Psyche 165 Journal
Psyche 165 Journal is an interdisciplinary journal that publishes empirical research, theoretical articles, and selected reviews in applied areas of psychology (other than applied experimental or human factors), including: Behavioral Psychology Clinical Psychology Cognitive Psychology Counseling Psychology Cultural Psychology Economic Psychology Educational Psychology Environmental Psychology Ethics in Psychology Family Psychology and Couples Psychology Forensic Psychology Health Psychology Industrial and Personnel Psychology Professional Practice Psychology of Religion Psychotherapy School Psychology Social Psychology Sport Psychology In addition to publishing manuscripts that have a clearly applied focus, Psyche 165 journal solicits interdisciplinary research that integrates literatures from psychology with other related fields (e.g., occupational health, consumer behavior, law, religion, communication, and political science) in a meaningful and productive manner. Multidisciplinary authorship is encouraged, as is work that fosters novel ideas, identifies mediating variables, includes transboundary issues, and most importantly, encourages critical analysis.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 15 (2022) No. 2"
:
11 Documents
clear
Hubungan antara Self Esteem dengan Social Anxiety pada Remaja Berstatus Sosial Ekonomi Rendah
Andhika Anggawira;
Dwike Nur Kholiza;
Herio Rizki Dewinda
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.002 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.152
This study aims to determine the relationship between Self Esteem and Social Anxiety in Adolescents with Low Socioeconomic Status in SMA N 1 Talamau. The independent variable in this study is Self Esteem and the dependent variable is Social Anxiety. The measuring instrument used in this study is the Self Esteem and Social Anxiety scale. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. The sample in this study amounted to 53 students of SMA N 1 Talamau. Validity and reliability tests in this study used Alpha Cronbach technique. The item difference index on the Self Esteem scale moves from rix = 0,376 to rix = 0,734 with a reliability coefficient of α = 0,937 while on the Social Anxiety it moves from rix = 0,396 to rix = 0,798 with a reliability coefficient equal to α = 0,945. Based on data analysis, it can be concluded that there is a significant relationship between Self Esteem and Social Anxiety, with a correlation value (r) of -0.718 with a significant level of 0.000, which means that the hypothesis is accepted. This shows that there is a significant negative relationship between Self Esteem and Social Anxiety in Adolescents with Low Socioeconomic Status in SMA N 1 Talamau.
Gratitude (Kebersyukuran) dan Psychological Well-Being Remaja Panti Asuhan Rahmatan Lil’alamiin
Frihapma Semita Ade;
Irdam;
Hafizatul Fitria Riyanda
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.697 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.157
Living in an orphanage is a condition that is not expected by all teenagers, but there are some teenagers who have to live in an orphanage due to various factors. Life in an orphanage is also very complex with various problems that occur, especially for teenagers who enter the musical period and are still unstable. Psychological well-being with the gratitude (gratitude) they have is an important thing to see in adolescents. This study aims to determine the relationship between gratitude (gratitude) and psychological well-being in adolescents at the Rahmatan Lil' Alamin Orphanage, Padang City. The independent variable in this study is gratitude (gratitude) while the other variable is psychological well-being. The measuring instrument used in this study is a scale of gratitude (gratitude) and psychological well-being. The sampling technique in this study used a saturated sampling technique. The sample in this study was 60 teenagers at the Rahmatan Lil 'Alamin Orphanage, Padang City. Test the validity and reliability in this study using the Alpha Cronbach technique. The results of the validity coefficient on the gratitude scale move from rix = 0.479 to rix = 0.913 with a reliability coefficient of = 0.973 while the results of the validity coefficient on the psychological well-being scale move from rix = 0.349 to rix = 0.767 with a reliability coefficient = 0.926 . Based on data analysis, obtained a value of 0.629 with a significance level of 0.000 which means the hypothesis is accepted. Research shows that there is a significant relationship between gratitude (gratitude) and psychological well-being in adolescents at the Rahmatan Lil 'Alamin Orphanage, Padang City
Hubungan antara Religiositas dengan Perilaku Bullying pada Pemuda Gereja di Salatiga
Jenny Erine Valentina;
Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.849 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.159
There is a phenomenon in Salatiga city where bullying is done by the church youth. Bullying is a repeated act of hurting others physically, verbally, or relationally. The church youth are in the early adulthood stage which is a critical period and has the potential for deviant behavior. The emergence of this problem and behavior is completely irrelevant to Christian teaching. Essentially, every church youth has been equipped with religious values. However, some still do bullying or behave negatively towards others. This study aims to determine the connection between religiosity and bullying behavior from the church youth in Salatiga. The measurement of this research uses The Centrality of Religiosity Scale (CRS) and Revised Olweus Bully/Victim Questionnaire (OBVQ-R). In the study, the number of participants are 50 people according to predetermined criteria. The data is obtained by distributing an online questionnaire (Likert scale) via google form. Using Spearman's Rho Correlations to analyze the data. The result shows that there is no negative connection between religiosity and bullying behavior in the church youth in Salatiga. The correlation coefficient value is 0.055 with a significance value of 0.351 (P>0.05).
