cover
Contact Name
Sularso Budilaksono
Contact Email
sularso2007@gmail.com
Phone
+6289608751887
Journal Mail Official
sularso2007@gmail.com
Editorial Address
Jln.Diponegoro No.74, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
IKON
ISSN : 19786972     EISSN : 28303067     DOI : -
IKON: Jurnal Komunikasi diterbitkan secara berkala tiga kali dalam setahun yaitu bulan April, Agustus dan Desember. IKON: Jurnal Komunikasi memuat artikel ilmiah dari hasil penelitian dan non penelitian dibidang komunikasi secara luas, yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tim Redaksi IKON: Jurnal Komunikasi akan menerbitkan tujuh (7) artikel hasil penelitian dan non penelitian yang relevan yang disemaikan pada jurnal ilmiah nasional
Articles 79 Documents
Memaknai Romantisme Drakor Sebagai Moral Budaya Ketimuran Wijayanti Wijayanti
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 1 (2022): Vol. 27 No.1 April 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.716 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengamatan pada Drama Korea (Drakor) yang tayang selama satu dekade terakhir. Pengamatan dilakukan bertujuan untuk mengungkapan makna dari berbagai adegan romantis selain kissing (berciuman) pada scene tertentu yang dapat ditemukan pada tayangan Drakor untuk dimaknai secara positif sehingga memberikan kontribusi terhadap pengembangan nilai-nilai moral dan budaya masyarakat. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara kepada informan yang cukup intens menonton berbagai serial Drakor. Kemudian menganalisa hasil capture dari setiap scene/ adegan romantisme yang mewakili dan membandingkannya dengan adegan romantisme dari serial atau film Barat. Hasil pengamatan menemukan bahwa adegan romantis selain kissing dengan bentuk yang cukup beragam dapat ditemukan pada semua genre Drakor, penggambaran adegan romantis disampaikan dengan baik, adegan yang bisa dimaknai sebagai romantisme bukan hanya kissing (berciuman) ataupun berpelukan dan analisa menunjukan bahwa adegan romantisme pada Drakor dapat mewakili moral budaya ketimuran, nyaman untuk ditonton dan dapat dimaknai sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan kepedulian dalam berbagai bentuk hubungan dan interaksi manusia.
Membangun Komunikasi Publik yang Efektif Achmad Mucharam
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 1 (2022): Vol. 27 No.1 April 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.13 KB)

Abstract

Komunikasi serba hadir dalam kehidupan manusia dalam banyak konteks. Komunikasi bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, dengan beragam saluran, dan tujuan tertentu. Fenomena komunikasi publik, terutama dari kalangan elit, menjadi perhatian masyarakat karena banyak ketidakkonsisenan pesan yang disampaikan dengan kenyataan. Pemberitaan oleh media massa yang memuat narasi elit mengenai isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden, harga minyak goreng, toa masjid dan azan merupakan beberapa fenomena komunikasi publik yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Secara umum dikatakan bahwa komunikasi publik yang dilakukan elit mengenai isu tersebut tidak terencana dan tidak terukur, sehingga menimbulkan efek yang tidak diharapkan bahkan merugikan. Komunikasi memang bisa dilakukan siapa saja, tapi komunikasi yang dilakukan seseorang, yang mempunyai pengaruh sosial yang kuat di masyarakat atau disebut elit, harus didukung kemampuan mengelola diri menjadi komunikator yang baik. Hal ini dikarenakan dalam komunikasi publik, sumber atau komunikator memiliki pengaruh yang besar karena memegang kendali yang kuat dalam penentuan dan pengkemasan pesan dan bagaimana distribusi pesan tersebut. Kompetensi komunikasi menjadi aspek penting dalam membangun komunikasi publik yang efektif. Kompetensi komunikasi ditumbuhkan dengan kemampuan mengelola diri oleh komunikator. Secara operasional kompetensi komunikasi mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi kecakapan (ability) pelaksanaan dan dimensi kualitas (quality) komunikasi. Sehingga pada intinya konsep kompetensi komunikasi mencakup keterampilan komunikasi dengan menampilkan kepatutan perilaku dan efektivitas dalam interaksi sosial dengan disertai tangung jawab.
Pola Komunikasi Interpersonal Pekerja Seks Komersil dalam Prostitusi Online di Sosial Media Ispawati Asri
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 1 (2022): Vol. 27 No.1 April 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.563 KB)

