cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 : JUNI 2024" : 10 Documents clear
PENGARUH EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS TEMPE KEDELAI LOKAL Isnaini, Ririn; Maherawati, FNU; Rahayuni, Tri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4057

Abstract

Tempe merupakan makanan hasil fermentasi kedelai oleh kapang Rhizopus sp. Variasi pengolahan tempe dengan penambahan ekstrak kulit nanas dalam proses perendaman kedelai bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bakteri asam laktat sehinga dapat mempercepat proses fermentasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik kimia tempe yang direndam ekstrak kulit nanas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ekstrak kulit nanas (30%, 50%, 70%) dan variasi waktu perendaman (6 jam, 8 jam, 10 jam). Waktu fermentasi tercepat yaitu 32 jam diperoleh perlakuan dengan penambahan 30% EKN dan lama perendaman selama 10 jam. Interaksi konsentrasi ekstrak kulit nanas dan waktu perendaman berpengaruh terhadap kadar lemak dan abu. Perbedaan konsentrasi ekstrak kulit nanas mempengaruhi nilai kadar lemak, abu, protein, karbohidrat, dan serat kasar. Perbedaan waktu perendaman tidak mempengaruhi semua karakteristik kimia tempe yang dihasilkan.
PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BUBUK TERASI NABATI DARI TEMPE Fathurrozi, Sherenita Azizah; Winarti, Sri; Jariyah, Jariyah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4495

Abstract

Terasi pada umumnya dibuat dari udang rebon, ikan, atau campuran keduanya dengan garam atau bahan tambahan lain. Pada penelitian ini dilakukan diversifikasi pembuatan terasi dari bahan nabati yaitu tempe.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi yang digunakan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik bubuk terasi nabati dari tempe. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yakni konsentrasi garam (2, 4, dan 6%) dan lama fermentasi (5, 10, 15 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbadaan yang nyata akan dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel terbaik terdapat pada sampek dengan perlakuan penambahan konsentrasi garam 2% dan lama fermentasi 15 hari yang menghasilkan terasi nabati bubuk dengan kadar air sebesar 7,44%; abu 7,49%; garam 4,45%; protein terlarut 16,8%; asam glutamat 0,32%; nilai pH 5,51; total bakteri asam laktat 6,52 Log CFU/g; total bakteri E.coli 2,34 Log CFU/g; serta uji organoleptik warna 3,96 dan aroma 4,68.
Karakteristik Vegan Mayones Susu Kedelai Dengan Variasi Ekstrak Jenis Jeruk Saputri, Isnaini Fitria; Puyanda, Irvia Resti; Suhartatik, Nanik
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4376

Abstract

Mayones merupakan produk olahan pangan dengan sistem emulsi minyak dalam air (o/w, oil in water ). Mayones dapat dibuat dari susu kedelai sehingga dapat menggantikan kuning telur sebagai emulsifier alami dan mengurangi penggunaan lemak yang dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit dan penggunaan ekstrak jenis jeruk yang berbeda terhadap karakteristik vegan mayones. Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit (30:70, 40:60, 50:50) dan variasi ekstrak jenis jeruk (lemon, jeruk nipis, jeruk purut). Analisis kimia yaitu pH, kadar udara, kadar protein, kadar lemak. Analisis fisik yaitu viskositas dan ukuran droplet emulsi sedangkan untuk uji sensoris yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil terbaik adalah pada perlakuan rasio susu kedelai dengan minyak kelapa sawit 50:50 dengan penambahan ekstrak jeruk lemon. Pada perlakuan tersebut diperoleh hasil pH 4,6; kadar udara 42,36%, kadar protein 3,30%, kadar lemak 51,45%; viskositas 60,00 dPa.s; aroma 1,80; warna 3,15; rasa 3,65; dan tekstur 3,90.Kadar lemak relatif tinggi dan belum memenuhi kriteria sebagai vegan mayones. Kata kunci: Mayones Vegan, susu kedelai, ekstrak jeruk
Kandungan Gizi, Aplikasi Pengolahan dan Manfaat Kesehatan Labu Kuning : Sebuah Telaah Aulia, Salma Shafrina; Handayani, Puri Ajeng; Ramadhani, Previa Aysyar; Kurnianto, Muhammad Alfid
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4405

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan tanaman yang dapat dijumpai di daerah tropis dan subtropis. Labu kuning memiliki kandungan gizi dan zat bioaktif yang memiliki efek terhadap kesehatan manusia baik dari buah, daun maupun bijinya. Labu kuning juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis olahan. Tujuan artikel review ini adalah untuk memaparkan kandungan gizi, jenis pengolahan, dan potensi kesehatan dari labu kuning. Labu kuning memiliki β-karoten, α-karoten, kalium dan fosfor yang tinggi. Labu kuning telah dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan seperti aneka olahan kue dan bubur/pure. Labu kuning memiliki manfaat untuk kesehatan sebagai antioksidan, anti-bakteri, anti-kanker, anti-diabetes, hepatoprotektif, dan neuroprotektif.
FILM INDIKATOR BERBASIS DAUN JATI UNTUK MEMANTAU KESEGARAN IKAN TENGGIRI Pangesti, Dea Putri; Ningtyas, Rina
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4081

