three obligations, namely : issuing CSR, paying taxes and zakat. In this case the author will examine how the implementation of PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. in integrating the obligation to channel CSR funds with Zakat Maal. This research is a qualitative research, with an exploration method, and is descriptive in nature. Methods of data collection by means of observation, interview, focus group discussion and documentation. And the data analysis method used in this research is descriptive analysis method. The result of this research is PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Sidoarjo integrates the obligation to issue Corporate Social Responsibility (CSR) funds and Zakat Maal by calculating: 3% x (Current Assets - Accounts Payable). Then from the 3%, 2% is allocated in the CSR program and 1% is allocated in the Zakat Maal program. Then distributed to the community with partnership, education, health, social and religious programs.
MANAJAMEN ISTIBDAL ATAS ASET WAKAF SEBAGAI PEMBANGUNAN EKONOMI Arifin, Nur Rachmat; Muhtadi, Ridan; Aziz, Abd
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.256 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2766

Abstract

Abstract This paper is to formulate a model through which Istibdal management can increase waqf assets more productively and as economic development. This model is built on the basis of understanding the concept of waqf, learning from past and present waqf institutions and addressing the issue of waqf in Indonesia. This research uses descriptive qualitative research with the library research method. This study uses secondary data from the Indonesian Waqf Board (BWI), books, journals, bulletins, government reports and websites. The whole process can be managed by a waqf institution as a waqf nazdir which collaborates to be supervised by BWI (Indonesian Waqf Agency) in using waqf assets in accordance with syaraih principles and as economic development. This research shows how Istibdal management can assist the Government of Indonesia in economic development with mixed public goods and public goods. This implies an alternative source of funding for Development. The application of the concept of waqf can learn and adapt from the model developed in this paper. This paper attempts to revive the function of waqf as a provider of diverse public goods and public goods from Islamic history. Incidentally, this paper also introduces waqf as economic development in Indonesia. Abstrak Paper ini adalah untuk merumuskan model melalui manajamen Istibdal dapat meningkatkan aset wakaf lebih produktif dan sebagai pembangunan ekonomi. Model ini dibangun atas dasar pemahaman konsep wakaf, belajar dari lembaga wakaf dari masa lalu dan sekarang dan menangani masalah perwakafan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan atau library research. Penelitian ini menggunakan data sekunder berasal dari Badan Wakaf Indoneisa (BWI), buku, Jurnal, buletin, laporan pemerintah dan website. Proses keseluruhan dapatdikelola oleh lembaga wakaf sebagai nazdir wakaf yang bekerjasama diawasi BWI (Badan Wakaf Indonesia) dalam menggunakan harta wakaf sesuai dengan kaidah syaraih dan sebagai pembangunan ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bagaimana manajamen Istibdal dapat membantu Pemerintah Indonesia dalam pembangunan ekonomi dengan barang publik dan barang publik campuran. Ini secara tidak langsung menunjukkan alternatif sumber pendanaan untuk Pembangunan. Penerapan konsep wakaf dapat belajar dan beradaptasi dari model yang dikembangkan dalam paper ini. Tulisan ini mencoba untuk menghidupkan kembali fungsi wakaf sebagai penyedia barang publik dan barang publik yang beragam dari sejarah Islam. Secara tidak sengaja, makalah ini juga memperkenalkan wakaf sebagai pembangunan ekonomi di Indonesia.
KONSEP PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF BERDASARKAN INDEKS DESA ZAKAT DI DESA CUPAK, KABUPATEN JOMBANG Wahyuningsih, Tri; Ni’mati Rahmatika, Arivatu; Ashlihah, Ashlihah
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.813 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2810