Abstract

Pola komunikasi merupakan bagian dari proses komunikasi karena pola merupakan cara atau bentuk yang dipakai seseorang dalam menyampaikan pesan dalam proses komunikasi. Media sosial saat ini bukan saja digunakan untuk mencari teman tetapi kini tidak jarang menjadi sarana transaksi bisnis prostitusi baru. Media sosial Whatsapp merupakan salah satu media digunakan dalam praktek transaksi prostitusi online. Whatsapp PSK tidak lagi harus “mangkal” dijalan untuk menjajakan diri demi mendapatkan klien. Penelitian ini menggunakan pola komunikasi interpersonal yaitu model transaksional Tipe penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan obervasi dan wawancara kepada para pelaku prostitusi online yang berperan sebagai “mami” dan para pekerja seks komersil. Hasil dari penelitian ini dalam proses transaksi prostitusi online melalui Whatsapp terlihat pola komunikasi interpersonal yang yang terjadi antara PSK dan klien memiliki beberapa tahapan mulai dari perkenalan, keterlibatan, keakraban, perngrusakan sampai pada tahap pemutusan. Berdasarkan tahapan yang dilakukan membentuk pola komunikasi interpersonal dengan model transaksional, pola ini memiliki unsur yang kompleks dan saling mempengaruhi seperti, pesan diproses secara serempak kedua pihak yang berkomunikasi, bergantian. Proses komunikasi tidak luput dari hambatan, dalam konteks transaksi prostitusi online hambatan ditemui berupa hambatan teknis datang dari kondisi sinyal dan server dan hambatan semantic berupa perbedaan presepsi antara PSK dan klien khususnya terkait kesepakatan harga.
Representasi Feminisme Dalam Film Yuliani Liyanti; Sri Ekowati P
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 1 (2022): Vol. 27 No.1 April 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.963 KB)

