cover
Contact Name
Hadija
Contact Email
eboni@umma.ac.id
Phone
+628124247663
Journal Mail Official
eboni@umma.ac.id
Editorial Address
Jl.Dr.Ratulangi No.62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal EBONI
ISSN : -     EISSN : 27156451     DOI : -
Jurnal EBONI Merupakan media publikasi karya ilmiah yang berisi tentang hasil-hasil penelitian tentang kehutanan dan lingkungan dalam ruang lingkup lokal dan nasional yang diterbitkan oleh program studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022): November" : 3 Documents clear
RELASI PENGGUNAAN RUANG KELAPA SAWIT DAN DEFORESTASI: Studi Kasus Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Naufal, Naufal
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.2650

Abstract

Tata kelola lahan dan hutan merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini mengkaji sejarah penguasaan lahan kelapa sawit dan kaitannya dengan deforestasi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menggunakan pendekatan spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi lapangan selama 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% perubahan status kawasan hutan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) selama 1988-1999 diperuntukkan bagi perusahaan perkebunan sawit, dengan 61,24% didominasi Grup Astra pada 1996. Konversi 27.924 hektar lahan berhutan menjadi perkebunan sawit terjadi antara 1990-2019, utamanya oleh korporasi besar. Sementara itu, petani sawit rakyat yang tidak memiliki akses finansial dan politik hanya berkontribusi 20,9% dari total deforestasi terkait sawit. Temuan ini menantang narasi umum yang menyalahkan petani kecil sebagai penyebab utama deforestasi. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya memahami dinamika kekuasaan dalam tata kelola lahan untuk mencegah kesalahan justifikasi dalam perumusan kebijakan kehutanan dan perkebunan.
INVENTARISASI NILAI KERAPATAN DAN MANFAAT EKONOMI TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) DI KECAMATAN TOMPOBULU (Studi kasus : Desa Bonto Somba, Bonto Manurung dan Bonto Manai) musda, Musdalifah; Djafar, Muliana; Mukhlisa, Andi Nurul
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.1497

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) merupakan salah satu tanaman hasil hutan bukan kayu yang telah lama dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kerapatan tanaman aren di Desa Bonto Somba, Bonto Manurung, Bonto Manai Kecamatan Tompobulu dan untuk mengetahui manfaat ekonomi tanaman aren di Desa Bonto Somba, Bonto Manurung, Bonto Manai Kecamatan Tompobulu. Metode yang digunakan adalah teknik random sampling berupa petak berukuran 20 m × 20 m dengan menghitung seluruh jumlah tanaman aren dalam petak ukur dan mengindentifikasi tanaman yang sudah berproduksi dan belum berproduksi serta menghitung kerapatan jenis tanaman aren, menghitung nilai manfaat ekonomi tanaman aren dan wawancara kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan potensi Kerapatan tanaman aren di Kecamatan Tompobulu diperoleh 41 pohon aren yang berproduksi dan 68 pohon aren yang belum berproduksi. Petani memanfaatkan produk tanaman aren sebagai gula aren dan tuak. Hasil perhitungan nilai manfaat tanaman aren meliputi pendapatan petani di Desa Bonto Somba dari produksi gula aren sebesar Rp.26.156.000/tahun, pendapatan di Desa Bonto Manurung dari produksi gula aren sebesar Rp.41.685.000/tahun dan pendapatan di Desa Bonto Manai dari produksi tuak sebesar Rp.12.331.000/tahun. Sehingga total nilai manfaat tanaman aren di Kecamatan Tompobulu adalah sebesar Rp.80.172.000/tahun.
RELASI PENGGUNAAN RUANG KELAPA SAWIT DAN DEFORESTASI: Studi Kasus Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Naufal, Naufal
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.2650

Abstract

Tata kelola lahan dan hutan merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini mengkaji sejarah penguasaan lahan kelapa sawit dan kaitannya dengan deforestasi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menggunakan pendekatan spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi lapangan selama 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% perubahan status kawasan hutan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) selama 1988-1999 diperuntukkan bagi perusahaan perkebunan sawit, dengan 61,24% didominasi Grup Astra pada 1996. Konversi 27.924 hektar lahan berhutan menjadi perkebunan sawit terjadi antara 1990-2019, utamanya oleh korporasi besar. Sementara itu, petani sawit rakyat yang tidak memiliki akses finansial dan politik hanya berkontribusi 20,9% dari total deforestasi terkait sawit. Temuan ini menantang narasi umum yang menyalahkan petani kecil sebagai penyebab utama deforestasi. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya memahami dinamika kekuasaan dalam tata kelola lahan untuk mencegah kesalahan justifikasi dalam perumusan kebijakan kehutanan dan perkebunan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3