Kontribusi Kecenderungan Pola Asuh Demokratis (Authoritative) dan Kecerdasan Emosi terhadap Perilaku Asertif pada Remaja Awal
Riska Muliati
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.631 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.161
Perilaku asertif akan menjadikan remaja awal memiliki daya tahan dalam menghadapi pengaruh negatif teman sebaya yang sangat menekan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi kecenderungan pola asuh demokratis (authoritative) terhadap perilaku asertif pada remaja awal, kontribusi kecerdasan emosi terhadap perilaku asertif pada remaja awal, dan kontribusi kecenderungan pola asuh demokratis (authoritative) dan kecerdasan emosi terhadap perilaku asertif pada remaja awal. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan sampel sebanyak 210 orang remaja awal. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari skala Rathus Assertiveness Schedule (RAS) untuk mengukur perilaku asertif, Parenting Styles And Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur kecenderungan pola asuh demokratis, dan Indigenous Emotional Intelligence Scale untuk mengukur kecerdasan emosi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat kontribusi kecenderungan pola asuh demokratis (authoritative) terhadap perilaku asertif yang sangat signifikan pada remaja awal dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p £ 0,05). Selanjutnya terdapat kontribusi kecerdasan emosi terhadap perilaku asertif yang sangat signifikan pada remaja awal dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p £ 0,05). Sedangkan secara bersama-sama kecenderungan pola asuh demokratis (authoritative) dan kecerdasan emosi memiliki kontribusi terhadap perilaku asertif yang sangat signifikan pada remaja awal. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (p £ 0,05) dan nilai R Square = 0,125 yang berarti kontribusi pola asuh demokratis (authoritative) dan kecerdasan emosi terhadap perilaku asertif memiliki nilai sebesar 12,5 %, sedangkan sisannya dipengaruhi faktor lainnya diluar penelitian ini
Dukungan Sosial Keluarga dan Successful Aging pada Lanjut Usia
Geizy Azhari Putri;
Alma Yulianti
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.495 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.162
Menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Keadaan seperti ini hanya dapat dicapai oleh seseorang apabila orang tersebut merasa sehat secara fisik, mental dan sosial, merasa dibutuhkan, merasa dicintai, mempunyai harga diri serta dapat berpartisipasi dalam kehidupan. Setiap lansia harus mampu untuk menghadapi setiap perubahan-berubahan yang dialaminya untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dihari senjanya, baik secara fisik, psikis dan sosialnya. Namun yang terjadi saat ini, tidak semua lansia dapat menjalani hari tuanya dengan bahagia dan sejahtera. Di Indonesia banyak ditemukan kasus lansia yang terlantar, lansia yang hidup di jalanan, lansia yang menjadi pemulung, lansia menjadi pengemis, serta ada pula lansia yang ditolak di panti sosial, sehingga hal tersebut menjadi sangat penting untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan successful aging pada lansia . Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan successful aging pada lanjut usia. Subjek dalam penelitian berjumlah 134 orang lansia yang berdomisili di Kec. Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala dukungan sosial keluarga dan skala successful aging. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis Product Moment dari Pearson, yang menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi dukungan sosial keluarga dengan successful aging adalah sebesar r = 0,631 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan successful aging pada lanjut usia di Kec. Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Kenakalan Remaja
Sari Rahmadani;
Ria Okfrima
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.963 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.164
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja.Variabel independent dalam penelitian ini adalahkontrol diri dan variabel dependent adalah kenakalan remaja.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalakontrol diri dan Skalakenakalan remaja.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 66 orang.Uji validitas dan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach.Hasil koefisien validitas pada skala kontrol diri berkisar dari 0,799 sampai 0,913, sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,780.Hasil koefisien validitas pada skala kenakalan remaja berkisar dari 0,783 sampai 0,949, sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,992. Hasil analisis data menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar 0,644 dengan taraf signifikan p = 0,000. Artinya ada hubungan signifikan dengan arah positif antara kontrol diri dengan kenakalan remaja pada SMA X Padang.Sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif variabel kontrol diri terhadap kenakalan remaja adalah sebanyak 41,47%.