Abstract

Ikan tenggiri termasuk ikan yang mudah mengalami pembusukan karena mengandung kadar air yang tinggi sekitar 60-80%. Mundurnya kualitas dari ikan tenggiri dapat terdeteksi dengan adanya film label indikator yang ditempel pada kemasan ikan. Penelitian ini menggunakan ekstrak antosianin daun jati sebagai bahan pewarna pada film label indikator. Label indikator dibuat dengan menggunakan ekstrak daun jati dengan variasi pH 3,6,9 dan 12. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi pH ekstrak daun jati yang paling tepat diaplikasikan pada film label indikator untuk memantau kesegaran ikan tenggiri. Parameter pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran nilai mean RGB, uji pH, uji organoleptik dan uji antibakteri pada membran film label indikator. Film label indikator diaplikasikan pada ikan tenggiri yang disimpan dalam kulkas selama 10 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ikan tenggiri sudah dalam kondisi tidak segar pada hari ke-6. Film label indikator pH 9 dan 12 menjadi film label indikator yang perubahan warnanya dapat dibedakan secara visual dibandingkan label dengan pH 3 dan 6.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TORTILLA DARI TEPUNG JAGUNG TAMBIN, TEPUNG SAGU DAN TEPUNG UDANG REBON Rosida, Rosida; Jariyah, Jariyah; Oktalydia, Shelly Panca
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4493

Abstract

Tambin corn is a corn variety that is widely cultivated in Madura island and has relatively high starch and beta-carotene content compared to other varieties. This could be an opportunity for tambin corn to be made into processed food products, for example tortilla chips. The aim of this research was to analyze the effect of the proportion of corn flour: sago flour and the addition of rebon shrimp flour on the physicochemical and organoleptic properties of tortella. The design of this research was a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern with two factors, namely the proportion of corn flour: sago flour (95:5, 90:10, 85:15) and the addition of rebon shrimp flour (2.5%, 5%, 7.5%). The best treatment is the proportion of tambin corn flour: sago flour (95:5) with the addition of 2.5% rebon shrimp flour which produces chps tortillas with a water content of 6.04%; ash content 2.56%; protein content 6.91%; fat content 3.62%; starch content 60.54%; hardness 356.17gf and average organoleptic results show a taste preference score of 4.2 (like); aroma 3.53 (somewhat like), color 4.10 (like); and texture of 3.47 (rather like it), beta-carotene content of 16.27mg/100g and calcium of 125.8 mg/100 g.
Karakteristik Biodegradable Packaging dengan Penambahan Bunga Telang dan Cangkang Telur Santoso, Agnes Amadea Kurnia; Yoshari, Rachel Meiliawati; Jati, Ignasius Radix A.P.
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4355

Abstract

Smart biodegradable packaging merupakan kemasan yang mampu menginformasikan perubahan dari produk. Smart biodegradable packaging dibuat dengan penambahan ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur. Ekstrak bunga telang berperan sebagai indikator perubahan pH. Tepung cangkang telur dapat memperkokoh smart biodegradable packaging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur terhadap karakteristik fisikokimia smart packaging serta kemampuannya sebagai pengemas daging ayam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor. Tepung cangkang telur yang ditambahkan sebanyak 0% (tanpa cangkang telur), 0,15% dan 0,3% (b/v), serta perbandingan antara bunga telang kering dan air sebanyak 0:1 (tanpa bunga telang kering), 1:250 dan 1:125. Data dianalisa dengan ANOVA (α=5%) dan dilakukan uji DMRT (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara ekstrak bunga telang dan tepung cangkang telur terhadap kuat tarik (1,81-5,14 N/mm2), % pemanjangan (7,09-54,70%), dan WVTR (240,14-403,88 g/m2/24 jam). Penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap total antosianin (0,0800-0,9184 mg cy-3-glu eq/100 g bahan), total fenol (156,2255-911,9967 mg GAE/100 g bahan), dan aktivitas antioksidan (31,6531-48,8347%). Penambahan ekstrak bunga telang pada smart biodegradable packaging menunjukkan perubahan kualitas daging ayam melalui perubahan warna selama penyimpanan.
Pengaruh Daya, Waktu dan Rasio Pelarut pada Proses Ekstraksi Kencur terhadap Kadar Fenol dengan Metode Microwave Assisted Extraction Amalia, Sofia Rizki; Kurnianto, Muhammad Alfid; Yulistiani, Ratna
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4403

