cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2019)" : 28 Documents clear
Kompetensi Mahasiswa Sebagai Calon Guru Dalam Menghadapi Era 4.0 M. Saufi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.969 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.898

Abstract

Pendidikan merupakan proyek jangka panjang dari suatu negara. Setidaknya inilah kenyataan yang kita hadapi di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di Indonesia masih dalam tahap perkembangan, berbeda dengan negara maju seperti Jepang dan Finlandia yang benar-benar fokus untuk mengembangkan dunia pendidikan. Pemerintah di sana bahu-membahu membuat suatu sistem yang bermuara pada kompetensi, dalam hal ini adalah siswa dan mahasiswanya. Kompetensi harus dimiliki oleh setiap orang dalam era sekarang ini, tidak terkecuali oleh seorang guru dan calon guru. Apabila seseorang tidak mempunyai kompetensi dalam dirinya, maka orang tersebut akan tersisih dengan sendirinya. Di era 4.0, isu-isu yang beredar adalah akan tergantikannya tenaga manusia dalam segala aspek. Tentu saja manusia-manusia yang cenderung monoton, pasif, dan stagnan. Bisa jadi suatu saat tenaga manusia akan digantikan dengan tenaga robot. Oleh karena itulah penting sekalinya adanya kompetensi bagi seorang guru dan calon guru. Artikel ini merupakan hasil dari kajian pustaka yang ditulis oleh pemakalah untuk mendekripsikan berbagai isu-isu di dunia Pendidikan saat ini, yaitu empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dan empat keterampilan lunak (softskill) yang diusung oleh Pak Mendikbud, Nadiem Makarim di era 4.0.
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Madrasah Riduansyah Riduansyah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.464 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.899

Abstract

Kepala madrasah merupakan kunci sentral dalam memajukan mutu proses dan hasil pembelajaran. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan hal yang mutlak dalam penentu arah pendidikan pada setiap madrasah. Kepemimpinan dimaksud meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian, sarana prasarana, kompetensi guru, pelayanan dan kualitas masyarakat madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. Harapan dari kepemimpinan pembelajaran kepala madrasah ini adalah terjadinya peningkatan mutu proses, hasil pembelajaran, potensi, minat, bakat peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pengamalan agama yang meningkat, kemampuan beradaptasi peserta didik terhadap lingkungannya juga meningkat, memiliki daya inovasi yang tinggi, berjiwa pantang menyerah, belajar sepanjang hidup dan mampu menggunakan dan memodifikasi teknologi sesuai perkembangan peserta didik.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus: Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin) Rizki Basriani; Gunawan Gunawan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.461 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.900

Abstract

Penentuan karyawan berprestasi pada PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin, khususnya Divisi Antaran dilakukan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Permasalahan yang dihadapi pada Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin adalah bagaimana menentukan karyawan berprestasi dari sejumlah alternatif (karyawan) dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari sejumlah tujuan atau kriteria yang telah ditentukan. Untuk itu, dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pemilihan Karyawan Berprestasi dengan metode Analityc Hierarchy Process (AHP) sehingga membantu manajer untuk menentukan karyawan berprestasi pada Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL.
Hakikat Isi/Materi Pendidikan Islam Saadah Erliani
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.343 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.902

Abstract

Tujuan Hakikat isi atau materi pendidikan tidak terlepas dari filosofi manusia itu sendiri yang diciptakan oleh Allah. Setelah manusia diciptakan dan tinggal di surga, tetapi karena mengalami larangan dari Allah, sehingga manusia diturunkan di bumi. Berawal dari ini dan perjalanan sejarah manusia, bahwa manusia tidak terlepas dari pendidikan yang sumber utamanya adalah Alquran dan hadis. Seiring perubahan yang begitu drastis yang dialami manusia, maka pandangan terhadap pendidikan menjadi dua versi, yakni versi muslim dan Non muslim. Hasil artikel ini, memperoleh temuan penelitian; Pertama, hakikat manusia dan pendidikan mengalami dinamika sejarah perjalanan yang panjang sehingga kalangan Barat dan Muslim memberikan legitimasi masing-masing yang berbeda tentang manusia dan pendidikan. Kedua, hakikat isi materi pendidikan tidak terlepas dari kurikulum dan guru yang mengajarkannya kepada peserta didik. Guru mengalami tantangan yang begitu besar dari dampak perkembangan teknologi, sehingga kerja sama antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan dari pendidikan yang diberikan, walaupun masih terdapat hambatan bagi dunia pendidikan saat ini.
Analisis Penerimaan Sistem Computer Based Test (CBT) Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus SMKN 1 Banjarmasin) Kenti Yuliana; Siti Suhaimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.31 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap sistem Computer Based Test (CBT) dengan model Technology Acceptance Model (TAM) berdasarkan lima konstruk. Kelima konstruk tersebut adalah Kemudahan Pengguna Persepsian (Perceived Ease Of Use/PEOU), Kegunaan Persepsian (Perceived Usefulness/PU), Sikap terhadap Perilaku (Attitude Towards Behavior/ATB), Minat Perilaku (Behavioral Intention/BI) dan Penggunaan Sesungguhnya (Actual Use/AU). Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% dengan nilai ttabel 1,96 yang didapatkan dari proses bootstrapping yang berasumsi memiliki Derajat Kebebasan (DK) sebesar 500. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Konstruk kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk kegunaan persepsian sebesar 69%; (2) Konstruk kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk sikap terhadap perilaku sebesar 38%; (3) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk sikap terhadap perilaku sebesar 47%; (4) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk minat perilaku sebesar 29%; (5) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk penggunaan sesungguhnnya sebesar 19%; (6) Konstruk sikap terhadap perilaku berpengaruh terhadap konstruk minat perilaku sebesar 46%; dan (7) Konstruk minat perilaku berpengaruh terhadap konstruk penggunaan sesungguhnya sebesar 59%.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Getaran Harmonis Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2017/2018 Solikatun Fujiastuti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.958 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.905