Abstract

Abstract Cupak Village is one of the villages located in Ngusi sub-district, Jombang district which has natural potential and good agricultural products but is still a disadvantaged village. Cupak Village is a village located on Mount Pucangan, with a cool natural panorama and historical sites that characterize this village.Researchers are interested in analyzing the right form of concept offer to be applied in Cupak village according to the community background using the BAZNAS instrument in the Zakat Community Devlopment program.This research uses exploratory research. The approach used is a qualitative approach. The data were collected by means of direct surveys, as well as interviews obtained from the informants.Who understands the situation of Cupak Village.And the IDZ calculation data from the thesis conducted by researchers in Cupak Village got a value of 0.15 which describes the condition of the Cupak village is not good and is very prioritized for development. The right concept offer is the Qardh Al Hasan farmer program and Qard Al Hasan UKM, where the two programs are in accordance with the results of IDZ calculations through direct surveys with Village and community officials, so that the concept proposition is appropriate. Abstrak Desa Cupak merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang yang memiliki potensi alam dan hasil pertanian yang baik namun masih masuk desa tertinggal. Desa Cupak merupakan desa yang berada di Gunung Pucangan, dengan panorama alam sejuk dan peninggalan situs sejarah yang menjadi ciri khas desa ini. Peneliti tertarik untuk menganalisis bentuk tawaran konsep yang tepat untuk diterapkan di Desa Cupak sesuai dengan latar belakang masyarakat menggunakan instrumen BAZNAS dalam program Zakat Community Development, yang merupakan program dengan tujuan untuk membantu masyarakat desa dalam meningkatkan kesejahteran secara material dan spiritual dengan menggunakan IDZ. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif . Data-data dikumpulkan dengan carasurvei secara langsung, serta wawancara yang didapat dari narasumber yang memahami keadaan Desa Cupak. Dan data hasil perhitungan IDZ dari skripsi yang dilakukan peneliti di Desa Cupak mendapatkan nilai sebesar 0,15 yang mengambarkan keadaan Desa Cupak tidak baik dan sangat diprioritaskan untuk dibantu. Tawaran konsep yang tepat diterapkan adalah program Qardh al-hasan petani dan program Qard al-hasan UKM, dimana kedua program tersebut sesuai dengan hasil perhitungan Indeks Desa Zakat (IDZ) melalui survey langsung dengan perangkat Desa Cupak dan masyarakat , sehingga tawaran konsep tersebut tepat diaplikasikan.
IDENTIFIKASI KENDALA DALAM STRATEGI FUNDRAISING WAKAF ONLINE DI GLOBAL WAKAF SURAKARTA Karnawijaya, Ning; Maharani, Deshinta
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.307 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2844

Abstract

Fundraising is an important activity in maintaining the sustainability of a waqf institution. Based on field data from observations and interviews, as well as various literatures, this study aims to identify the constraints in the online waqf fundraising strategy at Global Wakaf Surakarta and the efforts that can be made in dealing with these constraints. The analysis was carried out with a qualitative descriptive approach. Fundraising constraints faced by the Global Wakaf Surakarta institution are when the fundraising objectives have not been maximally realized, namely the inadequate method of collecting funds, there are still few wakifs who make donations, lack of ability to improve the image of waqf institutions, and lack of ability to maintain continuity of wakifs. Constraints in the fundraising strategy are also seen in the application of fundamental principles, namely the lack of ability to ask the community to act as wakif, lack of capacity to expand relationships and networks, the lack of ability to sell products / programs offered, and the difficulty of increasing public trust to be donated in the Global Wakaf Surakarta institute. Strategies that can be carried out to deal with fundraising constraints in Global Wakaf Surakarta are to pay attention the fundamental elements, namely meeting wakif needs, product development (programs), promotion with a wider reach, and maintaining or increasing the number of regular wakifs so that the program that has not yet been implemented immediately. Fundraising merupakan kegiatan penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah lembaga wakaf. Berbasis pada data lapangan dari hasil observasi dan wawancara, serta berbagai literature, kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala dalam strategi fundraising wakaf online di Global Wakaf Surakarta dan upaya yang dapat dilakukan dalam menangani kendala-kendala tersebut. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kendala-kendala fundraising yang dihadapi lembaga Global Wakaf Surakarta adalah ketika tujuan fundraising belum terwujud secara maksimal yaitu belum maksimalnya cara pengumpulan dana, masih sedikitnya wakif yang melakukan donasi, kurangnya kemampuan dalam peningkatan citralembaga wakaf, dan kurangnya kemampuan dalam menjaga kontinuitas donatur. Kendala-kendala dalam strategi fundraising juga terlihat pada penerapan prinsip-prinsip fundraising yaitu kurangnya kemampuan untuk meminta masyarakat sebagai wakif, kurangnya kapasitas dalam memperluas relasi dan jaringan, masih minimnya kemampuan dalam menjual produk/program yang ditawarkan, dan sulitnya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berwakaf di lembaga Global Wakaf Surakarta. Strategi yang dapat dilakukan guna menghadapi kendala-kendala fundraising di Global Wakaf Surakarta adalah dengan memperhatikan unsur-unsur fundraising yaitu dengan pemenuhan kebutuhan wakif, pengembangan produk (programprogram), promosi dengan jangkauan yang lebih luas, dan maintance atau perbanyak donatur tetap agar program yang belum berjalan segera terlaksana.
DAMPAK ZAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MUSTAHIQ BERDASARKAN INDEKS KESEJAHTERAAN BAZNAS (Studi pada Mustahiq Penerima Bantuan Zakat dalam Program Karanganyar Makmur di BAZNAS Kabupaten Karanganyar) Agustin, Leny
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.355 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2950