Abstract

Rimpang kencur  banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan  bahan obat. Pemanfaatan ini berhubungan dengan metabolit sekunder dari kencur, salah satunya yaitu senyawa fenolik.  Senyawa fenolik kencur yang tinggi berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, antiinflamasi, serta antimikroba. Ekstraksi fenol dengan metode maserasi memerlukan waktu yang lama dan proses pengekstraksian kurang sempurna sehingga digunakan bantuan gelombang mikro untuk memperoleh hasil ekstraksi optimal. Faktor ekstraksi gelombang mikro (MAE) meliputi rasio pelarut, daya, dan waktu ekstraksi. Penelitian ini menggunakan  percobaan pendahulu penentuan rasio bahan dengan pelarut (1:10, 1:20, 1:30, 1:40 (b/v)) dan RAL dua faktorial yaitu daya microwave (360, 540, 720 watt) dan waktu ekstraksi (5, 9, 13 menit). Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi kencur menggunakan MAE memiliki tingkat optimal pada rasio bahan dengan pelarut 1:30 (b/v), daya 360  Watt dan waktu 13 menit menghasilkan total fenol sebesar 454,655 mg GAE/ml.
Karakteristik Kimia dan Sensori Mie Basah Bebas Gluten Berbahan Oat, Tepung Beras dan Tepung Tapioka Prabowo, Sapartina Daliyanti; Seno, Binardo Adi; Rokhmah, Laela Nur
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4451

Abstract

Mi adalah salah satu makanan yang terbuat dari tepung gandum dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan. Agar didapatkan tekstur kenyal dan elastis, dalam pembuatannya, ditambahkan dengan tepung tapioka. Oat merupakan gandum utuh, yang termasuk karbohidrat komplek, sehingga dibutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi mi bebas gluten menggunakan tepung beras, oat dan tepung tapioka, menguji karakteristik kimia dan sensoris. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan yaitu perbedaan persentase oat dan tepung beras. Kadar air tertinggi dari ketiga formulasi ditunjukan pada perlakuan 60:40 sebesar 69,06%. Hasil pengujian kadar abu  tertinggi dari formulasi perlakuan 60:40 dan 50:50 menunjukan kadar abu dengan hasil yang sama 0,12% . Kadar karbohidrat tertinggi yakni pada perlakuan 50:50 sebesar 23,49%. Kadar lemak tertinggi pada perlakuan 50:50 sebesar 1,88%. Hasil pengujian kadar protein formulasi mi bebas gluten secara beruntut dari yang terbesar pada perlakuan 50:50 yakni 7,75% diikuti dengan perlakuan 60:40 sebesar 6,76% selanjutnya perlakuan 40:60 sebesar 6,45%. Formulasi yang dinilai terbaik adalah mi pada perlakuan 60:40. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kesukaan panelis tertinggi, pada 4  paramater dari 5 parameter yang diujikan.
Quality Analysis Of Cayenne Pepper (Capsicum Frutescens L) Variety Ori 212 With Addition Of Natural Preservative Edible Coating Cassava Peel Starch During Room Temperature Storage Pangestu, Wahyu Aji; Nur’aini, Vivi; Puyanda, Irvia Resti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 1 : JUNI 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i1.4384

Abstract

Cayenne pepper is a horticultural plant whose fruit has a complete combination of color, taste and nutritional value but is not very durable for storage. This research is aimed at determine the effectiveness of edible coating immersion time and storage time on the physical, chemical, microbiological and organoleptic characteristics of ORI 212 variety cayenne pepper. Researched used a completely randomized design with 2 factors; first factor is immersion time in edible coating is 0 sec, 60 sec, 180 sec and second factor is the storage time on days 0, 10, 20. The research began with making edible coating from cassava peel starch with the addition of red ginger extract. Edible coating was applied to the ORI 212 variety of cayenne pepper with an immersion time of 60 sec, 180 sec and stored for 20 days. On days 0, 10, 20, moisture content, weight loss, color, vitamin C, organoleptic and total plate number tests were carried out. The results showed that edible coating cassava peel starch with a immersion time of 60 sec was the most effective treatment which could maintain moisture content on the 20th day of 40.42% and a lower weight loss reduction of 68.24%. From the results the color test, it can maintain brightness 24.85, reddish 37.73, yellowish 22.07 and has the highest score in the organoleptic test. The growth of microbial numbers was lower on day 20 with 5.86 CFU/gram but did not have a significant effect on vitamin C with other treatments. The length of storage has an influence on the effectiveness of edible coating cassava peel starch, the longer the storage, the quality of the cayenne pepper will decrease.Keywords : Edible coating, cayenne pepper, immersion time, storage time

Page 1 of 1 | Total Record : 10