cover
Contact Name
Beni Ashari
Contact Email
benyazhary42@gmail.com
Phone
085853240291
Journal Mail Official
mabahits@uas.ac.id
Editorial Address
INAIFAS-Press Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah Jember Jl. Semeru No. 09 Kencong Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Mabahits
ISSN : 27238024     EISSN : 27233421     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Mabahits adalah jurnal kajian tentang studi Ilmu Syariah dan hukum Islam meliputi: ruang lingkup ibadah, hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), dan hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2020): November" : 5 Documents clear
Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam Daffa Fauzy Septiana; Dea Astiani
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.086 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.531

Abstract

Penelitian ini berfokus pada membangun keluarga yang sakinah. Tujuan dari penelitian ini ingin memahami lebih dalam lagi mengenai perspektif hukum islam terhadap keluarga yang sakinah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengambil penelitian dari berbagai jurnal. Untuk pendekatan dalam penelitian ini, digunakan studi kualitatif deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa dapat dikatakan keluarga sakinah dapat mengurangi angka perceraian di dalam keluarga. Dengan syarat catatan ketika seseorang dapat menemukan pasangan hidup yang memiliki iman kuat, taat dan sesuai dengan apa yang dia inginkan. Apabila seseorang tidak menemukan pasangan seperti yang dikatakan sebelumnya, maka keluarga sakinah dan kebahagiaan dalam keluarga tidak akan terjadi dan suatu perceraian.
Penetapan Dispensasi Nikah oleh Hakim (Studi Komparatif Hukum Islam dan Hukum Positif) Imam Syafi’i
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.752 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.532

Abstract

This research is to examine the dispensation of marriage which is a policy or legal aid provided by the Religious Courts to prospective brides and grooms, one or both of whom have not reached the age requirement in Law No. 1 of 1974. In the decision, a judge is guided by the Marriage Law, Islamic Law Compilation, Supreme Court Regulation No. 5 of 2019, also the Minister of Religion Regulation No. 11 of 2007 concerning Marriage Registration. The judge considers all aspects of life before giving a decision to grant or reject a dispensation case, including aspects of age maturity and self-maturity, health aspects, economic aspects, whether or not there is an element of compulsion to marry and other aspects that are considered important to be considered before getting married.
Talak Perspektif Syekh Qutbhi dan Syekh Quraish Shihab Muhammad Jufri; Rikki Arisandi
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.479 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.533

Abstract

Syekh Qutbhi dalam menafsirkan ayat-ayat talak dalam tafsir Fi Zilalil Qur’an adalah dalam bentuk sastra dan amaliyah. Menghadirkan inspirasi-inspirasi al-Qur’an, menyimpulkan petunjuk-petunjuk, menampilkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai, serta menjelaskan fungsi al-Qur’an yang sangat vital dengan bersifat gerak dan mangandung kemukjizatan. Di samping metode yang ditempuh dengan cara mengaitkan ayat satu dengan ayat yang lain, pembahasan satu ayat membutuhkan ayat lain yang ada korelasinya (tahlili) juga dibutuhkan. Sedangkan Syekh Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat talak dalam tafsir Al-Mishbah menggunakan metode maudhu’i dengan memfokuskan terhadap tema suatu ayat yang ditafsirkan secara detail serta dengan pendekatan hermeneutika (nuzuli).
Fenomena Pernikahan dibawah Umur oleh Masyarakat 5.0 Asep Deni Adnan Bumaeri; Hisam Ahyani; Ahmad Hapidin; Hendi Kusnandar
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.19 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.534

Abstract

The phenomenon of underage marriage by the 5.0 Society has become a necessity, where one of the economic factors and boredom to study online as it is today during the Covid-19 pandemic has made many 5.0 people in Indonesia apply for early marriage. As a result, the phenomenon of Underage Marriage by Society 5.0 today needs special education for the nation's young people in welcoming a brighter and dignified future according to the demands of the times. The results of the study show that the phenomenon of underage marriage that occurred recently by Society 5.0 is a marriage carried out before the child enters the age of 18 years, this is as stated in Law No. 16 / 2019 About Marriage. Factors that support Society 5.0 to carry out underage marriages include Economic Factors and Factors Tired of learning online, this is because today in an all-digital era like today (the era of disruption 4.0), where people called Society 5.0 feel worried about their inability in competing through artificial intelligence technology so that the concerns of today's society's economic fulfillment are threatened. Constraints faced in the practice of underage marriage by Society 5.0 are from the physical aspect, from the cognitive aspect, the language aspect, the social aspect, and the emotional aspect, where these five aspects cause disharmony and the integrity of marriage in early childhood. The solution in responding to the phenomenon of underage marriage in the 5.0 community is that it can be done through various early prevention by parents, religious leaders, and mass organizations in order to socialize about marriage to the community through the integration of technology that is adapted to the demands of the times, such as online class training for young people, especially those under the age of 18.
PERAN MEDIATOR DALAM PERKARA PERCERAIAN (Studi Solusi Konflik Rumah Tangga Di Pengadilan Agama Jember) Beni Ashar
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.653 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.573

Abstract

Dalam proses perceraian terdapat peran mediator sebagai juru damai. Pengadilan Agama Jember sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman menerima jumlah perkara yang cukup banyak setiap tahunnya dan tingkat keberhasilan yang sedikit. Dengan jumlah perkara yang cukup banyak ini maka perlu kiranya diteliti solusi konflik rumah tangga di pengadilan agama jember. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Obsevasi, interview dan dokumentasi. Data yang didapat dianalisa menggunakan metode deskriptif. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan,1. Mediasi merupakan proses yang harus dijalani dengan mediator sebagai penengah, 2. Upaya Mediator dalam menemukan solusi atas perkara perceraian di Pengadilan Agama Jember adalah dengan metode kakukus, Merancang bentuk-bentuk penyelesaian, pendekatan keagamaan, menghilangkan rasa saling curiga kepada pihak lawan, meyakinkan dengan akibat yang akan ditimbulkan, 3. Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi Mediator dalam upaya menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Jemberadalah faktor dari dalam dan faktor dari luar

Page 1 of 1 | Total Record : 5