Abstract

Bermacam observasi banyak mengangkut bahasan seputar perkara gender dalam film. Begitu pula halnya dengan permasalahan menimpa wanita yang senantiasa menarik buat dibicarakan serta tidak hendak sempat terdapat habisnya buat dibahas. Salah satu film yang mengangkat kisah nyata perjuangan feminisme yakni film Moxie. Penelitian ini merumuskan yakni “Bagaimana Representasi Feminisme dalam Film Moxie melalui konsep Semiotika Roland Barthes?”. Bahkan memiliki tujuan untuk buat mengenali arti dari simbol feminisme dalam film Moxie yang ditinjau dari analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Untuk metode penelitian menggunakan metode Semiotika model Roland Barthes dengan unit analisis Representasi Feminisme dalam Film Moxie. Teknik pengumpulan data dengan data primer yakni dokumentasi dan observasi. Teknik pengumpulan data juga dengan data sekunder dari studi pustaka dan internet dengan kajian teoritis terkait feminisme. Representasi aksi feminisme melalui film opsi adalah melalui adegan yang ditunjukkan oleh Lucy yang menentang orang laki-laki untuk mengganggunya lalu melaporkan kepada guru. Dan terdapat juga di salah satu adegan, Lucy mengajak teman-temannya untuk melakukan aksi pembelaan dan mendukung feminisme di sekolah mereka.
Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Muslimahdaily.com Melalui Media Sosial Instagram Dwi Naningsih; Sri Ekowati P
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram merupakan media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat. Tidak hanya individu, namun penggunanya dalam berbentuk organisasi atau perusahaan. Mereka menggunakan media sosial instagram sebagai penunjang reputasi mereka dimata publiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiamana peran PR di dalam MuslimahDaily.com dalam melalui akun media sosial Instagram @muslimahdailycom. Dalam penelitian ini landasan teori dan konsep yang digunakan adalah teori media baru, komunikasi, peran PR, media sosial instagram, dan citra. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sifat atau jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam bentuk data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber sebagai teknik pengabsahan data. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, peran humas dalam meningkatkan citra MuslimahDaily.com melalui media sosial instagram sudah baik. Hal itu dilihat dari berbagai feedback positif yang berbeda- beda dari para pembacanya yang direpost kembali oleh tim MuslimahDaily.com. Humas MuslimahDaily.com terus berusaha dalam meningkatkan citranya dengan menghadirkan konsep- konsep yang mencirikhaskan tema MuslimahDaily.com dengan menyesuaikan jadwal setiap posingan yang sudah ditentukan melalui akun media sosial @muslimahdailycom.
Strategi Media Relations Dalam Krisis Aan Setiadarma
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis di anggap kritis karena terbukanya akses ke media massa. Permasalahan yang sedang dialami perusahaan ataupun ada kabar tentang perusahaan yang bersifat negatif jika sudah diketahui oleh media massa menjadi hal yang sangat berbahaya bagi perusahaan karena informasi tersebut akan tersebar dengan cepat kepada khalayak. Hal tersebut bisa membuat rasa percaya masyarakat terhadap perusahaan tersebut berkurang dan bisa mempengaruhi citra perusahaan. Kepercayaan dan citra yang baik di mata masyarakat merupakan salah satu yang terpenting bagi eksistensi sebuah perusahaan karena sekarang ini bukan publik yang membutuhkan perusahaan, tetapi perusahaan yang butuh publik. Apabila kepercayaan dan citra perusahaan rusak di mata masyarakat, maka perusahaan tersebut harus bersiap-siap untuk menghadapi krisis.
Strategi Komunikasi Pemasaran Toska Fashion Dalam Meningkatkan Customer Engagement Melalui Media Sosial Instagram Sari Endah Nursyamsi; Nasaruddin Siregar; Novita Nurahlina
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Komunikasi Pemasaran Toska Fashion Dalam Meningkatkan Customer Engagement Melalui Media Sosial Instagram”. Persaingan bisnis di jaman sekarang ini semakin berat, penyebab awalnya karena setiap tahun perusahaan mengadakan strategi-strategi komunikasinya dan keunggulan produk yang dimiliki. Toska Fashion salah satu brand pakaian lokal yang masih berkembang memiliki kendala dalam pemasaran secara daring. Hal ini tentu menjadi kendala yang harus dipecahkan untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Pemasaran berkerja khususnya pada media sosial Instagram. Hasil metode tersebut diharapkan dapat membangun Customer Engagement pada produk Toska Fashion. Proses membangun Customer Engagement Toksa Fashion dilakukan dengan beberapa poin, yaitu Pemanfaatan Instagram Ads,pengaplikasian Fitur Instagram Shopping, pengadaan Campaign berhadiah, pemantauan After ales, interaksi dengan fitur-fitur Instastory. Dengan poin-poin tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan Customer Engagement Toska Fashion yang berpengaruh terhadap peningkatan Jumlah transaksi penjualan.
Personal Branding Wanita Indonesia di Dalam MEDIA SOSIAL TINDER Ispawati Asri
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan keberadaan orang lain dalam hidupnya dan bersosialisasi merupakan cara bagi manusia untuk bertukar informasi satu sama lain. Media Sosial sebagai wadah untuk bersosialisasi yang digunakan di saat ini. Masing-masing media sosial mempunyai fiturnya yang menjadi keunggulan nya dalam memberikan fasilitas manusia dalam berkomunikasi. Menggunakan teori Penetrasi Sosial, dalam bersosialisasi 4 tahapan yaitu tahap orientasi, pertukaran efek eksploratif, pertukaran efek, pertukaran stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui personal branding wanita Indonesia dalam media sosial Tinder. Paradigma yang digunakan Post-positivisme Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Personal branding dibangun wanita pengguna tinder diwujudkan dengan cara mengelola akun media sosial tinder miliknya. pengguna akun tinder melakukan diferensiasi dan dramatisasi. Mereka harus menonjolkan keunikan yang ada pada dirinya secara berulang-ulang melalui unggahan- pada akun media sosial tinder miliknya. Diferensiasi yang dilakukan oleh pengguna akun dapat dilihat dari tampilan, konten, serta interaksi atau percakapan yang ia lakukan dengan para temannyadi media sosial tinder.
Pengelolaan Konten Tiktok Sebagai Media Informasi Melly Septia Pardianti; Velantin Valiant S
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok adalah salah satu platfrom media sosial yang perkembangannya paling cepat didunia. Aplikasi TikTok juga digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia, termasuk publik figur. seperti pada akun @iben_ma yang mengemas konten informasi edutaiment, akun @iben_ma mendapatkan respon positif dari audience karena mengemas konten informasi menjadi edutaiment. Penelitian ini menggunakan teori media baru dan ada beberapa konsep yang terkait dengan penelitian ini, yaitu komunikasi, media sosial, pengelolaan, konten, TikTok, media informasi, pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitain deskriftif dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi dan kepustakaan. key informan konten kreator pemilik akun @iben_ma serta informan team pemilik akun. Keabsahan data yang dilakukan melalui triangulasi metode. Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis bahwa unsur-unsur komunikasi seperti sumber, pesan,media, penerimaan, efek, dan umpan balik sangat penting dibutuhkan pada pengelolaan konten TikTok sebagai media informasi yang edukatif (studi deskriftif pengelolaan konten pada akun @iben_ma) karena unsur komunikasi sangat bermanfaat pada saat penyampaian isi konten , agar terciptanya komunikasi yang efektif.
Analisis Semiotika Pada Musik Video BTS Permission To Dance di CD Album Dean Indira; Siti Komsiah; Syaifuddin Syaifuddin
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 2 (2022): Vol. 27 No.2 Agustus 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja masa kini telah memulai menyukai tren K-Pop. K-Pop adalah Korean Pop atau musik yang populer dari Korea Selatan. Salah satu Grup yang sekarang sedang populer yang saat ini banyak sekali fans atau penggemarnya yang telah mendunia yaitu adalah BTS atau biasa disebut dalam bahasa Korea adalah Hangul: 방탄소년단; Hanja: Bangtan Sonyeondan. BTS mengeluarkan CD album Butter salah satu lagunya yang berjudul Permission to Dance. Penelitian ini bertujuan untuk pemaparan logo, simbol, dan gestur badan berupa fragmen-fragmen adegan pada konsep musik video permission to Dance. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan observasi dan keperpustakaan. Hasil dari penelitian ini menemukannya pesan atau makna dari musik video Permission to Dance melalui tanda, denotatif, konotatif, dan mitos.