cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4" : 5 Documents clear
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMPN Haruyan Siska Norrazifti; Rezky Nefianthi Dian
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.68 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i4.875

Abstract

Perubahan cara pandang terhadap siswa sebagai objek menjadi subjek dalam proses pembelaaran menjadi titik tolak banyak ditemukannya berbagai pendekatan pembelaaran yang inovatif. Guru dituntut dapat memilih model pembelaaran yang dapat memacu semangat setiap siswa untuk secara aktif ikut terlibat dalam pengalaman belajarnya. Salah satu alternatif model pembelajaran yang memungkinkan dikembangkannya keterampilan berpikir siswa (penalaran, komunikasi dan koneksi) dalam memecahkan masalah adalah pembelajaran Berbasis Masalah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Desain ini merupakan desain penelitian dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan kelas dengan memiliki kondisi yang serupa dalam hal jenjang pendidikan yaitu kelas VII dan diajar oleh guru yang sama. Terdapat pengaruh hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan untuk kelas Eksperimen diperoleh skor Mean posttest 80,28 dan pada kelas kontrol diperoleh skor Mean postest 74,08. Hasil tersebut membuktikan bahwa skor hasil belajar siswa diajarkan dengan menggunakan model PBL lebih tinggi daripada siswa yang diajarkan dengan model pembelaaran konvensional. Hasil perhitungan hipotesis posttest dengan melalui uji-t pada taraf signifikansi 0,05 yaitu didapat hasil thitung > ttabel yaitu 2,88 > 1,71387. Hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa uji hipotesis menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha).
Hasil Belajar Mahasiswa Prodi DIII Agroindustri Pada Materi Parameter Limbah Cair Menggunakan Media Pembelajaran Kahoot Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.042 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i4.876

Abstract

Media pembelajaran memegang peranan penting saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung berlangsung. Salah satu media belajar mengajar yang efektif meningkatkan proses maupun hasil belajar di kelas adalah aplikasi Kahoot. Kahoot adalah sebuah website di internet yang menghadirkan suasana kuis yang meriah ke dalam kelas. Pembelajaran menjadi menyenangkan dan membuat peserta didik tidak bosan mengikuti pelajaran yang sulit dimengerti. Materi parameter pada limbah cair merupakan materi yang cukup sulit dipelajari karena banyaknya konsep/teori yang harus diingat dan dipahami oleh mahasiswa. Oleh sebab itu penggunaan aplikasi Kahoot diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar pada materi parameter limbah cair menggunakan media pembelajaran Kahoot sebagai salah satu media yang membuat proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V Diploma III Agroindustri yang berjumlah 66 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan aplikasi Kahoot pada materi parameter limbah cair jika dibandingkan dengan yang tidak menggunakan aplikasi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran Kahoot dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dari yang rerata nilainya di bawah 67 menggunakan lembar jawaban biasa, menjadi rerata di atas 74 saat menggunakan aplikasi Kahoot.
Nilai Kepentingan Budaya Jenis Pohon di Tepi Sungai Tatah Bangkal Di Desa Pandan Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Pebrina; Syahbudin
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.279 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i4.878