Intervensi Pembagian Kerja untuk Pengembangan Kelompok Kerja dengan Diagnosis Model Open-System
Bahrul Ulumsyah;
Muhammad Nur Syuhada
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.142 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.166
Pengembangan kelompok digunakan untuk memberikan dukungan agar memperoleh pencapaian tujuan organisasi. Hal demikian meliputi upaya memahami dan mengembangkan kelompok kerja. Pengembangan kelompok kerja dilakukan guna untuk memastikan kelompok bekerja dengan optimal dan efisien, agar nantinya diharapkan kelompok kerja mampu menunjang kinerja perusahaan untuk mencapai target perusahaan. Studi ini menggunakan Open-System level kelompok sebagai upaya memahami dan melakukan pengembangan kelompok. Objek studi ini ialah bagian dari Divisi Human Capital di PT BM, yaitu Unit Pengembangan Organisasi dengan seluruh anggota kelompok serta kondisi lingkungan tim. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara kepada seluruh anggota tim, observasi dilakukan terhadap lingkungan kerja tim, dan studi dokumen berdasarkan profil kinerja kelompok. Analisa data dilakukan dengan mengintegrasikan temuan yang telah dikategorikan berdasarkan model Open-System secara kualitatif. Temuan studi ini menunjukkan bahwa model Open-System mampu memberikan gambaran terstruktur mengenai kondisi dan kinerja unit Pengembangan Organisasi. Kondisi permasalahan utama yang diperoleh ialah target kerja kelompok yang belum optimal. Intervensi yang digunakan guna menanggapi hasil asesmen kolompok ialah modul pembagian kerja yang terukur, dan menjadi bahan evaluasi kinerja kelompok dalam skala kecil maupun skala besar. Sehingga penelitian ini diharapkan membantu pengembangan kinerja kelompok dengan optimal.
Efektifitas Acceptance and Commitment Therapy (ACT) untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Remaja dari Keluarga Bercerai
Sabrina Etika Utami
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.114 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.168
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah intervensi ACT efektif dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja dari keluarga bercerai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan single case experiment dengan ABA design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yaitu remaja berusia 17 tahun dari keluarga bercerai yang kurang dalam penerimaan diri. Teknik Analisa data menggunakan visual inspection. Berdasarkan hasil dari analisis visual didapatkan kesimpulan bahwa intervensi ACT efektif dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja keluarga bercerai bahkan setelah intervensi selesai diberikan dengan rata-rata skor fase A(1) 29,8%, B sebesar 41,59% dan A(2) 44,5% dan kecenderungan arah garis yang menanjak. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan pada kondisi baseline pertama (A1) secara berkelanjutan hingga stabil selama 7 hari lalu melakukan intervensi (B) selama 3 kali pertemuan dan pengukuran setiap hari selama 15 hari selama fase B dan kembali melakukan pengukuran selama 5 hari setelah intervensi diberikan (A2) dengan follow up
Kemampuan Self-Regulated Learning, Flow Experience Perkuliahan Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa
Ifani Candra;
Sherrien Julianni Sarvica
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.819 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan self-regulated learning dengan flow experience perkuliahan daring selama pandemi covid-19 pada mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angkatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Variabel bebas dalam penelitian ini self-regulated learning dan variabel terikatnya adalah flow experience. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angkatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang berjumlah 133 orang. Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Indeks daya beda aitem pada skala self-regulated learning ini bergerak dari rix=0,320, sampai dengan rix=0,769 dengan Koefisien Reliabilitas sebesar α=0,910. Sedangkan skala flow experience memiliki indeks daya beda aitem rix=0,301, sampai dengan rix=0,757 Dengan koefisien reliabilitas α=0,865. Berdasarkan analisis data diperoleh nilai korelasi antara skala self-regulated learning dengan flow experience perkuliahan daring selama masa pandemi covid-19 pada mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angakatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” sebesar 0,688 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (P<0,001). Berarti hipotesis diterima.
Hubungan Antara Resiliensi dengan Stres Kerja pada Guru Pada Masa Pandemi Covid-19
Krisnova Nastasia
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.464 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.170
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah resiliensil dan variabel terikat adalah stress kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala stress kerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran skala resiliensi dan skala stress kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala resiliensi rxy = 0,318 sampai dengan rxy = 0,835 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,958, sedangkan pada skala stress kerja bergerak dari bergerak dari rxy = 0,378 sampai dengan rxy = 0,852 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,943. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar -0,834 dengan taraf signifikansi p = 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Dengan besar sumbangan efektif dari variabel resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam yaitu sebesar 69 %.