cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember" : 5 Documents clear
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI (INFORMATION SEEKING BEHAVIOUR) GURU BESAR IAIN ANTASARI BANJARMASIN Ahmad Syawqi; Moch. Isra Hajiri
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi (information seeking behaviour) guru besar IAIN Antasari Banjarmasin meliputi: bagaimana gambaran kebutuhan informasi para guru besar, sumber informasi yang mereka gunakan, kendala-kendala yang sering dihadapi dalam pencarian informasi tersebut dan bagaimana cara mereka mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi para guru besar IAIN Antasari adalah yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai dosen yang melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, mereka sebagai guru besar juga memiliki kewajiban khusus meliputi menyebarluaskan gagasan, menghasilkan karya ilmiah dan menulis buku dalam waktu tiga tahun. Sumber informasi yang mereka gunakan sebagai rujukan adalah: buku/kitab milik pribadi, perpustakaan, toko buku, koran dan televisi, internet, jurnal, ebook, sosial media. Adapun kendala yang dihadapi para guru besar IAIN Antasari adalah terutama dalam hal mengakses jurnal-jurnal online. Untuk mengatasinya mereka meminta bantuan kepada orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman dan anak buah. Kata kunci: perilaku pencarian informasi, guru besar
MENJADI PUSTAKAWAN YANG TERAMPIL DAN BERETIKA Laila Rahmawati
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1611

Abstract

Kunci pemberdayaan perpustakaan di abad teknologi terletak pada kemampuannya mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menanggapi dengan cepat perubahan kebutuhan pemustaka. Dalam menjalankan tugasnya, pustakawan perlu memiliki kemampuan khusus, yaitu kompetensi profesional dan kompetensi personal. Kompetensi profesional menyangkut: pengetahuan yang dimiliki pustakawan khusus dalam bidang sumber daya informasi, akses informasi teknologi, manajemen dan riset, serta kemampuan untuk menggunakan bidang pengetahuan sebagai basis dalam memberikan layanan perpustakaan dan informasi. Adapun kompetensi personal meliputi: keterampilan dan keahlian, sikap dan nilai yang memungkinkan pustakawan bekerja secara efisien, menjadi komunikator yang baik, selalu mempunyai semangat untuk terus belajar sepanjang karirnya, dapat mendemonstrasikan nilai tambah atas karyanya, dan selalu dapat bertahan dalam dunia kerja yang baru. Selain berbagai kompetensi tersebut pustakawan perlu bermoral dan berakhlak mulai, menerapkan kode etik profesi perpustakaan dalam menjalankan aktivitasnya sebagai pustakawan.   Kata Kunci: pustakawan, terampil, beretika
KOMPETENSI PUSTAKAWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA YANG DIPERSYARATKAN MAMPU BERSAING DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) Kurniasih Yuni Pratiwi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1612

Abstract

Perubahan era baru memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap institusi perpustakaan. Kebutuhan terhadap perpustakaan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga perkembangan kepustakawanan disejumlah negara maju dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam menata dan menetapkan agenda-agenda strategis  kepustakawanan Indonesia dalam era informasi. Pustakawan sebagai pelopor penyedia jasa informasi dan berkecimpung pada sector keahlian khusus sangat berperan penting menunjukkan kredibilitasnya dalam menyongsong datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) karena ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Indonesia mampu bersaing dalam segala hal profesionalisme dan kompetensi pustakawan yang handal, tangguh dan berwawasan luas sangat dibutuhkan demi menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Peran pustakawan akan semakin berkembang, kini pustakawan tidak hanya mengklasifikasi buku, melayani sirkulasi saja tetapi dituntut secara profesionalisme untuk memberikan informasi secara cepar, tepat, akurat dan efisien. Pustakawan dituntut untuk mengembangkan kompetensi yang ada dalam dirinya guna mendukung program Tri Dharma Perguruan Tinggi demi mewujudkan Perguruan Tinggi yang bertaraf Internasional dalam menghadapi pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).             Kata kunci: kompetensi, pustakawan, Masyarakat Ekonomi Asean
PERANAN DAN FUNGSI PERPUSTAKAAN MASJID DALAM MENCERDASKAN UMAT ISLAM Fitriani Fitriani
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1619

Abstract

Masjid tidak hanya dijadikan sebagai sarana penyelenggaraan shalat, tetapi juga menjadi institusi sosial yang berperan dalam membangun pendidikan, ekonomi, dan politik umat. Masjid memiliki banyak fungsi, yang salah satunya adalah sebagai lembaga pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan, masjid tidak bisa dipisahkan dari keberadaan perpustakaan. Perpustakaan masjid adalah salah satu bentuk perpustakaan khusus yang berfungsi melayani kebutuhan intelektual masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya perpustakaan, maka masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan karena lewat perpustakaan para jamaah masjid dan umat Islam umumnya mempelajari apa-apa yang telah dihasilkan terlebih dahulu dan senantiasa dapat mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap informasi-informasi yang baru secara positif.Kata kunci : perpustakaan, peranan, fungsi, masjid
PERPUSTAKAAN SEBAGAI LEMBAGA PELESTARI KEBUDAYAAN DAERAH: BERDASAR PADA PERSPEKTIF PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH Rizki Nurislaminingsih
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif pemustaka di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah terhadap fungsi kultural perpustakaan. Keragaman budaya yang terdapat di suatu daerah merupakan aset berharga milik bangsa yang perlu untuk dilestarikan. Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keragaman budaya. Kewajiban untuk melestarikan budaya dari daerah Jawa Tengah menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat dan lembaga yang berwenang, salah satu lembaga tersebut adalah perpustakaan. Pendekatan kualitatif naratif digunakan dalam penelitian ini guna mendapatkan gambaran akan pandangan pemustaka pada fungsi perpustakaan sebagai lembaga pelestari kebudayaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan berperan dalam melestarikan kebudayaan suatu daerah. Perpustakaan dipandang sebagai tempat untuk kegiatan story telling dan pameran seni budaya. Perpustakaan juga dipandang sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan tentang kebudayaan daerah. Informan berharap suatu saat perpustakaan daerah Jawa Tengah menyelanggaran berbagai kegiatan bertemakan kesenian daerah. Selain itu, perpustakaan diharapkan dapat menjadi agen pelestari bahasa daerah dengan cara memberikan kesempatan pengunjung untuk belajar membuat karya tulis berbahasa daerah Jawa Tengah. Hal ini berguna sebagai salah satu upaya perpustakaan untuk melestarikan kebudayaan.Kata kunci: perspektif, pemustaka, kebudayaan, Jawa Tengah

Page 1 of 1 | Total Record : 5