Abstract

Abstract This study intends to examine the impact of zakat empowerment on the welfare level of mustahik with the main issues are, (1) how is the impact of zakat empowerment on the level of material and spiritual well-being based on the CIBEST Index, (2) how is the impact of zakat empowerment on the level of education and health of mustahiq based on the Human Development Index. , (3) what is the impact of zakat empowerment on the level of independence of mustahiq after receiving zakat assistance based on the Independence Index, (4) how is the impact of zakat empowerment on the welfare of mustahiq in BAZNAS Karanganyar Regency based on the BAZNAS Welfare Index. The purpose of this study was to determine the impact of zakat empowerment on the level of material, spiritual welfare of the mustahiq household, the level of education and health of the mustahiq, recipients of zakat assistance from BAZNAS Karanganyar Regency. The results showed that there was an impact of zakat empowerment on material, spiritual, educational, health and household independence of mustahiq before and after receiving zakat assistance. Based on the BAZNAS Welfare Index, the number of mustahiq households in quadrant I, from 19 to 46, and a decrease in the number of households in quadrant II, from 52 to 25. There were 27 households that experienced an increase in material value. Increase material well-being by 38% and spiritual well-being by 0,5%. The Human Development Index shows a scale of 3, which means that mustahiq are able to get a good education and health. Independence Index after receiving the zakat empowerment program which shows a scale of 4 which is strong. Abstrak Penelitian ini bermaksud mengkaji dampak pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan mustahiq dengan pokok permasalahan adalah, (1) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat kesejahteraan material dan spiritual berdasarkan Indeks CIBEST, (2) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat pendidikan dan kesehatan mustahiq berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia, (3) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat kemandirian mustahiq pasca menerima bantuan zakat berdasarkan Indeks Kemandirian, (4) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan mustahiq di BAZNAS Kabupaten Karanganyar berdasarkan Indeks Kesejahteraan BAZNAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampakpemberdayaan zakat terhadap tingkat kesejahteraan material, spiritual rumah tangga mustahiq, tingkat pendidikan dan kesehatan mustahiq, penerima bantuan zakat BAZNAS Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak dari pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan material,spiritual, pendidikan, kesehatan, dan kemandirian rumah tangga mustahiq sebelum dan sesudah menerima bantuan zakat. Berdasarkan Indeks Kesejahteraan BAZNAS, jumlah rumah tangga mustahiq pada kaudran I yang semula 19 menjadi 46 rumah tangga dan terjadi penurunan jumlah rumah tangga pada kuadran II yang semula 52 rumah tangga menjadi 25 rumah tangga. Terdapat 27 rumah tangga yang mengalami kenaikan secara material value. Terjadi peningkatan kesejahteraan material sebesar 38% dan kesejahteraan spiritual 0,5%. Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan skala 3 yang artinya mustahiq mampu memperoleh pendidikan dan kesehatan dengan baik. Indeks Kemandirian pasca menerima program pemberdayaan zakat yang menunjukkan skala 4 yaitu kuat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6