Abstract

Keterampilan proses sains siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin tergolong rendah. Hal ini disebabkan guru jarang mengajak siswa untuk melakukan kegiatan percobaan. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, lembar pengamatan keterampilan proses sains, dan lembar tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II, yaitu (1) Keterlakasanaa RPP pada siklus I pertemuan I dan II sebesar 85,88%, dan 89,51%, pada siklus II pertemuan I dan II sebesar 92,74% dan 96,37%. Keseluruhan berkategori sangat baik; (2) Keterampilan proses sains siklus I pertemuan I dan II sebesar 75,22% dan 84,32%. Siklus II pertemuan I dan II sebesar 93,60% dan 96,80%. Keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan; (3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan klasikal sebesar 21,42% dan 89,28%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing mampu meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin.
Revolusi Pendidikan Tari Suwarjiya Suwarjiya
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.246 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.906

Abstract

Pendidikan sebagai transformasi budaya dapat dikatakan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lainnya. Pendidikan justru mempunyai tugas menyiapkan peserta didik untuk hari esok dan mentransformasikan nilai budaya sehingga dapat membentuk karakter. Keunggulan yang paling menonjol terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tari adalah pewujudannya divisualisasikan dalam presentasi terbukanya akses pembelajaran tari yang tak terbatas, utamanya terkait dengan persoalan: time, location, speed, person/guru. Artinya dengan model pembelajaran tari e-Learning, perkembangan seni budaya sebagai pembentuk karekter bangsa melalui nilai-nilai tari akan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Regenerasi kepenarian kian mengarah pada pengembangan ide persoalan : time, location, speed, person/guru. Artinya dengan model pembelajaran tari e-Learning, perkembangan seni budaya sebagai pembentuk karekter bangsa melalui nilai-nilai tari akan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, regenerasi kepenarian kian mengarah pada pengembangan ide-ide modern. Sehingga penerapan TIK dalam pembelajaran tari dapat dimaanfaatkan pula untuk pengembangan manajemen pendidikan tari ke depannya. Dari model pembelajaran yang terikat oleh persoalan person, time, location, dan speed, kini dengan memanfaatkan TIK persoalan itu time, location, dan speed, kini dengan memanfaatkan TIK persoalan itu dapat diatasi. Dengan memanfaatkan TIK, sangat memungkinkan perkembangan seni budaya tradisi, khususnya seni tari akan terlepas dari sekat-sekat wilayah bahkan akan dapat dipelajari oleh masyarakat internasional. Mereka dapat belajar dengan baik melalui, seperti halnya CD-interaktif atapun software-software pembelajaran tari yang dieksplore melalui internet, dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Maka dapat dikatakan, dengan pemanfaatan TIK, akan dapat terjadi revolusi pendidikan tari.
Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4. Yudha Adrian; Rahidatul Laila Agustina
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.231 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.907

Abstract

Guru sebagai agen perubahan dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Kompetensi guru menjadi bekal dalam menghadapi perubahan zaman. Di era revoluasi industri 4.0, kompetensi guru tidak sebatas nampak pada kehidupan nyata, namun dapat pula dicitrakan di dunia maya atau virtual. Oleh karena itu, guru harus proaktif dalam memanfaatkan perubahan iptek yang terjadi saat ini. Empat kompetensi guru harus dipadukan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat diterima dikalangan peserta didik, teman sejawat, dan masyarakat luas.

Page 3 of 3 | Total Record : 28