Abstract

Bukan hanya sekedar untuk keperluan rumah tangga saja namun beberapa jenis pohon juga sering digunakan dalam acara atau ritual-ritual adat tertentu, bahkan ada pula yang dijadikan sebagai bahan untuk pengobatan alami dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon, manfaat atau kegunaan dan Nilai Kepentingan Kebudayaan yang terkandung pada pohon. Penelitian dilakukan di Desa Pandan Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Sampel penelitian diambil dengan petak berukuran 20m x 20m. kegunaan (Qualitas), Intensitas, Eksklusivitas bagi masyarakat digali dengan wawancara terhadap 30 responden berusia 30 tahun keatas dengan rumus ICS = q x i x e. Hasil penelitian memperoleh 15 jenis pohon dengan kegunaan yaitu berguna sebagai bahan pangan 9 jenis yaitu Cocus nucifera, Artocarpus heterophyllus, Syzygium malaccense, Mangifera laurina, Averrhoa carambola, Averrhoa bilimbi, Crataeva religiosa G. Forst, Antidesma bunius, Sonneratia coseolaris. sebagai bahan kayu bakar 5 jenis yaitu, Hibiscus taliaceus, Terminalia catappa, Mangifera laurina, Sonneratia coseolaris, Planchonia valida. pengahasil tali anyaman 1 jenis yaitu, Hibiscus taliaceus. Penghasil getah ada 1 jenis yaitu Artocarpus heterophyllus. yang berguna dalam acara adat 2 jenis yaitu, Cocos nucifera, Areca catechu. Penghasil obat 7 jenis yaitu, Sonneratia caseolaris, Averrhoa bilimbi, Averrhoa carambola, Azadirachta indica A.Juss, Crataeva religiosa G. Forst, Morinda citrifolia. Bahan bangunan 1 jenis yaitu, Cocos nucifera dan yang memiliki nilai mitos 1 jenis yaitu, Planchonia valida. Berdasarkan perhitungan nilai kepentingan budaya atau Indeks Cultural of Significance (ICS) didapat bahwa pohon kelapa memiliki nilai ICS tertinggi yaitu 214 dan nilai ICS terendah didapat dari pohon putat yaitu 4,5.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Biologi Materi Sistem Sirkulasi Pada Manusia Siswa Kelas XI MIA2 MAN 1 Hulu Sungai Tengah Mahdiana Agustini
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.835 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i4.879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses pembelajaran,dan seberapa besar peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran “Cooperative Tipe Jigsaw” bagi siswa kelas XI MIA MAN 1 Hulu Sungai Tengah. PTK ini ditempuh dalam dua siklus. Pengumpulan data yang digunakan diperoleh beberapa data yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi: Data tes hasil belajar siswa, data hasil observasi terhadap situasi belajar mengajar selama kegiatan pembelajaran berlangsung, dan jurnal guru. Hasil pengamatan diambil dari perilaku siswa dalam berinterkasi dengan kelompok dan antar kelompok. Nilai hasil pengamatan terhadap sikap dan prilaku siswa selama kegiatan secara kelompok terlihat adanya kenaikan aktivitas siswa dalam kelompok , hal ini dapat dilihat dari nilai semua kelompok mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2, dan dari nilai rata- rata dari dari 62,7% pada siklus I menjadi 82% Pada siklus II. Terlihat kelima kelompok lebih aktif pada siklus II. Nilai hasil pengamatan terhadap sikap dan prilaku siswa selama kegiatan pembelajaran, aktivitas siswa individu diatas terlihat adanya peningkatan aktivitas individu siswa dimana jumlah siswa yang aktif pada siklus I 19 atau 51,3% orang meningkat menjadi 27 orang atau 73% pada siklus II, yang sangat aktif pada siklus I ada 5 atau 13,5% meningkat menjadi 7 orang atau 18,9% pada siklus II. Dan terjadi penurunan siswa yang kurang aktif dari 13 orang atau 35,2% pada siklus I menjadi 3 orang atau 8,1% pada siklus II. Tes hasil belajar siswa siklus I terlihat nilai tertinggi adalah 85, nilai terendah 50 dengan nilai rata-rata 69,73.Dari data hasil belajar di lihat siswa yang mendapat nilai di atas standar KKM 75 hanya 12 orang, sedangkan yang dibawah standar KKM 75 masih banyak yaitu 25 orang, jadi untuk lebih meningkatkan aktivitas lagi pemahaman siswa tentang konsep sistem sirkulasi ini perlu kiranya dilaksanakan siklus ke dua. Dan hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat nilai terendah adalah 75 dan nilai tertinggi 100. Dengan demikian sudah memenuhi ketentuan semua siswa tuntas baik secara individual maupun secara klasikal. Hal ini menunjukkan indicator penelitian telah tercapai. Dari hasil jurnal guru terlihar pada silus I guru masih tidak melakukan presentaasi pengetahuan dan menyajikan masalah, Pada siklus II semua tindakan telah dilakukan guru. Dengan kata lain penggunaan model Cooperative tipe Jigsaw dalam pembelajaran ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada materi Sistem Sirkulasi Pada Manusia.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Sebagai Alternatif Konsumsi Bekantan (Nasalis Larvatus) di Desa Lawahan Kabupaten Tapin Abdilah Syarif; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.568 KB)

Abstract

Bekantan dengan nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah maskot fauna Kalimantan Selatan Pohon khas hutan Kalimantan yang buahnya merupakan makanan favorit dari bekantan yaitu buah rambai. Hampir setiap orang hanya mengetahui buah rambai saja yang menjadi makanan dari bekantan tersebut. Pulau Bekantan di Desa lawahan adalah pulau yang berada di antara dua perusahaan besar yaitu perusahaan sawit dan batu bara yang kemudian dikelola oleh perusaan batu bara dan dijadikan Ekowisata penangkaran Bekantan. Pulau ini dikelilingi oleh sungai buatan yang dijadikan tempat tranportasi pengiriman batu bara. Pulau ini memiliki luas 71 Ha, di pulau ini tidak terdapat pohon-pohon besar dikarenakan kebakaran sehingga yang ada hanyalah jenis-jenis tumbuhan paku dan teratai saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alternative jenis -jenis tumbuhan sebagai konsumsi Bekantan agar penyebaran Bekantan yang ada di Kalimantan Selatan dapat diperbanyak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dengan tekhnik pengamatan langsung secara jelajah. Mengamati jenis tumbuhan yang dikonsumsi Bekantan di Desa lawahan. Melakukan pengamatan Bekantan dengan memfoto Bekantan yang sedang makan dan jenis tumbuhan yang dimakan kemudian mencatat setiap jenis tumbuhan yang dijadikan konsumsi oleh Bekantan. Dan Melakukan wawancara kepada pengurus pulau Bekantan di Desa Lawahan. Hasil penelitian ini menunjukan ada 15 jenis tumbuhan yang menjadi konsumsi Bekantan, yakni galam, papisangan, karamunting, kalakai, kakait, pulantan, kariwaya, belaran, kasisap, jeutung, mangobi, halaban, kembang teratai, pindrang dan nanangkaan dengan tingkat kesukaan yaitu sangat suka, suka dan biasa. Morfologi tumbuhan yang menjadi konsumsi bekantan yaitu bagian pucuk, daun muda, batang muda, buah, bunga dan umbut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5